← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 4 - Geografi XII - Dinamika Kerja Sama Antarnegara dan Ketahanan Wilayah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PERTEMUAN 4

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Evi Yulinawati, S.Pd
Mata Pelajaran Geografi
Kelas/Fase XII / F
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 4 dari 6
Tanggal 2027-04-19 s.d. 2027-04-25
Topik Dinamika Kerja Sama Antarnegara dan Ketahanan Wilayah
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Model Pembelajaran Inquiry Learning
Dimensi Profil Lulusan Penalaran Kritis, Komunikasi

Tujuan Pembelajaran yang Diukur

Melalui diskusi kelompok dan analisis studi kasus, peserta didik mampu menganalisis minimal tiga bentuk kerja sama antarnegara beserta manfaat dan pengaruhnya terhadap geopolitik Indonesia, dengan akurasi yang ditunjukkan melalui presentasi singkat dan tanya jawab.

ASESMEN AWAL

Tujuan: Mengukur kesiapan peserta didik dan mengidentifikasi miskonsepsi awal terkait kerja sama antarnegara.

  1. Negara manakah yang menjadi anggota utama ASEAN?
  2. Apa perbedaan mendasar antara perjanjian bilateral dan multilateral?
  3. Sebutkan satu contoh kerja sama ekonomi antara Indonesia dan negara lain yang kamu ketahui!
  4. Bagaimana menurutmu, apakah kerja sama antarnegara selalu menguntungkan bagi semua pihak? Jelaskan alasannya!
  5. Apa yang dimaksud dengan "geopolitik"?

Kunci Jawaban & Interpretasi:

  • 1. Negara-negara pendiri ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand) dan negara anggota lainnya. Interpretasi: Mengukur pengetahuan dasar tentang organisasi regional.
  • 2. Perjanjian bilateral melibatkan dua negara, sedangkan multilateral melibatkan lebih dari dua negara. Interpretasi: Mengukur pemahaman terminologi dasar perjanjian internasional.
  • 3. Contoh: Kerjasama dagang dengan Tiongkok, investasi dari Jepang, kerjasama pariwisata dengan Malaysia. Interpretasi: Mengukur pengetahuan konkret tentang kerja sama ekonomi Indonesia.
  • 4. Jawaban bervariasi, namun diharapkan ada pemikiran kritis mengenai potensi keuntungan dan kerugian. Interpretasi: Mengukur kemampuan berpikir kritis dan memahami kompleksitas kerja sama.
  • 5. Ilmu yang mempelajari hubungan antara kekuasaan negara dengan ruang geografisnya. Interpretasi: Mengukur pemahaman konsep fundamental geopolitik.

Asesmen ini tidak menjadi nilai akhir, namun digunakan sebagai dasar bimbingan guru.

ASESMEN PROSES

Tujuan: Memantau keterlibatan dan pemahaman peserta didik selama kegiatan pembelajaran.

A. Lembar Observasi Diskusi Kelompok

Indikator Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
Keaktifan dalam bertanya dan mengemukakan pendapat.
Kemampuan menganalisis informasi dari studi kasus.
Keterampilan berkomunikasi dan bekerja sama dalam kelompok.
Keterkaitan analisis dengan konsep geopolitik Indonesia.

B. Pertanyaan Exit Ticket (Formulir Akhir Pembelajaran)

  1. Sebutkan satu bentuk kerja sama antarnegara yang paling menarik bagimu setelah diskusi hari ini, dan mengapa?
  2. Bagaimana kerja sama ini memengaruhi posisi Indonesia dalam kancah global?
  3. Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang dinamika kerja sama internasional?

ASESMEN AKHIR

Tujuan: Mengukur pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran.

