← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Geografi XII - Pembangunan Wilayah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN

  • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
  • Guru: Evi Yulinawati, S.Pd
  • Mata Pelajaran: Geografi
  • Kelas/Rombel: XII
  • Tingkat/Fase: XII / Fase F
  • Semester: Genap
  • Tahun Pelajaran: 2026/2027
  • Pertemuan: 3 dari 6
  • Tanggal/Rentang: 2027-01-18 s.d. 2027-01-24
  • Topik: Pembangunan Wilayah
  • Fokus Kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
  • Asesmen Pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
  • Alokasi Waktu: 5 JP (225 menit)
  • Model: Direct Instruction
  • Metode: Ceramah Interaktif, Diskusi Kelompok, Analisis Kasus
  • Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Komunikasi

ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN

Tujuan Asesmen:

Memetakan pengetahuan awal dan minat peserta didik terkait pembangunan wilayah.

Bentuk/Instrumen:

Pertanyaan lisan singkat (apersepsi).

Teknik:

Tanya jawab.

Bukti yang Dinilai:

Kualitas jawaban peserta didik.

Kriteria Keberhasilan:

Peserta didik mampu memberikan contoh pembangunan di sekitar mereka.

Tindak Lanjut:

Guru menyesuaikan penjelasan awal berdasarkan tingkat pemahaman peserta didik.

Contoh Pertanyaan Apersepsi:

  1. Menurut kalian, apa yang dimaksud dengan pembangunan di suatu daerah? Berikan contoh pembangunan yang pernah kalian lihat di sekitar sekolah atau rumah kalian!
  2. Mengapa pemerintah perlu melakukan pembangunan di berbagai wilayah?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban mengenai pembangunan diharapkan mencakup aspek peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan, infrastruktur, atau layanan publik. Contoh yang diberikan akan bervariasi sesuai pengalaman siswa.
  • Jawaban mengenai alasan pembangunan diharapkan mencakup pemerataan, peningkatan ekonomi, pemenuhan kebutuhan, atau pengurangan kesenjangan.

Interpretasi: Siswa yang mampu memberikan jawaban relevan dan contoh konkret menunjukkan pemahaman awal yang baik. Guru dapat melanjutkan materi dengan lebih mendalam. Siswa yang kesulitan akan mendapat penguatan pada bagian awal penjelasan.


ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

Tujuan Asesmen:

Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan kolaborasi peserta didik selama diskusi dan presentasi.

Bentuk/Instrumen:

  1. Lembar observasi partisipasi kelompok.
  2. Pertanyaan formatif selama diskusi dan presentasi.
  3. Pertanyaan exit ticket.

Teknik:

Observasi, Tanya Jawab, Penilaian Produk Diskusi.

Bukti yang Dinilai:

  1. Keaktifan peserta didik dalam diskusi kelompok.
  2. Kualitas kontribusi ide dan argumen dalam diskusi.
  3. Kemampuan menjawab pertanyaan formatif.
  4. Kejelasan dan ketepatan penyampaian hasil analisis pada exit ticket.

Kriteria Keberhasilan:

  1. Peserta didik aktif bertanya, berpendapat, dan merespon dalam diskusi kelompok.
  2. Peserta didik mampu mengaitkan konsep pembangunan wilayah dengan studi kasus yang diberikan.
  3. Peserta didik mampu menjawab pertanyaan formatif dengan tepat.
  4. Peserta didik mampu merangkum poin penting pembelajaran pada exit ticket.

Lembar Observasi Partisipasi Kelompok:

Indikator Partisipasi Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
Aktif memberikan ide/pendapat dalam diskusi.
Bertanya untuk mengklarifikasi atau memperdalam pemahaman.
Merespon pendapat anggota kelompok lain dengan konstruktif.
Berkontribusi dalam penyelesaian tugas kelompok (analisis kasus).

