← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Silabus

Silabus Pembelajaran Mendalam - Sejarah XII - 2026/2027

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

SILABUS PEMBELAJARAN MENDALAM

IDENTITAS SEKOLAH

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Mata Pelajaran Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran Sejarah
Kelas/Fase XII / Fase F
Tahun Pelajaran 2026/2027
JP per Pertemuan 2 JP

A. RASIONAL PEMBELAJARAN MENDALAM

Mata pelajaran Sejarah Fase F bertujuan agar peserta didik memiliki kesadaran sejarah yang kuat, kemampuan berpikir historis yang mendalam, serta keterampilan riset dan literasi sejarah yang mumpuni. Melalui pembelajaran sejarah, peserta didik diharapkan mampu memahami proses perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah Indonesia dan dunia, menganalisis sebab-akibat peristiwa sejarah, serta mengkontekstualisasikan nilai-nilai sejarah dalam kehidupan masa kini. Fase F merupakan puncak dari pembelajaran sejarah di SMA, di mana peserta didik diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh untuk melakukan penelitian sejarah, menghasilkan karya sejarah, dan merefleksikan kebermaknaan sejarah secara kritis. Silabus ini dirancang untuk memandu peserta didik dalam mencapai kompetensi tersebut melalui materi-materi kunci yang relevan dengan perkembangan sejarah Indonesia pasca kemerdekaan hingga era kontemporer, serta mengaitkannya dengan wawasan global, dengan penekanan pada pembelajaran mendalam yang berpusat pada siswa, mendorong pemahaman yang kaya, aplikasi praktis, dan refleksi kritis.

B. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN MENDALAM

Fase F merupakan fase akhir jenjang SMA, di mana peserta didik diharapkan memiliki kemampuan berpikir abstrak, analitis, dan evaluatif yang tinggi. Pembelajaran sejarah pada fase ini menekankan pada pengembangan keterampilan proses sejarah secara mendalam, termasuk kemampuan berpikir diakronis dan sinkronis, analisis sumber sejarah, interpretasi peristiwa, serta kemampuan meneliti dan menyajikan temuan sejarah. Peserta didik didorong untuk menjadi pembelajar mandiri yang kritis dan reflektif. Pembelajaran mendalam pada mata pelajaran Sejarah Fase F berfokus pada pemahaman sejarah tingkat lanjut, termasuk analisis mendalam terhadap periode-periode penting dalam sejarah Indonesia dan dunia, serta aplikasinya dalam konteks global dan masa kini. Keterampilan proses yang dikembangkan meliputi kemampuan mengamati fenomena sejarah, menanya secara kritis, mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber, menarik kesimpulan yang logis, mengomunikasikan temuan secara efektif, serta merefleksikan dan merencanakan proyek lanjutan secara kolaboratif. Pembelajaran mendalam diwujudkan melalui pengalaman belajar yang kaya, seperti investigasi sejarah, analisis sumber primer, perdebatan isu kesejarahan, dan pembuatan proyek sejarah yang relevan dengan masa kini.

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

1. Pemahaman Konsep

Menjelaskan sejarah pada Masa Penjajahan Bangsa Barat, Perlawanan Rakyat Daerah Terhadap Penjajah, Pergerakan Kebangsaan Indonesia, Pendudukan Jepang, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, Masa Pemerintahan Sukarno, Masa Pemerintahan Suharto, dan Reformasi; menerapkan proses berpikir sejarah, melakukan literasi sejarah, penelitian sejarah, dan menunjukkan kesadaran sejarah melalui proses inkuiri; dan mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah untuk dapat dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang.

