ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN PERTEMUAN
- Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
- Guru: Evi Yulinawati, S.Pd
- Mata Pelajaran: Geografi
- Kelas/Rombel: XII
- Tingkat/Fase: XII / Fase F
- Semester: Ganjil
- Tahun Pelajaran: 2026/2027
- Pertemuan: 3 dari 3
- Tanggal/Rentang: 2026-08-03 s.d. 2026-08-09
- Topik: Wilayah dan Tata Ruang
- Fokus Kegiatan: Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian.
- Asesmen Pertemuan: Asesmen Kinerja/Produk dan Refleksi
- Alokasi Waktu RPP: Pertemuan 3 dari 3 · 5 JP (225 menit)
- Model: Problem Based Learning
- Metode: Diskusi, Studi Kasus, Presentasi
- Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Kolaborasi
ASESMEN AWAL (Pra-Tes)
Tujuan: Mengukur kesiapan peserta didik dalam memahami konsep wilayah dan tata ruang, serta mengidentifikasi miskonsepsi awal.
- Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan konsep wilayah?
a. Kawasan geografis yang memiliki batas administratif yang jelas.
b. Suatu area di permukaan bumi yang memiliki karakteristik fisik dan/atau sosial-budaya tertentu yang membedakannya dari area lain.
c. Wilayah yang ditentukan oleh kegiatan ekonomi penduduknya saja.
d. Semua area yang memiliki sumber daya alam melimpah. - Apa yang dimaksud dengan tata ruang?
a. Pengaturan ruang kelas.
b. Proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang dan sumber daya alam.
c. Penataan kota tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan.
d. Penggunaan lahan untuk pertanian saja. - Salah satu keuntungan posisi strategis Indonesia adalah kelautan. Jelaskan dampaknya terhadap pemanfaatan sumber daya alam!
- Apakah menurut Anda pembangunan kawasan industri di dekat pemukiman penduduk selalu menguntungkan? Jelaskan alasan Anda!
- Bagaimana peran teknologi dalam pengelolaan tata ruang di era digital saat ini?
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban: b. Penjelasan: Konsep wilayah mencakup karakteristik fisik dan sosial-budaya yang membedakan satu area dengan area lain.
- Jawaban: b. Penjelasan: Tata ruang adalah proses komprehensif dalam pemanfaatan ruang dan sumber daya alam.
- Jawaban bervariasi, namun diharapkan mencakup potensi perikanan, perdagangan maritim, pariwisata bahari, dan jalur transportasi laut.
- Jawaban bervariasi, diharapkan peserta didik dapat mengidentifikasi potensi dampak positif (ekonomi, lapangan kerja) dan negatif (lingkungan, kesehatan, sosial).
- Jawaban bervariasi, diharapkan peserta didik menyebutkan peran seperti SIG (Sistem Informasi Geografis), pemodelan spasial, data citra satelit, dan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk analisis tata ruang yang lebih efisien.
Interpretasi: Jawaban yang benar menunjukkan pemahaman dasar tentang wilayah dan tata ruang. Jawaban yang keliru atau tidak lengkap mengindikasikan adanya miskonsepsi yang perlu diperbaiki melalui pembelajaran.
ASESMEN PROSES
Tujuan: Mengamati dan menilai partisipasi aktif, kolaborasi, serta pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran.
Lembar Observasi Keaktifan dan Kolaborasi
| No | Nama Peserta Didik | Keaktifan dalam Diskusi | Kontribusi Ide/Gagasan | Kemampuan Berkolaborasi | Kemampuan Menganalisis Studi Kasus | Catatan Umpan Balik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [Nama Siswa 1] | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | [Catatan Guru] |
| 2 | [Nama Siswa 2] | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | Belum Tampak / Mulai Tampak / Konsisten | [Catatan Guru] |
Exit Ticket
Tujuan: Menilai pemahaman akhir peserta didik terhadap materi dan mengidentifikasi poin penting yang perlu diperkuat.
- Sebutkan satu konsep wilayah atau tata ruang yang paling Anda pahami setelah pembelajaran hari ini!
