RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
| Sekolah | : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Guru | : Evi Yulinawati, S.Pd |
| Mata Pelajaran | : Geografi |
| Kelas/Rombel | : XII |
| Tingkat/Fase | : XII / Fase F |
| Semester/Tahun | : Genap / 2026/2027 |
| Pertemuan | : 2 dari 6 |
| Tanggal/Rentang | : 2027-01-11 s.d. 2027-01-17 |
| Topik | : Pembangunan Wilayah |
| Fokus Kegiatan | : Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Asesmen Pertemuan | : Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. |
| Alokasi Waktu RPP | : 5 JP (225 menit) |
| Model | : Direct Instruction |
| Metode | : Ceramah Interaktif, Diskusi Kelompok, Analisis Kasus |
| Dimensi Profil Lulusan | : Penalaran Kritis, Komunikasi |
TUJUAN TINDAK LANJUT
Tindak lanjut ini disusun berdasarkan hasil asesmen formatif pada pertemuan kedua terkait pemahaman peserta didik mengenai tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah serta hubungannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat. Tujuan utama tindak lanjut ini adalah untuk memastikan semua peserta didik mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, memberikan penguatan bagi yang belum tuntas, serta memberikan tantangan lebih bagi yang sudah tuntas, dengan mengintegrasikan unsur Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
PEMETAAN HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK
| Kategori | Ciri Hasil Peserta Didik | Kebutuhan Peserta Didik | Tindakan Guru |
|---|---|---|---|
| Baru Memulai | Kesulitan menjelaskan minimal dua tujuan pembangunan wilayah dan dua pendekatan pembangunan wilayah. Sulit mengaitkan dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat. | Penguatan konsep dasar, contoh konkret, dan bimbingan intensif. | Memberikan remedial, pendampingan personal, dan sumber belajar tambahan. |
| Berkembang | Mampu menjelaskan salah satu tujuan atau pendekatan pembangunan wilayah, namun kurang mendalam dalam mengaitkannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat. | Latihan analisis kasus yang lebih kompleks dan diskusi terstruktur. | Memberikan remedial dengan studi kasus yang lebih menantang dan memfasilitasi diskusi kelompok. |
| Cakap | Mampu menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah serta mengaitkannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat, namun membutuhkan sedikit dorongan untuk analisis yang lebih mendalam. | Pengayaan melalui studi kasus yang lebih luas dan penerapan konsep pada isu terkini. | Memberikan tugas pengayaan yang mendorong analisis kritis dan pemecahan masalah. |
| Mahir | Mampu menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah secara komprehensif dan mampu menganalisis secara mendalam dampaknya terhadap keruangan dan perilaku masyarakat, bahkan mampu memberikan solusi kreatif. | Tantangan untuk eksplorasi lebih lanjut, kolaborasi proyek, atau menjadi tutor sebaya. | Memberikan tugas proyek kolaboratif, kesempatan presentasi, atau peran sebagai tutor sebaya. |
REMEDIAL
Peserta Didik: Siswa yang masuk kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang".
Fokus Indikator Belum Tercapai: Menjelaskan minimal dua tujuan dan dua pendekatan pembangunan wilayah; Mengaitkan pembangunan wilayah dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat.
Kegiatan Remedial:
- Pendalaman Konsep Dasar:
- Sesi tanya jawab terfokus untuk mengklarifikasi pemahaman tentang definisi pembangunan wilayah, tujuan (misalnya pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas hidup), dan pendekatan (misalnya pendekatan spasial, ekologis, sektoral).
- Guru memberikan contoh konkret pembangunan wilayah di Indonesia (misalnya pembangunan kawasan industri, pengembangan pariwisata) dan dampaknya secara visual.
- Integrasi KKA (Koding Kecerdasan Artifisial): Siswa diminta menganalisis flowchart sederhana yang menggambarkan tahapan pengambilan keputusan dalam suatu program pembangunan wilayah, atau menggunakan block-coding dasar untuk memvisualisasikan data dampak pembangunan.
