PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 5 DARI 8
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Kimia |
| Kelas/Semester | XII / Genap |
| Alokasi Waktu | 5 JP (225 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Peserta didik kelas XII memiliki pengetahuan awal yang bervariasi mengenai konsep dasar kimia organik. Minat terhadap topik senyawa karbon dapat dipetakan melalui observasi partisipasi aktif dalam diskusi dan pertanyaan yang diajukan. Kebutuhan belajar akan dipenuhi melalui beragam aktivitas yang mengakomodasi gaya belajar berbeda, dengan penekanan pada pemahaman mendalam dan aplikasi praktis. Kesiapan akan dipetakan melalui asesmen awal singkat di awal pertemuan. |
| Materi Pelajaran | Materi senyawa karbon mencakup struktur, tata nama, sifat, sintesis, dan kegunaan. Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi karena senyawa karbon adalah dasar kehidupan dan banyak produk industri. Tingkat kesulitan bervariasi, mulai dari konsep dasar hingga reaksi yang lebih kompleks. Struktur materi bersifat hierarkis, dari alkana hingga makromolekul. Potensi miskonsepsi meliputi kerancuan tata nama, kekeliruan dalam menggambar struktur, dan kesalahpahaman tentang reaktivitas. Integrasi nilai karakter seperti ketelitian, kerja sama, dan tanggung jawab akan ditanamkan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kemandirian, Penalaran Kritis |
| Capaian Pembelajaran | Pemahaman Kimia: Peserta didik dapat menjelaskan senyawa karbon dan makromolekul. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pembelajaran senyawa karbon sangat erat kaitannya dengan biologi (struktur molekul kehidupan), fisika (sifat fisik seperti titik didih dan kelarutan), dan teknologi (pengembangan material baru, obat-obatan). Selain itu, pemahaman tentang KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) melalui analisis data sederhana terkait komposisi pangan dan potensi pemanfaatan senyawa karbon dalam pertanian berkelanjutan dapat memperkaya perspektif peserta didik. |
| Tujuan Pembelajaran | Pada akhir pertemuan ke-5, peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman struktur, tata nama, sifat, dan kegunaan senyawa karbon sederhana (alkana, alkena, alkuna, alkohol, eter) melalui aktivitas identifikasi dan penggambaran struktur secara benar, dengan tingkat ketepatan minimal 80%. |
| Topik Pembelajaran | Struktur, Tata Nama, Sifat, dan Kegunaan Senyawa Karbon Sederhana (Alkana, Alkena, Alkuna, Alkohol, Eter) |
| Praktik Pedagogis | Model: Discovery Learning. Strategi: Pembelajaran penemuan terbimbing. Metode: Diskusi kelompok, penugasan menggambar struktur, studi kasus sederhana. Alasan Pemilihan: Model Discovery Learning mendorong peserta didik untuk aktif membangun pemahaman mereka sendiri tentang senyawa karbon melalui eksplorasi dan penemuan. Hal ini selaras dengan fokus pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. Penerapan Sintaks: 1. Stimulus: Guru menampilkan gambar berbagai produk yang mengandung senyawa karbon (misalnya, LPG, bensin, etanol, asetilkolin) dan meminta peserta didik mengidentifikasi kesamaan serta perbedaannya. 2. Identifikasi Masalah: Peserta didik merumuskan pertanyaan terkait struktur, penamaan, dan kegunaan senyawa-senyawa tersebut. 3. Pengumpulan Data: Peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet, handout) mengenai alkana, alkena, alkuna, alkohol, dan eter. 4. Pengolahan Data: Peserta didik mengolah informasi yang diperoleh untuk mengidentifikasi pola struktur, aturan tata nama, sifat fisikokimia, dan contoh kegunaan. 5. Pembuktian: Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi dan penggambaran struktur senyawa karbon sederhana dalam kelompok diskusi. 6. Generalisasi: Peserta didik bersama guru menyimpulkan konsep-konsep kunci terkait senyawa karbon sederhana. |
