IDENTITAS RPP
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Evi Yulinawati, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Geografi |
| Kelas/Semester | XII / Genap |
| Alokasi Waktu | Pertemuan 1 dari 6 · 5 JP (225 menit) |
IDENTIFIKASI
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pemahaman konsep pembangunan wilayah akan diperkaya dengan perspektif ekonomi terkait investasi dan pertumbuhan, sosiologi mengenai perubahan sosial masyarakat, serta teknologi informasi. Analisis data spasial sederhana dapat dikaitkan dengan pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk visualisasi data, sementara isu ketahanan pangan menjadi bagian integral dari pembangunan wilayah yang berkelanjutan, selaras dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam mendukung kemandirian pangan lokal. |
| Tujuan Pembelajaran | Melalui kegiatan pembelajaran eksplisit dan diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah serta hubungannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat dengan memberikan minimal tiga contoh relevan berdasarkan materi yang disajikan. |
| Topik Pembelajaran | Konsep Esensial Pembangunan Wilayah: Tujuan, Pendekatan, Perubahan Keruangan, dan Perilaku Masyarakat. |
| Praktik Pedagogis | Model: Direct Instruction. Strategi: Pembelajaran eksplisit dan sistematis untuk penguasaan konsep esensial. Metode: Ceramah Interaktif, Diskusi Kelompok, Analisis Kasus. Alasan Pemilihan: Model Direct Instruction cocok untuk menyampaikan konsep-konsep baru yang bersifat fundamental seperti tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah. Metode ceramah interaktif memungkinkan guru menyampaikan materi secara terstruktur sambil memancing partisipasi aktif peserta didik. Diskusi kelompok dan analisis kasus akan membantu peserta didik memahami penerapan konsep dalam konteks nyata. Penerapan Sintaks Model: 1. Menyampaikan tujuan dan menyiapkan murid: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, mengaitkan dengan pengalaman siswa, dan melakukan apersepsi serta asesmen awal. 2. Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan: Guru memaparkan konsep-konsep kunci pembangunan wilayah melalui presentasi dan contoh kasus. 3. Membimbing latihan: Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menganalisis studi kasus sederhana. 4. Memeriksa pemahaman dan memberikan umpan balik: Guru mengajukan pertanyaan, memfasilitasi diskusi kelas, dan memberikan umpan balik konstruktif. 5. Memberikan latihan lanjutan atau mandiri: Peserta didik diberikan tugas analisis kasus untuk dikerjakan secara individu atau kelompok kecil. |
| Kemitraan Pembelajaran | Dukungan dari guru bidang studi lain, seperti Ekonomi atau Sosiologi, dapat memperkaya pemahaman peserta didik mengenai aspek-aspek terkait pembangunan wilayah. Keterlibatan orang tua melalui informasi mengenai pentingnya topik ini bagi masa depan anak dapat memperkuat motivasi belajar. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran akan dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, memanfaatkan proyektor dan papan tulis untuk penyampaian materi. Budaya belajar yang aman dan inklusif akan diciptakan agar peserta didik merasa nyaman untuk bertanya dan berpendapat. Ruang digital melalui platform pembelajaran daring dapat digunakan untuk berbagi materi tambahan atau forum diskusi. |
| Pemanfaatan Digital | Pemanfaatan proyektor untuk presentasi materi, video singkat yang relevan, dan penggunaan aplikasi presentasi interaktif untuk memancing partisipasi peserta didik. Analisis data sederhana melalui spreadsheet juga dapat diperkenalkan jika relevan. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
| AWAL | Bermakna, Menggembirakan | Menyapa peserta didik dengan hangat, menyanyikan lagu penyemangat, melakukan apersepsi dengan bertanya tentang pengalaman pembangunan di lingkungan sekitar, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan melakukan asesmen diagnostik awal melalui kuesioner singkat (online/offline). | Menjawab salam, bernyanyi, berpartisipasi dalam apersepsi, menyimak tujuan pembelajaran, dan mengisi kuesioner asesmen diagnostik. | 30 menit | Jawaban pada kuesioner asesmen diagnostik. |
| INTI - MEMAHAMI | Bermakna, Berkesadaran | 1. Menyajikan materi konsep pembangunan wilayah (tujuan, pendekatan) melalui presentasi interaktif, menggunakan analogi sederhana. 2. Menjelaskan hubungan pembangunan wilayah dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat melalui studi kasus singkat (misalnya, pembangunan jalan tol dan dampaknya). 3. Memfasilitasi diskusi kelas untuk menggali pemahaman awal peserta didik tentang materi yang disajikan. |
1. Menyimak penjelasan guru dengan penuh perhatian, mencatat poin-poin penting, dan mengajukan pertanyaan klarifikasi. 2. Menganalisis studi kasus yang diberikan, mengidentifikasi hubungan antara pembangunan, perubahan keruangan, dan perilaku masyarakat. 3. Berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas, menyampaikan pendapat, dan bertanya. |
90 menit | Catatan peserta didik, partisipasi dalam diskusi, jawaban atas pertanyaan guru. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Bermakna, Menggembirakan | 1. Memberikan tugas analisis kasus sederhana kepada kelompok kecil, meminta peserta didik mengidentifikasi tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah serta dampaknya. 2. Membimbing kelompok dalam mengidentifikasi data terkait pembangunan wilayah di daerah mereka atau daerah lain yang relevan, termasuk potensi pemanfaatan data yang dapat diolah melalui algoritma sederhana dalam KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk prediksi tren sederhana jika memungkinkan. 3. Mengaitkan hasil analisis kasus dengan konsep ketahanan pangan lokal dan pentingnya program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. |
1. Bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis kasus pembangunan wilayah. 2. Mengidentifikasi tujuan, pendekatan, perubahan keruangan, dan dampak pada perilaku masyarakat dalam kasus tersebut. 3. Mendiskusikan potensi pemanfaatan data sederhana terkait pembangunan wilayah dan kaitannya dengan KKA, serta mengaitkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. |
