← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 7 dari 8 - Kimia XII - Senyawa Karbon

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 7 DARI 8

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd
Mata Pelajaran Kimia
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu 5 JP (225 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Peserta didik kelas XII memiliki pengetahuan dasar tentang struktur dan sifat senyawa karbon dari pertemuan sebelumnya. Minat terhadap aplikasi senyawa karbon dalam kehidupan sehari-hari perlu ditingkatkan melalui contoh yang relevan. Kebutuhan belajar dipetakan melalui observasi partisipasi dalam diskusi dan asesmen formatif sebelumnya. Guru dapat memetakan dengan meminta siswa menyebutkan contoh senyawa karbon yang mereka temui dalam 1 hari terakhir.
Materi Pelajaran Materi Senyawa Karbon, khususnya mengenai sintesis dan kegunaan senyawa karbon, memiliki relevansi tinggi dengan kehidupan nyata (obat-obatan, plastik, bahan bakar). Tingkat kesulitan moderat, memerlukan pemahaman struktur dan reaktivitas. Potensi miskonsepsi terkait keragaman isomer dan reaksi spesifik. Integrasi nilai karakter disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama dalam eksplorasi.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kemandirian, Penalaran Kritis
Capaian Pembelajaran Elemen Pemahaman Kimia: Peserta didik dapat menjelaskan senyawa karbon dan makromolekul.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran senyawa karbon sangat erat kaitannya dengan bidang biologi (biokimia, metabolisme), kedokteran (obat-obatan), teknik kimia (industri polimer, bahan bakar), dan ekonomi (nilai jual produk turunan karbon). Dalam pertemuan ini, eksplorasi kegunaan senyawa karbon akan dikaitkan dengan pemanfaatan teknologi digital, termasuk pemahaman dasar tentang bagaimana algoritma sederhana dapat membantu identifikasi senyawa melalui basis data kimia, serta bagaimana konsep KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) dapat terintegrasi dalam analisis sumber daya terbarukan berbasis karbon.
Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 3 kegunaan senyawa karbon dalam industri farmasi dan pangan, serta menjelaskan konsep dasar sintesis salah satu senyawa tersebut secara sederhana pada pertemuan ke-7 dari 8 pertemuan.
Topik Pembelajaran Senyawa Karbon: Sintesis dan Kegunaan dalam Industri Farmasi dan Pangan.
Praktik Pedagogis Model: Discovery Learning.
Strategi: Pembelajaran berbasis penemuan terbimbing dengan penekanan pada eksplorasi aktif dan kolaborasi.
Metode: Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi sederhana.
Alasan Pemilihan: Model Discovery Learning mendorong siswa untuk membangun pemahaman sendiri melalui stimulus dan eksplorasi, sesuai dengan fokus pendalaman dan pengaplikasian konsep. Sintaks model akan diterapkan untuk memfasilitasi siswa dalam mengidentifikasi kegunaan dan konsep sintesis senyawa karbon secara mandiri.
Penerapan Sintaks:
1. Pemberian Rangsangan: Guru menyajikan studi kasus atau video singkat tentang aplikasi senyawa karbon dalam obat atau produk pangan.
2. Identifikasi Masalah: Siswa merumuskan pertanyaan terkait proses sintesis dan kegunaan senyawa tersebut.
3. Pengumpulan Data: Siswa mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet, artikel) mengenai sintesis dan kegunaan senyawa karbon yang spesifik.
4. Pengolahan Data: Siswa mendiskusikan dan mengolah informasi yang diperoleh untuk menjawab pertanyaan dan merumuskan kesimpulan.
5. Pembuktian/Verifikasi: Siswa mempresentasikan hasil temuan mereka dan memverifikasi dengan kelompok lain atau guru.
6. Menarik Generalisasi: Siswa merumuskan kesimpulan tentang pentingnya sintesis dan kegunaan senyawa karbon.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru biologi atau guru farmasi (jika ada) dapat memperkaya diskusi mengenai aplikasi senyawa karbon dalam bidang terkait. Dukungan dari perpustakaan sekolah dan akses internet yang memadai akan membantu peserta didik dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk studi kasus.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, didukung oleh ketersediaan sumber belajar digital (laptop, proyektor, internet). Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong partisipasi aktif semua peserta didik dalam berdiskusi dan berbagi ide.
