← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 1 dari 1 - Kimia XI - Ikatan Kimia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd
Mata Pelajaran Kimia
Kelas/Rombel XI
Tingkat/Fase XI / Fase F
Semester Ganjil
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 1 dari 1
Tanggal/Rentang 2026-08-24 s.d. 2026-08-30
Topik Ikatan Kimia
Fokus Kegiatan Memahami konsep, mengaplikasikan pada konteks, dan merefleksikan hasil belajar.
Asesmen Pertemuan Diagnostik singkat, formatif, dan refleksi akhir.
Alokasi Waktu RPP Pertemuan 1 dari 1 · 5 JP (225 menit)
Model Pembelajaran Discovery Learning
Metode Pembelajaran Tanya Jawab, Diskusi Singkat
Dimensi Profil Lulusan Penalaran Kritis, Komunikasi

ASESMEN AWAL (DIAGNOSTIK SINGKAT)

Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal tentang konsep atom dan kecenderungan unsur, minat terhadap materi ikatan kimia, serta kebutuhan belajar yang beragam. Hasil pemetaan ini akan digunakan untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan diferensiasi.

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur sesuai pengetahuanmu.

  1. Unsur manakah yang cenderung melepaskan elektron untuk mencapai kestabilan? (a) Klorin (b) Natrium (c) Oksigen (d) Neon
  2. Mengapa atom-atom cenderung berikatan satu sama lain?
  3. Tuliskan lambang atom yang memiliki nomor atom 11!
  4. Manakah dari unsur berikut yang merupakan gas mulia? (a) H (b) He (c) Li (d) Be
  5. Bagaimana Anda lebih suka belajar materi baru? (a) Membaca buku (b) Diskusi kelompok (c) Menonton video (d) Praktik langsung

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  1. b. Natrium. Jawaban benar menunjukkan pemahaman tentang kecenderungan logam melepaskan elektron.
  2. Untuk mencapai konfigurasi elektron yang stabil seperti gas mulia. Jawaban ini mengindikasikan pemahaman dasar tentang dasar pembentukan ikatan.
  3. Na. Jawaban benar menunjukkan kemampuan mengenali simbol unsur berdasarkan nomor atom.
  4. b. He. Jawaban benar menunjukkan pengenalan terhadap golongan gas mulia.
  5. Jawaban bervariasi. Mengidentifikasi preferensi belajar untuk diferensiasi.

Catatan: Hasil asesmen ini tidak menjadi nilai akhir, melainkan panduan untuk proses pembelajaran selanjutnya.

ASESMEN PROSES (FORMATIF)

Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik.

Lembar Observasi Keaktifan dan Keterampilan Proses

No Aspek yang Diamati Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik Guru
1 Mengajukan pertanyaan relevan terkait materi.
2 Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok.
3 Menyampaikan pendapat dengan jelas dan santun.
4 Mampu mengaitkan konsep ikatan kimia dengan contoh sehari-hari.

Exit Ticket

Jawablah pertanyaan berikut sebelum mengakhiri pembelajaran:

  1. Satu hal penting yang saya pelajari hari ini adalah...
  2. Satu pertanyaan yang masih saya miliki adalah...
  3. Bagaimana materi ikatan kimia ini bisa dikaitkan dengan pengelolaan sumber daya pertanian lokal di Tuban, misalnya dalam pengembangan pupuk atau pestisida hayati? (Berkaitan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban)

ASESMEN AKHIR (SUMATIF SINGKAT)

Tujuan: Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.

Soal Pilihan Ganda

  1. Pasangan unsur yang dapat membentuk ikatan ionik adalah...
    (a) Na dan Cl
    (b) C dan H
    (c) O dan O
    (d) K dan Br
  2. Senyawa yang terbentuk dari ikatan kovalen bersifat...
    (a) Konduktor listrik dalam keadaan padat
    (b) Titik didih dan leleh tinggi
    (c) Umumnya tidak larut dalam air
    (d) Memiliki pasangan elektron bersama
  3. Ikatan logam terbentuk antara atom-atom...
    (a) Nonlogam
    (b) Logam
    (c) Metaloid
    (d) Gas mulia
  4. Perbedaan keelektronegatifan terbesar terdapat pada ikatan...
    (a) Kovalen polar
    (b) Kovalen nonpolar
    (c) Ionik
    (d) Logam
  5. Molekul H₂O bersifat polar karena...
    (a) Adanya pasangan elektron bebas pada atom Oksigen dan bentuk molekulnya yang tidak simetris
    (b) Adanya pasangan elektron bebas pada atom Hidrogen
    (c) Bentuk molekulnya yang linier
    (d) Atom Oksigen dan Hidrogen memiliki keelektronegatifan yang sama

Soal Jawaban Singkat

  1. Gambarkan struktur Lewis untuk molekul CH₄!
  2. Sebutkan dua sifat fisik yang umum dimiliki oleh senyawa ionik!
  3. Jelaskan mengapa gas mulia cenderung tidak membentuk ikatan kimia!

