PAKET ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Guru | Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Kimia |
| Kelas/Rombel | XII |
| Tingkat/Fase | XII / Fase F |
| Semester | Ganjil |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 4 dari 5 |
| Tanggal/Rentang | 2026-10-26 s.d. 2026-11-01 |
| Topik | Konsep Redoks dan Elektrokimia |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Asesmen Pertemuan | Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. |
| Alokasi Waktu RPP | Pertemuan 4 dari 5 · 5 JP (225 menit) |
| Model | Inquiry Learning |
| Metode | Eksperimen, Diskusi, Simulasi Virtual |
| Dimensi Profil Lulusan | Penalaran Kritis, Kemandirian |
Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat menganalisis penerapan konsep redoks dan sel elektrokimia dalam konteks kehidupan sehari-hari dan industri, dengan memberikan minimal tiga contoh aplikasi yang tepat dan menjelaskan prinsip kerjanya secara singkat, melalui diskusi dan studi kasus.
Materi Pembelajaran
Pendalaman dan Pengaplikasian Konsep Redoks dan Elektrokimia dalam Kehidupan Nyata.
ASESMEN PEMBELAJARAN
A. Asesmen Awal Pembelajaran
Tujuan: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang konsep redoks dan elektrokimia serta mengidentifikasi kesiapan belajar.
Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat.
Teknik: Tanya jawab informal.
Butir Pertanyaan:
- Apa yang kamu ketahui tentang reaksi redoks?
- Sebutkan satu contoh penggunaan listrik dari reaksi kimia yang pernah kamu dengar!
- Menurutmu, mengapa besi bisa berkarat?
- Apa perbedaan antara sel volta dan sel elektrolisis?
- Bagaimana proses pengisian daya baterai ponsel bisa terjadi?
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban yang relevan dengan transfer elektron, kenaikan/penurunan bilangan oksidasi.
- Contoh: baterai, aki mobil.
- Sengatan oksigen dan air pada besi, atau reaksi oksidasi besi.
- Sel volta menghasilkan listrik, sel elektrolisis menggunakan listrik.
- Reaksi redoks yang dapat dibalik (reversibel).
Interpretasi: Jawaban yang tepat menunjukkan pemahaman dasar. Jawaban yang kurang tepat mengindikasikan miskonsepsi yang perlu diluruskan.
Tindak Lanjut: Memberikan penguatan singkat atau mengarahkan pada sumber belajar yang relevan jika diperlukan.
B. Asesmen Proses Pembelajaran
Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik.
1. Lembar Observasi Sikap dan Keterampilan| Indikator | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Catatan Umpan Balik |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menganalisis Studi Kasus | ||||
| Kemampuan Berkolaborasi dalam Diskusi Kelompok | ||||
| Keaktifan dalam Mengajukan Pertanyaan dan Memberikan Pendapat | ||||
| Kemampuan Mengaplikasikan Konsep Redoks dalam Konteks Nyata |
Tujuan: Mengecek pemahaman akhir peserta didik pada akhir sesi pembelajaran.
Butir Pertanyaan:
- Sebutkan satu aplikasi penting dari elektrokimia dalam kehidupan sehari-hari yang baru kamu pahami!
- Jelaskan secara singkat mengapa proses pelapisan logam (misalnya sendok dengan krom) menggunakan prinsip elektrokimia!
- Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi dalam memahami topik ini?
C. Asesmen Akhir Pembelajaran
Tujuan: Mengukur pencapaian tujuan pembelajaran peserta didik setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
1. Pilihan Ganda (5 Soal)- Manakah di antara pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan prinsip kerja baterai seng-karbon?
- Reaksi redoks spontan yang menghasilkan energi listrik.
- Reaksi elektrolisis yang membutuhkan energi listrik.
- Reaksi pengendapan ion logam.
- Reaksi asam-basa.
- Reaksi dekomposisi termal.
- Dalam industri pengolahan aluminium menggunakan proses Hall-Héroult, energi listrik digunakan untuk mereduksi aluminium oksida. Proses ini termasuk dalam jenis sel elektrokimia apa?
- Sel Volta
- Sel Elektrolisis
- Sel Galvanik
- Sel Konsentrasi
- Sel Elektrokimia Primer
- Proses pengisian aki mobil yang tegangannya menurun memanfaatkan prinsip...
- Elektrolisis
- Reaksi redoks spontan
- Korosi
- Elektroplating
- Elektrolisis peleburan
- Salah satu aplikasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam elektrokimia adalah prediksi umur pakai baterai berdasarkan data siklus pengisian/pengosongan menggunakan algoritma regresi. Pernyataan ini menunjukkan bahwa elektrokimia sangat erat kaitannya dengan...