2. Keterampilan Proses

Menerapkan secara spesifik keterampilan proses belajar sejarah mencakup keterampilan berpikir diakronis (kronologis) dan sinkronis, pemahaman sejarah, analisis dan interpretasi sejarah, kemampuan riset sejarah, literasi sejarah, analisis isu kesejarahan serta pengambilan keputusan, dan kebermaknaan peristiwa sejarah. Secara umum keterampilan proses pada mata pelajaran Sejarah dilakukan dengan cara berikut. ● Mengamati: murid mencermati fenomena sejarah terkait materi pelajaran. ● Menanya: murid menyusun pertanyaan tentang hal yang ingin diketahui dan masalah yang sedang diselidiki dengan rumus 5W 1H (apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana) dan memperkirakan jawaban atas pertanyaan. ● Mengumpulkan informasi (heuristik): murid mencari informasi dari sumber sejarah (sumber primer dan sekunder) melalui studi pustaka, studi dokumen/arsip, wawancara, observasi, kuesioner, dan lain-lain. ● Menganalisis informasi (kritik sumber): murid menyeleksi sumber, memverifikasi, triangulasi/cek silang akurasi data dan fakta sejarah, menginterpretasi/ menafsirkan data dan fakta sejarah. ● Menarik kesimpulan: murid menarasikan temuan hasil investigasi terhadap permasalahan terkait materi pelajaran Sejarah. ● Mengomunikasikan: murid menyajikan informasi sejarah secara lisan, tulisan, dan/atau media lain, dalam bentuk digital atau nondigital. ● Merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif: murid mengevaluasi pengalaman belajar dan merencanakan projek lanjutan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.

3. Sejarah Tingkat Lanjut - Pemahaman Konsep

Menunjukan kesadaran sejarah melalui proses berpikir sejarah, pemahaman yang empatik melalui kegiatan literasi sejarah, meneliti dan menulis sejarah, serta mengaplikasikan sejarah dunia berwawasan global dan dikaitkan dengan sejarah Indonesia yang menghasilkan projek sejarah dalam bentuk produk digital atau nondigital; merefleksikan sejarah dunia dalam kehidupan sehari-hari dan perkembangan informasi tentang kondisi dunia yang terus berubah. Kompetensi tersebut dikuasai setelah murid mempelajari berbagai peristiwa sejarah yang terjadi di dunia mulai dari asal usul manusia, peradaban-peradaban besar dunia, pemikiran-pemikiran besar dunia, revolusi-revolusi besar dunia, perang dunia I dan perang dunia II, perang dingin, dan peristiwa-peristiwa kontemporer dunia sampai abad-21.

4. Sejarah Tingkat Lanjut - Keterampilan Proses

Menerapkan secara spesifik proses berpikir historis dikembangkan dengan kriteria signifikansi sejarah, pencarian sumber sejarah, perubahan, keberlanjutan dan keberulangan, Signifikansi sejarah, Pencarian sumber sejarah, perubahan, keberlanjutan dan keberulangan, Perkembangan dan keruntuhan, Keruangan sejarah, Empati dan keputusan moral, Pelaku sejarah. Secara umum keterampilan proses pada mata pelajaran Sejarah dilakukan dengan cara berikut. ● Mengamati: murid mencermati fenomena sejarah terkait materi pelajaran. ● Menanya: murid menyusun pertanyaan tentang hal yang ingin diketahui dan masalah yang sedang diselidiki dengan rumus 5W 1H (apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana) dan memperkirakan jawaban atas pertanyaan. ● Mengumpulkan informasi (heuristik): murid mencari informasi dari sumber sejarah (sumber primer dan sekunder) melalui studi pustaka, studi dokumen/arsip, wawancara, observasi, kuesioner, dan lain-lain. ● Menganalisis informasi (kritik sumber): murid menyeleksi sumber, memverifikasi, triangulasi/cek silang akurasi data dan fakta sejarah, menginterpretasi/menafsirkan data dan fakta sejarah. ● Menarik kesimpulan: murid menarasikan temuan hasil investigasi terhadap permasalahan terkait materi pelajaran Sejarah. ● Mengomunikasikan: murid menyajikan informasi sejarah secara lisan, tulisan, dan dan/atau media lain dalam bentuk digital atau nondigital. ● Merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif: murid mengevaluasi pengalaman belajar dan merencanakan projek lanjutan lintas mata pelajaran secara kolaboratif.


