RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah | : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru | : Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd |
| Mata Pelajaran | : Kimia |
| Kelas/Rombel | : XII |
| Tingkat/Fase | : XII / Fase F |
| Semester | : Genap |
| Tahun Pelajaran | : 2026/2027 |
| Pertemuan | : 3 dari 8 |
| Tanggal/Rentang | : 18 Januari 2027 s.d. 24 Januari 2027 |
| Topik | : Senyawa Karbon |
| Fokus Kegiatan | : Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Model | : Discovery Learning |
| Metode | : Diskusi, Penugasan Menggambar Struktur, Eksperimen Sederhana |
| Dimensi Profil Lulusan | : Kemandirian, Penalaran Kritis |
| Alokasi Waktu RPP | : 5 JP (225 menit) |
TUJUAN TINDAK LANJUT
Tindak lanjut ini disusun berdasarkan hasil observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik yang diberikan selama pembelajaran pertemuan ke-3 mengenai Senyawa Karbon. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan pembelajaran yang dipersonalisasi, memperdalam pemahaman, dan menguatkan penerapan konsep bagi seluruh peserta didik, khususnya yang memerlukan bantuan atau tantangan lebih.
PEMETAAN HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN BELAJAR
Asesmen yang dilakukan meliputi observasi keaktifan diskusi, kualitas pertanyaan yang diajukan, dan ketepatan saat mengidentifikasi gugus fungsi dalam diskusi kelompok. Hasil pemetaan adalah sebagai berikut:
| Kategori | Ciri Hasil Peserta Didik | Kebutuhan Belajar | Tindakan Guru |
|---|---|---|---|
| Baru Memulai | Kesulitan mengidentifikasi gugus fungsi, tata nama dasar, dan contoh senyawa sederhana. Membutuhkan bantuan visual dan contoh konkret. | Penguatan konsep dasar, visualisasi struktur, latihan identifikasi gugus fungsi berulang. | Pendampingan intensif saat diskusi, penyediaan gambar struktur yang lebih detail, latihan soal terstruktur. |
| Berkembang | Mulai dapat mengidentifikasi gugus fungsi umum dan tata nama IUPAC sederhana, namun masih ragu pada beberapa kasus atau isomer. Membutuhkan latihan lebih variatif. | Latihan soal dengan variasi lebih luas, eksplorasi isomer. | Memberikan studi kasus tambahan, memfasilitasi diskusi antarpeserta didik, memberikan tugas menggambar struktur isomer. |
| Cakap | Dapat mengidentifikasi gugus fungsi, menerapkan tata nama IUPAC, dan memberikan contoh senyawa karbon dengan baik. Mampu menjelaskan kegunaan dasar. | Pendalaman aplikasi, pemahaman reaksi sederhana. | Memberikan tugas analisis produk sehari-hari berbasis senyawa karbon, memfasilitasi eksplorasi reaksi dasar. |
| Mahir | Menguasai konsep klasifikasi, tata nama, sifat, dan kegunaan senyawa karbon. Mampu menghubungkan konsep dengan aplikasi sains dan teknologi. | Pengembangan proyek, eksplorasi senyawa karbon kompleks, riset mandiri. | Memberikan tantangan proyek riset sederhana, diskusi mendalam tentang peran senyawa karbon dalam inovasi. |
REMEDIAL
Peserta didik yang masuk kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan remedial.
- Fokus Indikator: Identifikasi gugus fungsi, penamaan IUPAC dasar, dan pengenalan contoh senyawa karbon sederhana (alkana, alkena, alkuna, alkohol).
- Kegiatan Remedial:
- Sesi tanya jawab terfokus untuk mengklarifikasi miskonsepsi terkait gugus fungsi.
- Latihan identifikasi gugus fungsi menggunakan kartu bergambar dan model molekul sederhana.
- Latihan penamaan IUPAC bertahap dengan panduan langkah demi langkah untuk senyawa dengan 1-4 atom karbon.
- Menonton ulang video singkat yang fokus pada penjelasan struktur dan gugus fungsi senyawa karbon dasar.
- Asesmen ulang melalui kuis singkat identifikasi gugus fungsi dan penamaan senyawa sederhana.
- Dukungan: Pendampingan individual oleh guru atau teman sebaya yang lebih mahir, lembar kerja terstruktur, dan materi visual tambahan.
PENGAYAAN
Peserta didik yang masuk kategori "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan pengayaan.
- Kegiatan Pengayaan:
- Tugas Analisis Produk: Peserta didik "Cakap" diminta menganalisis komposisi kimia dari 3 produk rumah tangga (misal: sabun, deterjen, obat kumur) dan mengidentifikasi senyawa karbon utamanya, serta fungsinya. Ini juga dapat dikaitkan dengan pemahaman dasar mengenai Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban terkait bahan pengawet atau aditif yang aman.
- Proyek Riset Sederhana: Peserta didik "Mahir" ditantang untuk melakukan riset singkat mengenai salah satu senyawa karbon yang memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan atau material baru. Mereka diminta menyusun presentasi singkat (dalam bentuk infografis atau slide) yang menjelaskan konsep dasar senyawa tersebut dan aplikasinya, serta bagaimana implementasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat digunakan untuk pemodelan atau analisis data terkait senyawa tersebut, misalnya menggunakan algoritma klasifikasi untuk memprediksi sifat senyawa berdasarkan strukturnya.
- Tujuan: Memperdalam pemahaman melalui eksplorasi aplikasi nyata, pengembangan pemikiran kritis, dan pengenalan potensi pemanfaatan teknologi (KKA) serta kaitannya dengan ketahanan pangan (SIKAP).
DUKUNGAN DIFERENSIASI
Diferensiasi diterapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik.
- Konten:
- Baru Memulai: Materi disajikan dalam bentuk visual yang lebih banyak, contoh-contoh konkret dari kehidupan sehari-hari, dan bahasa yang lebih sederhana.
- Berkembang: Materi disajikan dengan penambahan variasi soal dan studi kasus.
- Cakap/Mahir: Materi disajikan dengan tantangan analisis dan eksplorasi lebih lanjut.
- Proses:
- Baru Memulai: Pendampingan individual, kerja kelompok kecil dengan teman sebaya yang membantu, instruksi yang dipecah menjadi langkah-langkah kecil.
- Berkembang: Diskusi kelompok terstruktur, kesempatan untuk bertanya secara langsung maupun tidak langsung, latihan soal yang bervariasi.
- Cakap/Mahir: Tugas proyek mandiri atau kelompok kecil dengan topik yang lebih kompleks, kesempatan untuk memimpin diskusi atau presentasi.
- Produk:
- Baru Memulai: Hasil kerja berupa identifikasi gugus fungsi sederhana, penamaan dasar, atau rangkuman poin-poin penting.
- Berkembang: Hasil kerja berupa identifikasi gugus fungsi yang lebih kompleks, penamaan IUPAC, atau penjelasan singkat tentang kegunaan.
- Cakap: Hasil kerja berupa analisis produk, presentasi singkat, atau ringkasan konsep yang mendalam.
- Mahir: Hasil kerja berupa laporan riset singkat, presentasi inovatif, atau model sederhana yang relevan dengan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
- Lingkungan: Pengaturan tempat duduk yang fleksibel untuk mendukung kerja kelompok atau individual, penyediaan sumber belajar yang beragam (buku, video, simulasi daring).
- Dukungan Khusus: Bagi peserta didik yang memerlukan, diberikan waktu tambahan untuk menyelesaikan tugas atau diberikan contoh pengerjaan yang lebih detail.
UMPAN BALIK KONSTRUKTIF
Contoh kalimat umpan balik:
- Baru Memulai: "Bagus sekali kamu sudah mencoba mengidentifikasi gugus fungsi. Mari kita perhatikan lagi bagian ini, ya. Coba perhatikan perbedaan antara gugus alkohol dan eter. Kamu pasti bisa!"
- Berkembang: "Kamu sudah sangat baik dalam menerapkan tata nama IUPAC untuk senyawa rantai lurus. Untuk senyawa bercabang, mari kita fokus pada penentuan rantai induk terpanjang. Latihan soal nomor 5 ini bisa jadi langkah awal yang bagus."
- Cakap: "Penjelasanmu tentang kegunaan ester dalam industri makanan sangat jelas dan terstruktur. Bagus sekali kamu bisa menghubungkannya dengan materi pelajaran. Untuk pengayaan, coba cari tahu bagaimana senyawa karbon ini berperan dalam proses fermentasi yang mendukung ketahanan pangan."
- Mahir: "Analisismu mengenai potensi senyawa X dalam bidang energi terbarukan menunjukkan pemahaman yang mendalam. Ide untuk menggunakan algoritma klasifikasi gambar dalam KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk memprediksi efektivitasnya sangat inovatif. Bagaimana jika kamu juga mengeksplorasi potensi senyawa ini dalam konteks pertanian berkelanjutan terkait Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?"
KOMUNIKASI
Jika ada peserta didik yang memerlukan dukungan berkelanjutan atau menunjukkan perkembangan signifikan, guru akan berkomunikasi dengan wali kelas untuk berbagi informasi dan strategi dukungan. Komunikasi dengan orang tua dapat dilakukan jika diperlukan penyesuaian strategi belajar di rumah, dengan tetap menjaga kerahasiaan data peserta didik.
MONITORING
| Nama Peserta Didik | Indikator Belum Tercapai | Tindakan Guru | Waktu | Hasil | Tindak Lanjut Berikutnya |
|---|---|---|---|---|---|
| (Diisi setelah observasi berkelanjutan) | (Diisi sesuai hasil pemetaan) | (Diisi sesuai kebutuhan) | (Diisi sesuai jadwal) | (Diisi setelah tindakan) | (Diisi untuk siklus berikutnya) |
REFLEKSI GURU
- Bagaimana tingkat keterlibatan peserta didik dalam aktivitas identifikasi gugus fungsi dan penamaan senyawa karbon?
- Apakah materi remedial dan pengayaan sudah sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik?
- Seberapa efektif metode pembelajaran yang digunakan dalam memfasilitasi pemahaman mendalam tentang senyawa karbon?
- Bagaimana integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat ditingkatkan pada pertemuan selanjutnya?
- Strategi apa yang dapat saya terapkan untuk lebih menguatkan dimensi Profil Pelajar Pancasila (Kemandirian, Penalaran Kritis) pada topik senyawa karbon?