← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 2 dari 2 - Geografi XII - Pengembangan Wilayah Desa dan Kota

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Evi Yulinawati, S.Pd
Mata Pelajaran Geografi
Kelas/Semester XII / Ganjil
Alokasi Waktu 5 JP (225 menit)

IDENTIFIKASI

Peserta Didik Peserta didik diasumsikan telah mengikuti pertemuan pertama sehingga memiliki pemahaman dasar tentang konsep pengembangan wilayah desa dan kota. Kesiapan belajar akan dipetakan melalui observasi awal saat diskusi dan tanya jawab. Minat peserta didik dapat distimulasi dengan relevansi topik dengan kehidupan sehari-hari dan potensi daerah. Kebutuhan belajar akan dipenuhi melalui variasi aktivitas dan dukungan diferensiasi dalam presentasi.
Materi Pelajaran Materi tentang pengembangan wilayah desa dan kota mencakup analisis potensi, strategi pengembangan, dinamika perkotaan, dan permasalahan yang timbul. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata karena berkaitan dengan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Tingkat kesulitan materi moderat, membutuhkan pemahaman konsep dan analisis. Potensi miskonsepsi terkait perbedaan fungsi dan interaksi desa-kota. Integrasi nilai kolaborasi dan tanggung jawab dalam diskusi dan presentasi.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kreativitas, Kolaborasi
Capaian Pembelajaran Elemen Pemahaman Konsep: Menganalisis kewilayahan dan pembangunan.
Elemen Keterampilan Proses: Mengumpulkan data, menganalisis data, menyimpulkan hasil analisis, mengomunikasikan hasil analisis dalam berbagai media, merefleksi proses dan hasil.

DESAIN PEMBELAJARAN

Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran ini mengintegrasikan konsep geografi dengan pemanfaatan teknologi untuk analisis data sederhana yang berkaitan dengan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), serta pemahaman konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya melalui analisis data spasial sederhana untuk perencanaan wilayah yang mendukung ketahanan pangan lokal. Hal ini juga terkait erat dengan literasi data dan kemampuan menyajikan informasi secara efektif.
Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi kelompok dan presentasi ide, peserta didik dapat mengaplikasikan konsep pengembangan wilayah desa dan kota dalam menganalisis studi kasus sederhana, menyajikan hasil analisisnya secara terstruktur, serta merefleksikan pembelajaran yang telah dicapai dengan tingkat kelancaran dan kepercayaan diri yang baik.
Topik Pembelajaran Aplikasi Konsep Pengembangan Wilayah Desa dan Kota, Penyajian Hasil Analisis, dan Refleksi Pembelajaran.
Praktik Pedagogis Model: Discovery Learning
Strategi: Pembelajaran berbasis masalah dan penemuan terbimbing.
Metode: Diskusi Kelompok, Presentasi Ide, Tanya Jawab.
Alasan Pemilihan: Model Discovery Learning sesuai untuk memfasilitasi peserta didik mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, mendorong mereka menemukan solusi dan menarik kesimpulan melalui proses eksplorasi data dan diskusi.
Penerapan Sintaks:
1. Pemberian Rangsangan: Guru menyajikan studi kasus atau data terkait pengembangan wilayah desa/kota yang memerlukan analisis lebih lanjut.
2. Identifikasi Masalah: Peserta didik dalam kelompok mengidentifikasi isu atau permasalahan utama dalam studi kasus.
3. Pengumpulan Data: Peserta didik mencari informasi tambahan atau menganalisis data yang diberikan terkait studi kasus.
4. Pengolahan Data: Peserta didik menganalisis data untuk menemukan pola, sebab-akibat, dan solusi potensial.
5. Pembuktian: Kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi mereka, yang kemudian diverifikasi melalui diskusi kelas.
6. Menarik Generalisasi: Peserta didik merumuskan kesimpulan umum dari studi kasus dan mengaitkannya dengan konsep yang lebih luas.
Kemitraan Pembelajaran Guru dapat berkolaborasi dengan guru TIK untuk memfasilitasi pemanfaatan alat digital dalam analisis data atau presentasi. Dukungan dari perpustakaan sekolah juga dapat dimanfaatkan untuk pencarian referensi tambahan terkait studi kasus.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif untuk diskusi dan presentasi. Penggunaan proyektor dan laptop akan mendukung penyajian materi dan analisis data. Budaya belajar yang saling menghargai dan aktif berpartisipasi akan ditumbuhkan.
Pemanfaatan Digital Peserta didik akan menggunakan aplikasi presentasi (misalnya Google Slides, PowerPoint) untuk menyajikan hasil analisis. Data digital terkait studi kasus dapat diakses melalui internet atau dibagikan oleh guru. Pemanfaatan sederhana algoritma klasifikasi data dasar dapat diperkenalkan untuk mengkategorikan potensi wilayah jika relevan.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Berkesadaran, Bermakna Menyapa dan menanyakan kabar peserta didik. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi sebelumnya tentang pengembangan wilayah desa dan kota dengan isu terkini. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini dan kriteria penilaian. Menjawab salam dan berpartisipasi dalam apersepsi. Mendengarkan dan mencatat tujuan pembelajaran serta kriteria penilaian. 20 menit Kehadiran dan partisipasi aktif dalam apersepsi.
INTI - MEMAHAMI
(Sintaks: Pemberian Rangsangan & Identifikasi Masalah)
Bermakna Menyajikan studi kasus atau data tentang pengembangan wilayah desa dan kota yang spesifik (misalnya, potensi agrowisata di desa X atau masalah urbanisasi di kota Y). Memfasilitasi peserta didik untuk mengidentifikasi masalah utama dari studi kasus tersebut. Menganalisis studi kasus yang disajikan. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi masalah inti dan merumuskan pertanyaan kunci terkait studi kasus. 45 menit Rumusan masalah dan pertanyaan kunci kelompok.
INTI - MEMAHAMI
(Sintaks: Pengumpulan Data)
Bermakna Mengarahkan peserta didik untuk mencari informasi relevan terkait studi kasus dari sumber yang disediakan (buku, artikel, data online) atau memfasilitasi akses data sederhana yang berkaitan dengan potensi lokal, seperti data komoditas pertanian unggulan Tuban yang dapat dikembangkan dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Mengumpulkan dan mengolah data terkait studi kasus. Menganalisis data sederhana yang relevan dengan topik, misalnya data potensi sumber daya alam atau karakteristik sosial-ekonomi wilayah. 40 menit Data pendukung yang dikumpulkan kelompok.
INTI - MENGAPLIKASI
(Sintaks: Pengolahan Data & Pembuktian)
Menggembirakan, Bermakna Membimbing peserta didik dalam mengolah data dan merumuskan strategi pengembangan wilayah berdasarkan studi kasus. Memberikan arahan teknis untuk penyusunan materi presentasi. Memfasilitasi proses presentasi ide/solusi oleh setiap kelompok. Menganalisis data untuk merumuskan strategi pengembangan wilayah yang konkret. Menyusun materi presentasi yang informatif dan menarik. Mempresentasikan hasil analisis dan strategi kelompok di depan kelas. Memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok lain. 75 menit Laporan hasil analisis kelompok dan presentasi ide/solusi.
INTI - MEREFLEKSI
(Sintaks: Menarik Generalisasi)
