ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN PERTEMUAN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Guru | Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Kimia |
| Kelas/Rombel | XII |
| Tingkat/Fase | XII / Fase F |
| Semester | Genap |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 6 dari 8 |
| Tanggal/Rentang | 2027-02-08 s.d. 2027-02-14 |
| Topik | Senyawa Karbon |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Tujuan Pembelajaran | Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep gugus fungsi dan isomerisme senyawa karbon sederhana dalam menganalisis struktur senyawa organik yang umum ditemukan dalam produk sehari-hari (misalnya, obat-obatan, pewangi, atau bahan bakar) dengan tingkat akurasi minimal 80% berdasarkan hasil diskusi dan presentasi kelompok. |
| Asesmen Pertemuan | Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. |
| Alokasi Waktu RPP | Pertemuan 6 dari 8 · 5 JP (225 menit) |
| Model | Discovery Learning |
| Metode | Diskusi, Penugasan Menggambar Struktur, Eksperimen Sederhana |
| Dimensi Profil Lulusan | Kemandirian, Penalaran Kritis |
ASESMEN AWAL (Diagnostik)
Tujuan: Mengukur kesiapan belajar siswa mengenai konsep dasar senyawa karbon dan mengidentifikasi potensi miskonsepsi sebelum memulai pendalaman materi gugus fungsi dan isomerisme.
- Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat mendefinisikan senyawa karbon?
- Senyawa yang mengandung atom karbon saja.
- Senyawa yang mengandung atom karbon dan hidrogen.
- Senyawa yang mengandung atom karbon, kecuali karbonat, sianida, dan karbida.
- Senyawa yang mengandung atom karbon dan oksigen.
- Apa yang dimaksud dengan "gugus fungsi" dalam kimia organik?
- Sebutkan minimal dua contoh produk sehari-hari yang mengandung senyawa karbon kompleks!
- Jelaskan perbedaan mendasar antara senyawa organik dan anorganik!
- Apa yang Anda ketahui tentang isomer? Berikan contohnya!
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban: C. Siswa yang menjawab C menunjukkan pemahaman yang baik tentang definisi senyawa karbon. Jawaban A, B, atau D mengindikasikan miskonsepsi.
- Jawaban: Gugus atom atau ikatan atom tertentu dalam molekul organik yang menentukan sifat kimia dan fisik senyawa tersebut. Siswa yang bisa menjelaskan ini memiliki pemahaman yang baik.
- Jawaban: Contoh seperti gula, alkohol, asam asetat, plastik, obat-obatan, parfum, bahan bakar, dll. Keberagaman jawaban menunjukkan eksplorasi siswa terhadap materi.
- Jawaban: Senyawa organik umumnya berbasis karbon dan hidrogen, seringkali terbentuk dari organisme hidup, dan memiliki ikatan kovalen. Senyawa anorganik umumnya tidak berbasis karbon (kecuali beberapa pengecualian seperti CO2, CO, karbonat) dan dapat memiliki ikatan ionik.
- Jawaban: Isomer adalah senyawa dengan rumus molekul yang sama tetapi struktur atau susunan atom yang berbeda, sehingga memiliki sifat yang berbeda. Contoh: Butana dan isobutana (2-metilpropana).
Catatan: Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, namun digunakan untuk memetakan kesiapan dan kebutuhan belajar siswa.
ASESMEN PROSES (Selama Pembelajaran)
1. Lembar Observasi
Indikator:
- Keterlibatan Diskusi: Keaktifan siswa dalam menyampaikan pendapat, bertanya, dan menanggapi ide teman dalam kelompok.
- Pemahaman Konsep: Kemampuan siswa dalam menjelaskan gugus fungsi dan isomerisme berdasarkan analisis struktur.
- Kolaborasi: Kemampuan siswa bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan tugas analisis struktur senyawa karbon.
