| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Kimia |
| Kelas/Semester | XII / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 5 JP (225 menit) |
IDENTIFIKASI
|
Peserta Didik:
Kesiapan peserta didik dipetakan melalui observasi partisipatif dan tanya jawab singkat di awal pembelajaran. Pengetahuan awal mengenai konsep redoks dan elektrokimia diases melalui pertanyaan pemantik. Minat peserta didik terhadap penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari akan digali melalui diskusi awal. Kebutuhan belajar peserta didik yang beragam akan dipenuhi dengan menyediakan variasi aktivitas dan sumber belajar. Pemetaan dilakukan secara informal melalui observasi langsung selama proses pembelajaran. |
|
Materi Pelajaran:
Materi "Konsep Redoks dan Elektrokimia" mencakup pengetahuan faktual (istilah, definisi), konseptual (hubungan sebab-akibat, klasifikasi), dan prosedural (perhitungan bilangan oksidasi, penerapan sel elektrokimia). Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi, meliputi penggunaan baterai, korosi logam, hingga proses industri. Tingkat kesulitan materi moderat, membutuhkan pemahaman konsep abstrak. Struktur materi bersifat hierarkis, dari konsep dasar redoks hingga aplikasi elektrokimia. Miskonsepsi potensial meliputi kebingungan antara oksidasi dan reduksi, serta penerapan potensial elektroda. Integrasi nilai karakter berfokus pada kemandirian, ketelitian, dan tanggung jawab dalam mengaplikasikan konsep. |
Dimensi Profil Lulusan (DPL):
|
Capaian Pembelajaran:
|
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu: | Pembelajaran konsep redoks dan elektrokimia ini sangat erat kaitannya dengan teknologi (misalnya, baterai dan sel bahan bakar), fisika (konsep potensial listrik), dan biologi (proses metabolisme sel). Pemahaman mendalam tentang materi ini juga mendukung literasi sains dan teknologi, termasuk pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk simulasi sel elektrokimia sederhana atau analisis data terkait efisiensi energi, serta relevansinya dengan program Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dalam sistem irigasi otomatis berbasis sel elektrokimia atau analisis kualitas air untuk pertanian. |
| Tujuan Pembelajaran: | Pada akhir pertemuan kelima, peserta didik mampu mengaplikasikan konsep redoks dan elektrokimia dalam penyelesaian masalah kontekstual, menyajikan hasil analisis penerapan konsep secara sistematis, dan merefleksikan proses serta hasil belajar dengan kriteria ketuntasan minimal cakap. |
| Topik Pembelajaran: | Aplikasi Konsep Redoks dan Elektrokimia, Penyajian Hasil, dan Refleksi. |
| Praktik Pedagogis: |
Model: Inquiry Learning Strategi: Pembelajaran berbasis masalah dan proyek sederhana. Metode: Diskusi kelompok, presentasi, simulasi virtual, studi kasus. Alasan Pemilihan: Model Inquiry Learning mendorong peserta didik untuk aktif mencari jawaban dan membangun pemahaman sendiri melalui investigasi, yang sangat sesuai untuk fase mengaplikasikan dan merefleksikan. Strategi berbasis masalah/proyek membuat pembelajaran lebih bermakna dan kontekstual. Penerapan Sintaks: 1. Orientasi: Pemberian studi kasus penerapan sel elektrokimia (misal: baterai atau korosi) yang relevan. 2. Merumuskan Masalah: Peserta didik merumuskan pertanyaan terkait cara kerja atau solusi masalah pada studi kasus. 3. Merumuskan Dugaan: Peserta didik menduga penjelasan ilmiah berdasarkan konsep redoks dan elektrokimia. 4. Mengumpulkan Data: Peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet, simulasi virtual) untuk mendukung/menolak dugaan. 5. Menguji Dugaan: Peserta didik menganalisis data dan informasi yang diperoleh untuk memverifikasi dugaan. 6. Menarik Kesimpulan & Refleksi: Peserta didik menyimpulkan hasil aplikasi konsep, menyajikan temuan, dan merefleksikan proses belajar. |
| Kemitraan Pembelajaran: | Untuk memperkaya pemahaman dan hasil belajar, guru dapat berkolaborasi dengan guru TIK untuk pemanfaatan simulasi virtual KKA yang lebih interaktif, serta dengan guru Biologi atau guru Agribisnis untuk mengeksplorasi penerapan elektrokimia dalam sistem pertanian berkelanjutan yang menjadi bagian dari Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban. |
| Lingkungan Pembelajaran: | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dilengkapi dengan fasilitas multimedia (proyektor, laptop). Suasana belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berpusat pada peserta didik diciptakan melalui interaksi yang saling menghargai dan kolaboratif. Pemanfaatan sumber belajar digital juga diintegrasikan. |
| Pemanfaatan Digital: | Penggunaan laptop/tablet untuk akses informasi, simulasi virtual sel elektrokimia, dan pembuatan presentasi hasil analisis. Platform digital seperti Google Classroom atau platform lain dapat digunakan untuk berbagi sumber belajar dan mengumpulkan tugas. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan |
|
|