Pertanyaan Formatif (Contoh):

Selama diskusi kelompok, guru dapat mengajukan pertanyaan seperti:

  • "Bagaimana pendekatan spasial dapat membantu mengidentifikasi potensi pembangunan di wilayah X?"
  • "Apa saja potensi tantangan dalam menerapkan pendekatan ekologis pada pembangunan kota besar?"
  • "Menurut kelompok kalian, dampak sosial apa yang paling mungkin terjadi dari proyek pembangunan infrastruktur besar ini?"

Pertanyaan Exit Ticket (Contoh):

  1. Sebutkan dua tujuan utama pembangunan wilayah yang kalian pahami hari ini!
  2. Apa satu hal baru yang paling menarik bagi kalian terkait materi pembangunan wilayah?

Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA): Guru dapat mengamati bagaimana peserta didik menggunakan penalaran logis dalam memecah masalah studi kasus, yang merupakan dasar dari algoritma. Pertanyaan formatif dapat diarahkan untuk menguji kemampuan analisis sebab-akibat, mirip dengan decision tree dalam KKA.

Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Diskusi kelompok tentang studi kasus pembangunan wilayah dapat diarahkan untuk mengaitkan dengan potensi pengembangan sektor pertanian atau pangan lokal. Guru dapat menanyakan, "Bagaimana pembangunan wilayah yang terencana dapat mendukung sistem ketahanan pangan di Tuban, misalnya melalui optimalisasi lahan pertanian atau pengembangan agribisnis?"


ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

Tujuan Asesmen:

Menilai pemahaman peserta didik mengenai konsep, tujuan, pendekatan, dan dampak pembangunan wilayah.

Bentuk/Instrumen:

  1. Soal Pilihan Ganda
  2. Soal Jawaban Singkat
  3. Soal Uraian/Tugas Kontekstual

Teknik:

Tes Tertulis.

Bukti yang Dinilai:

Jawaban tertulis peserta didik.

Kriteria Keberhasilan:

Peserta didik mencapai skor minimal yang ditentukan berdasarkan kisi-kisi dan rubrik.

Soal Pilihan Ganda (5 butir):

  1. Tujuan utama pembangunan wilayah yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kesejahteraan secara merata disebut sebagai pembangunan...
    a. Ekonomi
    b. Berkelanjutan
    c. Berbasis Sumber Daya
    d. Kemanusiaan
  2. Pendekatan pembangunan wilayah yang menitikberatkan pada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya serta upaya pelestarian ekosistem adalah pendekatan...
    a. Spasial
    b. Ekologis
    c. Fungsional
    d. Sektoral
  3. Salah satu indikator keberhasilan pembangunan wilayah adalah...
    a. Peningkatan jumlah penduduk
    b. Peningkatan angka pengangguran
    c. Penurunan angka kemiskinan
    d. Peningkatan urbanisasi yang tidak terkontrol
  4. Pembangunan wilayah yang mengutamakan pemanfaatan teknologi informasi untuk mempermudah akses dan distribusi barang serta jasa disebut sebagai pembangunan...
    a. Industri
    b. Pertanian
    c. Digital
    d. Pariwisata
  5. Dampak negatif pembangunan wilayah yang tidak terencana dengan baik dapat meliputi, kecuali...
    a. Kerusakan lingkungan
    b. Peningkatan kesenjangan sosial
    c. Peningkatan kualitas infrastruktur
    d. Urbanisasi liar

Soal Jawaban Singkat (3 butir):

  1. Sebutkan dua contoh pendekatan pembangunan wilayah selain pendekatan ekologis!
  2. Mengapa pemerataan pembangunan menjadi salah satu tujuan penting dalam pembangunan wilayah?
  3. Jelaskan secara singkat apa yang dimaksud dengan pembangunan wilayah berbasis potensi lokal!

Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 butir):

  1. Analisis studi kasus berikut: Sebuah daerah pesisir di Jawa Timur berencana mengembangkan sektor pariwisata bahari secara besar-besaran. Diskusikan potensi dampak positif dan negatif dari rencana pembangunan tersebut terhadap lingkungan, ekonomi masyarakat lokal, dan sosial budaya setempat. Berikan saran minimal dua langkah konkret agar pembangunan tersebut berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
  2. Mengacu pada materi pembangunan wilayah dan potensi daerah Tuban, rancanglah sebuah ide sederhana untuk mendukung ketahanan pangan lokal melalui konsep pembangunan wilayah. Jelaskan bagaimana ide tersebut dapat diimplementasikan dan apa manfaatnya bagi masyarakat.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Pembelajaran Materi Pokok Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Memahami tujuan pembangunan wilayah. Tujuan Pembangunan Wilayah L2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Memahami berbagai pendekatan pembangunan wilayah. Pendekatan Pembangunan Wilayah L2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Mengidentifikasi indikator keberhasilan pembangunan wilayah. Indikator Keberhasilan Pembangunan L2 (Memahami) Pilihan Ganda 3
4 Memahami konsep pembangunan wilayah berbasis teknologi. Konsep Pembangunan Wilayah L2 (Memahami) Pilihan Ganda 4
5 Mengidentifikasi dampak negatif pembangunan wilayah. Dampak Pembangunan Wilayah L2 (Memahami) Pilihan Ganda 5
6 Menyebutkan contoh pendekatan pembangunan wilayah. Pendekatan Pembangunan Wilayah L1 (Mengingat) Jawaban Singkat 1
7 Menjelaskan pentingnya pemerataan pembangunan. Tujuan Pembangunan Wilayah L3 (Menerapkan) Jawaban Singkat 2
8 Menjelaskan konsep pembangunan wilayah berbasis potensi lokal. Konsep Pembangunan Wilayah L2 (Memahami) Jawaban Singkat 3
9 Menganalisis dampak pembangunan wilayah dalam studi kasus. Dampak Pembangunan Wilayah, Studi Kasus L4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 1
10 Merancang ide pembangunan wilayah untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Konsep Pembangunan Wilayah, Ketahanan Pangan L5 (Mengevaluasi) Uraian/Tugas Kontekstual 2

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

Soal Pilihan Ganda (Bobot per soal: 3 poin):

  1. b
  2. b
  3. c
  4. c
  5. c

Soal Jawaban Singkat (Bobot per soal: 4 poin):

  1. Contoh: Pendekatan Spasial, Pendekatan Fungsional, Pendekatan Sistem. (Sebutkan dua dari yang benar)
  2. Pemerataan pembangunan penting untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah, meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat, dan menjaga keutuhan bangsa.
  3. Pembangunan wilayah berbasis potensi lokal adalah pengembangan suatu wilayah dengan memanfaatkan sumber daya alam, budaya, dan keunggulan khas yang dimiliki daerah tersebut secara optimal dan berkelanjutan.

Soal Uraian/Tugas Kontekstual (Bobot per soal: 20 poin):