- Kemandirian: Kemampuan siswa dalam mencari informasi dan memecahkan masalah terkait senyawa karbon dengan sedikit bimbingan.
| Nama Siswa | Indikator | Catatan Umpan Balik | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Keterlibatan Diskusi | Pemahaman Konsep | Kolaborasi | Kemandirian | ||||||
| Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | |||||||
| [Nama Siswa 1] | |||||||||
| [Nama Siswa 2] | |||||||||
2. Pertanyaan Exit Ticket
Tujuan: Mengetahui pemahaman singkat siswa setelah kegiatan pembelajaran dan memberikan umpan balik cepat.
- Sebutkan satu gugus fungsi yang Anda pelajari hari ini dan berikan contoh senyawanya!
- Apa perbedaan antara isomer struktural dan isomer geometri (jika dibahas)?
- Satu hal yang masih membuat Anda penasaran tentang senyawa karbon adalah...
ASESMEN AKHIR (Formatif/Sumatif Pertemuan)
1. Pilihan Ganda (5 Soal)
- Gugus fungsi -OH yang terikat pada atom karbon alifatik primer, sekunder, atau tersier mengindikasikan senyawa golongan:
- Eter
- Aldehida
- Alkohol
- Keton
- Senyawa CH₃-CH₂-O-CH₃ dan CH₃-O-CH₂-CH₃ merupakan contoh dari:
- Isomer posisi
- Isomer gugus fungsi
- Isomer rangka
- Eter
- Perhatikan struktur senyawa berikut:
CH3 - CH - CH2 - CH3
|
OH
Nama IUPAC yang tepat untuk senyawa ini adalah:
- Butana
- Butanol
- 2-Butanol
- 1-Butanol
- Senyawa yang memiliki rumus molekul C₃H₈O dan dapat ditulis sebagai CH₃CH₂CH₂OH serta CH₃CH(OH)CH₃ disebut:
- Isomer rangka
- Isomer posisi
- Isomer fungsional
- Senyawa berbeda
- Salah satu aplikasi penting senyawa karbon dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai bahan bakar. Contoh senyawa karbon yang berperan sebagai bahan bakar adalah:
- Asam asetat
- Etanol
- Glukosa
- Aseton
2. Jawaban Singkat (3 Soal)
- Identifikasi gugus fungsi yang terdapat pada senyawa aseton (CH₃COCH₃)!
- Tuliskan satu contoh senyawa organik yang memiliki gugus fungsi eter!
- Jika senyawa X memiliki rumus molekul C₄H₁₀O dan gugus fungsinya adalah alkohol, berikan salah satu kemungkinan rumus struktur isomer posisinya!
3. Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)
- Salah satu obat yang umum digunakan untuk meredakan nyeri adalah parasetamol. Rumus struktur parasetamol adalah sebagai berikut: OH | / C C / / C C C - NHCOCH3 | | | C C C / \ / C---C Berdasarkan rumus struktur tersebut, identifikasi gugus fungsi apa saja yang ada dalam molekul parasetamol! Jelaskan pula bagaimana keberadaan gugus fungsi tersebut berkontribusi pada sifat obat! (Konteks Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA): Analisis struktur molekul obat dapat menjadi dasar pengembangan algoritma klasifikasi gambar untuk identifikasi obat berdasarkan strukturnya).
- Sistem pertanian modern sering memanfaatkan senyawa organik. Misalnya, dalam sistem hidroponik, nutrisi tanaman disuplai dalam bentuk larutan. Salah satu komponen penting dalam larutan nutrisi adalah pupuk yang mengandung senyawa karbon kompleks. Jelaskan bagaimana pengetahuan tentang gugus fungsi dan isomerisme senyawa karbon dapat membantu dalam merancang formulasi pupuk yang optimal untuk berbagai jenis tanaman, serta pertimbangkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh akar tanaman! (Konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Pemahaman ini dapat diaplikasikan dalam pengembangan formulasi nutrisi organik yang berkelanjutan untuk sistem pertanian vertikal atau urban farming, guna meningkatkan ketahanan pangan lokal).
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi gugus fungsi alkohol. | Gugus Fungsi | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Mengidentifikasi jenis isomerisme berdasarkan struktur yang diberikan. | Isomerisme (Eter) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Menentukan nama IUPAC alkohol berdasarkan strukturnya. | Tata Nama Senyawa Karbon (Alkohol) | C3 (Menerapkan) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Membedakan jenis-jenis isomerisme senyawa karbon. | Isomerisme | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Mengidentifikasi contoh senyawa karbon sebagai bahan bakar. | Aplikasi Senyawa Karbon | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Mengidentifikasi gugus fungsi keton dari rumus strukturnya. | Gugus Fungsi (Keton) | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 6 |
| 7 | Memberikan contoh senyawa organik golongan eter. | Gugus Fungsi (Eter) | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 7 |
| 8 | Menentukan kemungkinan isomer posisi alkohol dari rumus molekul. | Isomerisme Posisi (Alkohol) | C3 (Menerapkan) | Jawaban Singkat | 8 |
| 9 | Mengidentifikasi gugus fungsi dalam molekul obat dan menjelaskan kontribusinya. | Gugus Fungsi, Struktur Senyawa Organik | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 9 |
| 10 | Menganalisis aplikasi konsep gugus fungsi dan isomerisme dalam perancangan pupuk. | Gugus Fungsi, Isomerisme, Aplikasi Senyawa Karbon | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 10 |
KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN
Pilihan Ganda:
- Soal 1: C (Skor: 5)
- Soal 2: B (Skor: 5)
- Soal 3: C (Skor: 5)
- Soal 4: B (Skor: 5)
- Soal 5: B (Skor: 5)
Jawaban Singkat:
- Soal 6: Keton (Skor: 5)
- Soal 7: Contoh: Dimetil eter (CH₃OCH₃), Dietil eter (CH₃CH₂OCH₂CH₃), Metil etil eter (CH₃OCH₂CH₃) (salah satu) (Skor: 5)
- Soal 8: Contoh: 1-Butanol (CH₃CH₂CH₂CH₂OH) atau 2-Butanol (CH₃CH(OH)CH₂CH₃) atau 2-Metil-1-propanol (CH₃CH(CH₃)CH₂OH) atau 2-Metil-2-propanol (CH₃C(OH)(CH₃)CH₃). (Skor: 5)
Uraian/Tugas Kontekstual:
- Soal 9:
- Identifikasi gugus fungsi: Gugus hidroksil (-OH) dan gugus amida (-NHCOCH₃). (Skor: 10)
- Kontribusi gugus fungsi: Gugus hidroksil memberikan sifat polar dan kemampuan membentuk ikatan hidrogen, mempengaruhi kelarutan dan interaksi dengan reseptor biologis. Gugus amida juga berkontribusi pada polaritas dan stabilitas molekul. (Skor: 15)
- Soal 10:
- Perancangan Pupuk: Pengetahuan gugus fungsi (misalnya gugus karboksilat, hidroksil, amina pada asam amino atau senyawa organik lain) penting untuk memahami bagaimana nutrisi diserap dan dimetabolisme tanaman. Isomerisme dapat mempengaruhi ketersediaan hayati (bioavailability) suatu nutrisi atau senyawa bioaktif dalam pupuk. (Skor: 15)
- Efisiensi Penyerapan: Formulasi yang tepat berdasarkan struktur dan sifat senyawa organik dapat meningkatkan kelarutan, stabilitas dalam larutan, dan memudahkan penyerapan oleh akar melalui mekanisme transpor aktif atau pasif. (Skor: 10)
Total Skor Maksimal: 5 (Soal 1-5) x 5 + 3 (Soal 6-8) x 5 + 25 (Soal 9) + 25 (Soal 10) = 25 + 15 + 25 + 25 = 90. Kesalahan dalam perhitungan total skor, mari kita perbaiki.