A. Pilihan Ganda (5 Soal)

  1. Kerja sama ekonomi yang melibatkan beberapa negara dalam satu kawasan untuk mengurangi hambatan perdagangan dan meningkatkan integrasi ekonomi disebut:
    A. Perjanjian Bilateral
    B. Aliansi Militer
    C. Perjanjian Multilateral
    D. Zona Perdagangan Bebas
    E. Komunitas Ekonomi Regional
  2. Manfaat utama Indonesia bergabung dalam organisasi seperti ASEAN adalah:
    A. Meningkatkan kekuatan militer secara individual.
    B. Memperluas pasar bagi produk-produk pertanian lokal Tuban.
    C. Memperkuat posisi tawar dalam perundingan internasional.
    D. Mengurangi sumber daya alam yang dimiliki.
    E. Menghilangkan batas wilayah antarnegara anggota.
  3. Salah satu pengaruh kerja sama antarnegara terhadap geopolitik Indonesia adalah:
    A. Terjadinya isolasi negara dari dunia luar.
    B. Peningkatan kemandirian ekonomi yang mutlak.
    C. Penguatan hubungan diplomatik dan stabilitas kawasan.
    D. Penurunan peran Indonesia dalam forum internasional.
    E. Terbatasnya akses terhadap teknologi global.
  4. Perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura merupakan contoh kerja sama dalam bidang:
    A. Ekonomi
    B. Budaya
    C. Keamanan
    D. Lingkungan
    E. Pendidikan
  5. Kerja sama dalam pengembangan teknologi pertanian melalui pertukaran bibit unggul dan metode irigasi modern antara Indonesia dan Belanda dapat dikategorikan sebagai kerja sama:
    A. Militer
    B. Politik
    C. Budaya
    D. Ekonomi dan Iptek
    E. Sosial

B. Jawaban Singkat (3 Soal)

  1. Sebutkan dua negara yang bukan merupakan anggota ASEAN!
  2. Apa yang dimaksud dengan "diplomasi" dalam konteks kerja sama antarnegara?
  3. Berikan satu contoh kerja sama Indonesia di bidang lingkungan hidup dengan negara lain!

C. Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)

  1. Analisis bagaimana suatu perjanjian kerja sama ekonomi (misalnya, perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan negara lain) dapat memengaruhi ketahanan pangan di daerah Tuban. Jelaskan minimal dua aspek pengaruhnya.
  2. Dalam konteks Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), rancanglah sebuah alur logika sederhana (pseudocode) untuk sistem klasifikasi jenis komoditas ekspor Indonesia berdasarkan data volume perdagangan dan nilai ekspor. Alur ini harus mampu mengidentifikasi komoditas yang paling berkontribusi pada perekonomian nasional.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No. Soal Tujuan Pembelajaran / Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal
1 Mengidentifikasi bentuk kerja sama ekonomi antarnegara di kawasan. Bentuk Kerja Sama Antarnegara (Ekonomi) C2 (Memahami) Pilihan Ganda
2 Menjelaskan manfaat kerja sama regional bagi Indonesia. Manfaat Kerja Sama Antarnegara (Regional) C2 (Memahami) Pilihan Ganda
3 Menganalisis pengaruh kerja sama antarnegara terhadap geopolitik Indonesia. Pengaruh Kerja Sama Antarnegara (Geopolitik) C3 (Menganalisis) Pilihan Ganda
4 Mengklasifikasikan contoh kerja sama berdasarkan bidangnya. Bentuk dan Bidang Kerja Sama Antarnegara C2 (Memahami) Pilihan Ganda
5 Mengidentifikasi jenis kerja sama berdasarkan cakupan dan tujuannya. Bentuk Kerja Sama Antarnegara (Ekonomi dan Iptek) C2 (Memahami) Pilihan Ganda
6 Menyebutkan negara-negara yang bukan anggota ASEAN. Organisasi Regional (ASEAN) C1 (Mengingat) Jawaban Singkat
7 Menjelaskan konsep diplomasi dalam kerja sama internasional. Diplomasi dalam Kerja Sama Internasional C2 (Memahami) Jawaban Singkat
8 Memberikan contoh kerja sama Indonesia di bidang lingkungan hidup. Kerja Sama Antarnegara (Lingkungan Hidup) C1 (Mengingat) Jawaban Singkat
9 Menganalisis pengaruh kerja sama ekonomi terhadap ketahanan pangan lokal. Kerja Sama Ekonomi dan Ketahanan Pangan C3 (Menganalisis) Uraian
10 Merancang alur logika sederhana menggunakan pseudocode untuk klasifikasi data perdagangan. KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam Analisis Data C4 (Menganalisis) / C5 (Mengevaluasi) Tugas Kontekstual