25 menit | Kehadiran, Respon terhadap apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI | Berkesadaran, Bermakna |
|
|
75 menit | Pertanyaan yang diajukan, Data yang dikumpulkan, Catatan diskusi kelompok. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Bermakna, Menggembirakan |
|
|
75 menit | Produk presentasi (slide/poster), Keterampilan presentasi, Kualitas jawaban pertanyaan. |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran, Bermakna |
|
|
30 menit | Lembar refleksi individu, Umpan balik lisan/tertulis. |
| PENUTUP | Menggembirakan |
|
|
10 menit | Keikutsertaan dalam rangkuman dan penutup. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Asesmen pada Proses Pembelajaran | Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
|---|---|---|
|
Tujuan: Menggali pengetahuan awal, minat, dan kesiapan belajar peserta didik terkait konsep redoks dan elektrokimia. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan/tertulis singkat (misal: "Apa yang kalian ketahui tentang baterai?"). Teknik: Observasi, Tanya Jawab. Bukti: Jawaban peserta didik. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan respon awal yang relevan. Tindak Lanjut: Guru memetakan tingkat pemahaman awal untuk penyesuaian pembelajaran (assessment for learning). |
Tujuan: Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, kolaborasi, dan pemecahan masalah selama proses pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Observasi saat diskusi, penilaian presentasi (unjuk kerja), hasil kerja kelompok. Teknik: Observasi partisipatif, Penilaian Kinerja (presentasi), Penilaian Produk (hasil kerja). Bukti: Catatan observasi guru, hasil presentasi, draf kerja kelompok. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan partisipasi aktif, kemampuan mengaplikasikan konsep, dan kerjasama tim yang baik (assessment as learning). Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik langsung dan formative untuk perbaikan proses belajar. |
Tujuan: Menilai pencapaian kompetensi akhir peserta didik terhadap tujuan pembelajaran pertemuan ini. Bentuk/Instrumen: Lembar Refleksi. Teknik: Self-Assessment. Bukti: Jawaban pada lembar refleksi. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengidentifikasi pemahaman, kesulitan, dan rencana perbaikan secara jujur dan terukur. Tindak Lanjut: Guru menganalisis hasil refleksi untuk evaluasi pembelajaran dan perencanaan tindak lanjut (assessment of learning). |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep redoks dan elektrokimia dalam penyelesaian masalah kontekstual, menyajikan hasil analisis penerapan konsep secara sistematis, dan merefleksikan proses serta hasil belajar.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Aplikasi Konsep Redoks & Elektrokimia | Kesulitan mengaitkan konsep redoks dan elektrokimia dengan studi kasus yang diberikan. Penjelasan sangat umum dan banyak kekeliruan. | Mampu mengaitkan beberapa konsep dengan studi kasus, namun penjelasan kurang rinci atau masih terdapat kekeliruan. | Mampu menjelaskan keterkaitan konsep redoks dan elektrokimia dengan studi kasus secara tepat dan relevan, memberikan contoh yang memadai. | Mampu menganalisis secara mendalam keterkaitan konsep, memprediksi dampak, dan mengusulkan solusi inovatif terkait studi kasus. |
| Penyajian Hasil (Presentasi) | Penyajian tidak terstruktur, sulit dipahami, minim visualisasi, dan kurang percaya diri saat presentasi. | Penyajian cukup terstruktur, menggunakan beberapa visual, namun perlu peningkatan kejelasan dan kelancaran presentasi. | Penyajian sistematis, menggunakan visual yang mendukung, bahasa jelas, dan mampu menyampaikan isi dengan cukup percaya diri. | Penyajian sangat terstruktur, visual menarik dan informatif, bahasa lugas, penyampaian sangat baik, dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik. |
| Refleksi Proses dan Hasil Belajar | Refleksi sangat singkat, umum, dan tidak menunjukkan pemahaman mendalam tentang proses belajar atau kesulitan yang dihadapi. | Mampu mengidentifikasi beberapa aspek pembelajaran (misal: pemahaman atau kesulitan), namun kurang mendalam atau kurang spesifik. | Mampu merefleksikan pemahaman konsep, proses kerja kelompok, dan kesulitan yang dihadapi secara cukup rinci dan relevan. | Mampu merefleksikan secara komprehensif proses belajar, tantangan, keberhasilan, serta memberikan ide perbaikan yang konstruktif. |
| Integrasi KKA/SIKAP (Opsional, jika ada pada tugas) | Tidak mampu mengaitkan atau bahkan tidak menyadari potensi integrasi KKA/SIKAP. | Mulai menyadari potensi integrasi KKA/SIKAP, namun belum mampu mengembangkannya secara konkret. | Mampu mengaitkan konsep redoks/elektrokimia dengan KKA (simulasi) atau SIKAP (ketahanan pangan) secara sederhana dan relevan. | Mampu menganalisis dan mengusulkan penerapan KKA (misal: algoritma prediksi korosi) atau SIKAP (misal: desain sistem irigasi otomatis) yang inovatif terkait materi. |
Keterangan:
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |