PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 4 DARI 5
IDENTITAS RPP
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Semester | X / Genap |
| Alokasi Waktu | Pertemuan 4 dari 5 · 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan belajar peserta didik dipetakan melalui asesmen awal pada pertemuan pertama. Pengetahuan awal tentang kewarganegaraan dan hak-hak dasar warga negara diasumsikan sudah dimiliki. Minat belajar akan ditingkatkan melalui relevansi topik dengan kehidupan nyata. Kebutuhan belajar akan diidentifikasi melalui observasi selama proses pembelajaran dan respons peserta didik terhadap aktivitas yang diberikan. |
| Materi Pelajaran | Materi "Menjadi Warga Negara yang Baik" mencakup konsep hak, kewajiban, tugas, dan tanggung jawab warga negara. Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi karena berkaitan langsung dengan interaksi sosial dan kepatuhan pada aturan. Tingkat kesulitan moderat, membutuhkan pemahaman konsep dan kemampuan analisis. Miskonsepsi potensial meliputi pencampuran hak dan kewajiban atau pemahaman yang sempit tentang tanggung jawab. Materi ini mengintegrasikan nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kewargaan, Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Capaian Pembelajaran | Elemen Bhinneka Tunggal Ika: Murid mampu memahami serta menunjukkan pelaksanaan hak, kewajiban, tugas, dan tanggung jawab sebagai warga sekolah, masyarakat, dan negara. Elemen Negara Kesatuan Republik Indonesia: Memahami peran dan kedudukannya sebagai warga Negara Indonesia. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Topik "Menjadi Warga Negara yang Baik" sangat relevan dengan pembelajaran literasi digital dan literasi data. Peserta didik perlu menganalisis informasi mengenai hak dan kewajiban warga negara dari berbagai sumber digital secara kritis, serta memahami implikasi dari perkembangan teknologi dalam kehidupan bernegara. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat melalui analisis sederhana data terkait partisipasi warga negara, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan dengan tanggung jawab sosial warga negara dalam menjaga ketahanan pangan lokal melalui gerakan peduli pangan. |
| Tujuan Pembelajaran | Pada akhir pertemuan ke-4, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua hak dan dua kewajiban sebagai warga negara Indonesia serta memberikan contoh konkret penerapannya di lingkungan sekolah, sesuai dengan konteks pembelajaran menggunakan studi kasus dan diskusi kelompok. |
| Topik Pembelajaran | Pelaksanaan Hak, Kewajiban, Tugas, dan Tanggung Jawab sebagai Warga Negara. |
| Praktik Pedagogis | Model: Contextual Teaching and Learning (CTL). Strategi: Pembelajaran berbasis masalah kontekstual. Metode: Studi kasus, Diskusi kelompok, Pembuatan daftar, Refleksi tertulis. Alasan Pemilihan: CTL relevan karena menghubungkan konsep hak dan kewajiban warga negara dengan pengalaman nyata peserta didik. Metode studi kasus dan diskusi memungkinkan pendalaman makna dan pengaplikasian konsep secara kolaboratif. Sintaks CTL diterapkan dengan mengaitkan pengetahuan awal peserta didik (mengaktifkan pengetahuan awal), menyajikan studi kasus tentang isu kewarganegaraan (menghadirkan konteks), memfasilitasi diskusi untuk menganalisis kasus (melakukan inkuiri), belajar dari pandangan teman (belajar melalui komunitas), guru memberikan contoh analisis (memberikan pemodelan), peserta didik merefleksikan pemahaman (melakukan refleksi), dan asesmen dilakukan secara autentik (melaksanakan asesmen autentik). |
| Kemitraan Pembelajaran | Kolaborasi dengan guru Bimbingan Konseling dapat dilakukan untuk mendiskusikan isu-isu terkait hak dan kewajiban peserta didik di sekolah dan bagaimana mengatasinya secara konstruktif. Perpustakaan sekolah dapat mendukung penyediaan sumber belajar tambahan mengenai peraturan perundang-undangan terkait hak dan kewajiban warga negara. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif dengan penataan meja untuk diskusi kelompok. Budaya belajar yang aman dan inklusif diciptakan melalui penghargaan terhadap setiap pendapat peserta didik. Pemanfaatan proyektor dan koneksi internet kelas mendukung akses informasi. |
| Pemanfaatan Digital | Penggunaan proyektor untuk menampilkan studi kasus. Peserta didik dapat menggunakan gawai untuk mencari informasi tambahan terkait hak dan kewajiban warga negara jika diperlukan. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL (15 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | Menyapa peserta didik dengan hangat, melakukan apersepsi singkat tentang pentingnya menjadi warga negara yang baik. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian pertemuan ini. | Menjawab salam, berpartisipasi dalam apersepsi, menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. | 15 menit | Keikutsertaan dalam diskusi awal, respon terhadap pertanyaan apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI (35 menit) |
Memahami, Kontekstual | Menyajikan studi kasus singkat mengenai isu-isu hak dan kewajiban warga negara di lingkungan sekolah atau masyarakat. Memfasilitasi diskusi kelompok untuk menganalisis studi kasus. | Membaca dan menganalisis studi kasus. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi hak dan kewajiban yang relevan dalam kasus tersebut. Mencatat poin-poin penting hasil diskusi. | 35 menit | Catatan hasil diskusi kelompok, partisipasi aktif dalam diskusi. |