Pemanfaatan Digital Penggunaan proyektor untuk menampilkan studi kasus/video, akses internet untuk riset mandiri, dan potensi penggunaan aplikasi sederhana untuk visualisasi molekul atau basis data senyawa kimia.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan Menyapa peserta didik dengan hangat. Melakukan apersepsi dengan menanyakan contoh obat atau produk pangan yang berasal dari senyawa karbon. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria penilaian secara singkat. Menjawab salam, berpartisipasi dalam apersepsi, menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. 15 menit Partisipasi aktif dalam apersepsi.
INTI - MEMAHAMI Memahami Memberikan stimulus berupa studi kasus atau video pendek tentang sintesis senyawa karbon untuk obat (misal: aspirin) atau bahan pangan (misal: pemanis buatan). Memfasilitasi pembentukan kelompok diskusi. Menyimak stimulus, membentuk kelompok diskusi, dan mulai mengidentifikasi pertanyaan awal terkait studi kasus. 30 menit Catatan pertanyaan awal dari kelompok.
INTI - MEMAHAMI Memahami Mengarahkan peserta didik untuk mencari informasi mengenai struktur, proses sintesis sederhana, dan kegunaan senyawa karbon yang dipilih dalam kelompok. Menyediakan akses ke sumber belajar digital atau literatur yang relevan. Melakukan riset mandiri dalam kelompok untuk mengumpulkan informasi tentang senyawa karbon yang ditugaskan, fokus pada struktur, sintesis, dan kegunaan. 45 menit Catatan hasil riset per kelompok.
INTI - MEMAHAMI Memahami Membimbing diskusi kelompok dalam mengolah data yang diperoleh, menganalisis hubungan antara struktur, sintesis, dan kegunaan senyawa karbon. Mengingatkan tentang potensi pemanfaatan KKA untuk analisis data kimia sederhana, misalnya menggunakan pseudocode untuk menggambarkan langkah-langkah sintesis. Mendiskusikan hasil riset, menganalisis keterkaitan antar informasi, dan mencoba merumuskan konsep sintesis sederhana menggunakan logika algoritma. 30 menit Draft kesimpulan kelompok tentang sintesis dan kegunaan.
INTI - MENGAPLIKASI Mengaplikasi Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan secara singkat hasil diskusi mereka, fokus pada satu contoh senyawa karbon, proses sintesisnya, dan kegunaannya. Mendorong penggunaan visualisasi sederhana (gambar/sketsa). Mempersiapkan dan menyampaikan presentasi singkat mengenai satu senyawa karbon, termasuk proses sintesis dan kegunaannya. Menjawab pertanyaan dari kelompok lain. 45 menit Presentasi kelompok (video/rekaman/lisan).
INTI - MENGAPLIKASI Mengaplikasi Memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, mengklarifikasi jika ada miskonsepsi, dan menghubungkan kegunaan senyawa karbon dengan konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya bagaimana senyawa karbon tertentu berperan dalam pengawetan pangan atau produksi bahan pangan alternatif yang berkelanjutan. Menerima umpan balik, mengklarifikasi pemahaman, dan menghubungkan konsep dengan isu ketahanan pangan. 15 menit Catatan klarifikasi dan keterkaitan dengan SIKAP.
INTI - MEREFLEKSI Merefleksi Memfasilitasi sesi refleksi kelas mengenai apa yang telah dipelajari, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana konsep ini dapat diterapkan lebih lanjut. Mengajukan pertanyaan pemandu. Menjawab pertanyaan reflektif secara individu atau per kelompok mengenai proses belajar, pemahaman konsep, dan penerapan. 15 menit Jawaban reflektif tertulis/lisan.
PENUTUP Bermakna, Menggembirakan Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. Menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran hari ini. Memberikan umpan balik umum terhadap kinerja kelas. Menyampaikan topik dan agenda untuk pertemuan selanjutnya. Menyimak kesimpulan, menerima umpan balik, dan mencatat agenda pertemuan berikutnya. 10 menit Kehadiran dan partisipasi dalam penutup.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang senyawa karbon dan minatnya terhadap topik.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat.