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

No. Soal Kunci Jawaban Skor Maksimal
1 E 10
2 C 10
3 C 10
4 C 10
5 D 10
6 Contoh: Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, India, Tiongkok (salah satu atau lebih). 10
7 Upaya negara untuk menjalin hubungan, mencapai kepentingan, dan menyelesaikan masalah dengan negara lain melalui perwakilan resmi. 10
8 Contoh: Kerja sama dengan Norwegia dalam program REDD+, kerjasama dengan negara-negara Pasifik dalam isu perubahan iklim, kerjasama penanggulangan sampah laut dengan Jepang. 10
9 Analisis minimal dua aspek, contoh:
  • Dampak Positif: Peningkatan impor bahan pangan jika produksi lokal kurang, akses teknologi pertanian modern yang meningkatkan hasil produksi lokal, stabilitas harga pangan.
  • Dampak Negatif: Persaingan dengan produk impor yang lebih murah sehingga petani lokal kesulitan, ketergantungan pada pasokan pangan dari luar negeri, perubahan pola tanam yang tidak sesuai dengan kebutuhan lokal.
20
10 Pseudocode minimal mencakup:
  • START
  • INPUT data_perdagangan (volume, nilai)
  • INITALISASI variabel untuk komoditas (misal: komoditas_utama = "", nilai_tertinggi = 0)
  • LOOP melalui setiap komoditas dalam data_perdagangan
  • IF nilai_komoditas > nilai_tertinggi THEN
  • nilai_tertinggi = nilai_komoditas
  • komoditas_utama = nama_komoditas
  • END IF
  • END LOOP
  • OUTPUT "Komoditas utama ekspor Indonesia adalah: ", komoditas_utama
  • END
20
Total Skor 100

Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100

RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal No. 9 & 10)

Indikator Penilaian Baru Memulai (0-50%) Berkembang (51-75%) Cakap (76-90%) Mahir (91-100%)
Kedalaman Analisis (Soal 9): Kemampuan menganalisis dampak kerja sama ekonomi terhadap ketahanan pangan lokal dengan menyebutkan minimal dua aspek yang relevan. Analisis sangat dangkal, hanya menyebutkan satu aspek atau tidak relevan. Analisis cukup, menyebutkan dua aspek namun kurang mendalam atau hanya salah satu yang relevan. Analisis baik, menyebutkan dua aspek yang relevan dan cukup mendalam. Analisis sangat baik, menyebutkan dua aspek atau lebih yang sangat relevan, mendalam, dan terstruktur.
Relevansi Konsep (Soal 9): Keterkaitan antara kerja sama ekonomi internasional dengan ketahanan pangan di Tuban. Keterkaitan sangat lemah atau tidak ada. Keterkaitan cukup terlihat namun kurang kuat atau spesifik. Keterkaitan jelas dan relevan dengan konteks lokal. Keterkaitan sangat kuat, spesifik, dan menunjukkan pemahaman mendalam.
Struktur Logika (Soal 10): Ketersusunan alur pseudocode yang logis dan sistematis. Pseudocode tidak terstruktur, tidak logis, atau tidak lengkap. Pseudocode memiliki beberapa bagian yang logis tetapi masih ada kesalahan atau kekurangan. Pseudocode terstruktur dan logis, mencakup sebagian besar langkah yang diperlukan. Pseudocode sangat terstruktur, logis, efisien, dan mencakup semua langkah yang diperlukan dengan jelas.
Penerapan KKA (Soal 10): Kemampuan merancang pseudocode yang sesuai dengan prinsip Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk klasifikasi data. Pseudocode tidak mencerminkan prinsip KKA atau tidak sesuai dengan tugas. Pseudocode mencoba menerapkan prinsip KKA namun belum optimal atau ada bagian yang kurang tepat. Pseudocode menerapkan prinsip KKA dengan baik dan sesuai untuk tugas klasifikasi. Pseudocode sangat baik dalam menerapkan prinsip KKA, efisien, dan inovatif dalam penyelesaian masalah.

REKAP NILAI ASESMEN

No. Absen Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Awal Skor Asesmen Proses (Observasi & Exit Ticket) Skor Asesmen Akhir Nilai Akhir Tindak Lanjut
1
2
3
...

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.