PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 2 DARI 5
IDENTITAS RPP
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Semester | X / Genap |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Kesiapan peserta didik dipetakan melalui asesmen awal pada pertemuan sebelumnya. Pengetahuan awal tentang kewarganegaraan telah dimiliki. Minat terhadap isu-isu sosial dan kebangsaan cukup tinggi. Kebutuhan belajar peserta didik akan dipenuhi melalui variasi aktivitas yang melibatkan pemahaman, pengaplikasian, dan refleksi. |
| Materi Pelajaran | Materi tentang "Menjadi warga negara yang baik" mencakup konsep hak, kewajiban, tugas, dan tanggung jawab. Relevansinya dengan kehidupan nyata sangat tinggi karena menyangkut peran aktif dalam masyarakat dan negara. Tingkat kesulitan materi moderat, membutuhkan pemahaman konsep dan kemampuan analisis. Struktur materi bersifat hierarkis, mulai dari hak dan kewajiban dasar hingga tanggung jawab yang lebih kompleks. Potensi miskonsepsi terkait pembedaan hak dan kewajiban, serta egoisme dalam menuntut hak. Integrasi nilai-nilai Pancasila dan karakter kewarganegaraan yang kuat sangat penting. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kewargaan, Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Capaian Pembelajaran | Pancasila: Menganalisis cara pandang para perumus Pancasila tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara. Undang-Undang: Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan yang berlaku untuk mewujudkan harmoni dengan sesama manusia dan lingkungan; menganalisis tata urutan peraturan perundang - undangan di Indonesia; menganalisis makna kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara. Bhinneka Tunggal Ika: Menyajikan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial; dan memahami prinsip gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan. Negara Kesatuan Republik Indonesia: Memahami peran dan kedudukannya sebagai warga Negara Indonesia; memahami sistem pertahanan dan keamanan negara; menganalisis peran Indonesia dalam hubungan antarnegara; serta memahami nilai-nilai Pancasila dalam konteks pembangunan nasional. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Materi "Menjadi warga negara yang baik" sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, melibatkan pemahaman konsep hak dan kewajiban yang dapat dikaitkan dengan literasi ekonomi melalui analisis data konsumsi dan produksi pangan sederhana, serta pemanfaatan teknologi informasi. Keterampilan berpikir komputasional dalam memahami alur logika hak dan kewajiban juga dapat diasah melalui KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). Pemahaman tentang tanggung jawab sosial warga negara juga bersinggungan dengan isu-isu ketahanan pangan lokal yang menjadi fokus Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. |
| Tujuan Pembelajaran (Pertemuan 2) | Peserta didik mampu menunjukkan pelaksanaan minimal dua hak dan dua kewajiban sebagai warga negara Indonesia dalam konteks kehidupan sekolah dengan memberikan contoh konkret, yang dinilai melalui observasi partisipasi aktif dan tanya jawab formatif. |
| Topik Pembelajaran | Menjadi warga negara yang baik: Pelaksanaan Hak dan Kewajiban |
| Praktik Pedagogis | Model: Contextual Teaching and Learning (CTL) Strategi: Pembelajaran Aktif dan Kolaboratif Metode: Studi kasus, Diskusi kelas, Pembuatan daftar, Simulasi, Refleksi tertulis. Alasan Pemilihan: Model CTL dipilih karena materi kewarganegaraan sangat erat kaitannya dengan kehidupan nyata peserta didik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Metode yang digunakan memungkinkan peserta didik untuk aktif terlibat dalam memahami konsep, mengaplikasikannya dalam situasi nyata, dan merefleksikan pengalaman belajar mereka. Penerapan Sintaks Model: 1. Mengaktifkan pengetahuan awal: Melalui apersepsi dan tanya jawab tentang pengalaman sehari-hari terkait hak dan kewajiban. 2. Menghadirkan konteks atau masalah nyata: Studi kasus tentang situasi di sekolah yang melibatkan hak dan kewajiban warga sekolah. 3. Melakukan inkuiri dan bertanya: Peserta didik didorong untuk bertanya tentang pemahaman mereka terkait hak dan kewajiban. 4. Belajar melalui komunitas atau kolaborasi: Diskusi kelompok untuk menganalisis studi kasus dan membuat daftar hak-kewajiban. 5. Memberikan pemodelan: Guru memberikan contoh konkret pelaksanaan hak dan kewajiban. 6. Melakukan refleksi: Peserta didik merefleksikan pemahaman dan pengalaman belajar mereka. 7. Melaksanakan asesmen autentik: Observasi partisipasi dan tanya jawab formatif. |
