← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 1 - Geografi XII - Pengembangan Wilayah Desa dan Kota

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Evi Yulinawati, S.Pd
Mata Pelajaran Geografi
Kelas/Rombel XII
Fase F
Semester Ganjil
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 1 dari 3
Tanggal 2026-08-31 s.d. 2026-09-06
Topik Pengembangan Wilayah Desa dan Kota
Fokus Kegiatan Asesmen awal, apersepsi, dan pengalaman memahami konsep esensial.
Alokasi Waktu 5 JP (225 menit)
Model Discovery Learning
Metode Observasi (virtual/lapangan), Diskusi Kelompok, Presentasi
Dimensi Profil Lulusan Kreativitas, Kolaborasi

Tujuan Asesmen

  1. Mengukur pemahaman awal peserta didik mengenai konsep desa dan kota.
  2. Mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik terkait pengembangan wilayah.
  3. Menilai kesiapan belajar peserta didik terhadap materi pengembangan wilayah desa dan kota.
  4. Menilai proses pembelajaran melalui observasi sikap dan partisipasi aktif.
  5. Menilai pemahaman konsep esensial terkait pengembangan wilayah desa dan kota.
  6. Mengukur kemampuan analisis dan penerapan konsep dalam konteks nyata.

ASESMEN AWAL (Diagnostik)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jujur untuk mengetahui pemahaman awal Anda.

  1. Apa perbedaan utama yang Anda ketahui antara desa dan kota?
  2. Menurut Anda, mengapa desa bisa berubah menjadi kota?
  3. Sebutkan minimal dua potensi yang dimiliki oleh desa di daerah Anda.
  4. Masalah apa yang paling sering Anda lihat terjadi di perkotaan?
  5. Seberapa tertarik Anda untuk mempelajari tentang bagaimana desa dan kota berkembang? (Skala 1-5, 1 sangat tidak tertarik, 5 sangat tertarik)

Kunci Jawaban dan Interpretasi

No Kunci Jawaban (Contoh) Interpretasi
1 Desa identik dengan pertanian dan alam, kota identik dengan industri dan bangunan padat. Menunjukkan pemahaman dasar tentang karakteristik fisik dan ekonomi.
2 Karena banyak orang pindah ke kota mencari pekerjaan (urbanisasi). Menunjukkan pemahaman awal tentang faktor pendorong perubahan wilayah.
3 Pertanian (padi, jagung), potensi wisata alam. Menunjukkan kesadaran akan sumber daya lokal.
4 Kemacetan, sampah, permukiman kumuh. Menunjukkan pengamatan terhadap isu perkotaan.
5 Skor 4 atau 5. Minat belajar tinggi, siap mengikuti pembelajaran. Skor rendah menunjukkan perlu motivasi lebih.

Catatan: Asesmen ini tidak menjadi nilai akhir, hanya untuk mengetahui kesiapan dan pemahaman awal peserta didik.


ASESMEN PROSES (Formatif)

Lembar Observasi Sikap dan Partisipasi

Petunjuk: Berikan tanda centang (✓) pada kolom yang sesuai dengan pengamatan Anda terhadap setiap peserta didik selama kegiatan pembelajaran.

No Nama Peserta Didik Kreativitas dalam Memberikan Ide/Pendapat Kolaborasi dalam Diskusi Kelompok Keaktifan Bertanya/Menjawab Kemampuan Mendengarkan Orang Lain Catatan Umpan Balik
Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten
1 [Nama Siswa 1]
2 [Nama Siswa 2]

Exit Ticket

Petunjuk: Jawablah dua pertanyaan berikut sebelum mengakhiri sesi pembelajaran.

  1. Satu hal baru yang paling menarik yang Anda pelajari hari ini adalah...
  2. Satu pertanyaan yang masih mengganjal di benak Anda terkait pengembangan wilayah adalah...

ASESMEN AKHIR (Sumatif Pertemuan 1)

Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat atau jawablah pertanyaan dengan singkat dan jelas.

