← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Geografi XII - Pengembangan Wilayah Desa dan Kota

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Evi Yulinawati, S.Pd
Mata Pelajaran Geografi
Kelas/Fase XII / Fase F
Semester Ganjil
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 3 dari 3
Tanggal 2026-09-14 s.d. 2026-09-20
Topik Pengembangan Wilayah Desa dan Kota
Fokus Kegiatan Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian.
Model/Metode Discovery Learning / Observasi (virtual/lapangan), Diskusi Kelompok, Presentasi
Dimensi Profil Lulusan Kreativitas, Kolaborasi
Alokasi Waktu 5 JP (225 menit)

A. ASESMEN AWAL (Sebelum Pembelajaran)

Tujuan: Mengukur tingkat pemahaman awal siswa mengenai konsep pengembangan wilayah desa dan kota, serta mengidentifikasi potensi miskonsepsi.

  1. Apa yang membedakan karakteristik utama desa dan kota?
  2. Sebutkan minimal dua contoh potensi pengembangan yang dapat dilakukan di wilayah perdesaan!
  3. Mengapa masalah kepadatan penduduk seringkali menjadi isu di perkotaan?
  4. Bagaimana peran teknologi informasi dalam mendukung pengembangan wilayah?
  5. Menurut Anda, apakah pembangunan infrastruktur selalu berdampak positif bagi pengembangan wilayah? Jelaskan alasannya!

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban siswa diharapkan mencakup perbedaan fisik (lingkungan alam vs buatan), sosial (komunitas vs anonimitas), ekonomi (pertanian vs industri/jasa), dan demografi (kepadatan rendah vs tinggi). Miskonsepsi: menyamakan desa dengan terbelakang atau kota dengan modernitas tanpa analisis.
  • Contoh: pengembangan agrowisata, pengolahan hasil pertanian, industri rumahan, pengembangan sumber daya alam lokal. Miskonsepsi: hanya fokus pada pertanian tradisional.
  • Jawaban siswa diharapkan mengaitkan dengan urbanisasi, migrasi, keterbatasan lahan, dan fasilitas publik. Miskonsepsi: menganggap kepadatan sebagai hal yang inheren tanpa sebab.
  • Jawaban siswa diharapkan mengaitkan dengan akses informasi, pemasaran produk, perencanaan tata ruang, dan komunikasi. Miskonsepsi: hanya sebagai media hiburan.
  • Jawaban siswa diharapkan menunjukkan pemahaman kritis bahwa dampak bisa positif dan negatif tergantung pada perencanaan dan pelaksanaannya. Miskonsepsi: pembangunan selalu baik tanpa syarat.

Catatan: Hasil asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, namun digunakan sebagai dasar untuk memetakan kesiapan belajar dan kebutuhan diferensiasi.


B. ASESMEN PROSES (Selama Pembelajaran)

Tujuan: Memantau keterlibatan, kolaborasi, dan pemahaman siswa selama kegiatan diskusi dan persiapan presentasi.

1. Lembar Observasi Keterlibatan dan Kolaborasi Kelompok

Aspek yang Diobservasi Belum Tampak (1) Mulai Tampak (2) Konsisten (3) Catatan Umpan Balik
Keaktifan dalam menyampaikan ide dan gagasan
Kemampuan mendengarkan dan menghargai pendapat anggota lain
Kontribusi dalam penyelesaian tugas kelompok (analisis, penyusunan materi presentasi)
Penggunaan sumber belajar yang relevan untuk mendukung analisis

Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA): Guru mengamati bagaimana siswa berkolaborasi dalam memanfaatkan sumber daya digital atau simulasi sederhana untuk analisis data spasial wilayah, sebagai bagian dari persiapan presentasi mereka. Ini bisa mencakup penggunaan peta digital interaktif atau alat visualisasi data.

