← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 4 dari 6 - Geografi XII - Dinamika Kerja Sama Antarnegara dan Ketahanan Wilayah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 4 DARI 6

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Evi Yulinawati, S.Pd
Mata Pelajaran Geografi
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu Pertemuan 4 dari 6 · 5 JP (225 menit)

IDENTIFIKASI

Aspek Deskripsi
Peserta Didik Peserta didik memiliki pengetahuan awal tentang kerja sama internasional dari mata pelajaran IPS/Geografi sebelumnya. Minat terhadap isu global dan geopolitik bervariasi. Kebutuhan belajar difokuskan pada pendalaman konsep melalui studi kasus dan analisis data. Pemetaan dilakukan melalui observasi awal diskusi dan pertanyaan singkat di pertemuan sebelumnya.
Materi Pelajaran Materi tentang dinamika kerja sama antarnegara dan ketahanan wilayah bersifat abstrak namun relevan dengan kehidupan nyata (isu global, keamanan nasional). Tingkat kesulitan moderat, membutuhkan analisis konsep dan aplikasi. Struktur materi terdiri dari konsep kerja sama, bentuk, manfaat, pengaruh, geopolitik, dan ketahanan wilayah. Miskonsepsi potensial meliputi penyederhanaan isu kerja sama hanya pada aspek ekonomi. Integrasi nilai karakter: nasionalisme, cinta damai, tanggung jawab global.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Penalaran Kritis, Komunikasi
Capaian Pembelajaran Pemahaman Konsep: Menganalisis keuntungan dari posisi strategis wilayah Indonesia dari sisi astronomis, geografis, geologis dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada; memahami pola keanekaragaman hayati Indonesia dan dunia; memahami karakteristik geografi penduduk di wilayah Indonesia; memahami perubahan iklim, kebencanaan, dan lingkungan hidup sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kondisi alam Indonesia; dan memahami kewilayahan dan pembangunan serta kerja sama antarnegara.
Keterampilan Proses: Mengamati fenomena di Indonesia dan/atau dunia untuk memahami pola dan karakteristik, serta membuat pertanyaan ilmiah guna menggali informasi secara mendalam; mengumpulkan data melalui observasi langsung dan/atau kajian pustaka, mendokumentasikan data secara sistematis, menganalisis data dengan pendekatan ilmiah, dan menyimpulkan hasil analisis untuk menjawab pertanyaan; mengomunikasikan hasil analisis dalam berbagai media, seperti peta, grafik, tabel, infografis, dan aplikasi digital, serta merefleksi proses serta hasil yang diperoleh untuk menyempurnakan pemahaman dan merencanakan pengembangan lebih lanjut; dan membuat projek kolaboratif tentang fenomena geografi di Indonesia dan/atau dunia menggunakan teknologi geospasial.

DESAIN PEMBELAJARAN

Aspek Deskripsi
Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran ini mengintegrasikan konsep dari ilmu politik dan ekonomi dalam analisis kerja sama antarnegara, serta ilmu hukum dalam pemahaman perjanjian internasional. Keterampilan literasi data dari Matematika dan Keterampilan menggunakan teknologi informasi juga esensial. Dalam konteks ini, pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat membantu analisis data tren kerja sama global, sementara pemahaman mengenai Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban memberikan perspektif tentang bagaimana kerja sama internasional dapat mendukung ketahanan pangan lokal dan nasional.
Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi kelompok dan analisis studi kasus, peserta didik mampu menganalisis minimal tiga bentuk kerja sama antarnegara beserta manfaat dan pengaruhnya terhadap geopolitik Indonesia, dengan akurasi yang ditunjukkan melalui presentasi singkat dan tanya jawab.
Topik Pembelajaran Dinamika Kerja Sama Antarnegara dan Ketahanan Wilayah (Fokus: Bentuk, Manfaat, dan Pengaruh Kerja Sama Antarnegara bagi Geopolitik Indonesia)
Praktik Pedagogis Model: Inquiry Learning
Deskripsi: Model ini mendorong peserta didik untuk aktif bertanya, mencari informasi, menguji dugaan, dan menarik kesimpulan, sesuai dengan fokus pendalaman dan pengaplikasian konsep.
Sintaks Model & Penerapan:
1. Orientasi dan pemberian fenomena: Guru menyajikan berita terkini tentang kerja sama internasional yang melibatkan Indonesia.
2. Merumuskan masalah atau pertanyaan: Peserta didik merumuskan pertanyaan terkait bentuk, manfaat, dan dampak kerja sama tersebut.
3. Merumuskan dugaan atau hipotesis: Peserta didik menebak atau menduga jawaban atas pertanyaan yang dirumuskan.
4. Mengumpulkan data atau bukti: Peserta didik mencari informasi dari berbagai sumber (buku, artikel online, infografis) mengenai kerja sama yang relevan.
5. Menguji dugaan berdasarkan data: Peserta didik mendiskusikan temuan mereka dalam kelompok, membandingkan dengan dugaan awal.
6. Menarik kesimpulan dan merefleksi: Peserta didik merumuskan kesimpulan dan merefleksikan proses serta hasil pembelajaran.
Metode: Diskusi Kelompok, Analisis Dokumen Perjanjian Internasional (contoh: ringkasan perjanjian ASEAN, PBB), Presentasi.
Kemitraan Pembelajaran Untuk memperkaya pemahaman, dapat berkolaborasi dengan guru Sejarah atau Sosiologi untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang dampak kerja sama internasional. Selain itu, orang tua dapat didorong untuk mendukung diskusi isu global di rumah.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif dengan penataan meja yang mendukung diskusi kelompok. Pemanfaatan sumber belajar digital seperti video dokumenter singkat atau artikel berita online akan diakses melalui gawai peserta didik atau proyektor kelas. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong setiap peserta didik untuk berpendapat dan bertanya tanpa rasa takut.
Pemanfaatan Digital Peserta didik akan menggunakan gawai (jika tersedia) atau komputer sekolah untuk mencari informasi relevan terkait kerja sama antarnegara. Pemanfaatan platform presentasi digital sederhana (seperti Google Slides atau Canva) akan digunakan untuk mempresentasikan hasil analisis kelompok.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna 1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa.
2. Melakukan apersepsi dengan menanyakan isu kerja sama internasional terkini yang mungkin pernah didengar peserta didik.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian pertemuan ini.
4. Melakukan asesmen diagnostik singkat (pertanyaan lisan) mengenai pemahaman awal tentang kerja sama antarnegara.
1. Menjawab salam dan berdoa.
2. Merespon pertanyaan apersepsi.
3. Mendengarkan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian.
4. Menjawab pertanyaan asesmen diagnostik.
20 menit Kehadiran, respon apersepsi, jawaban asesmen diagnostik.
INTI - MEMAHAMI Bermakna, Menggembirakan 1. Menyajikan sebuah studi kasus singkat (misalnya, KTT ASEAN atau perjanjian dagang Indonesia dengan negara lain) melalui infografis atau berita singkat.
2. Memfasilitasi pembentukan kelompok diskusi (4-5 orang).
3. Memandu peserta didik merumuskan pertanyaan kunci terkait studi kasus (misal: Apa bentuk kerja sama ini? Apa manfaatnya bagi Indonesia? Bagaimana pengaruhnya terhadap posisi Indonesia di dunia?).
4. Memberikan arahan untuk mencari informasi pendukung dari sumber yang kredibel (buku teks, artikel, situs resmi organisasi internasional).
1. Membaca dan memahami studi kasus yang disajikan.
2. Bergabung dalam kelompok diskusi.
3. Bersama kelompok merumuskan pertanyaan kritis terkait studi kasus.
4. Mencari dan mengumpulkan informasi relevan dari sumber yang diberikan atau sumber lain yang ditemukan.
75 menit Rumusan pertanyaan kelompok, daftar sumber informasi yang digunakan, catatan awal hasil pencarian informasi.
