IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan belajar peserta didik kelas XI semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027 untuk topik Termokimia akan dipetakan melalui asesmen diagnostik awal. Pemetaan ini mencakup pengetahuan prasyarat (konsep energi, reaksi kimia dasar), minat terhadap topik, serta kebutuhan belajar spesifik yang mungkin muncul dari latar belakang yang beragam. Asesmen awal akan dilakukan melalui kuesioner singkat dan tanya jawab terarah. |
| Materi Pelajaran | Materi Termokimia, yang membahas perubahan energi dalam reaksi kimia, memiliki relevansi tinggi dengan kehidupan nyata seperti pemanfaatan energi dari pembakaran bahan bakar, proses metabolisme dalam tubuh, dan teknologi energi terbarukan. Tingkat kesulitannya moderat, membutuhkan pemahaman konsep energi, sistem, lingkungan, serta persamaan termokimia. Struktur materinya bersifat sekuensial, dimulai dari konsep dasar hingga aplikasi perhitungan. Potensi miskonsepsi meliputi pencampuran konsep kalor dan suhu, serta kesalahan dalam menentukan tanda perubahan entalpi. Integrasi nilai karakter seperti kepedulian terhadap lingkungan (efisiensi energi) dan tanggung jawab dalam penggunaan sumber daya akan ditanamkan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Capaian Pembelajaran | Pemahaman Kimia: Mengaitkan perubahan entalpi standar dari suatu reaksi kimia dengan sumber energi yang ada di lingkungan sekitar. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pembelajaran Termokimia secara langsung berkaitan dengan konsep fisika mengenai energi dan kalor, serta fisika terapan dalam teknologi energi. Selain itu, topik ini memiliki keterkaitan erat dengan isu lingkungan dan keberlanjutan, yang mengarah pada pemahaman tentang efisiensi energi. Dalam konteks ini, pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat digunakan untuk simulasi visual reaksi termokimia atau analisis data energi, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan melalui studi energi yang dibutuhkan dalam produksi pangan, seperti energi untuk irigasi atau pemrosesan hasil pertanian. |
| Tujuan Pembelajaran | Melalui diskusi terbimbing dan demonstrasi sederhana, peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Parengan Tuban mampu mengidentifikasi konsep dasar termokimia, membedakan sistem dan lingkungan, serta mengenali ciri-ciri reaksi eksoterm dan endoterm, dengan ditunjukkan melalui jawaban benar pada kuesioner diagnostik dan partisipasi aktif dalam diskusi. |
| Topik Pembelajaran | Konsep Dasar Termokimia: Energi, Sistem, Lingkungan, Reaksi Eksoterm dan Endoterm. |
| Praktik Pedagogis | Model: Discovery Learning. Strategi: Pembelajaran penemuan terbimbing melalui stimulus, identifikasi masalah, pengumpulan data (observasi/diskusi), pengolahan informasi, dan pembuktian konsep. Metode: Diskusi, Tanya Jawab, Demonstrasi. Alasan Pemilihan: Model Discovery Learning dipilih agar peserta didik aktif membangun pemahaman konsep termokimia dari fenomena yang disajikan, mendorong rasa ingin tahu dan penalaran kritis. Metode diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi relevan untuk memfasilitasi interaksi, klarifikasi konsep, dan pengamatan langsung. Penerapan Sintaks: 1. Pemberian Rangsangan: Guru menyajikan video singkat tentang reaksi pembakaran dan proses fotosintesis, atau demonstrasi sederhana (misalnya, melarutkan NaOH dan NH4Cl dalam air). 2. Identifikasi Masalah: Guru memandu peserta didik merumuskan pertanyaan terkait perubahan energi yang terjadi. 3. Pengumpulan Data: Peserta didik mengamati video/demonstrasi dan berdiskusi dalam kelompok untuk mengumpulkan informasi tentang perubahan energi. 4. Pengolahan Data: Peserta didik mengolah informasi yang diperoleh untuk mengidentifikasi konsep sistem, lingkungan, reaksi eksoterm, dan endoterm. 5. Pembuktian: Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan memverifikasi pemahaman dengan guru. 6. Menarik Generalisasi: Peserta didik merumuskan kesimpulan tentang konsep dasar termokimia. |
| Kemitraan Pembelajaran | Untuk pertemuan awal ini, kemitraan dapat terjalin dengan guru IPA lain untuk saling berbagi sumber belajar visual terkait fenomena termokimia. Dukungan orang tua dapat berupa penyediaan literatur atau akses internet bagi peserta didik yang membutuhkan untuk eksplorasi awal konsep. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, memanfaatkan proyektor dan papan tulis. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong partisipasi aktif semua peserta didik. Lingkungan sekolah yang memiliki lahan terbuka dapat dimanfaatkan untuk observasi fenomena alam sederhana yang berkaitan dengan energi. |
| Pemanfaatan Digital | Penggunaan video demonstrasi interaktif, platform kuis online untuk asesmen diagnostik, dan simulasi sederhana perubahan energi jika tersedia. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL (15 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | 1. Membuka pelajaran dengan salam dan doa. 2. Melakukan apersepsi singkat dengan menanyakan pengalaman peserta didik terkait panas atau perubahan suhu dalam kehidupan sehari-hari (misal: api unggun, kompres dingin). 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria penilaian. 4. Melakukan asesmen diagnostik awal melalui kuesioner singkat (tertulis/online) atau tanya jawab untuk memetakan pengetahuan awal tentang energi dan reaksi kimia. | 1. Menjawab salam dan berdoa. 2. Menjawab pertanyaan apersepsi guru dengan berbagi pengalaman. 3. Menyimak penjelasan tujuan dan kriteria. 4. Mengerjakan kuesioner diagnostik atau menjawab pertanyaan guru. | 15 menit | Hasil asesmen diagnostik awal (kuesioner/catatan tanya jawab). |
| INTI - MEMAHAMI (120 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | 1. Menayangkan video demonstrasi interaktif tentang reaksi eksoterm (misal: pembakaran gas alam) dan endoterm (misal: larutan pupuk amonium nitrat dalam air). 2. Membimbing peserta didik mengidentifikasi masalah: "Mengapa ada reaksi yang melepaskan panas dan ada yang menyerap panas?". 3. Menjelaskan konsep sistem, lingkungan, batas sistem, serta mengaitkannya dengan fenomena dalam video. 4. Memandu diskusi kelompok untuk menganalisis ciri-ciri reaksi eksoterm (pelepasan energi ke lingkungan) dan endoterm (penyerapan energi dari lingkungan) berdasarkan data visual. 5. Menyajikan informasi tambahan tentang persamaan termokimia sederhana (konsep ΔH). 6. Mengaitkan konsep energi dalam termokimia dengan kebutuhan energi pada proses pertanian untuk Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya energi untuk pemanasan rumah kaca (greenhouse) atau irigasi. | 1. Menyimak dan mengamati video demonstrasi. 2. Merumuskan pertanyaan terkait perubahan energi dalam reaksi. 3. Mengidentifikasi sistem, lingkungan, dan batas sistem berdasarkan contoh. 4. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi ciri reaksi eksoterm dan endoterm, mencatat informasi penting. 5. Mencatat konsep persamaan termokimia sederhana. 6. Berdiskusi singkat tentang relevansi energi dalam produksi pangan. | 120 menit | Catatan hasil diskusi kelompok, jawaban pertanyaan guru, identifikasi konsep sistem/lingkungan, ciri reaksi eksoterm/endoterm. |
| INTI - MENGAPLIKASI (45 menit) |
Bermakna, Menggembirakan | 1. Memberikan beberapa contoh reaksi kimia sederhana dan meminta peserta didik mengklasifikasikan apakah reaksi tersebut eksoterm atau endoterm, serta mengidentifikasi sistem dan lingkungannya. 2. Membagikan lembar kerja sederhana yang berisi studi kasus singkat tentang aplikasi termokimia di industri (misal: produksi amonia) atau kehidupan sehari-hari (misal: penghangat instan). 3. Menjelaskan cara sederhana menggunakan algoritma dasar (pseudocode) untuk mengklasifikasikan reaksi berdasarkan data perubahan entalpi (jika data diberikan), sebagai pengantar KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). | 1. Mengklasifikasikan reaksi sebagai eksoterm atau endoterm dan mengidentifikasi sistem/lingkungan. 2. Mengerjakan lembar kerja studi kasus, mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari. 3. Mencoba memahami alur logika sederhana (pseudocode) untuk klasifikasi reaksi. | 45 menit | Hasil pengerjaan lembar kerja studi kasus, jawaban klasifikasi reaksi. |
| INTI - MEREFLEKSI (15 menit) |
Berkesadaran, Bermakna | 1. Memandu peserta didik untuk merefleksikan pembelajaran hari ini: apa yang sudah dipelajari, bagian mana yang paling menarik, dan kesulitan apa yang dihadapi. 2. Memberikan umpan balik positif terhadap partisipasi aktif peserta didik. 3. Menanyakan kembali pemahaman kunci tentang sistem, lingkungan, reaksi eksoterm/endoterm. | 1. Menjawab pertanyaan refleksi guru secara jujur. 2. Menyampaikan kembali konsep kunci yang telah dipelajari. | 15 menit | Jawaban refleksi lisan. |
