PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 2 DARI 3
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Evi Yulinawati, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Geografi |
| Kelas/Semester | XII / Ganjil |
| Alokasi Waktu | 5 JP (225 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan peserta didik akan dipetakan melalui observasi awal dan pertanyaan pemantik. Pengetahuan awal tentang konsep wilayah dan tata ruang akan digali melalui diskusi singkat. Minat belajar akan ditumbuhkan melalui penyajian kasus yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Kebutuhan belajar yang beragam akan diakomodasi melalui variasi aktivitas dan pemberian pilihan dalam tugas. |
| Materi Pelajaran | Materi tentang konsep wilayah, perwilayahan, karakteristik wilayah, serta prinsip pengembangan wilayah dalam perencanaan pembangunan memiliki relevansi tinggi dengan kehidupan nyata peserta didik dalam konteks spasial dan sosial. Tingkat kesulitan materi ini sedang, membutuhkan pemahaman konseptual dan kemampuan analisis. Struktur materi bersifat hierarkis, dimulai dari konsep dasar hingga aplikasi dalam perencanaan. Potensi miskonsepsi terkait batas wilayah, fungsi wilayah, dan dampak pembangunan perlu diantisipasi. Integrasi nilai-nilai seperti tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, dan kerja sama akan ditanamkan. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Penalaran Kritis, Kolaborasi |
| Capaian Pembelajaran |
Elemen Pemahaman Konsep: Menganalisis keuntungan dari posisi strategis wilayah Indonesia dari sisi astronomis, geografis, geologis dan pemanfaatan sumber daya alam yang ada; memahami pola keanekaragaman hayati Indonesia dan dunia; memahami karakteristik geografi penduduk di wilayah Indonesia; memahami perubahan iklim, kebencanaan, dan lingkungan hidup sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kondisi alam Indonesia; dan memahami kewilayahan dan pembangunan serta kerja sama antarnegara.
Elemen Keterampilan Proses: Mengamati fenomena di Indonesia dan/atau dunia untuk memahami pola dan karakteristik, serta membuat pertanyaan ilmiah guna menggali informasi secara mendalam; mengumpulkan data melalui observasi langsung dan/atau kajian pustaka, mendokumentasikan data secara sistematis, menganalisis data dengan pendekatan ilmiah, dan menyimpulkan hasil analisis untuk menjawab pertanyaan; mengomunikasikan hasil analisis dalam berbagai media, seperti peta, grafik, tabel, infografis, dan aplikasi digital, serta merefleksi proses serta hasil yang diperoleh untuk menyempurnakan pemahaman dan merencanakan pengembangan lebih lanjut; dan membuat projek kolaboratif tentang fenomena geografi di Indonesia dan/atau dunia menggunakan teknologi geospasial. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pembahasan mengenai wilayah dan tata ruang sangat erat kaitannya dengan disiplin ilmu lain, seperti Sosiologi untuk memahami interaksi sosial dalam wilayah, Ekonomi untuk analisis potensi dan pengembangan ekonomi wilayah, serta Teknologi Informasi untuk pemetaan dan analisis data spasial. Dalam pembelajaran ini, peserta didik akan diajak untuk memahami bagaimana konsep-konsep ini terintegrasi, serta bagaimana pemanfaatan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis data geospasial dan penerapan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban dapat memberikan solusi inovatif terhadap permasalahan wilayah dan pangan. |
| Tujuan Pembelajaran | Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep wilayah, perwilayahan, dan prinsip pengembangan wilayah dalam menganalisis studi kasus perencanaan pembangunan daerah dengan memberikan minimal tiga contoh penerapan yang konkret dan logis. |
| Topik Pembelajaran | Pendalaman dan Pengaplikasian Konsep Wilayah dan Tata Ruang dalam Perencanaan Pembangunan |
| Praktik Pedagogis |
Model pembelajaran yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL) karena relevan dengan fokus kegiatan pertemuan yang menekankan pada pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. Sintaks PBL akan diterapkan sebagai berikut:
|