- Biologi
- Teknologi Informasi
- Geografi
- Sejarah
- Seni
- Penerapan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban yang memanfaatkan prinsip elektrokimia dapat ditemukan dalam teknologi...
- Sistem irigasi otomatis berbasis sensor kelembaban tanah.
- Pengelolaan pupuk organik cair menggunakan bioreaktor.
- Pengendalian hama terpadu berbasis citra digital.
- Sistem pencahayaan hemat energi pada greenhouse.
- Sistem akuaponik yang mengoptimalkan sirkulasi air dan nutrisi.
- Jelaskan secara singkat mengapa proses penyepuhan logam (misalnya perhiasan dengan emas) menggunakan prinsip elektrokimia!
- Sebutkan dua contoh industri yang memanfaatkan konsep redoks dalam produksinya!
- Bagaimana konsep redoks berperan dalam pengolahan air bersih di instalasi pengolahan air?
- Studi Kasus: Di sebuah pabrik pengolahan ikan di Tuban, sering terjadi masalah korosi pada peralatan stainless steel yang bersentuhan dengan air laut. Jelaskan mengapa korosi ini terjadi berdasarkan konsep redoks dan berikan minimal satu saran teknis untuk meminimalkannya menggunakan prinsip elektrokimia!
- Dalam rangka mendukung Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, rancanglah sebuah proposal singkat (dalam bentuk deskripsi) mengenai ide pemanfaatan sel bahan bakar (fuel cell) untuk menghasilkan listrik bagi penerangan di kebun hidroponik sekolah. Jelaskan prinsip kerja sel bahan bakar tersebut dan bahan bakar apa yang kira-kira dapat digunakan agar ramah lingkungan serta relevan dengan potensi lokal!
D. Kisi-Kisi Asesmen Akhir
| No | Tujuan/Indikator | Materi Pokok | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Menjelaskan prinsip kerja sel elektrokimia primer (baterai). | Sel Elektrokimia (Sel Volta) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Mengidentifikasi jenis sel elektrokimia berdasarkan aplikasinya dalam industri. | Sel Elektrolisis | C3 (Menerapkan) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Menganalisis penerapan konsep elektrokimia dalam proses pengisian ulang energi. | Sel Elektrolisis | C4 (Menganalisis) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Menghubungkan konsep elektrokimia dengan perkembangan teknologi informasi melalui KKA. | Konsep Redoks dan Elektrokimia | C4 (Menganalisis) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Mengidentifikasi penerapan elektrokimia dalam konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP). | Konsep Redoks dan Elektrokimia | C3 (Menerapkan) | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menjelaskan prinsip kerja proses penyepuhan logam menggunakan prinsip elektrokimia. | Elektroplating | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 1 |
| 7 | Memberikan contoh industri yang memanfaatkan konsep redoks. | Aplikasi Industri Redoks | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 2 |
| 8 | Menjelaskan peran konsep redoks dalam pengolahan air bersih. | Aplikasi Redoks dalam Kehidupan | C3 (Menerapkan) | Jawaban Singkat | 3 |
| 9 | Menganalisis penyebab korosi dan memberikan solusi teknis berdasarkan prinsip elektrokimia. | Korosi dan Pencegahannya | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 1 |
| 10 | Merancang ide pemanfaatan sel bahan bakar untuk Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) dengan KKA terintegrasi. | Sel Bahan Bakar, Konsep Redoks | C5 (Mengevaluasi) | Uraian/Tugas Kontekstual | 2 |
E. Kunci Jawaban dan Penskoran
| No Soal | Jawaban | Skor Maksimal |
|---|---|---|
| 1 | A | 5 |
| 2 | B | 5 |
| 3 | A | 5 |
| 4 | B | 5 |
| 5 | E | 5 |
| 6 | Proses penyepuhan logam menggunakan prinsip elektrokimia di mana logam yang akan melapisi (misalnya emas) berfungsi sebagai anoda atau ionnya berada dalam larutan elektrolit, dan benda yang akan disepuh berfungsi sebagai katoda. Arus listrik dialirkan untuk memindahkan ion logam dari anoda (atau larutan) ke katoda sehingga terbentuk lapisan logam pada benda tersebut. | 15 |
| 7 | Dua contoh industri: 1. Industri pembuatan logam (misalnya aluminium, tembaga). 2. Industri pelapisan logam (elektroplating). 3. Industri pembuatan baterai. 4. Industri pemurnian logam. | 15 |
| 8 | Dalam pengolahan air bersih, konsep redoks digunakan, misalnya dalam proses koagulasi dan flokulasi dengan penambahan zat kimia yang mengoksidasi atau mereduksi pengotor. Selain itu, desinfeksi air menggunakan zat pengoksidasi kuat seperti klorin atau ozon untuk membunuh mikroorganisme patogen. | 15 |
| 9 |
Penyebab Korosi: Korosi pada peralatan stainless steel yang bersentuhan dengan air laut terjadi karena proses elektrokimia. Air laut bertindak sebagai elektrolit, dan adanya perbedaan potensial antara bagian-bagian logam atau kontak dengan zat lain (misalnya oksigen) memicu reaksi redoks. Besi dalam stainless steel dapat teroksidasi menjadi ion besi, yang kemudian bereaksi lebih lanjut.
