← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 2 - Geografi XII - Wilayah dan Tata Ruang

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS SESI ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Evi Yulinawati, S.Pd
Mata Pelajaran Geografi
Kelas/Fase XII / Fase F
Topik Wilayah dan Tata Ruang
Pertemuan 2 dari 3
Alokasi Waktu 5 JP (225 menit)

Tujuan Pembelajaran yang Diasesmen

Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep wilayah, perwilayahan, dan prinsip pengembangan wilayah dalam menganalisis studi kasus perencanaan pembangunan daerah dengan memberikan minimal tiga contoh penerapan yang konkret dan logis.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila yang Terkait

Penalaran Kritis, Kolaborasi

Asesmen Awal Pembelajaran

Tujuan

Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep wilayah dan tata ruang, serta memotivasi mereka untuk belajar.

Bentuk/Instrumen

Pertanyaan lisan/diskusi singkat, pengamatan terhadap respons peserta didik.

Teknik

Observasi, Tanya Jawab.

Bukti yang Dinilai

Tingkat pemahaman awal, keaktifan dalam berpendapat.

Kriteria Keberhasilan

Peserta didik menunjukkan adanya pemahaman dasar atau ketertarikan terhadap topik.

Tindak Lanjut

Guru menyesuaikan kedalaman penjelasan materi pada tahap inti berdasarkan pemahaman awal peserta didik. (Assessment for Learning)

Asesmen pada Proses Pembelajaran

Tujuan

Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran, mengidentifikasi kesulitan, dan memberikan umpan balik konstruktif.

Bentuk/Instrumen

Lembar Observasi, Pertanyaan Formatif (Exit Ticket).

Teknik

Observasi, Tanya Jawab.

Bukti yang Dinilai

Keaktifan dalam diskusi, kontribusi ide, kemampuan bertanya, pemahaman konsep dasar, dan kemampuan mengaplikasikan.

Kriteria Keberhasilan

Peserta didik menunjukkan peningkatan pemahaman dan mulai mampu mengaplikasikan konsep.

Tindak Lanjut

Guru memberikan penguatan pada konsep yang masih sulit dipahami, memberikan contoh tambahan, atau mengarahkan peserta didik untuk mencari informasi lebih lanjut. (Assessment as Learning)

Asesmen Akhir Pembelajaran

Tujuan

Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, yaitu kemampuan mengaplikasikan konsep wilayah, perwilayahan, dan prinsip pengembangan wilayah dalam menganalisis studi kasus perencanaan pembangunan daerah.

Bentuk/Instrumen

Soal Pilihan Ganda, Soal Jawaban Singkat, dan Soal Uraian/Tugas Kontekstual.

Teknik

Tes Tertulis, Penugasan.

Bukti yang Dinilai

Kemampuan menganalisis, mengaplikasikan konsep, dan memberikan solusi konkret.

Kriteria Keberhasilan

Peserta didik mampu memberikan minimal tiga contoh penerapan yang konkret dan logis dalam analisis studi kasus.

Tindak Lanjut

Guru memberikan umpan balik individual, remedial bagi yang belum mencapai kriteria, dan pengayaan bagi yang sudah mencapai kriteria. (Assessment of Learning)


KISI-KISI ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi ciri-ciri wilayah fungsional. Konsep Wilayah dan Perwilayahan C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan pusat pertumbuhan wilayah. Konsep Wilayah dan Perwilayahan C2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Menganalisis dampak pembangunan infrastruktur terhadap konektivitas antarwilayah. Prinsip Pengembangan Wilayah C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 3
4 Menentukan strategi pengembangan wilayah berdasarkan potensi sumber daya alam dan manusia. Prinsip Pengembangan Wilayah C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 4
5 Mengklasifikasikan jenis-jenis tata ruang berdasarkan fungsinya. Tata Ruang C2 (Memahami) Pilihan Ganda 5
6 Menjelaskan pentingnya zonasi dalam perencanaan tata ruang. Tata Ruang C3 (Menerapkan) Jawaban Singkat 6
7 Mengaplikasikan konsep teori lokasi dalam menentukan pemilihan lokasi industri. Prinsip Pengembangan Wilayah C3 (Menerapkan) Jawaban Singkat 7
8 Memberikan contoh konkret penerapan konsep *agropolitan* dalam pengembangan wilayah pedesaan. Prinsip Pengembangan Wilayah C3 (Menerapkan) Jawaban Singkat 8
9 Menganalisis studi kasus perencanaan pembangunan daerah pesisir, berikan minimal tiga contoh penerapan konsep wilayah dan tata ruang yang konkret dan logis. Studi Kasus Perencanaan Pembangunan Daerah C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 9
10 Merancang usulan sederhana untuk mengatasi masalah kesenjangan pembangunan antarwilayah di Indonesia, sertakan analisis potensi wilayah dan pemanfaatan teknologi. Integrasikan ide penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk pemetaan potensi pangan dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam optimalisasi lahan pertanian. Studi Kasus Perencanaan Pembangunan Daerah C5 (Mengevaluasi) Uraian/Tugas Kontekstual 10