| Kemitraan Pembelajaran | Kolaborasi dengan guru biologi untuk mengaitkan struktur senyawa karbon dengan biomolekul esensial, serta dengan guru TIK untuk memanfaatkan sumber belajar digital yang relevan. Dukungan dari orang tua dapat dioptimalkan melalui informasi tentang materi yang dipelajari agar dapat didiskusikan di rumah. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif dengan penataan meja yang memungkinkan diskusi kelompok. Pemanfaatan sumber belajar digital melalui gawai peserta didik atau proyektor interaktif di kelas. Budaya belajar yang aman dan inklusif di mana setiap peserta didik merasa nyaman untuk bertanya dan berpendapat. |
| Pemanfaatan Digital | Pemanfaatan internet untuk mencari informasi, aplikasi pemodelan molekul sederhana (jika tersedia), dan platform kolaborasi daring untuk berbagi hasil diskusi. Penggunaan aplikasi pengolah kata atau presentasi untuk menyusun laporan hasil identifikasi. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu (menit) | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Bermakna: Mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Menggembirakan: Menciptakan suasana belajar yang positif. Berkesadaran: Memfokuskan perhatian pada tujuan. | 1. Memberikan salam, doa, dan memeriksa kehadiran. 2. Melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar contoh produk berbasis senyawa karbon (misal: LPG, etanol, plastik) dan bertanya "Apa kesamaan dari benda-benda ini?". 3. Melakukan asesmen diagnostik singkat (misal: 2-3 pertanyaan pilihan ganda) mengenai pengetahuan awal tentang karbon. 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami struktur, tata nama, sifat, dan kegunaan senyawa karbon sederhana. 5. Menyampaikan kriteria penilaian (observasi partisipasi, ketepatan identifikasi struktur). | 1. Menjawab salam, berdoa, dan merespons kehadiran. 2. Mengamati gambar dan menjawab pertanyaan apersepsi. 3. Menjawab pertanyaan asesmen diagnostik. 4. Menyimak tujuan dan kriteria penilaian. | 30 | Hasil asesmen diagnostik, partisipasi dalam apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI | Bermakna: Mendalami konsep dasar. Berkesadaran: Memproses informasi secara aktif. | 1. (Sintaks 1: Stimulus) Menjelaskan konteks dan memberikan stimulus visual (gambar/video produk berbasis senyawa karbon). 2. (Sintaks 2: Identifikasi Masalah) Memfasilitasi perumusan pertanyaan kunci terkait struktur, penamaan, sifat, dan kegunaan. 3. (Sintaks 3: Pengumpulan Data) Mengarahkan peserta didik untuk mencari informasi dari buku teks, handout, atau sumber digital yang disediakan tentang alkana, alkena, alkuna, alkohol, dan eter. 4. (Sintaks 4: Pengolahan Data) Membimbing peserta didik dalam menganalisis informasi, mengidentifikasi pola struktur (misalnya, jenis ikatan karbon), aturan tata nama IUPAC, sifat fisik (titik didih, kelarutan), dan contoh kegunaan spesifik. | 1. Mengamati stimulus dan mulai berpikir tentang kesamaan/perbedaan. 2. Merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang relevan (misal: "Mengapa rantai karbon bisa berbeda?", "Bagaimana cara memberi nama senyawa ini?"). 3. Mencari dan mengumpulkan informasi dari sumber yang diberikan. 4. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengolah informasi, mengidentifikasi ciri khas masing-masing golongan senyawa karbon, dan mulai memahami hubungan struktur-sifat. | 75 | Catatan guru selama observasi diskusi, daftar pertanyaan yang diajukan peserta didik. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Bermakna: Menerapkan konsep pada masalah nyata. Menggembirakan: Belajar melalui praktik. | 1. (Sintaks 5: Pembuktian) Memberikan lembar kerja berisi soal identifikasi senyawa karbon berdasarkan rumus strukturnya dan sebaliknya, serta studi kasus sederhana tentang aplikasi senyawa tersebut dalam kehidupan sehari-hari (misal: identifikasi jenis bahan bakar, fungsi pelarut). 