D. TABEL SILABUS PEMBELAJARAN MENDALAM

Kode TP Tujuan Pembelajaran Materi Esensial Pengalaman Memahami Pengalaman Mengaplikasi Pengalaman Merefleksi Prinsip Pembelajaran Mendalam Model Pembelajaran Metode Pembelajaran Asesmen DPL Alokasi JP Sumber Belajar
TP.1 Peserta didik mampu menjelaskan pembentukan negara dan pemerintahan Republik Indonesia Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Membaca berbagai sumber sejarah mengenai upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia pasca proklamasi. Mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci dan peran mereka. Membuat peta konsep mengenai strategi perjuangan mempertahankan kemerdekaan (diplomasi dan militer). Melakukan simulasi sidang atau perundingan. Menganalisis nilai-nilai perjuangan yang relevan untuk masa kini. Merefleksikan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menghadapi tantangan. Keterkaitan historis, signifikansi, analisis sebab-akibat. Inquiry Learning Diskusi kelompok, studi dokumen, presentasi. Presentasi hasil peta konsep, tanya jawab. Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi 8 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, artikel jurnal, arsip nasional, situs web sejarah terpercaya.
TP.2 Peserta didik mampu memahami pergolakan diawal revolusi dan mendeskripsikan perjuangan diplomasi dan gerilya Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Mempelajari kronologi pergolakan awal revolusi. Memahami bentuk-bentuk perjuangan diplomasi (perundingan, perjanjian) dan gerilya. Menyusun narasi sejarah singkat mengenai salah satu peristiwa pergolakan atau perjuangan. Melakukan role-playing perundingan. Menganalisis efektivitas diplomasi dan perjuangan gerilya dalam konteks sejarah. Merefleksikan keberanian dan semangat pantang menyerah para pejuang. Kronologi, analisis sebab-akibat, empati. Contextual Teaching and Learning (CTL) Studi kasus, diskusi kelas, wawancara (simulasi). Penugasan membuat narasi, observasi partisipasi diskusi. Penalaran Kritis, Komunikasi, Empati 8 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, film dokumenter sejarah, biografi tokoh, sumber online.
TP.3 Peserta didik mampu menjelaskan perubahan dari RIS menuju NKRI dan memahami peran rakyat dalam revolusi nasional Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Mengkaji latar belakang dan proses pembentukan RIS. Memahami alasan perubahan kembali ke NKRI dan peran aktif rakyat dalam proses tersebut. Membuat infografis mengenai evolusi bentuk negara Indonesia (RIS ke NKRI). Melakukan debat mengenai peran rakyat dalam revolusi. Mengevaluasi signifikansi kembalinya ke NKRI bagi persatuan bangsa. Merefleksikan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembentukan negara. Perubahan dan keberlanjutan, signifikansi historis, analisis peran aktor. Cooperative Learning Diskusi kelompok, presentasi, debat. Penilaian infografis, penilaian partisipasi debat. Kolaborasi, Komunikasi, Keimanan dan Ketakwaan 8 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, dokumen sejarah (misal: konstitusi RIS), artikel ilmiah.
TP.4 Peserta didik mampu menjelaskan Indonesia di tengah konstelasi perang dingin, memahami ketersebaran kekuatan dan identitas nasional baru Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin Menganalisis posisi Indonesia dalam blok-blok kekuatan Perang Dingin. Memahami kebijakan luar negeri Indonesia pada masa itu (misal: Gerakan Non-Blok). Membuat mind map mengenai dampak Perang Dingin terhadap Indonesia. Merancang pidato singkat mengenai peran Indonesia di kancah internasional. Merefleksikan pentingnya kemandirian bangsa dalam menghadapi pengaruh global. Menganalisis bagaimana identitas nasional terbentuk di tengah persaingan ideologi. Analisis global, pengaruh timbal balik, pembentukan identitas. Project Based Learning (PjBL) Studi literatur, analisis peta kekuatan dunia, penugasan membuat mind map, simulasi pidato. Penilaian mind map, penilaian pidato. Penalaran Kritis, Komunikasi, Kreativitas 6 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, sumber berita internasional lama, materi tentang Gerakan Non-Blok.