  1. Analisis Dampak Pembangunan Pariwisata Bahari
    • Dampak Positif: Peningkatan pendapatan masyarakat lokal (penyedia akomodasi, kuliner, pemandu wisata), penciptaan lapangan kerja, peningkatan PAD (Pajak Asli Daerah), promosi budaya lokal, perbaikan infrastruktur pendukung.
    • Dampak Negatif: Kerusakan ekosistem laut (terumbu karang, mangrove) akibat aktivitas wisata yang tidak terkontrol, pencemaran lingkungan (sampah), perubahan sosial budaya (pengaruh luar, komersialisasi budaya), potensi konflik lahan, ketidakmerataan manfaat ekonomi.
    • Saran Konkret (minimal 2):
      • Menerapkan prinsip ekowisata: pembatasan jumlah pengunjung, zona larangan aktivitas tertentu, pengelolaan sampah terpadu, edukasi pengunjung.
      • Melibatkan masyarakat lokal secara aktif dalam perencanaan, pengelolaan, dan kepemilikan usaha pariwisata, serta memastikan manfaat ekonomi tersalurkan merata.
      • Melakukan kajian lingkungan strategis (KLHS) sebelum pembangunan masif dan memantau dampaknya secara berkala.
  2. Ide Pembangunan Wilayah untuk Ketahanan Pangan Lokal Tuban
    • Ide Sederhana: Pengembangan "Desa Mandiri Pangan Berbasis Agribisnis Terpadu". Ide ini menggabungkan pertanian berkelanjutan (misalnya pola tumpang sari atau pertanian organik), peternakan skala kecil, dan pengolahan hasil pertanian sederhana (misalnya pembuatan keripik singkong, abon ikan, atau produk turunan lainnya) dengan memanfaatkan teknologi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk prediksi cuaca dan hama tanaman.
    • Implementasi:
      • Identifikasi potensi lahan pertanian dan sumber daya lokal di desa-desa Tuban yang cocok untuk komoditas unggulan.
      • Pelatihan bagi petani dan masyarakat mengenai teknik pertanian berkelanjutan, manajemen ternak, dan keterampilan pengolahan produk pangan.
      • Pengembangan sistem informasi sederhana menggunakan aplikasi mobile atau platform daring yang terintegrasi dengan data cuaca dan analisis risiko hama (menggunakan algoritma dasar KKA) untuk membantu petani membuat keputusan tanam dan panen yang optimal.
      • Membangun jejaring pemasaran produk pangan lokal, baik secara konvensional maupun daring, bahkan berkolaborasi dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban untuk distribusi ke kantin sekolah atau program pangan desa.
    • Manfaat: Meningkatkan ketersediaan pangan lokal, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar, meningkatkan nilai tambah produk pertanian, serta membangun kemandirian pangan di tingkat lokal.

Total Skor Maksimal:

Pilihan Ganda: 5 soal x 3 poin = 15 poin
Jawaban Singkat: 3 soal x 4 poin = 12 poin
Uraian/Tugas Kontekstual: 2 soal x 20 poin = 40 poin
Total Skor = 15 + 12 + 40 = 67 poin

Rumus Nilai Akhir:

Nilai = (Skor yang Diperoleh / Skor Maksimal) x 100


RUBRIK PENILAIAN ASESMEN AKHIR (Soal Uraian/Tugas Kontekstual)

Indikator Penilaian untuk Soal Uraian No. 1 (Analisis Dampak Pembangunan Pariwisata Bahari):

Indikator Belum Memenuhi (0-7 poin) Cukup Memenuhi (8-14 poin) Memenuhi (15-20 poin)
Kelengkapan Analisis Dampak Positif dan Negatif Hanya menyebutkan 1-2 dampak atau tidak relevan. Menyebutkan beberapa dampak positif dan negatif, namun kurang terperinci atau hanya sebagian relevan. Menyebutkan dampak positif dan negatif secara komprehensif, spesifik, dan relevan dengan konteks pariwisata bahari.
Kualitas Saran Konkret Saran tidak spesifik, tidak relevan, atau tidak dapat diterapkan. Saran cukup spesifik dan relevan, namun kurang mendalam atau implementasinya diragukan. Saran konkret, spesifik, relevan, dapat diterapkan, dan menunjukkan pemahaman tentang pembangunan berkelanjutan.
Keterkaitan dengan Konteks Pembangunan Wilayah Analisis dan saran kurang terkait dengan konsep pembangunan wilayah. Analisis dan saran cukup terkait dengan konsep pembangunan wilayah. Analisis dan saran sangat terkait dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang konsep pembangunan wilayah.