Integrasi Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban: Guru mencatat partisipasi siswa dalam mendiskusikan potensi penerapan teknologi SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban yang relevan dengan pengembangan wilayah desa mereka, misalnya bagaimana data potensi lahan dapat diintegrasikan dengan sistem pemantauan tanaman padi Tuban.

2. Exit Ticket (Di akhir sesi diskusi kelompok)

  1. Satu hal penting yang saya pelajari hari ini adalah...
  2. Satu pertanyaan yang masih mengganjal di benak saya adalah...
  3. Bagaimana saya dapat mengaitkan materi ini dengan potensi pangan lokal di daerah saya?

C. ASESMEN AKHIR (Setelah Pembelajaran)

Tujuan: Menilai pemahaman konsep, kemampuan presentasi, dan refleksi siswa terhadap pembelajaran pengembangan wilayah desa dan kota.

1. Penilaian Kinerja Presentasi

Diberikan menggunakan rubrik terlampir.

2. Lembar Refleksi Diri

Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur berdasarkan pengalaman belajarmu dalam materi Pengembangan Wilayah Desa dan Kota.

  1. Bagaimana tingkat pemahamanmu mengenai konsep pengembangan wilayah desa dan kota setelah mengikuti pembelajaran ini? (Skala 1-5: 1=Sangat Kurang, 5=Sangat Baik)
  2. Bagian mana dari materi ini yang paling menarik bagimu dan mengapa?
  3. Bagaimana kamu menerapkan prinsip kolaborasi dalam diskusi kelompok dan penyusunan materi presentasi? Berikan contoh konkret!
  4. Apakah kamu merasa kreativitasmu terstimulasi dalam merancang ide-ide pengembangan wilayah? Jelaskan!
  5. Satu hal yang akan kamu lakukan di lingkungan sekitarmu berdasarkan pengetahuan yang kamu peroleh dari materi ini adalah...

Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA): Siswa diminta merefleksikan bagaimana potensi penerapan KKA (seperti algoritma klasifikasi data lahan atau sistem prediksi cuaca sederhana) dapat membantu dalam perencanaan pengembangan wilayah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Integrasi Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban: Siswa diminta merefleksikan bagaimana mereka dapat mengadvokasikan penerapan Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban (misalnya, optimalisasi penggunaan air untuk hidroponik atau sistem deteksi dini hama padi Tuban) di tingkat desa mereka sebagai bagian dari strategi pengembangan.

3. Soal Pilihan Ganda

  1. Pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan konsentrasi aktivitas non-pertanian dan kepadatan penduduk tinggi umumnya berada di wilayah... A. Pedesaan B. Perkotaan C. Pesisir D. Pegunungan
  2. Salah satu strategi pengembangan wilayah perdesaan yang berfokus pada pemanfaatan sumber daya alam lokal secara berkelanjutan adalah... A. Pembangunan pabrik industri berat B. Pengembangan agrowisata dan produk olahan pertanian C. Peningkatan urbanisasi penduduk desa D. Pengalihfungsian lahan pertanian menjadi kawasan komersial
  3. Permasalahan utama yang sering dihadapi kota besar terkait lingkungan hidup adalah... A. Keterbatasan tenaga kerja B. Kurangnya lahan pertanian C. Tingginya tingkat pencemaran D. Minimnya sarana transportasi
  4. Konsep "Smart City" bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga kota melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Aspek yang paling relevan dengan konsep ini adalah... A. Peningkatan jumlah lapangan kerja di sektor informal B. Pembangunan pusat perbelanjaan mewah C. Optimalisasi layanan publik melalui sistem digital D. Peningkatan jumlah kendaraan pribadi
  5. Kerja sama antarwilayah, baik desa maupun kota, sangat penting untuk mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan. Contoh kerja sama yang efektif adalah... A. Desa hanya memasok bahan mentah tanpa pengolahan lebih lanjut B. Kota hanya menjadi pusat distribusi tanpa memberikan dukungan pengembangan desa C. Desa menyediakan hasil pertanian dan kota menyediakan pasar serta teknologi pengolahan D. Masing-masing wilayah bekerja sendiri tanpa koordinasi

4. Soal Jawaban Singkat

  1. Sebutkan dua ciri fisik yang paling menonjol membedakan wilayah desa dan kota!
  2. Mengapa diversifikasi ekonomi penting bagi pengembangan wilayah perdesaan?
  3. Apa yang dimaksud dengan "urban sprawl" dan mengapa hal tersebut menjadi tantangan bagi pengelolaan kota?