- Apa tantangan terbesar dalam menerapkan tata ruang yang berkelanjutan di Indonesia, menurut pendapat Anda?
- Bagaimana Anda melihat potensi penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) atau Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam pengelolaan wilayah di masa depan?
ASESMEN AKHIR (Sumatif)
Tujuan: Menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep wilayah dan tata ruang dalam konteks studi kasus, serta merefleksikan proses pembelajaran.
Soal Pilihan Ganda (5 Soal)
- Dalam perencanaan tata ruang kota, aspek yang paling penting untuk dipertimbangkan agar tercipta lingkungan yang sehat dan nyaman bagi penduduk adalah:
a. Peningkatan jumlah pusat perbelanjaan.
b. Penyediaan ruang terbuka hijau dan pengelolaan limbah yang efektif.
c. Pembangunan gedung pencakar langit sebanyak mungkin.
d. Memprioritaskan pembangunan jalan tol di setiap area. - Suatu wilayah dikatakan memiliki "keunggulan lokasi" jika:
a. Memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.
b. Lokasinya strategis dan mudah dijangkau, serta memiliki potensi ekonomi yang tinggi.
c. Dikelilingi oleh pegunungan yang tinggi.
d. Memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. - Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) dalam studi kasus tata ruang berfungsi untuk:
a. Menilai keindahan alam suatu wilayah.
b. Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perencanaan tata ruang.
c. Menghitung jumlah penduduk suatu daerah.
d. Merencanakan pembangunan infrastruktur transportasi. - Pemanfaatan teknologi seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam pengelolaan tata ruang sangat membantu dalam hal:
a. Mengurangi jumlah penduduk di suatu wilayah.
b. Membuat peta tematik dan analisis keruangan secara cepat dan akurat.
c. Mengatur jadwal pelajaran di sekolah.
d. Menciptakan lapangan kerja baru secara otomatis. - Salah satu prinsip dasar dalam tata ruang yang berkelanjutan adalah:
a. Memanfaatkan sumber daya alam tanpa batas untuk pembangunan ekonomi semata.
b. Menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
c. Memprioritaskan pembangunan industri berat di semua wilayah.
d. Mengabaikan dampak lingkungan demi kemajuan teknologi.
Soal Jawaban Singkat (3 Soal)
- Jelaskan secara singkat konsep "kawasan fungsional" dalam tata ruang!
- Sebutkan dua contoh pemanfaatan sumber daya alam yang dapat menimbulkan konflik dalam pengelolaan wilayah!
- Bagaimana Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat diintegrasikan dalam pembelajaran tata ruang, khususnya terkait potensi pangan lokal?
Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)
- Amati sebuah studi kasus tentang pengembangan kawasan wisata di wilayah Anda atau wilayah lain yang Anda ketahui. Analisis penerapan konsep wilayah dan tata ruang dalam pengembangan tersebut. Identifikasi keuntungan dan kerugiannya, serta berikan saran perbaikan berdasarkan prinsip tata ruang yang berkelanjutan. (Mengacu pada DPL: Penalaran Kritis, Kolaborasi)
- Bayangkan Anda adalah seorang perencana tata ruang. Buatlah rancangan sederhana (dalam bentuk deskripsi atau flowchart sederhana) bagaimana KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat digunakan untuk memprediksi potensi bencana alam di suatu wilayah berdasarkan data topografi, iklim, dan aktivitas manusia. (Mengacu pada DPL: Penalaran Kritis)
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi unsur penting dalam perencanaan tata ruang kota yang berkelanjutan. | Konsep Tata Ruang Berkelanjutan | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Menjelaskan definisi "keunggulan lokasi" suatu wilayah. | Konsep Wilayah dan Keunggulan Lokasi | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Menjelaskan fungsi analisis SWOT dalam studi kasus tata ruang. | Analisis Studi Kasus Tata Ruang | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Menjelaskan manfaat penggunaan SIG dalam pengelolaan tata ruang. | Teknologi dalam Tata Ruang (SIG) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Mengidentifikasi prinsip dasar tata ruang yang berkelanjutan. | Konsep Tata Ruang Berkelanjutan | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menjelaskan konsep kawasan fungsional dalam tata ruang. | Konsep Wilayah dan Tata Ruang | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 1 |