Teknik: Observasi partisipasi dan jawaban lisan.
Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman awal dan minat terhadap senyawa karbon.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan minimal satu contoh senyawa karbon yang relevan.
Tindak Lanjut: Guru menyesuaikan kedalaman materi dan contoh yang digunakan berdasarkan respon peserta didik. (Assessment for Learning)
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses diskusi dan riset, serta kemampuan kolaborasi.
Bentuk/Instrumen: Lembar observasi, pertanyaan pemandu saat diskusi kelompok.
Teknik: Observasi, pertanyaan formatif.
Bukti yang Dinilai: Keaktifan dalam diskusi, kemampuan mencari dan mengolah informasi, serta kekompakan tim.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 3 kegunaan senyawa karbon dan menjelaskan konsep sintesis sederhana.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik langsung kepada kelompok, mengklarifikasi miskonsepsi, dan memberikan bantuan jika diperlukan. (Assessment for Learning)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai pemahaman peserta didik tentang kegunaan dan konsep sintesis senyawa karbon sesuai tujuan pembelajaran.
Bentuk/Instrumen: Presentasi kelompok, jawaban atas pertanyaan guru saat refleksi.
Teknik: Kinerja (presentasi), Tes lisan (refleksi).
Bukti yang Dinilai: Kemampuan menyampaikan hasil diskusi, pemahaman konsep sintesis, dan keterkaitan dengan aplikasi.
Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu menyampaikan minimal 3 kegunaan senyawa karbon dan menjelaskan konsep sintesisnya dengan benar.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik individual/kelompok, merencanakan remedial atau pengayaan pada pertemuan berikutnya. (Assessment of Learning)

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal 3 kegunaan senyawa karbon dalam industri farmasi dan pangan, serta menjelaskan konsep dasar sintesis salah satu senyawa tersebut secara sederhana.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan mengidentifikasi kegunaan senyawa karbon (minimal 3). Hanya mampu menyebutkan 1-2 kegunaan yang umum atau kurang relevan. Mampu menyebutkan 2-3 kegunaan, namun sebagian kurang spesifik atau kurang akurat. Mampu mengidentifikasi minimal 3 kegunaan senyawa karbon dalam farmasi/pangan secara tepat dan relevan. Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 kegunaan, menjelaskan dampaknya, dan memberikan contoh aplikasi inovatif.
Kemampuan menjelaskan konsep dasar sintesis senyawa karbon. Kesulitan menjelaskan konsep sintesis, hanya menyebutkan bahan baku tanpa proses. Mampu menyebutkan beberapa bahan baku dan langkah dasar sintesis, namun kurang jelas atau urutannya keliru. Mampu menjelaskan konsep dasar sintesis satu senyawa karbon secara runtut dan logis, serta menggunakan istilah kimia yang tepat. Mampu menjelaskan konsep sintesis secara mendalam, mengaitkannya dengan faktor yang mempengaruhi, dan memprediksi produk samping.
Keterampilan presentasi dan argumentasi ilmiah. Presentasi kurang terstruktur, sulit menyampaikan ide, dan kurang percaya diri. Presentasi cukup terstruktur, namun penyampaian kurang lancar dan argumen belum kuat. Presentasi terstruktur, penyampaian jelas, mampu memberikan argumen sederhana yang mendukung temuannya. Presentasi menarik dan jelas, mampu menyampaikan argumen ilmiah yang kuat, menjawab pertanyaan dengan baik, dan berinteraksi aktif.
Partisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan kolaborasi. Cenderung diam atau hanya mengikuti arahan teman tanpa berkontribusi ide. Mulai berkontribusi ide, namun terkadang kurang fokus atau sulit bekerja sama. Aktif memberikan masukan, mendengarkan pendapat teman, dan bekerja sama dalam menyelesaikan tugas kelompok. Secara konsisten memotivasi anggota lain, memfasilitasi diskusi, dan berkontribusi signifikan dalam pencapaian tujuan kelompok.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.