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

Soal Pilihan Ganda

  1. Perhatikan ciri-ciri berikut:
    1. Adanya interaksi antarwilayah yang intensif.
    2. Wilayah yang terbentuk berdasarkan kesamaan karakteristik fisik.
    3. Adanya pusat kegiatan yang mempengaruhi wilayah sekitarnya.
    4. Wilayah yang memiliki batas tegas dan permanen.
    Ciri-ciri yang menunjukkan wilayah fungsional adalah...
    1. a, b, c
    2. a, c, d
    3. a, c
    4. b, d
  2. Faktor utama yang mendorong terbentuknya pusat pertumbuhan wilayah adalah...
    1. Ketersediaan sumber daya alam yang melimpah.
    2. Adanya potensi geografis yang unik.
    3. Kemudahan aksesibilitas dan jaringan transportasi.
    4. Konsentrasi penduduk yang tinggi.
  3. Pembangunan jalan tol Trans-Jawa memberikan dampak positif yang signifikan terhadap konektivitas antarwilayah, terutama dalam hal...
    1. Meningkatkan biaya logistik barang.
    2. Memperlambat arus barang dan jasa.
    3. Memperluas jangkauan pasar dan mempercepat distribusi.
    4. Mengurangi mobilitas penduduk antar daerah.
  4. Sebuah daerah memiliki potensi sumber daya mineral yang tinggi namun minim tenaga kerja terampil. Strategi pengembangan wilayah yang paling tepat adalah...
    1. Fokus pada pengembangan sektor pertanian.
    2. Mendorong investasi pada industri pengolahan hasil tambang dengan mendatangkan tenaga ahli.
    3. Mengembangkan sektor pariwisata berbasis alam.
    4. Membatasi eksploitasi sumber daya mineral.
  5. Tata ruang kota yang mengalokasikan area perumahan, industri, perdagangan, dan ruang terbuka hijau secara terpisah berdasarkan fungsinya disebut...
    1. Tata ruang campuran
    2. Tata ruang terpadu
    3. Tata ruang terpadu
    4. Tata ruang zonasi

Soal Jawaban Singkat

  1. Jelaskan mengapa zonasi dalam perencanaan tata ruang sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang tertata dan berkelanjutan!
  2. Seorang pengusaha ingin mendirikan pabrik tekstil. Berdasarkan teori lokasi, faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi pabrik yang strategis?
  3. Berikan satu contoh konkret penerapan konsep *agropolitan* dalam pengembangan wilayah pedesaan yang memanfaatkan sumber daya pertanian lokal!

Soal Uraian/Tugas Kontekstual

  1. Analisis studi kasus berikut: Sebuah wilayah pesisir menghadapi tantangan berupa abrasi pantai, penurunan hasil tangkapan ikan, dan urbanisasi yang tidak terkendali. Lakukan analisis terhadap kondisi tersebut dan berikan minimal tiga contoh penerapan konsep wilayah dan tata ruang yang konkret dan logis untuk mengatasi permasalahan tersebut serta mendorong pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir!
  2. Indonesia masih menghadapi masalah kesenjangan pembangunan antarwilayah. Buatlah sebuah usulan sederhana untuk mengatasi kesenjangan tersebut di salah satu wilayah yang Anda ketahui. Dalam usulan Anda, sertakan analisis potensi wilayah tersebut, bagaimana pemanfaatan teknologi dapat membantu, serta integrasikan ide penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk pemetaan potensi pangan dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam optimalisasi lahan pertanian yang ada di wilayah tersebut!