Soal Uraian/Tugas Kontekstual

  1. Jelaskan bagaimana konsep ikatan kimia dapat diterapkan dalam pembuatan material komposit untuk kemasan pangan yang ramah lingkungan. Pertimbangkan jenis ikatan yang terlibat dan bagaimana hal itu memengaruhi sifat material.
  2. Rancanglah sebuah algoritma sederhana (dalam bentuk pseudocode atau flowchart) untuk mengklasifikasikan jenis ikatan kimia (ionik, kovalen, logam) berdasarkan data keelektronegatifan dua unsur yang berpasangan. Algoritma ini merupakan bagian dari implementasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk analisis kimia dasar.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Membandingkan jenis ikatan kimia (ionik). Ikatan Ionik C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Membandingkan jenis ikatan kimia (kovalen) dan kaitannya dengan sifat fisik. Ikatan Kovalen, Sifat Senyawa Kovalen C2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Membandingkan jenis ikatan kimia (logam). Ikatan Logam C2 (Memahami) Pilihan Ganda 3
4 Membandingkan jenis ikatan kimia berdasarkan perbedaan keelektronegatifan. Polaritas Ikatan C3 (Mengaplikasi) Pilihan Ganda 4
5 Menganalisis bentuk molekul dan polaritas. Bentuk Molekul, Polaritas Molekul C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 5
6 Menggambarkan struktur Lewis. Struktur Lewis C3 (Mengaplikasi) Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan sifat fisik senyawa ionik. Sifat Senyawa Ionik C2 (Memahami) Jawaban Singkat 7
8 Menjelaskan kecenderungan pembentukan ikatan gas mulia. Gas Mulia C2 (Memahami) Jawaban Singkat 8
9 Mengaplikasikan konsep ikatan kimia pada konteks material kemasan pangan. Ikatan Kimia, Sifat Materi C4 (Menganalisis) Uraian/Kontekstual 9
10 Mengaplikasikan konsep ikatan kimia dalam pengembangan algoritma klasifikasi. Ikatan Kimia, Logika Algoritma C4 (Menganalisis) Uraian/Kontekstual 10

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

No Kunci Jawaban Skor Maksimal
1 a. Na dan Cl 5
2 d. Memiliki pasangan elektron bersama 5
3 b. Logam 5
4 c. Ionik 5
5 a. Adanya pasangan elektron bebas pada atom Oksigen dan bentuk molekulnya yang tidak simetris 5
6 Struktur Lewis CH₄: Atom C di tengah dikelilingi 4 atom H, masing-masing terikat dengan satu pasang elektron (ikatan kovalen tunggal). Total 8 elektron valensi di sekitar C. 15
7 Contoh: Titik leleh dan titik didih tinggi; larut dalam air; tidak menghantarkan listrik dalam keadaan padat tetapi menghantarkan jika melebur atau larut. (Sebutkan dua). 10
8 Karena memiliki konfigurasi elektron yang sudah stabil (oktet atau duplet), sehingga tidak memiliki kecenderungan untuk melepas, menerima, atau berbagi elektron. 10
9 Penjelasan yang mengaitkan jenis ikatan (ionik, kovalen, logam, antarmolekul) dengan sifat material (kekuatan, fleksibilitas, kelarutan, biodegradabilitas) yang relevan untuk kemasan pangan. Contoh: ikatan kovalen dalam polimer biodegradabel. 20
10 Pseudocode/Flowchart yang logis untuk mengklasifikasikan ikatan berdasarkan rentang perbedaan keelektronegatifan (misal: 1.7 ionik). 20
Total Skor 100

Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100

RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal No. 9 & 10)

Indikator Baru Memulai (0-50) Berkembang (51-70) Cakap (71-85) Mahir (86-100)
Pemahaman Konsep Ikatan Kimia
(Relevansi dengan materi, ketepatan konsep)
Konsep ikatan kimia sangat minim atau salah.
Tidak ada atau sangat sedikit relevansi dengan materi.
Konsep ikatan kimia dasar dipahami sebagian.
Ada upaya mengaitkan dengan materi, namun belum sepenuhnya tepat.
Konsep ikatan kimia dipahami dengan baik.
Relevansi dengan materi jelas dan sebagian besar tepat.
Konsep ikatan kimia dipahami secara mendalam.
Relevansi dengan materi sangat kuat dan tepat.
Aplikasi Kontekstual
(Kemampuan mengaitkan dengan fenomena/masalah nyata, inovasi)
Tidak mampu mengaitkan dengan konteks.
Tidak ada ide atau solusi yang ditawarkan.
Upaya mengaitkan dengan konteks ada, namun dangkal atau kurang relevan.
Solusi yang ditawarkan sederhana atau belum optimal.
Mampu mengaitkan dengan konteks secara efektif.
Solusi yang ditawarkan logis dan mempertimbangkan aspek praktis.
Mampu mengaitkan dengan konteks secara mendalam dan inovatif.
Solusi yang ditawarkan sangat relevan, orisinal, dan memiliki potensi aplikasi tinggi.
Analisis dan Penalaran Kritis
(Kedalaman analisis, logika berpikir, justifikasi)
Analisis minim, logika lemah, dan tidak ada justifikasi. Analisis terbatas, logika mulai terlihat, justifikasi sederhana. Analisis cukup mendalam, logika kuat, dan didukung justifikasi yang memadai. Analisis sangat mendalam, logika sangat kuat, dan justifikasi sangat meyakinkan.
Komunikasi dan Penyajian
(Kejelasan, ketepatan bahasa, struktur penyajian - termasuk pseudocode/flowchart)
Penyajian tidak jelas, bahasa tidak tepat, struktur berantakan. Penyajian cukup jelas, bahasa cukup tepat, struktur dasar ada. Penyajian jelas, bahasa tepat, struktur terorganisir dengan baik. Penyajian sangat jelas, bahasa sangat tepat, struktur sangat terorganisir dan efektif.

REKAP NILAI ASESMEN AKHIR

No Nama Siswa Skor Soal 1-5 (PG) Skor Soal 6-8 (Singkat) Skor Soal 9-10 (Uraian/Kontekstual) Total Skor Nilai Akhir (0-100)
1
2
3
4
5
...

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.