2. Memfasilitasi presentasi singkat hasil kerja kelompok dan memberikan umpan balik konstruktif. 3. Mengintegrasikan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dengan meminta peserta didik mencari contoh penggunaan algoritma sederhana (seperti flowchart) untuk memprediksi sifat fisik senyawa karbon berdasarkan strukturnya (misal: memprediksi kelarutan berdasarkan panjang rantai). 4. Mengaitkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dengan memberikan studi kasus singkat tentang pemanfaatan senyawa karbon seperti metana dari limbah pertanian untuk energi terbarukan di Tuban. | 1. Mengerjakan lembar kerja kelompok: mengidentifikasi dan menggambar struktur senyawa karbon, serta menjawab pertanyaan studi kasus. 2. Mempresentasikan hasil kerja kelompok, menjelaskan alur berpikir dalam mengidentifikasi senyawa dan aplikasinya. 3. Mencari contoh algoritma sederhana terkait prediksi sifat senyawa karbon menggunakan KKA. 4. Mendiskusikan studi kasus pemanfaatan senyawa karbon untuk energi terbarukan dalam konteks Program SIKAP. | 90 | Hasil lembar kerja, presentasi kelompok, jawaban studi kasus, hasil pencarian KKA. |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran: Mengevaluasi proses belajar. Bermakna: Mengambil pelajaran dari pengalaman. | 1. Memandu diskusi refleksi: "Bagian mana dari materi yang paling mudah/sulit dipahami?", "Bagaimana penerapan konsep ini membantu kita memahami dunia di sekitar kita?". 2. Memberikan umpan balik spesifik terhadap hasil kerja peserta didik, baik secara individu maupun kelompok. 3. Membahas temuan menarik dari KKA atau SIKAP yang ditemukan peserta didik. 4. Memberikan penguatan terhadap konsep-konsep kunci yang telah dipelajari. | 1. Berpartisipasi aktif dalam diskusi refleksi, menyampaikan kesulitan dan pemahaman yang diperoleh. 2. Menerima umpan balik dari guru dan teman sebaya. 3. Berbagi temuan KKA dan SIKAP yang menarik. 4. Mengajukan pertanyaan lanjutan jika ada yang belum jelas. | 20 | Catatan guru tentang partisipasi dalam refleksi, jawaban peserta didik dalam diskusi. |
| PENUTUP | Menggembirakan: Memberikan apresiasi. Bermakna: Merencanakan langkah selanjutnya. | 1. Menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran hari ini. 2. Memberikan apresiasi atas partisipasi dan usaha peserta didik. 3. Memberikan tugas tindak lanjut (misal: latihan soal tambahan tentang isomer senyawa karbon). 4. Menyampaikan topik dan agenda untuk pertemuan berikutnya. 5. Mengakhiri pelajaran dengan doa dan salam. | 1. Menyimak kesimpulan guru. 2. Menerima apresiasi. 3. Mencatat tugas tindak lanjut. 4. Menyimak agenda pertemuan berikutnya. 5. Berdoa dan menjawab salam. | 10 | Tugas tindak lanjut yang dikumpulkan. |
| TOTAL ALOKASI WAKTU | 225 menit | ||||
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan: Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang senyawa karbon. Bentuk/Instrumen: Tes diagnostik singkat (3-5 soal pilihan ganda/uraian singkat). Teknik: Tes tertulis. Bukti yang Dinilai: Jawaban peserta didik. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjawab minimal 50% soal dengan benar. Tindak Lanjut: Guru menyesuaikan kedalaman penjelasan materi berdasarkan hasil asesmen. (Assessment for learning) |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan: Memantau pemahaman dan partisipasi peserta didik selama pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Lembar kerja kelompok, observasi selama diskusi, pertanyaan formatif lisan. Teknik: Kinerja kelompok, observasi, tanya jawab lisan. Bukti yang Dinilai: Ketepatan identifikasi struktur, keaktifan dalam diskusi, kualitas pertanyaan/jawaban yang diajukan, hasil studi kasus. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman yang berkembang melalui diskusi, mampu mengidentifikasi struktur senyawa karbon dengan tingkat ketepatan >75%, dan partisipasi aktif. Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung, klarifikasi konsep, dan bimbingan tambahan sesuai kebutuhan. (Assessment as learning & Assessment for learning) |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan: Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan ini. Bentuk/Instrumen: Hasil lembar kerja kelompok, presentasi singkat hasil kerja. Teknik: Penilaian kinerja produk (lembar kerja) dan kinerja presentasi. Bukti yang Dinilai: Akurasi identifikasi dan penggambaran struktur senyawa karbon, ketepatan jawaban studi kasus, kualitas presentasi. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mencapai tingkat "Cakap" atau lebih pada rubrik penilaian. Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik komprehensif dan menetapkan tugas pengayaan atau remedial. (Assessment of learning) |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang dinilai: Peserta didik dapat mengaplikasikan pemahaman struktur, tata nama, sifat, dan kegunaan senyawa karbon sederhana (alkana, alkena, alkuna, alkohol, eter) melalui aktivitas identifikasi dan penggambaran struktur secara benar, dengan tingkat ketepatan minimal 80%.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan Identifikasi Struktur Senyawa Karbon | Kesulitan mengidentifikasi struktur dasar senyawa karbon, sering keliru dalam menentukan jumlah atom C dan H. | Mampu mengidentifikasi sebagian besar struktur dasar senyawa karbon, namun masih terdapat beberapa kekeliruan kecil. | Mampu mengidentifikasi struktur senyawa karbon (alkana, alkena, alkuna, alkohol, eter) secara tepat sesuai rumus molekul atau nama. | Mampu mengidentifikasi struktur senyawa karbon dengan cepat dan tepat, serta dapat mengidentifikasi isomer sederhana. |
| Ketepatan Penggambaran Struktur Senyawa Karbon | Kesulitan menggambar struktur senyawa karbon yang benar, sering terjadi kesalahan pada rantai atau gugus fungsi. | Mampu menggambar struktur senyawa karbon, namun terkadang kurang rapi atau ada kesalahan penempatan atom/ikatan. | Mampu menggambar struktur senyawa karbon (termasuk gugus fungsi alkohol dan eter) secara benar dan sesuai aturan tata nama. | Mampu menggambar berbagai bentuk struktur senyawa karbon (termasuk isomer) dengan jelas dan akurat. |
| Pemahaman Tata Nama Senyawa Karbon | Tidak mampu menyebutkan nama senyawa karbon atau menggunakan nama trivial yang salah. | Mampu menyebutkan nama trivial beberapa senyawa karbon umum, namun kesulitan menerapkan tata nama IUPAC. | Mampu menerapkan tata nama IUPAC untuk senyawa karbon sederhana (alkana, alkena, alkuna, alkohol, eter) dengan cukup benar. | Mampu menerapkan tata nama IUPAC secara konsisten dan tepat untuk berbagai senyawa karbon sederhana, termasuk mengidentifikasi kesalahan tata nama. |
| Aplikasi Konsep pada Studi Kasus | Kesulitan menghubungkan struktur senyawa karbon dengan kegunaannya dalam studi kasus. | Mampu menyebutkan beberapa kegunaan senyawa karbon, namun kurang tepat dalam mengaitkannya dengan konteks studi kasus. | Mampu menjelaskan kegunaan senyawa karbon sederhana dalam konteks studi kasus yang diberikan dengan penjelasan yang relevan. | Mampu menganalisis dan menjelaskan hubungan antara struktur, sifat, dan kegunaan senyawa karbon dalam studi kasus secara mendalam dan kritis. |
| Partisipasi Aktif dalam Diskusi & Kolaborasi | Pasif dalam diskusi, tidak berkontribusi ide atau enggan bekerja sama dalam kelompok. | Cukup aktif dalam diskusi, namun terkadang kurang berkontribusi atau perlu dorongan untuk berkolaborasi. | Aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok, memberikan ide, dan bekerja sama dengan anggota lain untuk menyelesaikan tugas. | Secara konsisten aktif, memberikan kontribusi berharga, memfasilitasi diskusi, dan menunjukkan kepemimpinan dalam kerja kelompok. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan (mencapai target minimal 80%).
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |