ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN
- Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
- Guru: Evi Yulinawati, S.Pd
- Mata Pelajaran: Geografi
- Kelas/Fase: XII / Fase F
- Topik: Dinamika Kerja Sama Antarnegara dan Ketahanan Wilayah
- Fokus Kegiatan: Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian.
- Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu menyajikan hasil analisis mengenai manfaat dan pengaruh kerja sama antarnegara serta potensi geopolitik Indonesia dalam hubungan internasional, dan merefleksikan pembelajaran yang telah dicapai dengan tingkat pemahaman yang meningkat.
- Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Komunikasi
- Model Pembelajaran: Inquiry Learning
- Alokasi Waktu: 5 JP (225 menit)
ASESMEN AWAL
Tujuan: Mengukur kesiapan peserta didik dalam memahami materi evaluasi dan refleksi kerja sama antarnegara serta mengidentifikasi miskonsepsi awal.
- Apa yang Anda ketahui tentang kerja sama antarnegara?
- Sebutkan contoh kerja sama antarnegara yang pernah Anda dengar!
- Menurut Anda, mengapa negara-negara perlu bekerja sama?
- Bagaimana posisi Indonesia dalam kerja sama internasional saat ini?
- Apa yang dimaksud dengan ketahanan wilayah?
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban diharapkan menyebutkan hubungan timbal balik antara dua negara atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Interpretasi: Mengukur pemahaman dasar konsep kerja sama.
- Jawaban diharapkan menyebutkan contoh seperti ASEAN, PBB, G20, atau kerja sama bilateral. Interpretasi: Mengukur pengetahuan konkret tentang implementasi kerja sama.
- Jawaban diharapkan menyebutkan alasan seperti perdamaian, ekonomi, keamanan, budaya, atau penyelesaian masalah global. Interpretasi: Mengukur pemahaman alasan fundamental kerja sama.
- Jawaban diharapkan menyebutkan peran aktif Indonesia, misalnya dalam diplomasi, bantuan kemanusiaan, atau forum internasional. Interpretasi: Mengukur kesadaran terhadap peran geopolitik Indonesia.
- Jawaban diharapkan menyebutkan kemampuan suatu wilayah untuk mempertahankan diri dari ancaman internal dan eksternal, baik fisik maupun non-fisik. Interpretasi: Mengukur pemahaman dasar konsep ketahanan wilayah.
Catatan: Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, hanya sebagai data diagnostik.
ASESMEN PROSES
Tujuan: Memantau keterlibatan dan pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi.
Lembar Observasi Keterlibatan dan Pemahaman Kelompok
| Nama Kelompok | Indikator Keterlibatan dan Pemahaman | Catatan Umpan Balik | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Penalaran Kritis | Komunikasi | Aplikasi Konsep | ||||||||
| Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | ||
| [Nama Kelompok 1] | ||||||||||
| [Nama Kelompok 2] | ||||||||||
Exit Ticket (Untuk Setiap Peserta Didik)
- Satu hal baru yang saya pelajari hari ini adalah...
- Satu pertanyaan yang masih saya miliki adalah...
- Bagaimana materi hari ini dapat dikaitkan dengan pengembangan sistem pertanian cerdas berbasis KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) atau Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?
ASESMEN AKHIR
Tujuan: Mengukur pencapaian peserta didik dalam menyajikan hasil analisis dan merefleksikan pembelajaran mengenai dinamika kerja sama antarnegara dan ketahanan wilayah.
Soal Pilihan Ganda (5 Butir)
- Manfaat utama kerja sama antarnegara dalam bidang ekonomi adalah:
- Meningkatkan potensi konflik antarnegara.
- Mempersulit arus investasi asing.
- Memperluas pasar bagi produk domestik dan mendorong spesialisasi.
- Menurunkan tingkat teknologi suatu negara.
- Salah satu pengaruh kerja sama antarnegara terhadap ketahanan wilayah suatu negara adalah:
- Meningkatkan ketergantungan pada negara lain sehingga rentan terhadap tekanan.
- Memperkuat kedaulatan melalui dukungan dari negara-negara sahabat.
- Mengurangi kemampuan pertahanan negara karena fokus pada diplomasi.
- Membatasi akses terhadap sumber daya alam strategis.
- Dalam konteks geopolitik, Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan sebagai:
- Negara yang selalu bergantung pada keputusan negara lain.