| PENUTUP (15 menit) |
Menggembirakan | 1. Membuat simpulan bersama tentang konsep dasar termokimia. 2. Memberikan penguatan materi dan menginformasikan topik pertemuan selanjutnya (perhitungan perubahan entalpi). 3. Menutup pelajaran dengan doa dan salam. | 1. Menyimak simpulan guru. 2. Menyimak informasi tindak lanjut. 3. Menjawab salam dan berdoa. | 15 menit | Kehadiran dan partisipasi dalam kegiatan penutup. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan: Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang energi, reaksi kimia, dan konsep dasar termokimia. Bentuk/Instrumen: Kuesioner diagnostik (tertulis/online) dan tanya jawab terarah. Teknik: Tes tertulis, Observasi partisipasi tanya jawab. Bukti yang Dinilai: Jawaban kuesioner, keaktifan dalam menjawab pertanyaan. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 1-2 konsep dasar terkait energi atau reaksi kimia. Tindak Lanjut: Memberikan penguatan konsep dasar yang lemah, menyesuaikan tingkat kesulitan materi inti. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik formatif. Bentuk/Instrumen: Observasi diskusi kelompok, catatan guru, tanya jawab selama diskusi, hasil pengerjaan lembar kerja sederhana. Teknik: Observasi, Tanya Jawab, Penilaian Kinerja (diskusi & lembar kerja). Bukti yang Dinilai: Keaktifan diskusi, ketepatan identifikasi sistem/lingkungan, klasifikasi reaksi, jawaban studi kasus. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman konsep sistem, lingkungan, reaksi eksoterm/endoterm, dan mampu mengaplikasikannya pada contoh sederhana. Tindak Lanjut: Memberikan klarifikasi konsep yang masih ambigu, memberikan contoh tambahan, mendorong diskusi lebih lanjut. |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan 1: pemahaman konsep dasar termokimia, sistem, lingkungan, reaksi eksoterm/endoterm. Bentuk/Instrumen: Soal refleksi lisan, soal pilihan ganda singkat atau uraian singkat terkait konsep yang telah dipelajari. Teknik: Tes lisan, Tes tertulis. Bukti yang Dinilai: Jawaban refleksi, jawaban soal asesmen akhir. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjelaskan konsep dasar termokimia, sistem, lingkungan, serta ciri reaksi eksoterm dan endoterm dengan benar. Tindak Lanjut: Memberikan penguatan pada konsep yang masih perlu diperbaiki, memberikan materi pengayaan bagi yang sudah mahir. |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengidentifikasi konsep dasar termokimia, membedakan sistem dan lingkungan, serta mengenali ciri-ciri reaksi eksoterm dan endoterm.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan mengidentifikasi sistem dan lingkungan dalam suatu fenomena kimia. | Kesulitan mengidentifikasi sistem dan lingkungan, sering tertukar. | Mampu mengidentifikasi sistem atau lingkungan pada sebagian besar contoh, namun masih ada kekeliruan. | Mampu mengidentifikasi sistem dan lingkungan dengan benar pada contoh yang diberikan. | Mampu mengidentifikasi sistem dan lingkungan secara akurat dan menjelaskan alasannya. |
| Kemampuan membedakan reaksi eksoterm dan endoterm berdasarkan deskripsi atau data sederhana. | Belum bisa membedakan, sering tertukar antara pelepasan dan penyerapan energi. | Mulai bisa membedakan, namun perlu bantuan atau contoh tambahan. | Mampu membedakan reaksi eksoterm dan endoterm dengan tepat pada contoh yang diberikan. | Mampu menjelaskan ciri-ciri reaksi eksoterm dan endoterm secara mendalam dan memberikan contoh lain. |
| Pemahaman konsep dasar termokimia (perubahan energi dalam reaksi). | Belum memahami bahwa reaksi kimia melibatkan perubahan energi. | Memahami bahwa ada perubahan energi, tetapi belum bisa menjelaskan secara spesifik. | Memahami bahwa reaksi kimia melibatkan pelepasan atau penyerapan energi (termokimia). | Mampu menjelaskan konsep termokimia sebagai studi perubahan energi dalam reaksi kimia secara komprehensif. |
| Partisipasi aktif dalam diskusi dan tanya jawab. | Pasif, jarang bertanya atau memberikan pendapat. | Kadang-kadang berpartisipasi, namun masih ragu-ragu. | Aktif bertanya, menjawab pertanyaan, dan berkontribusi dalam diskusi kelompok. | Secara konsisten aktif, memberikan masukan yang relevan, dan membantu teman sekelompok. |
Keterangan:
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |