← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Kimia XII - Senyawa Karbon

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Mata Pelajaran Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd
Mata Pelajaran Kimia
Kelas/Rombel XII
Fase/Tingkat F/XII
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 3 dari 8
Tanggal 2027-01-18 s.d. 2027-01-24
Topik Senyawa Karbon
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Tujuan Pembelajaran
  1. Peserta didik mampu mengklasifikasikan senyawa karbon berdasarkan gugus fungsinya.
  2. Peserta didik mampu menamai senyawa karbon sederhana sesuai aturan IUPAC.
  3. Peserta didik mampu menjelaskan kegunaan senyawa karbon dalam kehidupan sehari-hari.
Model Pembelajaran Discovery Learning
Metode Pembelajaran Diskusi, Penugasan Menggambar Struktur, Eksperimen Sederhana
Dimensi Profil Lulusan Kemandirian, Penalaran Kritis
Alokasi Waktu 5 JP (225 menit)

ASESMEN AWAL

Tujuan: Mengukur kesiapan dan mengidentifikasi miskonsepsi awal peserta didik terkait senyawa karbon.

  1. Senyawa apa yang menjadi dasar pembentukan semua makhluk hidup?
  2. Sebutkan minimal tiga contoh benda di sekitarmu yang terbuat dari senyawa karbon!
  3. Apakah semua senyawa yang mengandung atom karbon disebut senyawa organik? Jelaskan!
  4. Apa perbedaan mendasar antara alkana, alkena, dan alkuna?
  5. Bagaimana cara memberikan nama senyawa karbon sederhana berdasarkan aturan internasional?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • 1. Kunci: Senyawa karbon. Interpretasi: Mengukur pemahaman dasar tentang pentingnya karbon.
  • 2. Kunci: Plastik, kayu, kain, makanan, obat-obatan, dll. Interpretasi: Mengukur kesadaran akan kehadiran senyawa karbon dalam kehidupan sehari-hari.
  • 3. Kunci: Tidak. Contoh pengecualian adalah CO, CO₂, karbonat, sianida. Interpretasi: Mengidentifikasi miskonsepsi umum tentang senyawa karbon.
  • 4. Kunci: Jumlah ikatan antar atom karbon (tunggal, rangkap dua, rangkap tiga). Interpretasi: Mengukur pemahaman tentang kekhasan hidrokarbon.
  • 5. Kunci: Menggunakan aturan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) yang meliputi penentuan rantai induk, penomoran, dan penamaan substituen. Interpretasi: Mengukur pengetahuan awal tentang tata nama senyawa karbon.

Asesmen ini tidak menjadi nilai akhir, namun digunakan sebagai dasar untuk memfasilitasi pembelajaran.


ASESMEN PROSES

A. Lembar Observasi Keaktifan dan Keterampilan Diskusi

Petunjuk: Berikan tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan pengamatan Anda terhadap setiap peserta didik selama kegiatan pembelajaran.

No Nama Peserta Didik Indikator Catatan Umpan Balik
Kemandirian (M) Penalaran Kritis (P) Kolaborasi (K)
Belum Tampak (BT) Mulai Tampak (MT) Konsisten (K) Belum Tampak (BT) Mulai Tampak (MT) Konsisten (K) Belum Tampak (BT) Mulai Tampak (MT) Konsisten (K)
1. Nama Siswa 1
2. Nama Siswa 2

Keterangan Indikator:

  • Kemandirian (M): Mampu mencari informasi, mengerjakan tugas tanpa banyak dibantu, dan mengambil inisiatif dalam belajar.
  • Penalaran Kritis (P): Mampu menganalisis informasi, mengidentifikasi masalah, memberikan argumen logis, dan mengevaluasi solusi.
  • Kolaborasi (K): Mampu bekerja sama dalam kelompok, menghargai pendapat teman, dan berkontribusi aktif dalam diskusi.

B. Pertanyaan Exit Ticket

Tujuan: Menilai pemahaman singkat peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari di akhir sesi.

  1. Sebutkan satu gugus fungsi senyawa karbon yang kamu pelajari hari ini dan berikan contoh senyawanya!
  2. Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat mencoba menamai senyawa karbon tadi?
  3. Bagaimana konsep senyawa karbon ini dapat dikaitkan dengan upaya Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dalam pengembangan pertanian modern?

ASESMEN AKHIR

Tujuan: Mengukur pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran pertemuan 3.

A. Pilihan Ganda (5 Soal)

  1. Senyawa karbon yang memiliki gugus fungsi -OH adalah...
    1. Alkana
    2. Alkena
    3. Alkohol
    4. Eter
    5. Aldehida
  2. Nama IUPAC untuk senyawa CH₃-CH₂-CH₂-CH₃ adalah...
    1. Butana
    2. Propana
    3. Metana
    4. Pentana
    5. Etana
  3. Plastik, obat-obatan, dan bahan bakar merupakan contoh produk yang didominasi oleh senyawa...
    1. Anorganik
    2. Karbon
    3. Air
    4. Logam
    5. Garam
  4. Gugus fungsi pada asam karboksilat ditandai dengan adanya gugus...
    1. -OR
    2. -CHO
    3. -COOH
    4. -CO-
    5. -O-
  5. Salah satu aplikasi penting senyawa karbon dalam industri farmasi adalah sebagai...
    1. Pelumas
    2. Pupuk
    3. Bahan bangunan
    4. Bahan aktif obat
    5. Bahan pewarna tekstil

B. Jawaban Singkat (3 Soal)

  1. Sebutkan dua perbedaan utama antara alkena dan alkuna!
  2. Berikan satu contoh senyawa karbon yang digunakan sebagai pelarut dalam kehidupan sehari-hari!
  3. Bagaimana sistem otomasi sensor, yang merupakan bagian dari KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), dapat membantu dalam analisis kualitas produk berbahan dasar senyawa karbon di industri?

C. Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)

  1. Jelaskan secara singkat proses sintesis sederhana untuk menghasilkan senyawa ester dari asam karboksilat dan alkohol. Sebutkan pula salah satu kegunaan ester dalam kehidupan sehari-hari!
  2. Peserta didik diminta untuk merancang sebuah diagram alir (flowchart) sederhana yang menggambarkan proses klasifikasi senyawa karbon berdasarkan gugus fungsinya. Diagram ini harus mencakup minimal tiga gugus fungsi utama (misalnya alkohol, aldehida, dan asam karboksilat) dan menunjukkan bagaimana mengidentifikasi masing-masing.

KISI-KISI ASESMEN

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengklasifikasikan senyawa karbon berdasarkan gugus fungsinya. Senyawa Karbon (Gugus Fungsi) C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1, 4
2 Menamai senyawa karbon sederhana sesuai aturan IUPAC. Senyawa Karbon (Tata Nama IUPAC) C2 (Memahami) Pilihan Ganda, Jawaban Singkat 2, 6
3 Menjelaskan kegunaan senyawa karbon dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa Karbon (Kegunaan) C2 (Memahami), C3 (Mengaplikasi) Pilihan Ganda, Uraian 3, 5, 9
4 Memahami perbedaan jenis ikatan antar atom karbon dalam hidrokarbon. Senyawa Karbon (Alkuna, Alkena, Alkana) C2 (Memahami) Jawaban Singkat 6
5 Menjelaskan konsep sintesis senyawa karbon sederhana. Senyawa Karbon (Sintesis Ester) C3 (Mengaplikasi) Uraian 9
6 Mengaplikasikan konsep klasifikasi senyawa karbon dalam bentuk diagram alir. Senyawa Karbon (Klasifikasi Gugus Fungsi) C3 (Mengaplikasi) Uraian/Tugas Kontekstual 10
7 Menghubungkan konsep senyawa karbon dengan aplikasi teknologi (KKA). Senyawa Karbon (Aplikasi Teknologi) C3 (Mengaplikasi) Jawaban Singkat 8

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

A. Pilihan Ganda

  1. C. Skor: 1
  2. A. Skor: 1
  3. B. Skor: 1
  4. C. Skor: 1
  5. D. Skor: 1

B. Jawaban Singkat

  1. Perbedaan utama antara alkena dan alkuna terletak pada jenis ikatan antar atom karbonnya. Alkena memiliki setidaknya satu ikatan rangkap dua (C=C), sedangkan alkuna memiliki setidaknya satu ikatan rangkap tiga (C≡C). Skor: 2
  2. Contoh: Etanol (alkohol) sebagai pelarut dalam obat batuk atau disinfektan; Aseton (keton) sebagai pembersih kuteks. Skor: 2
  3. Sistem otomasi sensor yang terintegrasi dengan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat digunakan untuk memantau parameter kritis seperti suhu, kelembaban, dan komposisi kimia selama proses produksi atau penyimpanan produk berbasis senyawa karbon. Algoritma klasifikasi atau regresi dapat menganalisis data sensor secara real-time untuk mendeteksi penyimpangan kualitas atau potensi kontaminasi, sehingga memastikan produk memenuhi standar keamanan dan mutu. Skor: 3