- Analisis Kasus Sederhana:
- Peserta didik diberikan studi kasus singkat mengenai dampak pembangunan sebuah waduk atau jalan tol terhadap perubahan mata pencaharian masyarakat sekitar dan perubahan tata ruang.
- Peserta didik dibimbing untuk mengidentifikasi tujuan dan pendekatan yang digunakan dalam kasus tersebut serta menjelaskan perubahan yang terjadi.
- Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Studi kasus difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang mendukung ketahanan pangan lokal, seperti pembangunan embung desa atau akses jalan ke sentra pertanian, dan bagaimana hal ini mempengaruhi pola tanam atau distribusi hasil panen.
- Asesmen Ulang:
- Peserta didik mengerjakan kembali soal-soal yang berfokus pada indikator yang belum tercapai, namun dengan format yang sedikit berbeda atau menggunakan studi kasus lain.
Dukungan: Guru memberikan pendampingan individual, materi bacaan ringkas, dan contoh jawaban yang terstruktur.
PENGAYAAN
Peserta Didik: Siswa yang masuk kategori "Cakap" dan "Mahir".
Fokus Pengayaan: Memperluas penerapan konsep pembangunan wilayah pada isu-isu kompleks, analisis mendalam, dan kreasi solusi.
Kegiatan Pengayaan:
- Analisis Kebijakan Pembangunan Wilayah:
- Peserta didik diminta menganalisis kebijakan pembangunan wilayah terbaru yang dikeluarkan pemerintah daerah atau nasional, mengidentifikasi tujuan, pendekatan, serta potensi dampak jangka panjangnya terhadap keruangan dan sosial.
- Peserta didik dapat membandingkan efektivitas dua pendekatan pembangunan wilayah yang berbeda dalam konteks yang sama.
- Simulasi Perencanaan Pembangunan:
- Peserta didik ditantang untuk merancang proposal mini mengenai program pembangunan wilayah yang inovatif di daerah mereka, misalnya pengembangan potensi agrowisata berbasis teknologi atau pengelolaan sampah terpadu.
- Integrasi KKA (Koding Kecerdasan Artifisial): Peserta didik dapat membuat pseudocode atau algoritma sederhana untuk memprediksi potensi keberhasilan program yang dirancang berdasarkan data awal, atau menggunakan decision tree untuk mengidentifikasi faktor kunci keberhasilan.
- Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Proposal pembangunan wilayah harus memiliki komponen yang kuat terkait peningkatan ketahanan pangan, misalnya diversifikasi pangan lokal, pengembangan pertanian presisi, atau sistem distribusi pangan yang efisien.
- Presentasi dan Debat:
- Peserta didik mempresentasikan hasil analisis atau rancangan mereka, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab atau debat konstruktif antar peserta didik mengenai kelebihan dan kekurangan berbagai strategi pembangunan wilayah.
DUKUNGAN DIFERENSIASI
Konten: Menyediakan materi bacaan dengan tingkat kedalaman yang bervariasi (ringkasan untuk remedial, artikel jurnal untuk pengayaan), studi kasus dengan kompleksitas berbeda.
Proses:
- Remedial: Bimbingan individual, kerja kelompok kecil dengan pendampingan guru, penggunaan alat bantu visual.
- Pengayaan: Proyek mandiri, kerja kelompok riset, diskusi mendalam dengan guru atau teman sebaya yang lebih paham.
- Integrasi KKA (Koding Kecerdasan Artifisial) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban disesuaikan dengan tingkat pemahaman dan minat siswa, mulai dari analisis flowchart sederhana hingga perancangan algoritma prediksi atau proposal proyek yang komprehensif.
Produk:
- Remedial: Jawaban pertanyaan terstruktur, peta konsep sederhana, penjelasan lisan.
- Pengayaan: Laporan analisis kebijakan, proposal proyek mini, presentasi, infografis.
Lingkungan: Mengatur tempat duduk yang kondusif untuk kerja kelompok, area tenang untuk siswa yang membutuhkan konsentrasi lebih.
