← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 1 - Geografi XII - Pembangunan Wilayah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN • Guru: Evi Yulinawati, S.Pd • Mata pelajaran: Geografi • Kelas/Rombel: XII • Tingkat/Fase: XII / Fase F • Semester: Genap • Tahun pelajaran: 2026/2027 • Pertemuan: 1 dari 6 • Topik: Pembangunan Wilayah • Fokus kegiatan: Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial. • Asesmen pertemuan: Asesmen diagnostik dan formatif awal. • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 1 dari 6 · 5 JP (225 menit) • Model: Direct Instruction • Metode: Ceramah Interaktif, Diskusi Kelompok, Analisis Kasus • Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Komunikasi

A. ASESMEN AWAL (Diagnostik)

Tujuan: Mengukur pemahaman awal peserta didik mengenai konsep pembangunan wilayah, mengidentifikasi miskonsepsi yang mungkin ada, serta menilai kesiapan belajar terkait topik.

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur sesuai dengan pengetahuan Anda.

  1. Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar kata "pembangunan wilayah"?
  2. Menurut Anda, mengapa suatu wilayah perlu dibangun? Sebutkan minimal dua alasan.
  3. Apakah pembangunan di satu wilayah dapat mempengaruhi wilayah lain? Jelaskan secara singkat.
  4. Pernahkah Anda mendengar tentang "pembangunan berkelanjutan"? Jelaskan apa yang Anda pahami tentang konsep ini.
  5. Sebutkan contoh pembangunan yang pernah Anda lihat atau dengar di sekitar Anda.

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  1. Jawaban bervariasi, mengarah pada perubahan fisik, ekonomi, sosial, atau peningkatan kualitas hidup.
  2. Alasan bisa berupa peningkatan kesejahteraan penduduk, pemerataan kesempatan, pemanfaatan sumber daya, atau peningkatan daya saing.
  3. Ya, dapat mempengaruhi melalui migrasi, aliran modal, perubahan lingkungan, atau konektivitas.
  4. Pemahaman tentang pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
  5. Contoh seperti pembangunan jalan tol, pusat perbelanjaan, perumahan, irigasi, atau fasilitas umum lainnya.

Interpretasi: Jawaban peserta didik akan menjadi dasar guru untuk memetakan tingkat pemahaman awal dan mengidentifikasi area yang memerlukan penekanan lebih dalam selama pembelajaran. Jawaban yang kurang tepat atau tidak ada menunjukkan adanya miskonsepsi atau kekosongan pengetahuan yang perlu ditangani.

Catatan: Asesmen awal ini bersifat diagnostik dan tidak akan menjadi nilai akhir.

B. ASESMEN PROSES (Formatif)

Tujuan: Memantau pemahaman dan partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung, serta memberikan umpan balik segera.

1. Lembar Observasi

Petunjuk: Berikan tanda centang (√) pada kolom yang sesuai dengan pengamatan Anda terhadap peserta didik selama kegiatan pembelajaran.

No Indikator Pengamatan Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
1 Kemampuan menjelaskan tujuan pembangunan wilayah.
2 Keaktifan dalam diskusi kelompok terkait analisis kasus.
3 Kemampuan mengidentifikasi hubungan antara pembangunan dan perubahan keruangan.
4 Kemampuan mengaitkan pembangunan wilayah dengan perubahan perilaku masyarakat.

2. Exit Ticket

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut di akhir sesi pembelajaran.

  1. Sebutkan satu hal baru yang Anda pelajari hari ini tentang pembangunan wilayah.
  2. Apa yang masih membuat Anda bingung terkait materi pembangunan wilayah?
  3. Bagaimana Anda akan menggunakan pemahaman tentang pembangunan wilayah dalam kehidupan sehari-hari atau di masa depan?

C. ASESMEN AKHIR (Formatif Awal)

Tujuan: Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pada akhir sesi ini.

Materi: Konsep Esensial Pembangunan Wilayah (Tujuan, Pendekatan, Perubahan Keruangan, dan Perilaku Masyarakat).

Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Komunikasi.

1. Pilihan Ganda (5 Soal)

  1. Pembangunan wilayah bertujuan utama untuk...
    A. Meningkatkan jumlah penduduk
    B. Memperluas wilayah administrasi
    C. Meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat
    D. Menguras sumber daya alam secara maksimal
  2. Pendekatan pembangunan wilayah yang menekankan pada peningkatan kapasitas lokal dan partisipasi masyarakat disebut pendekatan...
    A. Top-down
    B. Bottom-up
    C. Spasial
    D. Regional
  3. Pembangunan jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa merupakan contoh perubahan keruangan yang bertujuan untuk...
    A. Mempersempit akses antarwilayah
    B. Meningkatkan konektivitas dan mobilitas barang serta jasa
    C. Mengurangi aktivitas ekonomi
    D. Membatasi pertumbuhan kota-kota kecil
  4. Perubahan perilaku masyarakat yang sering terjadi akibat pembangunan pusat perbelanjaan modern di perkotaan adalah...
    A. Peningkatan aktivitas pertanian tradisional
    B. Perubahan pola konsumsi menjadi lebih konsumtif
    C. Pengurangan penggunaan teknologi
    D. Penurunan minat terhadap pendidikan
  5. Salah satu tantangan dalam pembangunan wilayah di Indonesia adalah pemerataan pembangunan. Hal ini berkaitan erat dengan upaya untuk...
    A. Memusatkan semua sumber daya di satu wilayah
    B. Menciptakan kesenjangan antarwilayah yang semakin lebar
    C. Mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial antarwilayah
    D. Membatasi mobilitas penduduk antar daerah

2. Jawaban Singkat (3 Soal)

  1. Sebutkan dua pendekatan utama dalam pembangunan wilayah!
  2. Jelaskan secara singkat bagaimana pembangunan infrastruktur dapat mempengaruhi perilaku masyarakat!
  3. Berikan satu contoh pembangunan wilayah yang relevan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya terkait optimalisasi lahan pertanian di Tuban!

3. Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)

  1. Analisis bagaimana pembangunan sebuah kawasan industri baru di dekat kota Anda dapat menyebabkan perubahan keruangan dan perubahan perilaku masyarakat di sekitarnya. Jelaskan minimal dua contoh perubahan untuk masing-masing aspek.
  2. Diskusikan secara singkat, bagaimana penerapan prinsip Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), misalnya melalui analisis data spasial untuk pemetaan potensi pangan lokal, dapat mendukung tujuan pembangunan wilayah yang berkelanjutan di Kabupaten Tuban?

D. KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Menjelaskan tujuan utama pembangunan wilayah. Tujuan Pembangunan Wilayah C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Mengidentifikasi pendekatan pembangunan wilayah. Pendekatan Pembangunan Wilayah C2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Menjelaskan dampak pembangunan terhadap perubahan keruangan. Perubahan Keruangan C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 3
4 Menjelaskan dampak pembangunan terhadap perubahan perilaku masyarakat. Perilaku Masyarakat C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 4
5 Mengaitkan pembangunan wilayah dengan konsep pemerataan. Tujuan dan Tantangan Pembangunan Wilayah C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 5
6 Menyebutkan dua pendekatan utama dalam pembangunan wilayah. Pendekatan Pembangunan Wilayah C2 (Memahami) Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan hubungan pembangunan infrastruktur dan perubahan perilaku masyarakat. Perubahan Perilaku Masyarakat C3 (Menerapkan) Jawaban Singkat 7
8 Memberikan contoh pembangunan wilayah yang relevan dengan ketahanan pangan. Pembangunan Wilayah dan Ketahanan Pangan C3 (Menerapkan) Jawaban Singkat 8
9 Menganalisis dampak pembangunan terhadap perubahan keruangan dan perilaku masyarakat. Perubahan Keruangan dan Perilaku Masyarakat C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 9
10 Mendiskusikan peran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam mendukung pembangunan wilayah berkelanjutan. Pembangunan Wilayah dan Teknologi (KKA) C5 (Mengevaluasi) Uraian/Tugas Kontekstual 10

E. KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

1. Pilihan Ganda

  1. C
  2. B
  3. B
  4. B
  5. C

2. Jawaban Singkat

  1. Pendekatan Top-down dan Bottom-up.
  2. Pembangunan infrastruktur seperti jalan atau pusat layanan publik memudahkan akses, yang dapat mengubah pola interaksi sosial, lokasi aktivitas ekonomi, dan gaya hidup masyarakat.
  3. Contoh: Pembangunan sistem irigasi modern berbasis sensor untuk optimalisasi penggunaan air, atau pengembangan aplikasi pemetaan potensi lahan pertanian padi Tuban untuk petani.