| Kemitraan Pembelajaran | Dukungan dari wali kelas dapat dimanfaatkan untuk mengaitkan materi pembelajaran dengan dinamika di kelas peserta didik. Kolaborasi dengan guru lain yang memiliki pemahaman tentang isu-isu sosial juga dapat memberikan perspektif tambahan dalam diskusi kelas. |
| Lingkungan Pembelajaran | Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif, dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Budaya belajar yang aman, inklusif, dan saling menghargai antarpeserta didik akan terus ditumbuhkan. Pemanfaatan sumber belajar digital juga akan dioptimalkan jika diperlukan. |
| Pemanfaatan Digital | Penggunaan proyektor untuk menampilkan studi kasus dan video singkat terkait isu kewarganegaraan. Peserta didik dapat menggunakan gawai mereka untuk mencari informasi tambahan terkait hak dan kewajiban warga negara jika diperlukan dalam diskusi. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL | Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | 1. Membuka pelajaran dengan salam dan doa. 2. Melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman peserta didik terkait "apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan" di sekolah. 3. Menyampaikan tujuan pembelajaran Pertemuan 2: memahami dan menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara di sekolah. 4. Menyampaikan kriteria penilaian (observasi partisipasi dan tanya jawab). 5. Melakukan asesmen awal singkat melalui pertanyaan pemantik. |
1. Menjawab salam dan berdoa. 2. Berbagi pengalaman terkait aturan di sekolah. 3. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. 4. Menjawab pertanyaan pemantik. |
15 menit | Catatan guru tentang respons peserta didik terhadap apersepsi dan pertanyaan pemantik. |
| INTI - MEMAHAMI | Memahami, Bermakna | 1. Menjelaskan secara singkat konsep hak dan kewajiban warga negara yang mengacu pada TP.7. 2. Menyajikan studi kasus singkat mengenai situasi di lingkungan sekolah yang melibatkan hak dan kewajiban (misalnya, hak mendapatkan pendidikan vs. kewajiban menjaga kebersihan kelas). 3. Memfasilitasi diskusi kelompok untuk menganalisis studi kasus, mengidentifikasi hak dan kewajiban yang relevan. 4. Memandu peserta didik membuat daftar hak dan kewajiban sebagai warga sekolah. |
1. Menyimak penjelasan guru tentang hak dan kewajiban. 2. Menganalisis studi kasus yang diberikan. 3. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi hak dan kewajiban. 4. Menyusun daftar hak dan kewajiban warga sekolah bersama kelompoknya. |
35 menit | Hasil diskusi kelompok, daftar hak dan kewajiban yang disusun. |
| INTI - MENGAPLIKASI | Mengaplikasi, Bermakna | 1. Memberikan contoh konkret bagaimana hak dan kewajiban dapat diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. 2. Memfasilitasi simulasi singkat peran peserta didik dalam menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajibannya. 3. Memberikan umpan balik konstruktif selama simulasi. |
1. Mempraktikkan simulasi peran untuk menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban di sekolah. 2. Mengamati dan belajar dari simulasi teman. |
25 menit | Observasi guru terhadap partisipasi aktif dan kemampuan peserta didik dalam simulasi. |
| INTI - MEREFLEKSI | Berkesadaran, Menggembirakan | 1. Memberikan pertanyaan pemicu refleksi: "Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?", "Bagaimana perasaanmu setelah mempraktikkan hak dan kewajibanmu?". 2. Meminta beberapa peserta didik berbagi refleksi mereka. 3. Memberikan penguatan positif terhadap partisipasi dan pemahaman peserta didik. |
1. Merenungkan pembelajaran yang telah dilalui. 2. Berbagi pengalaman dan pemahaman yang diperoleh. 3. Menanggapi umpan balik dari guru. |
10 menit | Refleksi tertulis singkat (jika waktu memungkinkan) atau catatan guru tentang kualitas refleksi lisan peserta didik. |