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

No Soal Kunci Jawaban Skor Maksimal
1 c. a, c 1
2 c. Kemudahan aksesibilitas dan jaringan transportasi. 1
3 c. Memperluas jangkauan pasar dan mempercepat distribusi. 1
4 b. Mendorong investasi pada industri pengolahan hasil tambang dengan mendatangkan tenaga ahli. 1
5 d. Tata ruang zonasi 1
6 Zonasi penting untuk memisahkan fungsi lahan yang berbeda (misalnya, perumahan, industri, komersial) guna mencegah konflik, menjaga kualitas lingkungan, dan memastikan keselamatan penghuni. Contoh: memisahkan kawasan industri dari pemukiman untuk mengurangi polusi. 3
7 Faktor yang dipertimbangkan meliputi: kedekatan dengan sumber bahan baku (sumber daya alam), kedekatan dengan pasar (konsumen), ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan infrastruktur (transportasi, energi), dan biaya produksi. 3
8 Contoh: Pengembangan sentra produksi beras organik di desa X yang dikelola oleh kelompok tani, dengan memanfaatkan pupuk organik lokal dan sistem irigasi yang efisien. Hasil panen didistribusikan langsung ke pasar atau diolah menjadi produk turunan beras. 3
9 Jawaban harus mencakup:
  • Analisis masalah: Abrasi, penurunan hasil tangkap ikan, urbanisasi tidak terkendali.
  • Penerapan Konsep Wilayah:
    • Pengembangan wilayah pesisir sebagai pusat ekowisata bahari berbasis masyarakat.
    • Pengembangan perikanan budidaya (misal: keramba jaring apung) untuk diversifikasi sumber pendapatan nelayan.
    • Pengendalian alih fungsi lahan pantai untuk mencegah urbanisasi liar dan menjaga ekosistem mangrove.
  • Penerapan Tata Ruang:
    • Penetapan zona lindung pantai (misal: penanaman mangrove) sebagai penahan abrasi.
    • Penetapan zona budidaya perikanan terpadu.
    • Penetapan zona pemukiman yang teratur dan layak huni, dengan memperhatikan risiko bencana.
  • Minimal 3 contoh konkret dan logis.
10
10 Jawaban harus mencakup:
  • Identifikasi wilayah yang mengalami kesenjangan (misal: wilayah timur Indonesia).
  • Analisis potensi wilayah tersebut (misal: sumber daya alam, budaya, pariwisata).
  • Usulan pemanfaatan teknologi (misal: teknologi informasi untuk akses pasar, teknologi pertanian presisi).
  • Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA):
    • Penggunaan algoritma machine learning (misal: klasifikasi citra satelit) untuk pemetaan lahan pertanian potensial dan jenis tanaman yang cocok.
    • Pengembangan aplikasi berbasis *computer vision* untuk deteksi dini hama dan penyakit pada tanaman padi Tuban.
  • Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban:
    • Optimalisasi lahan pertanian melalui penerapan sistem hidroponik atau *vertical farming* di lahan terbatas.
    • Pengembangan lumbung desa digital yang dikelola masyarakat dengan pencatatan stok berbasis *blockchain*.
    • Promosi agribisnis bernilai tinggi yang memanfaatkan produk lokal.
  • Keterkaitan usulan dengan konsep wilayah dan tata ruang.
10

Total Skor Maksimal

30

Rumus Nilai Akhir

Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 30) x 100


RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal No. 9 & 10)

Indikator Penilaian Baru Memulai (Skor 1-2) Berkembang (Skor 3-4) Cakap (Skor 5-7) Mahir (Skor 8-10)
Kemampuan Menganalisis Studi Kasus dan Identifikasi Masalah Hanya menyebutkan masalah tanpa analisis mendalam. Menyebutkan masalah dan mencoba mengaitkannya dengan konsep wilayah. Menganalisis masalah dengan cukup baik dan mengaitkannya dengan konsep wilayah dan tata ruang. Menganalisis masalah secara komprehensif dan mendalam, mengaitkannya dengan berbagai aspek wilayah dan tata ruang.
Aplikasi Konsep Wilayah dan Tata Ruang Penerapan konsep sangat umum dan tidak spesifik. Menerapkan beberapa konsep dengan contoh yang kurang konkret. Menerapkan konsep wilayah dan tata ruang dengan contoh yang cukup konkret dan logis. Menerapkan konsep wilayah dan tata ruang secara inovatif dengan contoh yang sangat konkret, logis, dan relevan.
Kreativitas dan Inovasi (Khusus Soal No. 10) Tidak ada ide inovatif atau integrasi teknologi/KKA/SIKAP. Ide inovatif atau integrasi teknologi/KKA/SIKAP masih terbatas. Menunjukkan ide inovatif dan mampu mengintegrasikan teknologi/KKA/SIKAP dengan cukup baik. Menunjukkan ide yang sangat inovatif dan mampu mengintegrasikan teknologi/KKA/SIKAP secara efektif dan terpadu.
Kelengkapan dan Logika Jawaban Jawaban tidak lengkap dan kurang logis. Jawaban cukup lengkap namun logika kurang kuat. Jawaban lengkap dan logis, memenuhi sebagian besar kriteria. Jawaban sangat lengkap, terstruktur dengan baik, dan sangat logis, memenuhi semua kriteria.

REKAP NILAI SISWA

No Absen Nama Siswa Nilai Asesmen Awal Nilai Asesmen Proses (Observasi) Nilai Asesmen Akhir (Tertulis) Nilai Tugas Kontekstual Nilai Akhir Tindak Lanjut

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.