5. Soal Uraian/Tugas Kontekstual

  1. Anda diminta untuk merancang sebuah proposal singkat mengenai pengembangan potensi wilayah desa Anda (atau desa imajiner jika tidak ada) menjadi destinasi ekowisata. Jelaskan minimal tiga elemen kunci yang harus ada dalam proposal Anda, termasuk strategi promosi dan potensi dampaknya terhadap ekonomi lokal. Integrasikan ide penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam strategi promosi atau pengelolaan destinasi Anda.
  2. Berdasarkan pemahaman Anda mengenai permasalahan perkotaan, usulkan satu inovasi konkret yang dapat diterapkan di kota tempat tinggal Anda (atau kota imajiner) untuk mengatasi masalah sampah. Jelaskan langkah-langkah implementasinya dan bagaimana inovasi tersebut dapat mendukung ketahanan pangan kota. Integrasikan ide penerapan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam solusi Anda, misalnya bagaimana sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk kebun kota atau bagaimana sistem pemantauan kualitas udara dapat berkontribusi pada kesehatan pangan.

D. KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan Pembelajaran/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi karakteristik wilayah perkotaan. Karakteristik Wilayah Kota C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menjelaskan strategi pengembangan wilayah perdesaan yang berkelanjutan. Pengembangan Wilayah Perdesaan C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 2
3 Menganalisis permasalahan lingkungan di perkotaan. Dinamika dan Permasalahan Perkotaan C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 3
4 Menjelaskan konsep "Smart City" dan relevansinya. Konsep Pengembangan Kota Modern C2 (Memahami) Pilihan Ganda 4
5 Menjelaskan pentingnya kerja sama antarwilayah. Kerja Sama Wilayah C2 (Memahami) Pilihan Ganda 5
6 Membandingkan ciri fisik desa dan kota. Karakteristik Desa dan Kota C2 (Memahami) Jawaban Singkat 1
7 Menjelaskan pentingnya diversifikasi ekonomi di perdesaan. Pengembangan Wilayah Perdesaan C2 (Memahami) Jawaban Singkat 2
8 Mendefinisikan dan menjelaskan tantangan urban sprawl. Dinamika dan Permasalahan Perkotaan C2 (Memahami) Jawaban Singkat 3
9 Merancang proposal singkat pengembangan ekowisata desa dengan integrasi KKA. Pengembangan Wilayah Perdesaan, KKA C5 (Menyusun) Uraian/Tugas Kontekstual 1
10 Mengusulkan inovasi mengatasi masalah sampah kota dengan integrasi SIKAP. Dinamika Perkotaan, SIKAP C5 (Menyusun) Uraian/Tugas Kontekstual 2

E. KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

1. Pilihan Ganda (Bobot 5 poin per soal)

  1. B
  2. B
  3. C
  4. C
  5. C

2. Jawaban Singkat (Bobot 5 poin per soal)

  1. Contoh: 1) Lingkungan alam dominan di desa, lingkungan buatan dominan di kota. 2) Kepadatan penduduk rendah di desa, tinggi di kota.
  2. Agar tidak bergantung hanya pada sektor pertanian, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi risiko kegagalan panen.
  3. Urban sprawl adalah perluasan kota yang tidak terencana ke wilayah pinggiran, menyebabkan masalah seperti kemacetan, alih fungsi lahan pertanian, dan hilangnya ruang terbuka hijau.

3. Uraian/Tugas Kontekstual (Bobot 20 poin per soal)

Penilaian didasarkan pada kelengkapan elemen proposal, kekonkritan ide, relevansi integrasi KKA/SIKAP, dan logika penyajian.

  • Soal Uraian 1 (Ekowisata Desa):
    • Elemen Kunci (minimal 3): Deskripsi potensi alam/budaya, Rencana kegiatan wisata, Strategi promosi (termasuk integrasi KKA), Pengelolaan lingkungan, Potensi dampak ekonomi.
    • Integrasi KKA: Misal, menggunakan algoritma klasifikasi gambar untuk identifikasi spot menarik, membuat chatbot untuk informasi wisata, analisis data pengunjung untuk personalisasi tawaran.
    • Skor Maksimal: 20 poin.
  • Soal Uraian 2 (Inovasi Kota & Sampah):
    • Inovasi Konkret: Misal, bank sampah terintegrasi aplikasi, program kompos komunal berbasis RW, pusat daur ulang inovatif, edukasi warga via platform digital.
    • Langkah Implementasi: Sosialisasi, pembentukan tim, penyediaan sarana/prasarana, kerjasama dengan pihak terkait.
    • Dukungan Ketahanan Pangan: Pengolahan sampah organik menjadi pupuk untuk kebun kota/hidroponik, pengurangan pencemaran tanah/air yang berdampak pada kualitas pangan, potensi penyediaan pangan lokal di pasar yang lebih sehat.
    • Integrasi SIKAP: Mengaitkan dengan program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban, misal: data kompos yang dihasilkan dapat dianalisis untuk efisiensi penggunaan pupuk pada program hidroponik sekolah, atau hasil pemantauan kualitas udara dapat menginformasikan keamanan pangan di pasar.
    • Skor Maksimal: 20 poin.

Total Skor Maksimal: 5 (PG) x 5 + 3 (JS) x 5 + 2 (Uraian) x 20 = 25 + 15 + 40 = 100 poin.

Rumus Nilai Akhir: Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100

F. RUBRIK PENILAIAN KINERJA PRESENTASI

Indikator Kinerja Baru Memulai (1) Berkembang (2) Cakap (3) Mahir (4)
Penguasaan Materi & Kejelasan Penyampaian
Mampu menjelaskan konsep pengembangan wilayah desa dan kota dengan tepat dan mudah dipahami.
Penjelasan sangat terbatas, banyak istilah sulit, gagap saat menyampaikan. Penjelasan cukup jelas, namun terkadang kurang mendalam atau menggunakan istilah yang kurang tepat. Penjelasan jelas, logis, dan cukup mendalam, menggunakan istilah yang tepat. Penjelasan sangat jelas, mendalam, menarik, dan menggunakan bahasa yang efektif serta tepat sasaran.
Analisis & Argumen
Mampu menyajikan hasil analisis potensi/permasalahan dan memberikan argumen yang kuat untuk solusi pengembangan.
Analisis dangkal, argumen lemah atau tidak relevan. Analisis mulai menunjukkan kedalaman, argumen cukup logis namun perlu diperkuat. Analisis baik, didukung data/fakta, argumen logis dan meyakinkan. Analisis sangat mendalam, kritis, didukung data kuat, argumen sangat kuat dan orisinal.
Kolaborasi Tim
Menunjukkan kerja sama yang baik dengan anggota kelompok selama persiapan dan presentasi.
Tidak terlihat kerja sama, dominasi satu anggota, atau konflik antar anggota. Ada upaya kerja sama, namun belum sepenuhnya merata atau efektif. Kerja sama tim terlihat baik, pembagian tugas jelas, saling mendukung. Kerja sama tim sangat solid, harmonis, semua anggota berkontribusi aktif dan efektif.
Penggunaan Media & Visualisasi
Memanfaatkan media presentasi (slide, gambar, dll.) secara efektif untuk mendukung pemahaman audiens.
Media minim, tidak relevan, atau sulit dibaca. Media cukup mendukung, namun kurang menarik atau informatif. Media jelas, relevan, dan mendukung penyampaian materi dengan baik. Media sangat menarik, inovatif, informatif, dan sangat efektif mendukung pemahaman audiens.
Kemampuan Menjawab Pertanyaan
Mampu menjawab pertanyaan dari audiens dengan tepat, percaya diri, dan informatif.
Kesulitan menjawab, jawaban tidak tepat atau defensif. Bisa menjawab beberapa pertanyaan, namun kurang percaya diri atau kurang mendalam. Mampu menjawab sebagian besar pertanyaan dengan baik dan cukup informatif. Mampu menjawab semua pertanyaan dengan tepat, percaya diri, dan memberikan wawasan tambahan.