Berkesadaran Memandu peserta didik untuk menarik kesimpulan dari seluruh proses pembelajaran, mengaitkan kembali dengan konsep-konsep teori. Memfasilitasi refleksi individu dan kelompok tentang proses belajar, kesulitan yang dihadapi, dan pembelajaran yang didapat. Mengintegrasikan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dengan cara meminta peserta didik merefleksikan bagaimana analisis data spasial sederhana atau penggunaan tools AI dapat membantu dalam perencanaan pengembangan wilayah. Merumuskan kesimpulan utama pembelajaran. Melakukan refleksi tertulis atau lisan mengenai pemahaman konsep, proses diskusi, presentasi, dan tantangan yang dihadapi. Merefleksikan potensi penggunaan KKA dalam analisis dan perencanaan wilayah. 25 menit Catatan refleksi individu/kelompok.
PENUTUP Menggembirakan Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. Memberikan umpan balik konstruktif secara umum terhadap presentasi dan refleksi. Menyampaikan tindak lanjut pembelajaran berikutnya. Mengucapkan salam penutup. Mendengarkan umpan balik guru. Menyiapkan diri untuk pembelajaran selanjutnya. 10 menit Umpan balik guru terhadap partisipasi dan hasil belajar.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen pada Awal Pembelajaran Tujuan: Memetakan pemahaman awal peserta didik tentang aplikasi konsep pengembangan wilayah desa dan kota serta kesiapan mereka untuk mengaplikasikan konsep tersebut.
Bentuk/Instrumen: Tanya jawab lisan singkat, observasi awal saat diskusi kelompok.
Teknik: Observasi, Tanya Jawab.
Bukti: Partisipasi dalam diskusi, tanggapan terhadap pertanyaan apersepsi.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan keterlibatan dan pemahaman dasar terkait topik.
Tindak Lanjut: Guru menyesuaikan tingkat kesulitan studi kasus atau pemberian bantuan selama proses pembelajaran.
Asesmen pada Proses Pembelajaran Tujuan: Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis data, keterampilan kolaborasi, dan kreativitas peserta didik dalam mengaplikasikan konsep pengembangan wilayah desa dan kota.
Bentuk/Instrumen: Observasi selama diskusi kelompok, penilaian hasil pengumpulan data, penilaian presentasi kelompok.
Teknik: Observasi, Penilaian Kinerja (Presentasi).
Bukti: Catatan observasi guru, hasil analisis data kelompok, kualitas presentasi.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu bekerja sama, menganalisis data dengan tepat, dan menyajikan ide/solusi secara efektif.
Tindak Lanjut: Guru memberikan umpan balik formatif selama proses pembelajaran untuk perbaikan.
Asesmen pada Akhir Pembelajaran Tujuan: Menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, mengukur pemahaman konsep secara keseluruhan, dan mengaitkan pembelajaran dengan KKA dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP).
Bentuk/Instrumen: Lembar refleksi individu, pertanyaan lisan/tertulis singkat.
Teknik: Penilaian Diri (Self-Assessment), Tes Lisan/Tertulis Singkat.
Bukti: Jawaban pada lembar refleksi, tanggapan terhadap pertanyaan akhir.
Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu mengidentifikasi pembelajaran yang diperoleh, kesulitan yang dihadapi, dan potensi aplikasi konsep.
Tindak Lanjut: Guru menggunakan hasil asesmen untuk merencanakan pembelajaran remedial atau pengayaan, serta mengevaluasi efektivitas pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik dapat mengaplikasikan konsep pengembangan wilayah desa dan kota dalam menganalisis studi kasus sederhana, menyajikan hasil analisisnya secara terstruktur, serta merefleksikan pembelajaran yang telah dicapai.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan Menganalisis Studi Kasus Kesulitan mengidentifikasi masalah utama dan mengaitkannya dengan konsep pengembangan wilayah. Mampu mengidentifikasi masalah utama namun belum sepenuhnya mengaitkannya dengan konsep secara mendalam. Mampu menganalisis studi kasus dengan mengidentifikasi masalah utama dan mengaitkannya dengan konsep pengembangan wilayah desa dan kota secara logis. Mampu menganalisis studi kasus secara komprehensif, mengidentifikasi akar masalah, dan mengaitkannya dengan konsep secara kritis serta memberikan solusi inovatif.
Kualitas Penyajian Hasil Penyajian tidak terstruktur, informasi kurang jelas, dan minim visualisasi. Penyajian cukup terstruktur, informasi agak jelas, namun visualisasi terbatas. Penyajian terstruktur, informasi jelas, didukung visualisasi yang memadai. Penyajian sangat menarik, informatif, komunikatif, dan didukung visualisasi yang efektif serta relevan.
Kemampuan Kolaborasi dalam Kelompok Kurang aktif dalam diskusi, dominan satu anggota, atau terjadi konflik. Cukup aktif dalam diskusi, namun kontribusi belum merata atau ada anggota yang kurang terlibat. Aktif berdiskusi, berkontribusi secara merata, dan saling mendukung dalam kelompok. Sangat aktif, memfasilitasi diskusi, memastikan semua anggota berkontribusi, dan menyelesaikan perbedaan pendapat secara konstruktif.
Kemampuan Refleksi Pembelajaran Kesulitan mengidentifikasi apa yang dipelajari atau kesulitan yang dihadapi. Mampu menyebutkan beberapa hal yang dipelajari atau kesulitan, namun belum mendalam. Mampu mengidentifikasi pembelajaran yang diperoleh, kesulitan yang dihadapi, dan mencoba mengaitkannya dengan konsep atau aplikasi selanjutnya. Mampu merefleksikan secara mendalam proses pembelajaran, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, serta merumuskan rencana tindak lanjut yang konkret terkait pemanfaatan KKA atau Program SIKAP.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Evi Yulinawati, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.