TP.5 Peserta didik mampu mendeskripsikan ketidakseimbangan relasi pusat dan daerah serta ancaman disintegrasi, menjelaskan perkembangan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat pada masa Ir. Soekarno Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin Mengkaji berbagai pemberontakan daerah dan faktor penyebabnya. Memahami kebijakan pemerintah pusat terkait daerah. Memahami perkembangan sosial, ekonomi, dan budaya masa Soekarno. Membuat studi kasus mengenai salah satu pemberontakan daerah, menganalisis penyebab dan dampaknya. Membuat poster mengenai perkembangan sosial budaya. Menganalisis pelajaran dari ketidakseimbangan pusat-daerah untuk pembangunan Indonesia saat ini. Merefleksikan bagaimana kebijakan politik mempengaruhi kehidupan masyarakat. Analisis regional, dampak kebijakan, perkembangan sosial budaya. Discovery Learning Diskusi kelompok, analisis dokumen, presentasi studi kasus. Penilaian studi kasus, presentasi poster. Penalaran Kritis, Kolaborasi, Komunikasi 6 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, artikel penelitian tentang pemberontakan, sumber arsip.
TP.6 Peserta didik mampu memahami kemelut pergantian kekuasaan Demokrasi liberal hingga demokrasi terpimpin Mempelajari peristiwa-peristiwa penting yang mengarah pada pergolakan dan pergantian kekuasaan, termasuk isu G30S/PKI. Memahami berbagai perspektif mengenai peristiwa tersebut. Menyusun kronologi detail peristiwa G30S/PKI dan dampaknya. Melakukan simulasi forum diskusi antar tokoh sejarah dengan berbagai pandangan. Menganalisis kompleksitas sejarah dan bagaimana interpretasi dapat berbeda. Merefleksikan pentingnya stabilitas politik dan penegakan hukum. Analisis peristiwa kompleks, multi-perspektif, signifikansi historis. Problem Based Learning (PBL) Studi kasus, analisis sumber primer dan sekunder, simulasi diskusi. Penilaian kronologi, penilaian partisipasi simulasi. Penalaran Kritis, Komunikasi, Keimanan dan Ketakwaan 6 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, kesaksian sejarah, dokumen resmi, artikel analisis.
TP.7 Peserta didik mampu memahami masa transisi menuju orde baru tahun 1966-1967 Indonesia masa orde baru Mempelajari proses pembentukan pemerintahan Orde Baru, termasuk peran Supersemar dan pembentukan kabinet pertama. Memahami tantangan awal Orde Baru. Membuat timeline visual mengenai peristiwa transisi Orde Baru. Melakukan presentasi mengenai tantangan yang dihadapi Orde Baru di awal pembentukannya. Menganalisis dampak kebijakan transisi terhadap stabilitas negara. Merefleksikan pelajaran dari proses perubahan pemerintahan. Perubahan dan keberlanjutan, analisis proses, dampak kebijakan. Direct Instruction Ceramah interaktif, tanya jawab, analisis visual. Penilaian timeline, penilaian presentasi. Penalaran Kritis, Komunikasi 4 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, sumber arsip mengenai Supersemar, berita media masa.
TP.8 Peserta didik mampu mengidentifikasi penguatan negara dan kelemahan kebijakan orde baru Indonesia masa orde baru Menganalisis kebijakan-kebijakan Orde Baru dalam berbagai bidang (politik, ekonomi, sosial). Mengidentifikasi keberhasilan dan kelemahan dari kebijakan tersebut. Melakukan analisis SWOT sederhana terhadap salah satu kebijakan Orde Baru. Membuat tabel perbandingan antara penguatan negara dan kelemahan kebijakan. Mengevaluasi warisan Orde Baru bagi Indonesia modern. Merefleksikan bagaimana kebijakan pemerintah dapat membentuk masyarakat. Analisis kebijakan, evaluasi dampak, perbandingan. Case Based Learning (CBL) Studi kasus kebijakan, analisis dokumen, diskusi panel. Penilaian analisis SWOT, penilaian tabel perbandingan. Penalaran Kritis, Komunikasi, Kreativitas 4 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, laporan pembangunan Orde Baru, artikel kritik kebijakan.
TP.9 Peserta didik mampu menganalisis respons dan resistensi terhadap kebijakan ekonomi dan politik pemerintahan Suharto Indonesia masa orde baru Mempelajari berbagai bentuk respons dan resistensi masyarakat terhadap kebijakan Orde Baru, baik yang terorganisir maupun tidak. Memahami aktor-aktor di balik gerakan resistensi. Membuat studi kasus mendalam mengenai salah satu gerakan resistensi. Menulis artikel pendek yang menganalisis dampak resistensi tersebut. Menganalisis peran masyarakat sipil dalam mengontrol kekuasaan. Merefleksikan pentingnya kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia. Analisis aktor sejarah, dinamika sosial politik, dampak resistensi. Discovery Learning Studi kasus, analisis sumber primer (misal: kesaksian), penulisan artikel. Penilaian studi kasus, penilaian artikel pendek. Penalaran Kritis, Komunikasi, Kreativitas 4 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, buku-buku sejarah alternatif, memoar tokoh, berita investigasi.