Saran Teknis Pencegahan: 1. Penggunaan Anoda Korban (Cathodic Protection): Menghubungkan peralatan stainless steel dengan logam yang lebih reaktif (misalnya seng atau magnesium). Logam yang lebih reaktif akan teroksidasi terlebih dahulu (bertindak sebagai anoda korban), sementara stainless steel terlindungi sebagai katoda. 2. Pelapisan Pelindung: Melapisi peralatan dengan lapisan yang tahan korosi, misalnya menggunakan teknik elektroplating dengan krom atau nikel, atau menggunakan cat pelindung khusus yang tahan terhadap lingkungan laut. |
20 |
| 10 |
Judul Proposal Singkat: Pemanfaatan Sel Bahan Bakar untuk Penerangan Kebun Hidroponik Berbasis Potensi Lokal SMAN 1 Parengan Tuban.
Prinsip Kerja Sel Bahan Bakar: Sel bahan bakar bekerja dengan mengubah energi kimia dari bahan bakar (misalnya hidrogen) dan oksidan (oksigen dari udara) secara langsung menjadi energi listrik melalui reaksi elektrokimia yang terkontrol, tanpa pembakaran. Reaksi utamanya adalah oksidasi bahan bakar di anoda dan reduksi oksidan di katoda, menghasilkan listrik, panas, dan air sebagai produk samping. Bahan Bakar yang Relevan dan Ramah Lingkungan: 1. Hidrogen: Jika diproduksi secara 'hijau' (misalnya melalui elektrolisis air menggunakan energi terbarukan), hidrogen adalah bahan bakar yang sangat bersih. 2. Metanol: Dapat diproduksi dari biomassa lokal (misalnya limbah pertanian seperti sekam padi atau ampas tebu yang melimpah di Tuban). Metanol dapat di-reformasi menjadi hidrogen sebelum masuk ke sel bahan bakar. 3. Biogas: Gas yang dihasilkan dari penguraian bahan organik (misalnya dari kotoran ternak yang ada di sekitar sekolah atau limbah pertanian) dapat digunakan sebagai sumber energi dalam sel bahan bakar tipe tertentu. Integrasi KKA: Sistem manajemen sel bahan bakar dapat ditingkatkan dengan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk memprediksi output daya optimal berdasarkan ketersediaan bahan bakar dan kebutuhan energi penerangan, serta mendeteksi dini potensi kegagalan komponen menggunakan algoritma machine learning. |
20 |
| Total Skor | 100 | |
Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
F. Rubrik Penilaian Uraian/Tugas Kontekstual
| Indikator Penilaian | Baru Memulai (1-5) | Berkembang (6-10) | Cakap (11-15) | Mahir (16-20) |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan Penjelasan Konsep Redoks terkait Korosi/Sel Bahan Bakar | Penjelasan sangat minim atau keliru. | Penjelasan dasar, beberapa bagian kurang tepat. | Penjelasan cukup tepat dan komprehensif. | Penjelasan sangat tepat, mendalam, dan akurat. |
| Ketepatan Analisis Penyebab Korosi / Prinsip Kerja Sel Bahan Bakar | Analisis tidak relevan atau sangat dangkal. | Analisis dasar, beberapa aspek terlewat. | Analisis cukup baik dan logis. | Analisis sangat baik, rinci, dan logis. |
| Kelengkapan dan Ketepatan Solusi Teknis / Rancangan Ide | Solusi/ide tidak ada atau tidak relevan. | Solusi/ide dasar, kurang spesifik. | Solusi/ide cukup lengkap dan relevan. | Solusi/ide sangat lengkap, inovatif, dan relevan. |
| Keterkaitan dengan Konteks Kehidupan Sehari-hari/Industri/SIKAP/KKA | Keterkaitan sangat lemah. | Keterkaitan mulai terlihat, namun kurang mendalam. | Keterkaitan cukup jelas dan logis. | Keterkaitan sangat kuat dan terintegrasi dengan baik. |
G. Rekap Nilai
| No | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Akhir | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1 | ... | ||
| 2 | ... | ||
| 3 | ... | ||
| ... | ... |