← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 2 - Kimia XII - Konsep Redoks dan Elektrokimia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN PERTEMUAN 2

IDENTITAS KEGIATAN

  • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
  • Guru: Ike Sherlia Rengilehitan, S.Pd
  • Mata Pelajaran: Kimia
  • Kelas/Fase: XII / Fase F
  • Topik: Konsep Redoks dan Elektrokimia
  • Fokus Kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
  • Tanggal Pelaksanaan: 2026-10-12 s.d. 2026-10-18
  • Asesmen Pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
  • Alokasi Waktu: 5 JP (225 menit)
  • Model Pembelajaran: Inquiry Learning
  • Metode Pembelajaran: Eksperimen, Diskusi, Simulasi Virtual
  • Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Kemandirian

Tabel 1. Pemetaan Hasil Asesmen Pertemuan 2

Kategori Peserta Didik Ciri Hasil Belajar Kebutuhan Belajar Tindakan Guru
Baru Memulai Kesulitan mengidentifikasi bilangan oksidasi, belum mampu menuliskan persamaan reaksi redoks dasar, belum memahami prinsip kerja sel elektrokimia sederhana. Bantuan konkret untuk menentukan bilangan oksidasi, contoh langkah demi langkah penulisan reaksi redoks, visualisasi sederhana prinsip sel elektrokimia. Pendampingan intensif, pemberian contoh soal berjenjang, visualisasi melalui simulasi sederhana.
Berkembang Mampu mengidentifikasi bilangan oksidasi dengan bantuan, mulai bisa menuliskan persamaan reaksi redoks sederhana namun masih ada kesalahan, pemahaman prinsip sel elektrokimia masih parsial. Latihan soal yang lebih bervariasi, bimbingan dalam analisis studi kasus sederhana, penguatan konsep elektroda dan elektrolit. Diskusi terbimbing, pemberian studi kasus yang lebih kompleks, latihan soal analisis.
Cakap Mampu mengidentifikasi bilangan oksidasi dan menuliskan persamaan reaksi redoks dengan cukup baik, memahami prinsip dasar sel elektrokimia dan mampu menjelaskan salah satu aplikasinya (misal: baterai). Pengembangan kemampuan analisis pada studi kasus yang lebih menantang, eksplorasi aplikasi elektrokimia lain, pemahaman dasar tentang KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis data kimia. Tugas pengayaan studi kasus, tantangan berpikir kritis, pengenalan konsep pemrograman untuk analisis data.
Mahir Mampu mengidentifikasi bilangan oksidasi, menuliskan persamaan reaksi redoks, menjelaskan prinsip kerja sel elektrokimia, dan menghubungkannya dengan beberapa aplikasi nyata secara mendalam. Mampu menganalisis studi kasus kompleks. Pengembangan kemampuan memecahkan masalah yang lebih kompleks, eksplorasi aplikasi lanjutan, perancangan prototipe sederhana, pemahaman terapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam simulasi elektrokimia, dan integrasi dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Proyek mandiri, tantangan kreativitas dalam merancang solusi berbasis elektrokimia, eksplorasi hubungan dengan ketahanan pangan.

REMEDIAL

Peserta Didik: Kategori Baru Memulai dan Berkembang

  • Fokus Indikator yang Belum Tercapai: Identifikasi bilangan oksidasi, penulisan persamaan reaksi redoks, pemahaman prinsip dasar sel elektrokimia.
  • Kegiatan Remedial:
    • Sesi bimbingan individual atau kelompok kecil untuk mengulang langkah-langkah penentuan bilangan oksidasi menggunakan tabel periodik dan aturan dasar.
    • Latihan terbimbing menuliskan persamaan reaksi redoks sederhana dengan fokus pada identifikasi spesi teroksidasi dan tereduksi, serta transfer elektron.
    • Menonton video animasi atau simulasi virtual sederhana mengenai prinsip kerja baterai volta (sel elektrokimia) dan proses korosi.
    • Mengerjakan lembar kerja terstruktur yang berisi soal-soal berjenjang terkait materi yang belum dikuasai.
  • Asesmen Ulang: Tes singkat tertulis atau lisan yang fokus pada indikator yang belum tercapai.

PENGAYAAN

Peserta Didik: Kategori Cakap dan Mahir

  • Tujuan Pengayaan: Memperluas pemahaman dan kemampuan aplikasi konsep redoks dan elektrokimia pada masalah yang lebih kompleks dan inovatif.
  • Kegiatan Pengayaan:
    • Studi kasus mendalam mengenai teknologi elektrokimia modern (misalnya, sel bahan bakar, baterai isi ulang canggih, atau proses elektroplating).
    • Merancang simulasi sederhana penggunaan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk memprediksi potensial sel berdasarkan data konsentrasi larutan dan jenis elektroda.
    • Menjelajahi potensi penerapan prinsip elektrokimia dalam mendukung Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya:
      • Mengembangkan ide sistem pemantauan kualitas air untuk hidroponik menggunakan sensor elektrokimia sederhana.
      • Mempelajari prinsip kerja sel elektrokimia untuk pengolahan limbah pertanian organik.
    • Proyek riset kecil: Membandingkan laju korosi berbagai jenis logam dalam kondisi lingkungan yang berbeda.

DUKUNGAN DIFERENSIASI

  • Konten: Menyediakan materi bacaan tambahan dengan tingkat kedalaman yang berbeda, video pembelajaran alternatif, dan studi kasus dengan variasi kompleksitas.
  • Proses: Memberikan pilihan aktivitas (misalnya, eksperimen langsung, simulasi virtual, atau analisis data), memberikan scaffolding tambahan bagi yang membutuhkan, serta memberikan kebebasan eksplorasi bagi yang mahir. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat disajikan dalam bentuk visualisasi algoritma atau pseudocode bagi yang belum siap coding.
  • Produk: Memberikan pilihan bentuk presentasi hasil (lisan, poster, video singkat, atau laporan tertulis), serta memberikan keleluasaan dalam mengeksplorasi aplikasi, termasuk yang terkait Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
  • Lingkungan: Membentuk kelompok belajar yang heterogen dan homogen sesuai kebutuhan, menyediakan sudut belajar mandiri, dan memastikan ketersediaan sumber belajar digital.
  • Dukungan Khusus: Memberikan instruksi yang jelas dan ringkas, menggunakan visualisasi, memberikan waktu tambahan jika diperlukan, serta membangun hubungan positif dan suportif.

CONTOH KALIMAT UMPAN BALIK KONSTRUKTIF

  • Baru Memulai: "Bagus sekali kamu sudah mencoba mengidentifikasi bilangan oksidasi. Mari kita perhatikan kembali aturan nomor tiga ini, ada sedikit penyesuaian untuk unsur tertentu. Coba lagi ya!"
  • Berkembang: "Kamu sudah mampu menuliskan setengah reaksi dengan baik. Untuk reaksi selnya, coba perhatikan lagi bagaimana elektron berpindah dari anoda ke katoda agar lebih seimbang."
  • Cakap: "Penjelasanmu tentang prinsip kerja baterai sangat jelas. Coba sekarang kamu hubungkan konsep ini dengan bagaimana korosi pada jembatan baja bisa dicegah menggunakan prinsip elektrokimia."
  • Mahir: "Analisis studi kasusmu sangat mendalam. Bagaimana jika kita coba rancang sebuah model sederhana untuk memprediksi efisiensi baterai menggunakan algoritma KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) berdasarkan data eksperimen yang sudah kamu kumpulkan? Ini bisa sangat relevan untuk inovasi di Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban."

KOMUNIKASI

  • Jika ada peserta didik yang menunjukkan kesulitan belajar signifikan atau hambatan dalam partisipasi, guru akan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai kondisi peserta didik.
  • Jika ada peserta didik yang menunjukkan potensi luar biasa dalam eksplorasi konsep atau aplikasi yang relevan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, guru dapat berdiskusi dengan orang tua untuk dukungan pengembangan lebih lanjut di luar jam pelajaran.

Tabel 2. Monitoring Peserta Didik

Nama Peserta Didik Indikator yang Belum Tercapai Tindakan Guru Waktu Hasil Tindak Lanjut Berikutnya
[Nama Siswa] [Indikator] [Tindakan] [Waktu] [Hasil] [Tindak Lanjut]
[Nama Siswa] [Indikator] [Tindakan] [Waktu] [Hasil] [Tindak Lanjut]

REFLEKSI GURU

  1. Apakah kegiatan pembelajaran hari ini berjalan sesuai rencana dan tujuan tercapai? Bagian mana yang paling efektif dan kurang efektif?
  2. Bagaimana tingkat keterlibatan dan partisipasi peserta didik dalam aktivitas eksperimen, diskusi, dan simulasi virtual?
  3. Apakah diferensiasi yang diberikan sudah tepat sasaran dan membantu semua peserta didik belajar sesuai kebutuhannya?
  4. Apakah integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban memberikan makna dan relevansi tambahan bagi peserta didik?
  5. Apa yang perlu saya perbaiki atau ubah untuk pembelajaran selanjutnya agar lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.