TP.10 Peserta didik mampu menjelaskan kehidupan Orde Baru, masa kini, dan masa depan Indonesia masa orde baru Menghubungkan berbagai aspek kehidupan pada masa Orde Baru dengan kondisi Indonesia saat ini. Memproyeksikan implikasi warisan Orde Baru bagi masa depan. Membuat presentasi kolaboratif mengenai "Warisan Orde Baru: Pelajaran untuk Masa Depan". Melakukan refleksi tertulis mengenai pandangan pribadi terhadap Orde Baru. Mengevaluasi secara kritis keberhasilan dan kegagalan Orde Baru. Merefleksikan bagaimana pemahaman sejarah dapat membentuk visi masa depan bangsa. Keterkaitan historis, proyeksi masa depan, evaluasi kritis. Project Based Learning (PjBL) Diskusi kelompok, riset mandiri, presentasi, refleksi tertulis. Penilaian presentasi, penilaian refleksi tertulis. Penalaran Kritis, Komunikasi, Kreativitas, Kolaborasi 2 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, artikel opini, data statistik terkini, wawancara (simulasi).
TP.11 Peserta didik mampu memahami peristiwa jelang reformasi dan mengidentifikasi perluasan serta perkembangan akses pendidikan Indonesia masa reformasi Mempelajari kondisi sosial-politik yang mendorong lahirnya Reformasi. Memahami isu-isu pendidikan dan dampaknya terhadap masyarakat. Membuat analisis singkat mengenai isu-isu pendidikan pada masa Orde Baru dan awal Reformasi. Melakukan simulasi diskusi publik mengenai pentingnya akses pendidikan yang merata. Menganalisis bagaimana perubahan politik mempengaruhi sektor pendidikan. Merefleksikan peran pendidikan dalam pembangunan bangsa. Analisis isu, dampak sosial, signifikansi pendidikan. Discovery Learning Studi literatur, analisis berita, diskusi kelas. Penilaian analisis singkat, observasi partisipasi diskusi. Penalaran Kritis, Komunikasi, Keimanan dan Ketakwaan 2 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, artikel tentang reformasi pendidikan, laporan lembaga pendidikan.
TP.12 Peserta didik mampu menganalisa respon reformasi birokrasi dan BUMN, kebebasan politik dan berekspresi pada masa reformasi Indonesia masa reformasi Mengkaji upaya reformasi birokrasi dan BUMN. Memahami perluasan kebebasan politik dan berekspresi pasca Orde Baru. Membuat studi kasus mengenai salah satu contoh reformasi birokrasi atau BUMN. Melakukan debat terstruktur mengenai dampak kebebasan politik dan berekspresi. Menganalisis tantangan dan peluang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Merefleksikan keseimbangan antara kebebasan dan tanggung jawab. Analisis kebijakan, dampak sosial politik, keseimbangan hak dan kewajiban. Problem Based Learning (PBL) Studi kasus, analisis dokumen kebijakan, debat terstruktur. Penilaian studi kasus, penilaian partisipasi debat. Penalaran Kritis, Komunikasi, Kolaborasi 2 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, dokumen reformasi birokrasi, undang-undang terkait, artikel analisis.
TP.13 Peserta didik mampu menjelaskan reformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur serta memahami bencana dan penangannya pada era reformasi Indonesia masa reformasi Menganalisis kebijakan ekonomi dan pembangunan infrastruktur pada masa reformasi. Memahami berbagai bencana alam dan penanganannya di era reformasi. Membuat laporan singkat mengenai efektivitas salah satu kebijakan ekonomi atau penanganan bencana. Mempresentasikan hasil analisis mengenai pembangunan infrastruktur. Mengevaluasi keberlanjutan pembangunan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Merefleksikan peran pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan dan penanggulangan bencana. Analisis ekonomi, pembangunan berkelanjutan, manajemen bencana. Contextual Teaching and Learning (CTL) Analisis data ekonomi, studi kasus penanganan bencana, presentasi. Penilaian laporan singkat, penilaian presentasi. Penalaran Kritis, Komunikasi, Kreativitas 2 JP Buku teks Sejarah Kelas XII, data ekonomi BPS, laporan BNPB, berita media massa.

Catatan sistem: Alokasi JP pada dokumen ini disinkronkan mengikuti alur RPE → ATP → Prota/Promes → Silabus. Jumlah baris diselaraskan: 2.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.