| 7 | Menyebutkan contoh pemanfaatan sumber daya alam yang berpotensi menimbulkan konflik. | Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Konflik Wilayah | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 2 |
| 8 | Menjelaskan integrasi Program SIKAP dalam pembelajaran tata ruang terkait pangan lokal. | Integrasi SIKAP dan Tata Ruang Pangan | C3 (Mengaplikasi) | Jawaban Singkat | 3 |
| 9 | Menganalisis penerapan konsep wilayah dan tata ruang dalam studi kasus pengembangan kawasan wisata, serta memberikan saran perbaikan. | Studi Kasus Tata Ruang dan Pembangunan Berkelanjutan | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 1 |
| 10 | Merancang sederhana aplikasi KKA untuk prediksi potensi bencana alam berdasarkan data geografis. | Integrasi KKA dalam Prediksi Bencana dan Tata Ruang | C4 (Menganalisis) / C5 (Mengevaluasi) | Uraian/Tugas Kontekstual | 2 |
KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN ASESMEN AKHIR
Kunci Jawaban Pilihan Ganda:
- b
- b
- b
- b
- b
Kunci Jawaban Jawaban Singkat:
- Kawasan fungsional adalah suatu wilayah yang dicirikan oleh aktivitas atau fungsi tertentu yang dominan, misalnya kawasan industri, kawasan pertanian, kawasan permukiman, atau kawasan lindung.
- Dua contoh: 1. Eksploitasi sumber daya mineral (pertambangan) yang merusak lingkungan dan mengganggu lahan pertanian/permukiman. 2. Pembangunan bendungan untuk irigasi yang menggenangi lahan subur atau memindahkan penduduk.
- Program SIKAP dapat diintegrasikan dengan pembelajaran tata ruang melalui identifikasi potensi pangan lokal di Tuban (misal: komoditas unggulan, lahan pertanian potensial), perencanaan sistem distribusi pangan yang efisien, atau pengembangan agribisnis berkelanjutan yang memanfaatkan teknologi (seperti KKA untuk prediksi hasil panen atau deteksi hama).
Penskoran dan Rumus Nilai:
Skor per Soal:
- Pilihan Ganda: 5 soal x 4 poin/soal = 20 poin
- Jawaban Singkat: 3 soal x 8 poin/soal = 24 poin
- Uraian/Tugas Kontekstual: 2 soal x 28 poin/soal = 56 poin
- Total Skor Maksimal = 20 + 24 + 56 = 100 poin
Rumus Nilai Akhir:
Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
RUBRIK PENILAIAN KINERJA/PRODUK (Presentasi Kelompok)
Indikator Penilaian:
| Indikator | Baru Memulai (1-20) | Berkembang (21-40) | Cakap (41-60) | Mahir (61-80) | Skor |
|---|---|---|---|---|---|
| Konten Analisis (Ketepatan konsep wilayah & tata ruang, kedalaman analisis studi kasus) |
Analisis sangat dangkal, banyak kesalahan konsep. | Analisis cukup baik, ada beberapa konsep yang kurang tepat atau kurang mendalam. | Analisis baik, konsep tepat, kedalaman cukup memadai. | Analisis sangat baik, konsep tepat, kedalaman analisis mendalam dan kritis. | |
| Kejelasan Penyampaian (Penggunaan bahasa, kelancaran, struktur presentasi) |
Sulit dipahami, bahasa tidak jelas, struktur berantakan. | Cukup jelas, namun terkadang kurang lancar atau struktur kurang terorganisir. | Jelas, bahasa mudah dipahami, struktur presentasi logis. | Sangat jelas, bahasa efektif, penyampaian lancar, struktur presentasi sangat baik. | |
| Kemampuan Menjawab Pertanyaan (Ketepatan, kedalaman, dan kepercayaan diri saat menjawab) |
Tidak mampu menjawab pertanyaan atau jawabannya salah. | Mampu menjawab beberapa pertanyaan, namun kurang tepat atau kurang mendalam. | Mampu menjawab sebagian besar pertanyaan dengan baik dan cukup mendalam. | Mampu menjawab semua pertanyaan dengan tepat, mendalam, dan percaya diri. | |
| Kolaborasi Tim (Pembagian tugas, kerjasama, partisipasi anggota) |
Tampak tidak ada kerjasama, pembagian tugas tidak jelas, hanya satu/dua orang yang aktif. | Kerjasama mulai terlihat, namun belum merata, ada anggota yang kurang aktif. | Kerjasama baik, pembagian tugas cukup merata, partisipasi anggota aktif. | Kerjasama sangat baik, pembagian tugas jelas dan adil, semua anggota berpartisipasi aktif. | |
| Total Skor | |||||
Catatan: Skor maksimal per indikator adalah 80. Total skor maksimal untuk presentasi adalah 320.