| INTI - MENGAPLIKASI (30 menit) |
Mengaplikasi, Kolaboratif | Membimbing peserta didik untuk membuat daftar minimal dua hak dan dua kewajiban warga negara Indonesia beserta contoh konkret penerapannya di lingkungan sekolah. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap daftar yang dibuat. | Secara berkelompok, membuat daftar hak dan kewajiban warga negara Indonesia dengan contoh penerapannya di sekolah. Mempresentasikan hasil daftar secara singkat. Menggunakan gawai untuk mencari contoh penerapan yang relevan jika diperlukan. | 30 menit | Daftar hak dan kewajiban warga negara dengan contoh penerapannya. |
| INTI - MEREFLEKSI (10 menit) |
Merefleksi, Berkesadaran | Memberikan pertanyaan pemandu untuk refleksi, seperti "Apa hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang hak dan kewajiban warga negara?" atau "Bagaimana kamu akan menerapkan pemahaman ini dalam kehidupan sehari-harimu?". | Secara individu atau kelompok, merefleksikan pembelajaran hari ini melalui jawaban atas pertanyaan pemandu. | 10 menit | Jawaban tertulis atau lisan sebagai hasil refleksi. |
| PENUTUP (10 menit) |
Menggembirakan, Bermakna | Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif peserta didik. Menyimpulkan poin-poin kunci pembelajaran hari ini. Memberikan informasi singkat tentang materi pertemuan berikutnya (misalnya, peran warga negara dalam pembangunan nasional). | Menyimak simpulan guru, memberikan tanggapan singkat terhadap umpan balik guru, mencatat informasi untuk pertemuan selanjutnya. | 10 menit | Partisipasi dalam penyimpulan, respon terhadap umpan balik. |
| Total Alokasi Waktu | 90 menit | ||||
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang hak dan kewajiban warga negara. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat. Teknik: Tanya jawab. Bukti yang Dinilai: Tingkat pemahaman konsep hak dan kewajiban. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan minimal satu contoh hak atau kewajiban. Tindak Lanjut: Memberikan penguatan konsep dasar bagi yang belum paham. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan: Menilai pemahaman dan kemampuan aplikasi konsep hak dan kewajiban warga negara selama pembelajaran. Bentuk/Instrumen: Lembar observasi partisipasi diskusi, hasil diskusi kelompok (daftar hak dan kewajiban), pertanyaan formatif selama diskusi. Teknik: Observasi, Analisis hasil kerja kelompok, Tanya jawab. Bukti yang Dinilai: Kualitas diskusi, ketepatan identifikasi hak dan kewajiban, relevansi contoh penerapan. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu berdiskusi aktif, mengidentifikasi minimal 2 hak dan 2 kewajiban, serta memberikan contoh penerapan. Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik konstruktif kepada kelompok atau individu, memfasilitasi koreksi jika ada kesalahan konsep. |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran terkait pemahaman dan aplikasi hak serta kewajiban warga negara. Bentuk/Instrumen: Hasil daftar hak dan kewajiban beserta contoh penerapan. Teknik: Penilaian kinerja kelompok. Bukti yang Dinilai: Kelengkapan dan ketepatan daftar hak dan kewajiban, serta relevansi contoh penerapan. Kriteria Keberhasilan: Daftar memuat minimal 2 hak dan 2 kewajiban dengan contoh penerapan yang jelas dan relevan. Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik keseluruhan kepada kelas, merencanakan pengayaan bagi yang mahir atau remedial bagi yang belum mencapai kriteria. |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran: Pada akhir pertemuan ke-4, peserta didik mampu mengidentifikasi minimal dua hak dan dua kewajiban sebagai warga negara Indonesia serta memberikan contoh konkret penerapannya di lingkungan sekolah, sesuai dengan konteks pembelajaran menggunakan studi kasus dan diskusi kelompok.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan mengidentifikasi hak warga negara | Hanya mampu menyebutkan 0-1 hak warga negara. | Mampu menyebutkan 1 hak warga negara, namun belum spesifik. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 hak warga negara dengan cukup jelas. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 2 hak warga negara secara rinci dan akurat. |
| Kemampuan mengidentifikasi kewajiban warga negara | Hanya mampu menyebutkan 0-1 kewajiban warga negara. | Mampu menyebutkan 1 kewajiban warga negara, namun belum spesifik. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 kewajiban warga negara dengan cukup jelas. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 2 kewajiban warga negara secara rinci dan akurat. |
| Pemberian contoh penerapan hak di lingkungan sekolah | Tidak dapat memberikan contoh penerapan hak. | Memberikan 1 contoh penerapan hak yang kurang relevan atau kurang jelas. | Memberikan minimal 1 contoh penerapan hak yang relevan dan cukup jelas di lingkungan sekolah. | Memberikan minimal 2 contoh penerapan hak yang relevan, jelas, dan kreatif di lingkungan sekolah. |
| Pemberian contoh penerapan kewajiban di lingkungan sekolah | Tidak dapat memberikan contoh penerapan kewajiban. | Memberikan 1 contoh penerapan kewajiban yang kurang relevan atau kurang jelas. | Memberikan minimal 1 contoh penerapan kewajiban yang relevan dan cukup jelas di lingkungan sekolah. | Memberikan minimal 2 contoh penerapan kewajiban yang relevan, jelas, dan kreatif di lingkungan sekolah. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Dra. Umi Hanik Hartatik NIP. •••••••••••••••• |