- Mediator dalam penyelesaian konflik regional dan global.
- Penonton pasif dalam dinamika hubungan internasional.
- Pembawa isu-isu yang selalu kontroversial tanpa solusi.
- Organisasi internasional yang berfokus pada pemeliharaan perdamaian dan keamanan dunia adalah:
- World Trade Organization (WTO).
- International Monetary Fund (IMF).
- United Nations (UN).
- North Atlantic Treaty Organization (NATO).
- Refleksi pembelajaran yang mendalam mengenai kerja sama antarnegara akan membantu peserta didik untuk:
- Mengabaikan pentingnya diplomasi.
- Terus mengulang kesalahan yang sama dalam hubungan internasional.
- Mengembangkan pemahaman yang lebih kritis dan strategis dalam memandang isu global.
- Terputus dari perkembangan teknologi seperti KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial).
Soal Jawaban Singkat (3 Butir)
- Sebutkan satu contoh perjanjian internasional yang menguntungkan Indonesia dalam hal ekspor sumber daya alam!
- Jelaskan secara singkat bagaimana kerja sama di bidang teknologi dapat meningkatkan ketahanan wilayah suatu negara!
- Mengapa penting bagi Indonesia untuk aktif dalam organisasi regional seperti ASEAN?
Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Butir)
- Analisis dan sajikan dalam bentuk poin-poin, dua manfaat dan dua pengaruh negatif dari kerja sama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik terkait dengan isu keamanan maritim. Kaitkan analisis ini dengan potensi penerapan teknologi deteksi dini menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang dapat mendukung Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban melalui pemantauan sumber daya laut.
- Lakukan refleksi tertulis mengenai peran Anda sebagai generasi muda dalam membangun ketahanan nasional di era globalisasi, khususnya terkait dengan bagaimana pemahaman tentang kerja sama antarnegara dapat membentuk pandangan Anda terhadap isu-isu terkini. Sertakan minimal satu contoh konkret bagaimana Anda dapat berkontribusi positif, baik secara digital maupun nyata, dalam mendukung Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban di lingkungan sekolah atau masyarakat.
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi manfaat ekonomi dari kerja sama antarnegara. | Manfaat Kerja Sama Ekonomi Antarnegara | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Mengidentifikasi pengaruh kerja sama antarnegara terhadap ketahanan wilayah. | Pengaruh Kerja Sama Antarnegara terhadap Ketahanan Wilayah | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Mengidentifikasi potensi peran geopolitik Indonesia dalam hubungan internasional. | Potensi Geopolitik Indonesia | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Mengidentifikasi organisasi internasional yang berfokus pada perdamaian. | Organisasi Internasional | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Menjelaskan pentingnya refleksi pembelajaran dalam memahami isu global. | Refleksi Pembelajaran | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menyebutkan contoh perjanjian internasional yang menguntungkan negara. | Perjanjian Internasional | C1 (Mengingat) | Jawaban Singkat | 6 |
| 7 | Menjelaskan hubungan antara kerja sama teknologi dan ketahanan wilayah. | Kerja Sama Teknologi dan Ketahanan Wilayah | C3 (Menerapkan) | Jawaban Singkat | 7 |
| 8 | Menjelaskan pentingnya partisipasi dalam organisasi regional. | Organisasi Regional (ASEAN) | C3 (Menerapkan) | Jawaban Singkat | 8 |
| 9 | Menganalisis manfaat dan pengaruh kerja sama luar negeri terkait isu keamanan maritim, serta menghubungkannya dengan KKA dan Program SIKAP. | Kerja Sama Internasional, Keamanan Maritim, KKA, Program SIKAP | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 9 |
| 10 | Merefleksikan peran generasi muda dalam ketahanan nasional dan kontribusi pada Program SIKAP. | Ketahanan Nasional, Globalisasi, Program SIKAP | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 10 |
KUNCI DAN PENSKORAN
Pilihan Ganda
- C (Skor: 5)
- B (Skor: 5)
- B (Skor: 5)
- C (Skor: 5)