REKAP NILAI ASESMEN PERTEMUAN 3
| No | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Awal (Pra-Tes) | Nilai Asesmen Proses (Observasi/Exit Ticket) | Nilai Asesmen Akhir (Sumatif) | Nilai Kinerja/Produk (Presentasi) | Nilai Akhir Pertemuan | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | [Nama Siswa 1] | ||||||
| 2 | [Nama Siswa 2] |
TINDAK LANJUT HASIL ASESMEN
Analisis Hasil Asesmen:
- Peserta didik menunjukkan pemahaman yang bervariasi mengenai konsep wilayah dan tata ruang.
- Asesmen awal mengidentifikasi beberapa miskonsepsi terkait definisi dan penerapan tata ruang yang berkelanjutan.
- Asesmen proses menunjukkan tingkat kolaborasi dan keaktifan yang berbeda antar kelompok.
- Asesmen akhir menunjukkan kemampuan peserta didik dalam menganalisis studi kasus dan mengintegrasikan teknologi (KKA) serta program SIKAP.
Remedial:
- Bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan pada asesmen akhir, akan diberikan pendalaman materi melalui studi kasus tambahan atau penjelasan konsep yang lebih rinci terkait aspek yang masih lemah.
- Penekanan pada pemahaman konsep dasar wilayah dan tata ruang, serta pentingnya integrasi teknologi KKA dan Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban dalam pengelolaan wilayah.
Pengayaan:
- Bagi peserta didik yang telah mencapai atau melampaui kriteria ketuntasan, akan diberikan tugas pengayaan berupa studi literatur lebih lanjut mengenai inovasi tata ruang berbasis data spasial dan kecerdasan buatan, atau riset kecil mengenai potensi pengembangan agribisnis berkelanjutan di wilayah Tuban.
- Peserta didik dapat diminta untuk mempresentasikan hasil riset atau analisis mereka di depan kelas pada pertemuan berikutnya.
Diferensiasi:
- Konten: Menyediakan sumber belajar tambahan yang beragam (video, artikel, infografis) sesuai dengan gaya belajar peserta didik.
- Proses: Memberikan pilihan metode presentasi (misalnya, poster digital, video pendek, presentasi lisan) untuk tugas kelompok.
- Produk: Mengizinkan peserta didik untuk mengeksplorasi studi kasus yang lebih spesifik sesuai minat mereka, selama masih relevan dengan topik wilayah dan tata ruang.
Tindak Lanjut Guru:
- Menganalisis secara mendalam hasil asesmen untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pembelajaran serta merancang perbaikan di masa mendatang.
- Melakukan refleksi terhadap efektivitas model pembelajaran (Problem Based Learning) dan metode yang digunakan.
- Mempersiapkan materi atau tugas untuk pertemuan selanjutnya jika diperlukan, berdasarkan rekomendasi dari hasil asesmen.
- Memantau perkembangan peserta didik yang mendapatkan remedial dan pengayaan secara berkala.