| PENUTUP | Menggembirakan, Bermakna | 1. Merangkum poin-poin penting pembelajaran hari ini. 2. Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik. 3. Menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (misalnya, penerapan hak dan kewajiban di masyarakat). 4. Menutup pelajaran dengan doa. |
1. Menyimak rangkuman materi. 2. Menerima apresiasi dari guru. 3. Menyimak rencana pembelajaran selanjutnya. 4. Berdoa bersama. |
5 menit | Partisipasi dalam kegiatan penutup. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang konsep hak dan kewajiban. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan pemantik. Teknik: Tanya jawab. Bukti yang Dinilai: Kemampuan peserta didik mengidentifikasi konsep dasar hak dan kewajiban. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan respons awal yang relevan. Tindak Lanjut: Guru mencatat pemahaman awal untuk penyesuaian pembelajaran. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Menilai pemahaman konsep hak dan kewajiban serta kemampuan mengaplikasikannya. Bentuk/Instrumen: Observasi partisipasi dalam diskusi dan simulasi, pertanyaan formatif saat diskusi dan simulasi. Teknik: Observasi, Tanya Jawab. Bukti yang Dinilai: Keaktifan peserta didik dalam diskusi, kualitas kontribusi, kemampuan memberikan contoh hak dan kewajiban, kemampuan berperan dalam simulasi. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman konsep dan kemampuan mengaplikasikannya dalam konteks yang diberikan. Tindak Lanjut: Pemberian umpan balik konstruktif secara individu maupun kelompok, penyesuaian strategi pembelajaran jika diperlukan. (Assessment for Learning) |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan Asesmen: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran spesifik pertemuan ini. Bentuk/Instrumen: Refleksi tertulis singkat (jika waktu memungkinkan) atau observasi kualitas refleksi lisan. Teknik: Refleksi. Bukti yang Dinilai: Pemahaman peserta didik tentang pelaksanaan hak dan kewajiban, serta pengalaman belajar mereka. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu merefleksikan pemahaman dan pengalamannya. Tindak Lanjut: Guru menggunakan hasil refleksi untuk memberikan penguatan dan merencanakan pembelajaran selanjutnya. (Assessment as Learning) |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu menunjukkan pelaksanaan minimal dua hak dan dua kewajiban sebagai warga negara Indonesia dalam konteks kehidupan sekolah dengan memberikan contoh konkret.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Kemampuan mengidentifikasi hak warga sekolah. | Belum mampu mengidentifikasi hak warga sekolah. | Mampu mengidentifikasi 1 hak warga sekolah, namun belum jelas. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 hak warga sekolah dengan contoh yang relevan. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 2 hak warga sekolah secara mendalam dan memberikan contoh aplikasi yang inovatif. |
| Kemampuan mengidentifikasi kewajiban warga sekolah. | Belum mampu mengidentifikasi kewajiban warga sekolah. | Mampu mengidentifikasi 1 kewajiban warga sekolah, namun belum jelas. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 kewajiban warga sekolah dengan contoh yang relevan. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 2 kewajiban warga sekolah secara mendalam dan memberikan contoh aplikasi yang inovatif. |
| Kemampuan menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam simulasi/diskusi. | Kesulitan menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban. | Mulai menunjukkan pelaksanaan salah satu (hak atau kewajiban) dengan bimbingan. | Mampu menunjukkan pelaksanaan minimal satu hak dan satu kewajiban dalam simulasi/diskusi. | Mampu menunjukkan pelaksanaan minimal dua hak dan dua kewajiban secara simultan dan efektif dalam simulasi/diskusi. |
| Tanggung jawab dan partisipasi aktif dalam pembelajaran. | Kurang aktif dan cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran. | Mulai menunjukkan partisipasi dalam kegiatan, namun masih perlu dorongan. | Aktif berpartisipasi dalam diskusi dan simulasi, menunjukkan tanggung jawab tugas kelompok. | Sangat aktif, berkontribusi positif, dan menunjukkan inisiatif dalam setiap kegiatan pembelajaran. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Dra. Umi Hanik Hartatik NIP. •••••••••••••••• |