Total Skor Maksimal yang Diperbaiki:
- Pilihan Ganda (5 soal @ 5 poin) = 25 poin
- Jawaban Singkat (3 soal @ 5 poin) = 15 poin
- Uraian 1 (Soal 9) = 25 poin
- Uraian 2 (Soal 10) = 25 poin
- Total Skor Maksimal = 25 + 15 + 25 + 25 = 90 poin.
Rumus Nilai Akhir:
Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 90) x 100
RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal Uraian 9 & 10)
| Indikator Penilaian | Baru Memulai (1-5) | Berkembang (6-10) | Cakap (11-15) | Mahir (16-25) |
|---|---|---|---|---|
| Akurasi Identifikasi Gugus Fungsi (Soal 9: Identifikasi gugus fungsi parasetamol) | Salah mengidentifikasi sebagian besar gugus fungsi atau tidak mengidentifikasi sama sekali. | Mengidentifikasi sebagian gugus fungsi dengan benar, namun ada yang terlewat atau salah. | Mengidentifikasi semua gugus fungsi utama dengan benar. | Mengidentifikasi semua gugus fungsi utama dengan benar dan akurat, serta menyebutkan gugus tambahan jika ada. |
| Kedalaman Penjelasan Kontribusi Gugus Fungsi (Soal 9: Jelaskan kontribusi gugus fungsi parasetamol) | Penjelasan sangat dangkal, tidak relevan, atau tidak ada penjelasan. | Penjelasan singkat dan umum mengenai kontribusi gugus fungsi, namun kurang spesifik pada parasetamol. | Penjelasan cukup baik mengenai kontribusi gugus fungsi terhadap sifat parasetamol (misal kelarutan, interaksi). | Penjelasan sangat rinci, akurat, dan spesifik mengenai bagaimana setiap gugus fungsi berkontribusi pada sifat farmakologis parasetamol. |
| Relevansi dan Kedalaman Analisis Aplikasi Konsep (Soal 10: Analisis aplikasi konsep gugus fungsi dan isomerisme dalam perancangan pupuk) | Analisis sangat dangkal, tidak relevan dengan konsep atau konteks pertanian. | Menghubungkan konsep dengan konteks pertanian secara umum, namun kurang mendalam atau kurang spesifik. | Menganalisis bagaimana konsep gugus fungsi dan isomerisme memengaruhi perancangan pupuk dan penyerapan nutrisi secara cukup baik. | Analisis sangat mendalam, logis, dan komprehensif mengenai aplikasi konsep gugus fungsi dan isomerisme dalam perancangan pupuk, termasuk aspek efisiensi dan ketahanan pangan. |
| Integrasi KKA dan SIKAP (Muncul pada jawaban uraian) | Tidak ada indikasi integrasi KKA atau SIKAP. | Terdapat upaya menyentuh aspek KKA atau SIKAP, namun belum terintegrasi dengan baik atau hanya sebatas penyebutan. | Terdapat integrasi yang jelas antara konsep kimia dengan KKA (misal, analisis struktur untuk algoritma) atau SIKAP (misal, formulasi nutrisi untuk ketahanan pangan). | Integrasi KKA dan SIKAP sangat kuat, logis, dan memberikan nilai tambah pada analisis, menunjukkan pemahaman yang holistik. |
Skor akan diakumulasikan dari keempat indikator untuk mendapatkan total skor per soal uraian.
REKAP NILAI SISWA
| No | Nama Siswa | Nilai Asesmen Awal | Nilai Asesmen Proses (Observasi/Exit Ticket) | Nilai Asesmen Akhir (Skor Pilihan Ganda & Jawaban Singkat) | Nilai Asesmen Akhir (Skor Uraian) | Total Skor Akhir | Nilai Akhir (Skala 100) | Catatan Guru |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [Nama Siswa 1] | |||||||
| 2 | [Nama Siswa 2] |