Pilihan Ganda (5 Soal)

  1. Perhatikan ciri-ciri berikut:
    1. Mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani.
    2. Tingkat kepadatan penduduk rendah.
    3. Fasilitas publik masih terbatas.
    4. Budaya gotong royong masih kental.
    5. Banyak berdiri bangunan industri.
    Ciri-ciri yang paling dominan menunjukkan karakteristik desa adalah nomor...
    1. 1, 2, 3, dan 4
    2. 1, 2, 4, dan 5
    3. 1, 3, 4, dan 5
    4. 2, 3, 4, dan 5
    5. Semua benar
  2. Proses perpindahan penduduk dari desa ke kota disebut...
    1. Transmigrasi
    2. Urbanisasi
    3. Imigrasi
    4. Emigrasi
    5. Reboisasi
  3. Salah satu dampak negatif dari pertumbuhan kota yang pesat adalah...
    1. Peningkatan sektor pertanian
    2. Peningkatan lapangan kerja di pedesaan
    3. Peningkatan polusi udara dan air
    4. Peningkatan interaksi sosial antarwarga
    5. Peningkatan keindahan lingkungan
  4. Potensi utama yang sering dikembangkan di wilayah pedesaan untuk menarik wisatawan adalah...
    1. Pusat perbelanjaan modern
    2. Kawasan industri manufaktur
    3. Objek wisata alam dan budaya
    4. Perkantoran pemerintahan
    5. Gedung konser musik
  5. Dalam konteks Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), pemetaan potensi desa untuk pengembangan agribisnis dapat dibantu dengan algoritma klasifikasi gambar untuk mengenali jenis tanaman dari citra satelit atau drone. Algoritma ini termasuk dalam bidang...
    1. Natural Language Processing (NLP)
    2. Computer Vision
    3. Reinforcement Learning
    4. Expert Systems
    5. Robotics

Jawaban Singkat (3 Soal)

  1. Sebutkan tiga faktor yang mendorong terjadinya urbanisasi!
  2. Jelaskan secara singkat konsep "interaksi spasial" antara desa dan kota!
  3. Bagaimana Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat berkontribusi dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal di desa sekitar sekolah?

Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)

  1. Anda diminta untuk memberikan usulan sederhana kepada pemerintah desa Anda mengenai cara memanfaatkan potensi alam desa (misalnya sungai, sawah, atau hutan) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan. Jelaskan usulan Anda secara rinci!
  2. Bayangkan Anda adalah seorang programmer yang sedang mengembangkan aplikasi sederhana untuk membantu petani desa dalam memprediksi waktu tanam yang optimal berdasarkan data curah hujan dan suhu udara. Buatlah pseudocode (kode semu) untuk algoritma prediksi sederhana tersebut!

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi ciri-ciri fisik dan sosial desa. Karakteristik Desa C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menjelaskan konsep urbanisasi. Dinamika Kependudukan (Urbanisasi) C2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Menganalisis dampak negatif pertumbuhan kota. Permasalahan Perkotaan C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 3
4 Mengidentifikasi potensi pengembangan wilayah pedesaan. Potensi Desa C2 (Memahami) Pilihan Ganda 4
5 Menghubungkan teknologi KKA dengan analisis potensi wilayah. KKA dalam Geografi C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 5
6 Menjelaskan faktor pendorong urbanisasi. Dinamika Kependudukan (Urbanisasi) C2 (Memahami) Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan konsep interaksi spasial desa-kota. Interaksi Spasial Desa-Kota C2 (Memahami) Jawaban Singkat 7
8 Menghubungkan Program SIKAP dengan ketahanan pangan lokal. Program SIKAP, Ketahanan Pangan Lokal C3 (Menerapkan) Jawaban Singkat 8
9 Merancang usulan pengembangan desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Pengembangan Wilayah Desa, Pembangunan Berkelanjutan C5 (Menilai) Uraian 9
10 Merancang pseudocode algoritma prediksi sederhana menggunakan konsep KKA. KKA dalam Geografi, Algoritma Prediksi C5 (Menilai) Uraian 10

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

Pilihan Ganda

No Jawaban Skor
1 A 10
2 B 10
3 C 10
4 C 10
5 B 10

Jawaban Singkat

No Kunci Jawaban (Contoh) Skor Maksimal
6 Faktor pendorong urbanisasi antara lain: kurangnya lapangan kerja di desa, perbedaan pendapatan antara desa dan kota, ketersediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih baik di kota, serta daya tarik gaya hidup perkotaan. (Sebutkan minimal 3 faktor) 10
7 Interaksi spasial adalah hubungan timbal balik antarruang, dalam konteks desa-kota berupa aliran barang, jasa, informasi, maupun manusia yang saling mempengaruhi perkembangan keduanya. 10
8 Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban dapat berkontribusi melalui: pendampingan siswa dalam mengembangkan sistem pertanian modern (misal hidroponik, vertikultur) yang efisien di lahan terbatas; pemetaan potensi komoditas pangan unggulan lokal; serta edukasi praktik pengelolaan pangan yang berkelanjutan kepada masyarakat desa. 10

Uraian/Tugas Kontekstual

No Aspek Penilaian Skor Maksimal
9 Kesesuaian usulan dengan potensi alam desa, Rincian usulan, Keberlanjutan dan kelestarian lingkungan, Kreativitas gagasan. 10
10 Logika algoritma, Kesesuaian dengan prediksi (curah hujan, suhu), Penggunaan sintaks pseudocode yang benar, Kejelasan langkah-langkah. 10

Total Skor Maksimal

Total Skor = (Skor Pilihan Ganda x 5) + (Skor Jawaban Singkat x 3) + (Skor Uraian x 2) = (50) + (30) + (20) = 100

Rumus Nilai Akhir

Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100


RUBRIK PENILAIAN URAIAN/TUGAS KONTEKSTUAL

Soal Nomor 9 (Usulan Pengembangan Desa)

Indikator Baru Memulai (0-3) Berkembang (4-6) Cakap (7-8) Mahir (9-10)
Kesesuaian Usulan dengan Potensi Desa Usulan tidak relevan dengan potensi alam desa yang ada. Usulan kurang spesifik terkait potensi alam desa. Usulan cukup relevan dan spesifik dengan potensi alam desa. Usulan sangat relevan, inovatif, dan memanfaatkan potensi alam desa secara optimal.
Rincian Usulan Usulan sangat umum dan tidak ada detail langkah atau implementasi. Terdapat beberapa detail, namun masih kurang jelas atau lengkap. Usulan cukup rinci mencakup langkah-langkah implementasi dasar. Usulan sangat rinci, terstruktur, dan mencakup aspek teknis, sumber daya, serta target.
Keberlanjutan dan Kelestarian Lingkungan Usulan berpotensi merusak lingkungan atau tidak memperhatikan aspek keberlanjutan. Aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan belum sepenuhnya dipertimbangkan. Usulan sudah mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan. Usulan sangat menekankan prinsip pembangunan berkelanjutan dan kelestarian lingkungan secara mendalam.
Kreativitas Gagasan Gagasan sangat umum dan tidak ada unsur kebaruan. Terdapat sedikit unsur kebaruan, namun belum signifikan. Gagasan cukup kreatif dan menawarkan solusi yang menarik. Gagasan sangat kreatif, orisinal, dan berpotensi memberikan dampak besar.

Soal Nomor 10 (Pseudocode Algoritma Prediksi)

Indikator Baru Memulai (0-3) Berkembang (4-6) Cakap (7-8) Mahir (9-10)
Logika Algoritma Pseudocode tidak logis atau tidak mewakili proses prediksi sama sekali. Logika algoritma dasar ada, namun banyak kekeliruan atau langkah yang hilang. Logika algoritma cukup baik dan mewakili proses prediksi secara umum. Logika algoritma sangat baik, runtut, dan efisien untuk proses prediksi.
Kesesuaian dengan Prediksi (Curah Hujan, Suhu) Variabel atau input data tidak mencerminkan curah hujan dan suhu. Input data curah hujan/suhu ada, namun penggunaannya dalam logika kurang tepat. Input data curah hujan dan suhu digunakan dengan tepat dalam logika prediksi. Penggunaan data curah hujan dan suhu sangat efektif dan akurat dalam logika prediksi.
Sintaks Pseudocode Penggunaan kata kunci dan struktur pseudocode sangat tidak standar atau membingungkan. Beberapa sintaks pseudocode tidak sesuai standar atau kurang jelas. Sintaks pseudocode sebagian besar sudah sesuai standar dan cukup jelas. Sintaks pseudocode sangat sesuai standar, konsisten, dan mudah dibaca.
Kejelasan Langkah-langkah Langkah-langkah dalam pseudocode sangat sulit dipahami atau tidak berurutan. Langkah-langkah cukup sulit dipahami atau memiliki alur yang kurang jelas. Langkah-langkah cukup jelas dan berurutan, mempermudah pemahaman proses. Langkah-langkah sangat jelas, terstruktur, dan mudah diikuti untuk implementasi kode.

REKAP NILAI ASESMEN AKHIR PERTEMUAN 1

No Nama Peserta Didik Skor Pilihan Ganda (max 50) Skor Jawaban Singkat (max 30) Skor Uraian (max 20) Total Skor (max 100) Nilai Akhir (0-100) Keterangan (Tuntas/Belum Tuntas)
1 [Nama Siswa 1]
2 [Nama Siswa 2]

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.