C. Uraian/Tugas Kontekstual

  1. Sintesis ester dilakukan melalui reaksi esterifikasi Fischer, yaitu reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol dengan katalis asam (misalnya H₂SO₄ pekat) menghasilkan ester dan air. Contoh kegunaan ester: sebagai perasa dan pewangi dalam industri makanan dan minuman (misalnya etil asetat beraroma buah), atau sebagai pelarut. Skor: 4
  2. Diagram alir harus memuat alur logika yang jelas dalam mengklasifikasikan senyawa karbon. Contoh poin penting dalam diagram:
    • Mulai: Identifikasi apakah senyawa mengandung karbon.
    • Jika ya, identifikasi gugus fungsi yang ada.
    • Contoh percabangan:
      • Jika ada gugus -OH terikat pada karbon alifatik, maka termasuk Alkohol.
      • Jika ada gugus -CHO, maka termasuk Aldehida.
      • Jika ada gugus -COOH, maka termasuk Asam Karboksilat.
    • Selesai.
    Penilaian didasarkan pada kejelasan alur, kelengkapan gugus fungsi yang dimasukkan (minimal 3 sesuai instruksi), dan ketepatan identifikasi. Skor: 5

Total Skor Maksimal: 5 (Pilihan Ganda) + 6 (Jawaban Singkat) + 9 (Uraian) = 20

Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 20) x 100


RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal Uraian No. 10)

Indikator Baru Memulai (Skor 1) Berkembang (Skor 2) Cakap (Skor 3) Mahir (Skor 4) Sangat Mahir (Skor 5)
Kejelasan Alur Logika Diagram tidak memiliki alur yang jelas atau sangat membingungkan. Alur logika dasar ada, tetapi perlu banyak perbaikan untuk dipahami. Alur logika cukup jelas, namun ada beberapa bagian yang kurang runtut. Alur logika jelas dan mudah diikuti, sebagian besar runtut. Alur logika sangat jelas, runtut, dan efisien.
Kelengkapan Gugus Fungsi Hanya mencantumkan 0-1 gugus fungsi. Mencantumkan 2 gugus fungsi. Mencantumkan 3 gugus fungsi yang diminta, namun ada yang kurang tepat. Mencantumkan minimal 3 gugus fungsi yang diminta dengan tepat. Mencantumkan lebih dari 3 gugus fungsi yang diminta dengan sangat tepat, atau memberikan contoh tambahan yang relevan.
Ketepatan Identifikasi Kesalahan dalam mengidentifikasi gugus fungsi. Beberapa identifikasi gugus fungsi kurang tepat. Mayoritas identifikasi gugus fungsi tepat, namun ada 1-2 yang keliru. Semua identifikasi gugus fungsi tepat. Semua identifikasi gugus fungsi tepat dan mampu memberikan penjelasan singkat mengenai ciri khas masing-masing gugus fungsi dalam diagram.
Representasi Visual (Simbol/Kotak) Penggunaan simbol atau kotak tidak konsisten atau tidak sesuai. Penggunaan simbol atau kotak masih perlu perbaikan. Penggunaan simbol atau kotak cukup baik, namun ada beberapa yang kurang representatif. Penggunaan simbol atau kotak jelas dan konsisten. Penggunaan simbol atau kotak sangat jelas, representatif, dan inovatif.
Konektivitas (Panah Penghubung) Panah penghubung minim atau tidak jelas arahnya. Panah penghubung ada, tetapi kurang jelas menunjukkan aliran proses. Panah penghubung cukup jelas, namun terkadang ambigu. Panah penghubung jelas dan menunjukkan arah aliran proses dengan baik. Panah penghubung sangat jelas, efisien, dan menunjukkan alur proses yang mulus.

REKAP NILAI (Kosong, siap diisi)

No Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Awal Nilai Asesmen Proses (Observasi + Exit Ticket) Nilai Asesmen Akhir Nilai Akhir Pertemuan Tindak Lanjut
1. Nama Siswa 1
2. Nama Siswa 2

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.