- C (Skor: 5)
Jawaban Singkat
- Contoh: Perjanjian dagang bilateral dengan negara mitra, perjanjian ekspor komoditas tertentu (misal: CPO, batu bara) dengan negara tujuan. (Skor: 5)
- Kerja sama teknologi memungkinkan transfer pengetahuan dan pengembangan inovasi dalam bidang pertahanan, komunikasi, atau energi, yang semuanya vital untuk menjaga kedaulatan dan kemandirian wilayah. (Skor: 10)
- Penting untuk menjaga stabilitas regional, memfasilitasi kerja sama ekonomi dan budaya, serta memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah internasional. (Skor: 10)
Uraian/Tugas Kontekstual
- Analisis yang logis dan terstruktur mengenai manfaat (misal: peningkatan patroli bersama, pertukaran informasi intelijen) dan pengaruh negatif (misal: potensi konflik perbatasan laut, eksploitasi sumber daya oleh pihak asing) kerja sama dengan negara Pasifik terkait keamanan maritim. Keterkaitan yang relevan dengan potensi KKA (misal: analisis citra satelit untuk deteksi kapal asing) dan Program SIKAP (misal: pemantauan laut untuk potensi perikanan berkelanjutan) akan mendapatkan nilai maksimal. (Skor: 25)
- Refleksi yang mendalam dan personal mengenai peran sebagai generasi muda dalam ketahanan nasional. Keterkaitan yang jelas antara pemahaman kerja sama antarnegara dan pandangan isu global. Kontribusi konkret yang relevan dan realistis untuk mendukung Program SIKAP (misal: kampanye hemat air, pengelolaan sampah di sekolah, partisipasi dalam kegiatan pertanian sekolah) akan mendapatkan nilai maksimal. (Skor: 25)
Total Skor Maksimal: 100
Rumus Nilai Akhir: (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
RUBRIK PENILAIAN UNTUK TUGAS URAIAN/KONTEKSTUAL (SOAL NO. 9 & 10)
| Indikator | Baru Memulai (0-15) | Berkembang (16-30) | Cakap (31-45) | Mahir (46-50) |
|---|---|---|---|---|
| Kedalaman Analisis (Soal 9): Kemampuan menganalisis manfaat dan pengaruh negatif kerja sama maritim. | Analisis dangkal, kurang terstruktur, atau hanya menyebutkan satu aspek. | Analisis mulai terstruktur, namun kurang mendalam atau kurang relevan. | Analisis cukup mendalam dan terstruktur, mencakup manfaat dan pengaruh negatif secara memadai. | Analisis sangat mendalam, kritis, terstruktur, dan relevan dengan konteks geopolitik. |
| Keterkaitan dengan KKA dan Program SIKAP (Soal 9): Kemampuan menghubungkan materi dengan konsep KKA dan Program SIKAP. | Tidak ada keterkaitan atau keterkaitan sangat tidak relevan. | Keterkaitan muncul, namun kurang spesifik atau kurang logis. | Keterkaitan cukup jelas dan logis, menunjukkan pemahaman konsep KKA dan Program SIKAP. | Keterkaitan sangat kuat, spesifik, inovatif, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang aplikasi KKA dan Program SIKAP. |
| Kedalaman Refleksi (Soal 10): Kemampuan merefleksikan peran generasi muda dalam ketahanan nasional. | Refleksi sangat umum, kurang personal, atau tidak relevan dengan konteks. | Refleksi mulai personal, namun kurang mendalam atau kurang terhubung dengan isu global. | Refleksi cukup mendalam, personal, dan menunjukkan pemahaman tentang peran generasi muda serta isu global. | Refleksi sangat mendalam, personal, kritis, dan menunjukkan pemahaman komprehensif tentang ketahanan nasional di era globalisasi. |
| Relevansi Kontribusi (Soal 10): Kemampuan memberikan contoh kontribusi konkret untuk Program SIKAP. | Contoh kontribusi tidak ada, tidak relevan, atau tidak realistis. | Contoh kontribusi muncul, namun kurang spesifik atau kurang realistis. | Contoh kontribusi cukup spesifik, relevan, dan realistis untuk mendukung Program SIKAP. | Contoh kontribusi sangat spesifik, inovatif, relevan, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang implementasi Program SIKAP. |
REKAP NILAI ASESMEN
| No. | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Awal (Diagnostik) | Nilai Asesmen Proses (Observasi/Exit Ticket) | Nilai Asesmen Akhir (Tertulis/Produk) | Nilai Akhir | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | [Nama Siswa 1] | |||||
| 2. | [Nama Siswa 2] |