← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 6 dari 8 - Kimia XII - Senyawa Karbon

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 6 DARI 8

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd
Mata Pelajaran Kimia
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu Pertemuan 6 dari 8 · 5 JP (225 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Kesiapan belajar dipetakan melalui asesmen diagnostik pada pertemuan awal. Pengetahuan awal tentang konsep dasar senyawa karbon dan strukturnya diasumsikan sudah dimiliki. Minat terhadap aplikasi senyawa karbon dalam kehidupan sehari-hari akan digali melalui pertanyaan pemantik. Kebutuhan belajar akan diakomodasi melalui variasi aktivitas dan diferensiasi tugas.
Materi Pelajaran Materi pelajaran meliputi pendalaman dan pengaplikasian konsep senyawa karbon seperti gugus fungsi, isomerisme, dan reaksi-reaksi khas senyawa karbon. Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi, mencakup industri makanan, farmasi, dan material. Tingkat kesulitan materi ini moderat, membutuhkan pemahaman struktur dan reaktivitas. Potensi miskonsepsi terkait tata nama dan stereokimia perlu diantisipasi. Integrasi nilai karakter seperti ketelitian, rasa ingin tahu, dan kerja sama penting ditanamkan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kemandirian, Penalaran Kritis
Capaian Pembelajaran Pemahaman Kimia: Menjelaskan senyawa karbon dan makromolekul.
Keterampilan Proses: Menerapkan keterampilan proses yang mencakup mengamati, mempertanyakan dan memprediksi, merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses dan menganalisis data, mengevaluasi dan refleksi, serta mengomunikasikan hasil.

DESAIN PEMBELAJARAN

LINTAS DISIPLIN ILMU Pendalaman senyawa karbon sangat erat kaitannya dengan biologi (struktur biomolekul), fisika (sifat fisik senyawa), dan teknologi pangan. Pemahaman KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat mendukung analisis data senyawa, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan melalui studi kasus pemanfaatan senyawa karbon dalam produksi pangan berkelanjutan di lingkungan lokal Tuban.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep gugus fungsi dan isomerisme senyawa karbon sederhana dalam menganalisis struktur senyawa organik yang umum ditemukan dalam produk sehari-hari (misalnya, obat-obatan, pewangi, atau bahan bakar) dengan tingkat akurasi minimal 80% berdasarkan hasil diskusi dan presentasi kelompok.
Topik Pembelajaran Pendalaman Gugus Fungsi, Isomerisme, dan Reaksi Senyawa Karbon
Praktik Pedagogis Model: Discovery Learning
Strategi: Pembelajaran berbasis penemuan terbimbing.
Metode: Diskusi kelompok, penugasan analisis struktur, presentasi.
Alasan Pemilihan: Model ini mendorong siswa untuk aktif membangun pemahaman konsep senyawa karbon melalui eksplorasi dan analisis, selaras dengan fokus pertemuan pada pendalaman dan pengaplikasian konsep.
Penerapan Sintaks:
1. Pemberian Rangsangan: Guru menampilkan gambar atau video produk sehari-hari yang mengandung senyawa karbon kompleks.
2. Identifikasi Masalah: Siswa mengidentifikasi struktur dasar dan gugus fungsi senyawa-senyawa tersebut.
3. Pengumpulan Data: Siswa mencari informasi tentang tata nama, sifat, dan isomerisme senyawa karbon terkait.
4. Pengolahan Data: Siswa menganalisis hubungan struktur dengan sifat dan kegunaan senyawa.
5. Pembuktian: Siswa mempresentasikan hasil analisis kelompok.
6. Generalisasi: Siswa menyimpulkan prinsip-prinsip penting terkait gugus fungsi dan isomerisme.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru biologi untuk mengaitkan struktur senyawa karbon dengan biomolekul, serta dengan guru TIK untuk eksplorasi aplikasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis struktur senyawa kimia sederhana.
Lingkungan Pembelajaran Ruang kelas yang kondusif, dilengkapi dengan proyektor dan akses internet. Budaya belajar yang menghargai diskusi, pertanyaan, dan kerja sama antar siswa. Pemanfaatan sudut baca kimia untuk referensi tambahan.
Pemanfaatan Digital Penggunaan proyektor untuk menampilkan stimulus visual, internet untuk riset mandiri siswa, dan aplikasi presentasi digital untuk penyajian hasil kelompok.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(20 menit)
Bermakna: Mengaitkan materi dengan kehidupan nyata.
Menggembirakan: Menciptakan suasana positif dan penuh rasa ingin tahu.
1. Menyapa dan menanyakan kabar siswa.
2. Menampilkan gambar produk sehari-hari (misal: obat, parfum, plastik) yang mengandung senyawa karbon.
3. Memberikan pertanyaan pemantik: "Apa kesamaan struktur kimia dari berbagai produk ini?"
4. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria penilaian.