Indikator Penilaian untuk Soal Uraian No. 2 (Ide Pembangunan Wilayah untuk Ketahanan Pangan Lokal Tuban):

Indikator Belum Memenuhi (0-7 poin) Cukup Memenuhi (8-14 poin) Memenuhi (15-20 poin)
Kejelasan dan Inovasi Ide Ide tidak jelas, umum, atau tidak inovatif. Ide cukup jelas dan memiliki sedikit inovasi, namun kurang terperinci. Ide jelas, inovatif, spesifik, dan relevan dengan ketahanan pangan lokal Tuban serta konsep pembangunan wilayah.
Kesesuaian Implementasi Langkah implementasi tidak jelas, tidak realistis, atau tidak terkait dengan ide. Langkah implementasi cukup jelas dan realistis, namun kurang mendalam atau kurang terintegrasi. Langkah implementasi jelas, realistis, terintegrasi, dan mendukung pencapaian ide. Integrasi KKA dan Program SIKAP terlihat jelas.
Kemanfaatan bagi Masyarakat Lokal Manfaat yang disebutkan tidak jelas, tidak signifikan, atau tidak relevan. Manfaat cukup jelas dan relevan, namun kurang terperinci atau kurang meyakinkan. Manfaat yang disebutkan jelas, signifikan, relevan, dan meyakinkan bagi masyarakat lokal.

REKAP NILAI ASESMEN AKHIR

No. Nama Peserta Didik Nilai Pilihan Ganda (15) Nilai Jawaban Singkat (12) Nilai Uraian No. 1 (20) Nilai Uraian No. 2 (20) Total Skor (67) Nilai Akhir (100) Keterangan
1. ...
2. ...
3. ...

TINDAK LANJUT HASIL ASESMEN

Analisis Hasil Asesmen:

Guru menganalisis perolehan nilai peserta didik untuk mengidentifikasi area pemahaman yang kuat dan area yang memerlukan penguatan. Perhatikan distribusi skor pada setiap jenis soal (pilihan ganda, jawaban singkat, uraian) untuk mengetahui apakah peserta didik mengalami kesulitan pada pemahaman konsep dasar, penerapan, atau analisis mendalam.

Remedial:

Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan, diberikan pembelajaran remedial yang difokuskan pada topik-topik yang masih sulit dipahami. Bentuk remedial dapat berupa:

  • Penjelasan ulang konsep-konsep kunci pembangunan wilayah dengan metode yang berbeda.
  • Latihan soal tambahan yang lebih sederhana atau terstruktur.
  • Diskusi terbimbing mengenai studi kasus yang lebih mudah dipahami.
  • Pendekatan KKA: Latihan memecah masalah pembangunan menjadi langkah-langkah logis, seperti membuat flowchart sederhana.
  • Pendekatan Program SIKAP: Studi kasus mini mengenai potensi pengelolaan sumber daya pangan di lingkungan sekitar.

Pengayaan:

Bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui kriteria ketuntasan, diberikan kegiatan pengayaan untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan keterampilan lebih lanjut. Bentuk pengayaan dapat berupa:

  • Penugasan proyek sederhana tentang perencanaan pembangunan wilayah di lingkungan sekitar.
  • Studi literatur mandiri mengenai tren pembangunan wilayah global atau studi kasus pembangunan yang sangat kompleks.
  • Diskusi mendalam mengenai isu-isu pembangunan wilayah yang sedang hangat dibicarakan.
  • Pendekatan KKA: Tantangan merancang algoritma prediksi sederhana untuk faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan wilayah (misalnya, pengaruh infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi lokal).
  • Pendekatan Program SIKAP: Mengembangkan proposal sederhana tentang bagaimana teknologi SIKAP dapat diintegrasikan dalam program ketahanan pangan desa di Tuban.

Tindak Lanjut Guru:

Guru merefleksikan efektivitas pembelajaran dan asesmen yang telah dilaksanakan. Guru mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki dalam RPP, metode penyampaian materi, jenis aktivitas, atau instrumen asesmen untuk pertemuan selanjutnya. Guru juga mempertimbangkan umpan balik dari peserta didik untuk perbaikan berkelanjutan.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.