Skor Akhir Presentasi: (Total Skor per Indikator / Skor Maksimal per Indikator) x 100

G. REKAP NILAI SISWA (Contoh Kosong)

No Nama Siswa Nilai Asesmen Awal (Kontekstual) Nilai Asesmen Proses (Observasi & Exit Ticket) Nilai Asesmen Akhir (Soal & Presentasi) Nilai Akhir (Rata-rata/Pembobotan) Predikat
1
2

H. TINDAK LANJUT HASIL ASESMEN

Analisis Hasil Asesmen:

  • Asesmen Awal: Identifikasi siswa yang memiliki pemahaman awal rendah atau miskonsepsi signifikan mengenai konsep desa-kota dan potensi pengembangannya.
  • Asesmen Proses: Perhatikan kelompok yang menunjukkan tingkat kolaborasi rendah atau kesulitan dalam analisis data. Periksa exit ticket untuk mengidentifikasi kendala pemahaman yang umum.
  • Asesmen Akhir: Analisis ketuntasan siswa pada setiap indikator tujuan pembelajaran. Perhatikan soal uraian/kontekstual untuk melihat kedalaman pemahaman dan kemampuan aplikasi, khususnya terkait integrasi KKA dan SIKAP. Evaluasi performa presentasi untuk mengidentifikasi area pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi.

Tindak Lanjut Remedial:

  • Bagi siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan pada asesmen akhir, berikan pendampingan individual atau kelompok kecil untuk membahas kembali konsep-konsep kunci, fokus pada soal uraian yang belum terjawab dengan baik, serta memberikan latihan soal serupa.
  • Untuk integrasi KKA, berikan tutorial singkat atau contoh algoritma sederhana terkait analisis data spasial desa.
  • Untuk integrasi SIKAP, fasilitasi diskusi tentang studi kasus penerapan teknologi pangan lokal yang relevan dengan Tuban.

Tindak Lanjut Pengayaan:

  • Bagi siswa yang sudah mencapai ketuntasan, berikan tantangan tambahan berupa studi kasus yang lebih kompleks mengenai perencanaan pengembangan wilayah lintas sektoral atau isu-isu global terkait pembangunan berkelanjutan.
  • Ajak siswa untuk mengeksplorasi lebih dalam potensi penerapan KKA pada sistem pertanian presisi atau analisis big data urban.
  • Dorong siswa untuk meneliti lebih lanjut model-model Program SIKAP yang inovatif di daerah lain atau merancang prototipe sederhana terkait ketahanan pangan.

Tindak Lanjut Guru:

  • Refleksi terhadap efektivitas model Discovery Learning dan metode yang digunakan dalam memfasilitasi pemahaman konsep, aplikasi, dan refleksi siswa.
  • Evaluasi kejelasan instruksi dan relevansi tugas pada asesmen kinerja dan produk, terutama terkait integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
  • Rencanakan perbaikan pembelajaran di masa mendatang berdasarkan temuan dari asesmen, misalnya penambahan sumber belajar yang lebih bervariasi atau penyesuaian alokasi waktu untuk kegiatan diskusi dan presentasi.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.