1. Menjawab sapaan guru.
2. Mengamati gambar/video yang ditampilkan.
3. Berpikir dan menjawab pertanyaan pemantik.
4. Menyimak penjelasan tujuan dan kriteria.
20 menit Keikutsertaan dalam diskusi awal, jawaban atas pertanyaan pemantik.
INTI - MEMAHAMI
(80 menit)
Berkesadaran: Fokus pada identifikasi gugus fungsi dan isomer.
Bermakna: Menemukan pola struktur senyawa.
Menggembirakan: Diskusi kelompok yang interaktif.
1. Memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada senyawa yang ditampilkan.
2. Memberikan stimulus berupa contoh-contoh isomerisme (struktural dan keruangan) dan meminta siswa mencari pola.
3. Membimbing siswa dalam menentukan tata nama IUPAC untuk senyawa-senyawa tersebut.
4. Memberikan umpan balik formatif selama proses diskusi.
1. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi gugus fungsi.
2. Mencari informasi dan mengidentifikasi berbagai jenis isomerisme.
3. Berlatih menentukan tata nama IUPAC senyawa karbon.
4. Bertanya dan menjawab pertanyaan guru serta anggota kelompok lain.
80 menit Hasil identifikasi gugus fungsi, ketepatan penentuan tata nama IUPAC dalam catatan kelompok.
INTI - MENGAPLIKASI
(80 menit)
Bermakna: Menghubungkan struktur dengan fungsi dalam produk nyata.
Menggembirakan: Proyek analisis produk sederhana.
1. Memberikan penugasan analisis struktur senyawa karbon dalam daftar produk sehari-hari yang disediakan.
2. Memfasilitasi siswa menggunakan sumber daya digital (internet) untuk mencari informasi relevan.
3. Membimbing siswa dalam membuat presentasi singkat hasil analisis.
4. Mengingatkan siswa tentang pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk visualisasi struktur 3D sederhana atau pencarian data terkait senyawa yang dianalisis.
1. Menganalisis struktur senyawa karbon dalam produk yang diberikan.
2. Menggunakan internet untuk mencari informasi kegunaan dan sifat senyawa.
3. Membuat slide presentasi sederhana hasil analisis.
4. Berdiskusi dengan anggota kelompok mengenai hasil analisis.
80 menit Hasil analisis struktur senyawa karbon dan presentasi kelompok.
INTI - MEREFLEKSI
(25 menit)
Berkesadaran: Menilai pemahaman diri dan proses belajar.
Bermakna: Mengidentifikasi tantangan dan keberhasilan.
Menggembirakan: Saling memberi umpan balik positif.
1. Memfasilitasi presentasi singkat perwakilan kelompok.
2. Memberikan pertanyaan reflektif: "Bagian mana dari analisis struktur yang paling menantang?", "Apa yang paling menarik dari senyawa karbon yang kalian analisis?", "Bagaimana pemahaman tentang SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan dengan senyawa karbon yang kita pelajari (misal: pengawet alami/sintetik, perisa makanan)?"
3. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan pemahaman siswa.
1. Mempresentasikan hasil analisis kelompok.
2. Menjawab pertanyaan reflektif guru.
3. Memberikan umpan balik kepada kelompok lain.
4. Mencatat poin-poin penting dari refleksi.
25 menit Jawaban siswa atas pertanyaan reflektif, kontribusi dalam umpan balik.
PENUTUP
(20 menit)
Bermakna: Mengaitkan pembelajaran dengan materi selanjutnya.
Menggembirakan: Memberikan apresiasi dan motivasi.
1. Membuat rangkuman singkat konsep gugus fungsi dan isomerisme beserta penerapannya.
2. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif siswa.
3. Menyampaikan materi untuk pertemuan berikutnya (misal: reaksi-reaksi khas senyawa karbon).
4. Memberikan tugas pengayaan singkat (opsional).
1. Mencatat rangkuman.
2. Menyimak informasi materi selanjutnya.
3. Mengumpulkan hasil kerja kelompok jika diminta.
20 menit Kehadiran dan keterlibatan aktif dalam kegiatan penutup.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Memetakan pengetahuan awal siswa tentang gugus fungsi dan isomerisme senyawa karbon.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat.
Teknik: Tanya jawab.
Bukti yang Dinilai: Kemampuan siswa mengidentifikasi beberapa gugus fungsi dasar.
Kriteria Keberhasilan: Siswa mampu menyebutkan minimal 2 gugus fungsi umum (misal: -OH, -COOH).
Tindak Lanjut: Memberikan penguatan singkat bagi yang belum tepat.
Jenis: Assessment for learning.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Memantau pemahaman siswa terkait identifikasi gugus fungsi, tata nama, dan analisis struktur senyawa karbon.
Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi diskusi, pertanyaan formatif selama pembelajaran, hasil kerja kelompok.
Teknik: Observasi, pertanyaan lisan, penilaian produk (hasil analisis kelompok).
Bukti yang Dinilai: Keaktifan dalam diskusi, ketepatan jawaban pertanyaan, kelengkapan dan keakuratan hasil analisis struktur.
Kriteria Keberhasilan: Siswa aktif bertanya/menjawab, mampu mengidentifikasi gugus fungsi dan isomer, serta memberikan analisis yang relevan.
Tindak Lanjut: Memberikan bimbingan tambahan, klarifikasi konsep, dan umpan balik spesifik.
Jenis: Assessment for learning, Assessment as learning.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep gugus fungsi dan isomerisme dalam analisis senyawa karbon.
Bentuk/Instrumen: Presentasi hasil analisis kelompok.
Teknik: Penilaian Kinerja (Presentasi).
Bukti yang Dinilai: Ketepatan identifikasi gugus fungsi, tata nama, analisis hubungan struktur-fungsi, dan kualitas presentasi.
Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu menganalisis minimal 80% senyawa dengan benar dan menyajikannya secara jelas.
Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik umum dan spesifik per kelompok, serta tugas pengayaan/remedial jika diperlukan.
Jenis: Assessment of learning.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep gugus fungsi dan isomerisme senyawa karbon sederhana dalam menganalisis struktur senyawa organik yang umum ditemukan dalam produk sehari-hari dengan tingkat akurasi minimal 80% berdasarkan hasil diskusi dan presentasi kelompok.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Identifikasi Gugus Fungsi Kesulitan mengidentifikasi gugus fungsi dasar, hanya mengenali 1-2 gugus dengan benar. Mampu mengidentifikasi sebagian besar gugus fungsi dasar, namun terkadang keliru pada gugus yang kompleks. Mampu mengidentifikasi semua gugus fungsi dasar dan beberapa gugus yang lebih kompleks dengan benar. Mampu mengidentifikasi berbagai gugus fungsi, termasuk yang kompleks, dengan sangat tepat dan cepat.
Penentuan Tata Nama IUPAC Kesulitan menentukan tata nama IUPAC, seringkali salah dalam penomoran atau penamaan rantai induk. Mampu menentukan tata nama IUPAC untuk senyawa sederhana, namun masih membuat beberapa kesalahan pada senyawa yang lebih kompleks. Mampu menentukan tata nama IUPAC untuk senyawa karbon sederhana hingga menengah dengan benar dan cukup rinci. Mampu menentukan tata nama IUPAC untuk berbagai jenis senyawa karbon, termasuk yang memiliki banyak substituen atau isomer, secara akurat dan efisien.
Analisis Isomerisme Belum memahami konsep isomerisme atau hanya dapat menyebutkan satu jenis isomer tanpa contoh yang jelas. Mampu mengidentifikasi beberapa contoh isomerisme struktural sederhana, namun kesulitan membedakan dengan isomer keruangan. Mampu mengidentifikasi dan memberikan contoh isomerisme struktural dan keruangan untuk senyawa karbon sederhana. Mampu menganalisis dan memprediksi berbagai jenis isomerisme (struktural, geometri, optik) dari suatu rumus molekul senyawa karbon.
Keterkaitan Struktur-Fungsi Produk Hanya mampu menyebutkan nama produk tanpa mengaitkannya dengan struktur kimia yang dipelajari. Mampu menyebutkan beberapa senyawa dalam produk, namun belum dapat menjelaskan secara rinci bagaimana strukturnya menentukan fungsi produk tersebut. Mampu menjelaskan hubungan antara gugus fungsi dan struktur senyawa karbon dengan fungsi produk sehari-hari secara cukup jelas. Mampu menganalisis secara kritis bagaimana variasi struktur atau isomerisme senyawa karbon memengaruhi sifat dan fungsi produk secara mendalam.
Kualitas Presentasi Presentasi kurang terstruktur, suara tidak jelas, dan kurang percaya diri. Presentasi cukup terstruktur, namun terkadang kurang lancar dan kurang interaktif. Presentasi jelas, terstruktur, disampaikan dengan cukup percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan dasar. Presentasi sangat jelas, menarik, disampaikan dengan percaya diri, mampu menjawab pertanyaan kompleks, dan menggunakan visualisasi yang efektif.
Keterangan: - Baru Memulai: pemahaman/keterampilan sangat dasar. - Berkembang: mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan. - Cakap: baik dan sesuai harapan. - Mahir: sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.