INTI - MENGAPLIKASI Bermakna, Menggembirakan 1. Memantau jalannya diskusi kelompok, memberikan bimbingan jika ada kesulitan dalam analisis atau pemahaman konsep.
2. Mengarahkan peserta didik untuk mengaitkan temuan mereka dengan konsep geopolitik dan potensi ketahanan wilayah.
3. Memfasilitasi diskusi antar kelompok mengenai perbedaan analisis atau temuan.
4. Memberikan panduan singkat tentang cara menyajikan hasil analisis dalam bentuk poin-poin utama untuk presentasi.
1. Berdiskusi intensif dalam kelompok untuk menganalisis bentuk, manfaat, dan pengaruh kerja sama antarnegara terhadap geopolitik Indonesia berdasarkan studi kasus dan informasi yang dikumpulkan.
2. Mengaplikasikan konsep KKA untuk melakukan pencarian informasi yang lebih efisien dan terarah mengenai perjanjian internasional melalui kata kunci yang spesifik.
3. Menyusun poin-poin utama hasil analisis kelompok untuk persiapan presentasi singkat.
75 menit Hasil analisis kelompok (poin-poin utama), catatan keterkaitan dengan geopolitik dan ketahanan wilayah.
INTI - MEREFLEKSI Berkesadaran, Bermakna 1. Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil analisisnya secara singkat (maksimal 5 menit per kelompok).
2. Memberikan umpan balik konstruktif secara langsung setelah setiap presentasi, fokus pada kejelasan analisis dan keterkaitan dengan tujuan pembelajaran.
3. Mengajukan pertanyaan pancingan untuk mendorong refleksi peserta didik, misalnya: "Bagaimana cara kerja sama ini dapat mendukung ketahanan pangan kita di Tuban?", mengaitkan dengan program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban.
4. Memfasilitasi sesi tanya jawab singkat antar kelompok.
1. Mempresentasikan hasil analisis kelompok.
2. Menyimak presentasi kelompok lain dan memberikan tanggapan/pertanyaan konstruktif.
3. Merefleksikan pemahaman baru yang diperoleh dari presentasi kelompok lain dan umpan balik guru.
4. Menjawab pertanyaan reflektif guru terkait implementasi kerja sama internasional pada konteks lokal (ketahanan pangan).
30 menit Catatan hasil presentasi kelompok lain, jawaban atas pertanyaan reflektif guru, keaktifan dalam sesi tanya jawab.
PENUTUP Berkesadaran, Menggembirakan 1. Bersama peserta didik menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran hari ini.
2. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik.
3. Memberikan umpan balik umum mengenai kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
4. Memberikan informasi singkat mengenai materi pertemuan selanjutnya (misalnya, peran Indonesia dalam kerja sama global).
1. Berpartisipasi aktif dalam merumuskan simpulan bersama.
2. Mendengarkan dan menerima umpan balik guru.
3. Mencatat informasi materi pertemuan berikutnya.
25 menit Kehadiran, partisipasi dalam simpulan, catatan materi selanjutnya.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Jenis Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan Tindak Lanjut
Pada Awal Pembelajaran
(Asesmen Diagnostik)
Mengukur tingkat pemahaman awal peserta didik mengenai konsep kerja sama antarnegara dan geopolitik Indonesia. Pertanyaan Lisan Tanya Jawab Kemampuan mengidentifikasi contoh kerja sama antarnegara dan menyebutkan dampaknya secara umum. Peserta didik mampu menyebutkan minimal satu contoh kerja sama dan satu dampak potensialnya. Memberikan penguatan konsep dasar bagi yang belum paham, melanjutkan ke materi inti bagi yang sudah paham.