Dukungan Khusus: Memberikan waktu tambahan bagi siswa yang membutuhkan, memberikan instruksi yang jelas dan diulang jika perlu.
UMPAN BALIK KONSTRUKTIF
- Baru Memulai: "Kamu sudah mulai memahami apa itu pembangunan wilayah, namun perlu lebih fokus lagi pada bagaimana pembangunan itu bisa mengubah cara orang hidup dan menggunakan lahan. Coba perhatikan contoh dampak pembangunan jalan tol ini ya, dan diskusikan dengan temanmu."
- Berkembang: "Penjelasanmu tentang tujuan pembangunan sudah bagus. Untuk mengaitkannya dengan perubahan perilaku masyarakat, coba berikan contoh konkret bagaimana perubahan akses transportasi bisa membuat orang lebih mudah berdagang atau berpindah tempat. Mari kita diskusikan lebih lanjut."
- Cakap: "Analisis kamu tentang dampak pembangunan kawasan industri sudah cukup baik dalam mengidentifikasi perubahan keruangan. Untuk analisis perilaku masyarakat, coba gali lebih dalam lagi, misalnya bagaimana pola rekrutmen tenaga kerja atau dampak sosial lainnya. Kamu bisa mencari referensi tambahan."
- Mahir: "Presentasi dan analisis kebijakan pembangunan wilayahmu sangat mendalam. Kamu berhasil mengaitkan berbagai aspek secara komprehensif. Untuk tantangan selanjutnya, coba pikirkan bagaimana kamu bisa mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dan teknologi terkini, seperti yang dibahas dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, ke dalam rancanganmu."
KOMUNIKASI
Jika ditemukan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar yang signifikan atau menunjukkan kebutuhan khusus yang memerlukan perhatian lebih, guru akan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mendapatkan informasi latar belakang dan berkoordinasi mengenai strategi dukungan yang paling efektif bagi peserta didik tersebut, dengan tetap menjaga kerahasiaan data pribadi.
MONITORING
| Nama Peserta Didik | Indikator Belum Tercapai | Tindakan Guru | Waktu | Hasil | Tindak Lanjut Berikutnya |
|---|---|---|---|---|---|
| [Nama Siswa A] | Mengaitkan pembangunan wilayah dengan perubahan perilaku masyarakat. | Pendampingan saat analisis kasus, memberikan contoh tambahan. | Minggu ke-3 | Mulai dapat mengidentifikasi perubahan perilaku dasar. | Asesmen ulang pada pertemuan berikutnya, penguatan dengan studi kasus yang lebih spesifik. |
| [Nama Siswa B] | Menjelaskan minimal dua pendekatan pembangunan wilayah. | Memberikan ringkasan materi tentang pendekatan pembangunan, diskusi kelompok kecil. | Minggu ke-3 | Mampu menyebutkan dua pendekatan, namun kurang mendalam penjelasannya. | Latihan soal pilihan ganda dan esai singkat, integrasi KKA dalam visualisasi pendekatan. |
| (Dst. sesuai kebutuhan) |
REFLEKSI GURU
- Apakah kegiatan remedial dan pengayaan yang dirancang sudah efektif dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam terkait pembangunan wilayah, termasuk integrasi KKA dan Program SIKAP?
- Bagaimana tingkat partisipasi dan pemahaman peserta didik selama sesi analisis kasus dan diskusi kelompok? Apakah ada strategi yang perlu ditingkatkan?
- Apakah umpan balik yang diberikan kepada peserta didik sudah cukup jelas, spesifik, dan memotivasi mereka untuk terus belajar?
- Apakah ada kendala teknis atau konseptual yang dihadapi guru atau peserta didik dalam menerapkan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) atau memahami Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam konteks pembangunan wilayah? Bagaimana solusinya?
- Apa yang dapat saya lakukan pada pertemuan selanjutnya agar pembelajaran tentang pembangunan wilayah menjadi lebih menarik, bermakna, dan menggembirakan bagi seluruh peserta didik?