60 menit | Hasil kerja kelompok dalam analisis kasus. |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran, Bermakna | 1. Meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil analisis kasus secara singkat. 2. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok, menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. 3. Memfasilitasi refleksi peserta didik tentang apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana materi ini relevan dengan kehidupan mereka. |
1. Mempresentasikan hasil kerja kelompok. 2. Mendengarkan dan mencatat umpan balik dari guru dan kelompok lain. 3. Melakukan refleksi diri, mengidentifikasi pemahaman baru, kesulitan, dan keterkaitan materi dengan kehidupan nyata. |
25 menit | Catatan refleksi diri peserta didik (misal dalam jurnal belajar). |
| PENUTUP | Menggembirakan, Bermakna | Merangkum poin-poin kunci pembelajaran, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik, menyampaikan informasi mengenai materi pertemuan berikutnya, dan memberikan motivasi untuk terus belajar. | Menyimak rangkuman, memberikan respon positif terhadap apresiasi, dan mencatat informasi materi selanjutnya. | 10 menit | Partisipasi aktif dalam menyimak penutup. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Memetakan pengetahuan awal, minat, dan kesiapan belajar peserta didik terkait konsep pembangunan wilayah. Bentuk/Instrumen: Kuesioner Asesmen Diagnostik (tertulis/digital). Teknik: Tes tertulis/pengisian formulir. Bukti yang Dinilai: Jawaban peserta didik terhadap pertanyaan tentang konsep pembangunan, contoh pembangunan yang diketahui, dan minat belajar. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik dapat menjawab minimal 50% pertanyaan dengan benar dan menunjukkan minat terhadap topik. Tindak Lanjut: Guru menganalisis hasil untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan memberikan intervensi bagi yang membutuhkan. Jenis Asesmen: Assessment for learning (diagnostik). |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Memantau pemahaman peserta didik selama pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik. Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi diskusi, pertanyaan lisan/tertulis singkat, hasil kerja kelompok analisis kasus. Teknik: Observasi, tanya jawab, penilaian produk kelompok. Bukti yang Dinilai: Tingkat partisipasi dalam diskusi, ketepatan jawaban pertanyaan, kualitas analisis kasus. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman konsep melalui diskusi dan analisis kasus, serta mampu mengaitkan dengan konteks yang diberikan. Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik langsung, bimbingan tambahan pada kelompok yang kesulitan, dan penyesuaian materi. Jenis Asesmen: Assessment for learning (formatif). |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran pada pertemuan ini. Bentuk/Instrumen: Refleksi singkat peserta didik (jurnal belajar), presentasi hasil kerja kelompok. Teknik: Penilaian kinerja (presentasi), penilaian produk (hasil analisis kasus), self-assessment (refleksi). Bukti yang Dinilai: Kemampuan menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah serta hubungannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat (dari presentasi dan refleksi). Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjelaskan konsep dengan minimal tiga contoh relevan, sesuai dengan rubrik penilaian yang telah ditetapkan. Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik akhir, mengidentifikasi area yang perlu diperkuat pada pertemuan berikutnya, dan memberikan apresiasi. Jenis Asesmen: Assessment of learning (formatif awal). |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah serta hubungannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat dengan memberikan minimal tiga contoh relevan.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Penjelasan Tujuan Pembangunan Wilayah | Belum mampu menjelaskan tujuan pembangunan wilayah. | Mampu menyebutkan satu atau dua tujuan pembangunan wilayah, namun kurang jelas atau kurang relevan. | Mampu menjelaskan tujuan pembangunan wilayah dengan jelas dan memberikan minimal satu contoh yang relevan. | Mampu menjelaskan tujuan pembangunan wilayah secara komprehensif dengan tiga atau lebih contoh yang sangat relevan dan mendalam. |
| Penjelasan Pendekatan Pembangunan Wilayah | Belum mampu menjelaskan pendekatan pembangunan wilayah. | Mampu menyebutkan satu atau dua pendekatan pembangunan wilayah, namun kurang terstruktur atau kurang mendalam. | Mampu menjelaskan pendekatan pembangunan wilayah dengan baik dan memberikan minimal satu contoh penerapan yang tepat. | Mampu menjelaskan berbagai pendekatan pembangunan wilayah secara rinci dengan tiga atau lebih contoh yang bervariasi dan analitis. |
| Hubungan dengan Perubahan Keruangan | Belum dapat mengaitkan pembangunan wilayah dengan perubahan keruangan. | Mampu menyebutkan satu contoh perubahan keruangan akibat pembangunan, namun belum detail. | Mampu menjelaskan hubungan antara pembangunan wilayah dengan minimal satu contoh perubahan keruangan yang spesifik dan logis. | Mampu menganalisis hubungan pembangunan wilayah dengan perubahan keruangan secara mendalam, memberikan minimal tiga contoh yang kuat dan terperinci. |
| Hubungan dengan Perilaku Masyarakat | Belum dapat mengaitkan pembangunan wilayah dengan perilaku masyarakat. | Mampu menyebutkan satu contoh perubahan perilaku masyarakat akibat pembangunan, namun belum jelas. | Mampu menjelaskan hubungan antara pembangunan wilayah dengan minimal satu contoh perubahan perilaku masyarakat yang relevan dan dapat dipahami. | Mampu menganalisis dampak pembangunan wilayah terhadap perilaku masyarakat secara komprehensif, memberikan minimal tiga contoh yang kuat dan berimplikasi. |
Keterangan:
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Evi Yulinawati, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |