PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 5 DARI 5
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| NIP Guru | 196909172008012017 |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Fase | X / Fase E |
| Semester | Genap |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 5 dari 5 |
| Tanggal/Rentang | 2027-05-03 s.d. 2027-05-09 |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
| Topik | Menjadi warga negara yang baik |
| Fokus Kegiatan Pertemuan | Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian. |
| Asesmen yang Direncanakan | Asesmen kinerja/produk dan refleksi. |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Peserta didik diasumsikan memiliki pengetahuan dasar tentang hak dan kewajiban warga negara dari pertemuan sebelumnya. Minat terhadap isu kewarganegaraan akan dipetakan melalui pertanyaan pemantik awal dan observasi partisipasi dalam diskusi. Kebutuhan belajar individu akan diidentifikasi melalui hasil asesmen formatif di pertemuan sebelumnya dan hasil refleksi akhir. |
| Materi Pelajaran | Materi tentang menjadi warga negara yang baik mencakup pemahaman hak, kewajiban, tugas, dan tanggung jawab. Relevansinya sangat tinggi dengan kehidupan nyata peserta didik sebagai warga sekolah, masyarakat, dan negara. Tingkat kesulitan materi moderat, membutuhkan analisis dan aplikasi. Potensi miskonsepsi bisa terjadi pada pembedaan hak dan kewajiban yang tegas. Materi ini akan diintegrasikan dengan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kepedulian, dan kemandirian. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kewargaan, Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Capaian Pembelajaran | Negara Kesatuan Republik Indonesia: Memahami peran dan kedudukannya sebagai warga Negara Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika: Memahami prinsip gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan. Undang-Undang: Menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan yang berlaku untuk mewujudkan harmoni dengan sesama manusia dan lingkungan. Pancasila: Menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pembelajaran ini relevan dengan literasi digital dan kewarganegaraan digital, di mana peserta didik diajak untuk mengaplikasikan konsep kewarganegaraan di ruang maya. Pemahaman tentang etika berinternet dan penyebaran informasi yang bertanggung jawab merupakan bagian dari menjadi warga negara yang baik di era digital. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat berupa analisis sederhana mengenai algoritma di media sosial atau penggunaan AI untuk menyaring informasi yang salah, sementara konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dihubungkan melalui kesadaran akan pentingnya kontribusi setiap warga negara dalam menjaga ketersediaan pangan lokal sebagai bagian dari ketahanan nasional. |
| Tujuan Pembelajaran | Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik mampu menyajikan minimal dua contoh konkret pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah atau masyarakat, serta merefleksikan makna pentingnya kepatuhan tersebut bagi harmoni sosial dan pembangunan bangsa dengan menggunakan rubrik penilaian yang telah ditentukan. |
| Topik Pembelajaran | Menjadi Warga Negara yang Baik: Refleksi dan Aplikasi Hak serta Kewajiban. |
| Praktik Pedagogis | Model: Contextual Teaching and Learning (CTL) Strategi: Pembelajaran berbasis masalah dan kolaborasi. Metode: Studi kasus, Diskusi kelas, Pembuatan daftar, Simulasi, Refleksi tertulis. Alasan Pemilihan: CTL relevan karena menghubungkan konsep kewarganegaraan dengan pengalaman nyata peserta didik. Metode yang dipilih mendukung keterlibatan aktif, analisis kritis, dan pemecahan masalah. Penerapan Sintaks Model: 1. Mengaktifkan pengetahuan awal: Melalui pertanyaan pemantik tentang pengalaman pribadi. 2. Menghadirkan konteks: Studi kasus tentang isu kewarganegaraan di lingkungan sekolah/masyarakat. 3. Melakukan inkuiri: Peserta didik menganalisis studi kasus dan merumuskan hak/kewajiban. 4. Belajar melalui komunitas: Diskusi kelompok untuk berbagi temuan. 5. Memberikan pemodelan: Guru memberikan contoh aplikasi hak dan kewajiban. 6. Melakukan refleksi: Peserta didik menulis refleksi atas pembelajaran. 7. Melaksanakan asesmen autentik: Penilaian kinerja presentasi dan refleksi tertulis. |
| Kemitraan Pembelajaran | Untuk memperkaya pemahaman, dapat berkolaborasi dengan guru BK untuk membahas isu-isu sosial yang berkaitan dengan kewarganegaraan, atau dengan organisasi kesiswaan (OSIS) untuk mengidentifikasi dan merencanakan program aksi nyata terkait pelaksanaan hak dan kewajiban warga sekolah. Diskusi dengan wali kelas juga dapat membantu memetakan kebutuhan belajar individu peserta didik. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran akan dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif untuk diskusi dan kolaborasi, serta dapat memanfaatkan lingkungan sekolah (misalnya, taman sekolah, perpustakaan) sebagai sumber belajar kontekstual. Penggunaan platform digital sekolah untuk berbagi materi atau hasil diskusi juga dimungkinkan. Budaya belajar yang menghargai pendapat, kolaborasi, dan refleksi aktif akan terus ditumbuhkan. |
| Pemanfaatan Digital | Pemanfaatan digital terbatas pada penggunaan proyektor untuk menampilkan studi kasus, presentasi digital sederhana oleh kelompok, dan penggunaan gawai untuk mencari informasi terkait studi kasus atau menulis refleksi. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL (15 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | 1. Memberikan salam, menanyakan kabar, dan mengajak berdoa. 2. Melakukan apersepsi dengan pertanyaan pemantik: "Apa pengalaman paling berkesan saat kalian menjalankan hak atau kewajiban di sekolah/rumah?" 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian (penilaian kinerja presentasi dan refleksi). 4. Melakukan asesmen awal singkat (misalnya, tanya jawab cepat) mengenai pemahaman hak dan kewajiban warga negara. |
1. Merespon salam, berdoa. 2. Menjawab pertanyaan pemantik dengan singkat. 3. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. 4. Menjawab pertanyaan asesmen awal. |
15 menit | Kehadiran, partisipasi aktif dalam apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI (30 menit) |
Memahami Konsep | 1. Menyajikan studi kasus tentang tantangan dalam menerapkan hak dan kewajiban warga negara di lingkungan sekolah atau masyarakat. 2. Memfasilitasi diskusi kelompok kecil untuk menganalisis studi kasus: mengidentifikasi hak, kewajiban, potensi konflik, dan solusi. 3. Memberikan panduan dan klarifikasi konsep hak, kewajiban, tugas, dan tanggung jawab warga negara berdasarkan materi sebelumnya dan studi kasus. |
1. Membaca dan menganalisis studi kasus. 2. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi hak, kewajiban, dan potensi masalah. 3. Bertanya dan berdiskusi dengan guru untuk memperdalam pemahaman konsep. |
30 menit | Hasil analisis studi kasus dalam kelompok, keaktifan bertanya. |
| INTI - MENGAPLIKASI (30 menit) |
Mengaplikasikan Konsep | 1. Meminta setiap kelompok untuk menyusun daftar minimal 2 contoh konkret pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara di lingkungan sekolah/masyarakat, serta menjelaskan dampaknya. 2. Memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka. 3. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi kelompok. |
1. Menyusun daftar contoh konkret pelaksanaan hak dan kewajiban serta dampaknya. 2. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok. 3. Menyimak presentasi kelompok lain dan memberikan tanggapan (jika diminta). |
30 menit | Daftar contoh hak dan kewajiban yang disusun, kualitas presentasi. |
| INTI - MEREFLEKSI (10 menit) |
Merefleksikan Proses dan Hasil | 1. Memfasilitasi sesi refleksi tertulis dengan pertanyaan panduan: "Apa yang paling penting Anda pelajari hari ini? Bagaimana Anda akan mengaplikasikan pemahaman ini dalam kehidupan sehari-hari? Apa tantangan terbesar dalam menjalankan hak dan kewajiban?" 2. Menekankan pentingnya kesadaran diri dan tanggung jawab dalam setiap tindakan sebagai warga negara. |
1. Menulis refleksi tertulis berdasarkan pertanyaan panduan. 2. Memikirkan penerapan konsep dalam kehidupan nyata. |
10 menit | Tulisan refleksi tertulis. |
| PENUTUP (5 menit) |
Menyimpulkan dan Merencanakan Tindak Lanjut | 1. Bersama peserta didik membuat simpulan singkat dari pembelajaran hari ini. 2. Memberikan umpan balik umum terhadap partisipasi dan hasil belajar peserta didik. 3. Menyampaikan rencana tindak lanjut (misalnya, pengumpulan tugas refleksi, materi untuk pertemuan selanjutnya jika ada). 4. Memberikan apresiasi dan menutup pelajaran dengan doa. |
1. Berpartisipasi dalam merumuskan simpulan. 2. Menyimak umpan balik dan rencana tindak lanjut. 3. Berdoa dan mengucapkan terima kasih. |
5 menit | Partisipasi dalam simpulan, keaktifan saat penutupan. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Memetakan pengetahuan awal peserta didik tentang konsep hak dan kewajiban warga negara. Bentuk/Instrumen: Tanya jawab singkat. Teknik: Lisan. Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman awal. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan definisi dasar tentang hak dan kewajiban. Tindak Lanjut: Penyesuaian penjelasan awal guru agar lebih sesuai dengan tingkat pemahaman. (Assessment for learning) |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan kolaborasi selama proses pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi diskusi kelompok, hasil analisis studi kasus, kualitas presentasi. Teknik: Observasi, Penilaian Kinerja. Bukti yang Dinilai: Keterlibatan dalam diskusi, ketepatan analisis, kejelasan penyampaian ide. Kriteria Keberhasilan: Kelompok mampu mengidentifikasi hak dan kewajiban, serta memberikan contoh aplikasi yang relevan. Tindak Lanjut: Umpan balik langsung dari guru kepada kelompok atau individu untuk perbaikan. (Assessment as learning) |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Daftar contoh hak dan kewajiban yang disusun, tulisan refleksi. Teknik: Penilaian Produk (daftar contoh), Penilaian Tertulis (refleksi). Bukti yang Dinilai: Relevansi dan kekonkretan contoh, kedalaman refleksi, kesesuaian dengan kriteria. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menyajikan minimal dua contoh konkret pelaksanaan hak dan kewajiban, serta merefleksikan makna pentingnya. Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik personal, mengidentifikasi kebutuhan remedial atau pengayaan. (Assessment of learning) |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu menyajikan minimal dua contoh konkret pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah atau masyarakat, serta merefleksikan makna pentingnya kepatuhan tersebut bagi harmoni sosial dan pembangunan bangsa.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kekonkretan Contoh Hak dan Kewajiban | Contoh yang diberikan sangat umum atau tidak jelas relevansinya dengan kehidupan sehari-hari. | Memberikan satu contoh konkret hak atau kewajiban, namun contoh lainnya masih umum. | Menyajikan minimal dua contoh konkret pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara di lingkungan sekolah atau masyarakat. | Menyajikan lebih dari dua contoh konkret dan beragam pelaksanaan hak serta kewajiban warga negara, dengan penjelasan yang mendalam. |
| Penjelasan Dampak Pelaksanaan | Tidak mampu menjelaskan dampak dari pelaksanaan hak dan kewajiban. | Menjelaskan dampak secara singkat namun belum sepenuhnya relevan atau jelas. | Menjelaskan dampak positif dari pelaksanaan minimal dua contoh hak dan kewajiban yang disebutkan. | Menjelaskan dampak positif dan negatif (jika ada) secara komprehensif dari setiap contoh yang diberikan, serta mengaitkannya dengan harmoni sosial dan pembangunan bangsa. |
| Kedalaman Refleksi | Refleksi sangat singkat, hanya menyatakan "saya paham" tanpa penjelasan lebih lanjut. | Menyebutkan apa yang dipelajari, namun belum mampu mengaitkannya dengan penerapan pribadi atau makna pentingnya. | Mampu merefleksikan apa yang dipelajari dan sedikit mengaitkannya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. | Merefleksikan pembelajaran secara mendalam, mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, makna pentingnya, dan rencana aksi nyata untuk penerapannya. |
| Kesesuaian dengan Kriteria Pembelajaran | Hasil kerja (daftar contoh dan refleksi) tidak memenuhi sebagian besar kriteria yang ditetapkan. | Memenuhi sebagian kriteria yang ditetapkan, namun masih ada kekurangan dalam kekonkretan atau kedalaman. | Memenuhi semua kriteria yang ditetapkan, menunjukkan pemahaman dan kemampuan aplikasi yang baik. | Melampaui kriteria yang ditetapkan, menunjukkan pemikiran kritis dan pemahaman yang sangat mendalam. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Dra. Umi Hanik Hartatik NIP. •••••••••••••••• |