| Kemitraan Pembelajaran | Untuk memperkaya pemahaman peserta didik, dapat dilakukan kolaborasi ringan dengan guru Geografi lain atau guru dari mata pelajaran terkait seperti Ekonomi untuk mendiskusikan aspek ekonomi dalam perencanaan wilayah. Selain itu, pemanfaatan sumber belajar digital seperti jurnal ilmiah atau data statistik dari instansi terkait juga dapat menjadi bagian dari kemitraan ini. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran akan dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dengan memanfaatkan proyektor dan akses internet untuk menampilkan studi kasus dan sumber belajar digital. Budaya belajar yang aman, inklusif, dan kolaboratif akan terus ditumbuhkan. |
| Pemanfaatan Digital | Peserta didik akan menggunakan laptop atau gawai untuk mencari informasi terkait studi kasus, mengakses peta digital, serta menggunakan aplikasi pengolah data sederhana untuk analisis awal. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna |
|
|
30 menit | Keikutsertaan dalam diskusi, respons terhadap pertanyaan pemantik. |
| INTI - MEMAHAMI | Bermakna, Menggembirakan |
|
|
75 menit | Diskusi kelompok, tanya jawab, hasil identifikasi masalah dalam LKPD. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Bermakna, Menggembirakan |
|
|
75 menit | Rekomendasi kebijakan dalam LKPD, infografis/peta konsep, presentasi kelompok. |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran, Bermakna |
|
|
30 menit | Partisipasi dalam diskusi refleksi, jawaban atas pertanyaan reflektif. |
| PENUTUP | Menggembirakan, Bermakna |
|
|
15 menit | Kehadiran dan partisipasi aktif dalam penutup pembelajaran. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran |
|
| Asesmen pada Proses Pembelajaran |
|
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran |
|
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mengaplikasikan konsep wilayah, perwilayahan, dan prinsip pengembangan wilayah dalam menganalisis studi kasus perencanaan pembangunan daerah dengan memberikan minimal tiga contoh penerapan yang konkret dan logis.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan Menganalisis Studi Kasus | Hanya mengidentifikasi beberapa aspek permukaan studi kasus tanpa analisis mendalam. | Mampu mengidentifikasi masalah utama dan beberapa faktor penyebab dalam studi kasus, namun analisis belum komprehensif. | Mampu menganalisis studi kasus secara menyeluruh, mengaitkan berbagai faktor (geografis, ekonomi, sosial) yang memengaruhi. | Mampu menganalisis studi kasus secara kritis, mendalam, dan mampu mengidentifikasi implikasi jangka panjang dari setiap faktor. |
| Pengaplikasian Konsep Wilayah dan Tata Ruang | Kesulitan menerapkan konsep wilayah dan tata ruang dalam analisis. | Mampu menerapkan beberapa konsep wilayah dan tata ruang secara terpisah, namun belum terintegrasi. | Mampu mengaplikasikan konsep wilayah, perwilayahan, dan prinsip pengembangan wilayah secara terintegrasi dalam analisis studi kasus. | Mampu mengaplikasikan konsep wilayah dan tata ruang secara inovatif dan kreatif, serta mampu memprediksi dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. |
| Rumusan Rekomendasi Kebijakan | Rekomendasi kebijakan tidak jelas, tidak relevan, atau tidak didukung argumen. | Rekomendasi kebijakan cukup relevan, namun argumen pendukung masih lemah atau kurang spesifik. | Rekomendasi kebijakan jelas, relevan, dan didukung oleh analisis studi kasus serta minimal tiga contoh penerapan yang konkret dan logis. | Rekomendasi kebijakan sangat jelas, relevan, inovatif, didukung argumen kuat, dan mencakup solusi yang terintegrasi serta berkelanjutan. |
| Kualitas Presentasi dan Kolaborasi | Presentasi kurang terstruktur, sulit dipahami, dan partisipasi anggota kelompok minim. | Presentasi cukup jelas, namun ada anggota yang kurang aktif berkontribusi atau pemahaman kurang merata. | Presentasi terstruktur, jelas, dan seluruh anggota kelompok berpartisipasi aktif dalam penyampaian materi dan tanya jawab. | Presentasi sangat menarik, interaktif, informatif, dan menunjukkan kolaborasi tim yang solid serta pemahaman mendalam dari semua anggota. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Juli 2026 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Evi Yulinawati, S.Pd NIP. •••••••••••••••• |