Pada Proses Pembelajaran
(Asesmen Formatif)
Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik untuk perbaikan. Observasi Selama Diskusi Kelompok, Pertanyaan Lisan saat Diskusi, Hasil Analisis Kelompok (poin-poin utama) Observasi, Tanya Jawab, Analisis Kinerja Kelompok Keaktifan dalam diskusi, kualitas pertanyaan yang diajukan, kemampuan menganalisis studi kasus, keterkaitan analisis dengan konsep geopolitik, kontribusi dalam penyusunan poin presentasi. Peserta didik aktif berdiskusi, mampu menganalisis studi kasus dengan benar, dan mengaitkannya dengan konsep geopolitik. Memberikan bimbingan dan klarifikasi langsung kepada kelompok yang mengalami kesulitan, memberikan penguatan kepada kelompok yang sudah baik.
Pada Akhir Pembelajaran
(Asesmen Formatif & Sumatif Ringan)
Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pertemuan ini dan memberikan gambaran capaian secara umum. Presentasi Singkat Kelompok, Tanya Jawab Hasil Presentasi, Refleksi Lisan/Tertulis Singkat Presentasi, Tanya Jawab, Observasi Partisipasi Refleksi Kejelasan presentasi, ketepatan analisis manfaat dan pengaruh kerja sama, kemampuan menjawab pertanyaan, kedalaman refleksi. Peserta didik mampu menganalisis minimal tiga bentuk kerja sama, manfaat, dan pengaruhnya terhadap geopolitik Indonesia dengan argumen yang logis. Memberikan umpan balik akhir, merencanakan tindak lanjut (remedial/pengayaan) berdasarkan hasil keseluruhan asesmen proses dan akhir.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Melalui diskusi kelompok dan analisis studi kasus, peserta didik mampu menganalisis minimal tiga bentuk kerja sama antarnegara beserta manfaat dan pengaruhnya terhadap geopolitik Indonesia, dengan akurasi yang ditunjukkan melalui presentasi singkat dan tanya jawab.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan Menganalisis Bentuk Kerja Sama Antarnegara Hanya dapat menyebutkan satu bentuk kerja sama secara umum, tanpa contoh spesifik. Dapat menyebutkan dua bentuk kerja sama, namun contohnya kurang relevan atau kurang jelas. Mampu mengidentifikasi minimal tiga bentuk kerja sama antarnegara dengan contoh yang relevan dan jelas. Mampu mengidentifikasi berbagai bentuk kerja sama antarnegara secara komprehensif, memberikan contoh yang sangat spesifik dan bervariasi.
Kemampuan Menganalisis Manfaat Kerja Sama Kesulitan menjelaskan manfaat kerja sama, hanya menyebutkan hal yang sangat umum. Dapat menyebutkan beberapa manfaat, namun belum terstruktur atau kurang mendalam. Mampu menjelaskan manfaat kerja sama antarnegara bagi Indonesia secara logis dan terstruktur, minimal 2 manfaat utama. Mampu menganalisis berbagai manfaat kerja sama antarnegara secara mendalam, termasuk manfaat tidak langsung dan strategis bagi Indonesia.
Kemampuan Menganalisis Pengaruh terhadap Geopolitik Indonesia Tidak mampu mengaitkan kerja sama dengan geopolitik Indonesia. Memberikan gambaran pengaruh yang sangat sederhana atau kurang tepat. Mampu menjelaskan pengaruh kerja sama antarnegara terhadap posisi dan peran Indonesia dalam kancah internasional secara memadai. Mampu menganalisis pengaruh kerja sama antarnegara terhadap geopolitik Indonesia secara kritis, mengidentifikasi implikasi positif dan negatif, serta potensi strategis.
Kejelasan dan Ketepatan Presentasi Penyampaian tidak jelas, sulit dipahami, dan banyak kesalahan informasi. Penyampaian cukup jelas, namun masih ada beberapa bagian yang kurang terstruktur atau kurang tepat. Penyampaian jelas, terstruktur, dan sebagian besar informasinya akurat. Penyampaian sangat jelas, lugas, terstruktur, dan informasinya akurat serta meyakinkan.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Evi Yulinawati, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.