3. Uraian/Tugas Kontekstual

Soal 9:

  • Perubahan Keruangan: Pembangunan kawasan industri dapat mengubah tata guna lahan dari pertanian menjadi industri, menciptakan zona industri baru, dan meningkatkan konektivitas melalui pembangunan jalan akses.
  • Perubahan Perilaku Masyarakat: Masyarakat lokal mungkin beralih pekerjaan dari sektor pertanian ke sektor industri, terjadi urbanisasi karena banyaknya pekerja pendatang, perubahan pola konsumsi akibat peningkatan pendapatan, dan potensi perubahan nilai-nilai sosial.

Soal 10:

  • Peran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam pembangunan wilayah berkelanjutan di Tuban dapat berupa:
    • Analisis Data Spasial: Menggunakan algoritma machine learning (misalnya klasifikasi citra satelit) untuk memetakan dan menganalisis potensi lahan pertanian yang cocok untuk komoditas unggulan Tuban, atau mengidentifikasi area rawan kekeringan/banjir.
    • Sistem Prediksi: Mengembangkan model regresi untuk memprediksi hasil panen berdasarkan data cuaca dan kondisi tanah, membantu petani dalam perencanaan produksi.
    • Otomasi Pertanian (Smart Farming): Mengintegrasikan sensor dengan sistem KKA untuk memantau kondisi tanaman secara real-time dan memberikan rekomendasi irigasi atau pemupukan yang efisien, mendukung ketahanan pangan dan efisiensi sumber daya.

Penskoran:

Setiap soal pilihan ganda bernilai 2 poin. Total = 10 poin.

Setiap soal jawaban singkat bernilai 10 poin. Total = 30 poin.

Setiap soal uraian/tugas kontekstual bernilai 30 poin. Total = 60 poin.

Total Skor Maksimal: 100 poin.

Rumus Nilai Akhir:

Nilai Akhir = (Total Skor Perolehan / 100) x 100

F. RUBRIK PENILAIAN TUGAS URAIAN/KONTEKSTUAL

Indikator Baru Memulai (0-10) Berkembang (11-20) Cakap (21-25) Mahir (26-30)
Kedalaman Analisis Perubahan Keruangan (Soal 9) Hanya menyebutkan satu perubahan atau tidak relevan. Menyebutkan dua perubahan keruangan, namun kurang mendalam atau relevansinya lemah. Menjelaskan dua perubahan keruangan dengan cukup jelas dan relevan. Menjelaskan dua atau lebih perubahan keruangan secara rinci, akurat, dan mendalam, menunjukkan pemahaman yang kuat.
Kedalaman Analisis Perubahan Perilaku Masyarakat (Soal 9) Hanya menyebutkan satu perubahan atau tidak relevan. Menyebutkan dua perubahan perilaku, namun kurang mendalam atau relevansinya lemah. Menjelaskan dua perubahan perilaku dengan cukup jelas dan relevan. Menjelaskan dua atau lebih perubahan perilaku secara rinci, akurat, dan mendalam, menunjukkan pemahaman yang kuat.
Relevansi dan Pemahaman Konsep KKA (Soal 10) Konsep KKA tidak disebutkan atau tidak relevan dengan pembangunan wilayah. Konsep KKA disebutkan, namun penjelasan kurang relevan atau dangkal dalam konteks pembangunan wilayah. Menjelaskan minimal satu aplikasi KKA yang relevan dengan pembangunan wilayah secara cukup jelas. Menjelaskan minimal dua atau lebih aplikasi KKA secara rinci, akurat, dan mendalam, menunjukkan pemahaman yang kuat tentang potensinya dalam pembangunan wilayah berkelanjutan.
Keterkaitan dengan Konteks Lokal (Tuban/Parengan) Tidak ada kaitan atau kaitan sangat lemah. Ada sedikit kaitan, namun kurang spesifik atau terlalu umum. Menunjukkan kaitan yang cukup spesifik dengan konteks lokal. Menunjukkan kaitan yang sangat kuat, spesifik, dan relevan dengan konteks lokal Tuban/Parengan.

G. REKAP NILAI PESERTA DIDIK

No Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Awal (Diagnostik) Nilai Asesmen Proses (Formatif) Nilai Asesmen Akhir (Formatif Awal) Keterangan (Tindak Lanjut)
1
2
3

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.