PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
RPP PERTEMUAN 4 DARI 6
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Nama Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Semester | X / Genap |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
IDENTIFIKASI
| Peserta Didik | Peserta didik diharapkan memiliki pemahaman dasar mengenai kebinekaan di Indonesia dari pembelajaran sebelumnya. Minat terhadap isu sosial dan kemampuan berkolaborasi akan dipetakan melalui observasi awal dan pertanyaan pemantik. Kebutuhan belajar dipenuhi dengan variasi aktivitas yang mengakomodasi gaya belajar berbeda. |
| Materi Pelajaran | Materi mengenai makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial pembangunan bersifat konseptual namun relevan dengan kehidupan nyata. Tingkat kesulitan moderat, membutuhkan pemahaman historis dan analisis sosial. Potensi miskonsepsi terkait kesalahpahaman makna toleransi akan diatasi. Integrasi nilai kolaborasi, toleransi, dan nasionalisme. |
| Dimensi Profil Lulusan (DPL) | Kewargaan, Kolaborasi, Komunikasi |
| Capaian Pembelajaran | Bhinneka Tunggal Ika: Menyajikan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial; dan memahami prinsip gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan. Undang-Undang: Menganalisis makna kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara. |
DESAIN PEMBELAJARAN
| Lintas Disiplin Ilmu | Pemahaman kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan dapat dikaitkan dengan studi sosial, sejarah, dan antropologi. Analisis data sederhana mengenai keragaman etnis atau budaya di Indonesia dapat memanfaatkan prinsip berpikir komputasional dari KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial). Konsep pengelolaan sumber daya lokal untuk ketahanan pangan, seperti optimalisasi lahan pertanian di Tuban, dapat dikaitkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, menunjukkan bagaimana kebinekaan dapat memperkuat ketahanan pangan daerah. |
| Tujuan Pembelajaran | Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, peserta didik dapat menjelaskan asal-usul semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan menguraikan minimal dua makna pentingnya dalam membangun harmoni sosial di Indonesia, dengan ditunjukkan melalui presentasi kelompok dan tanya jawab. |
| Topik Pembelajaran | Makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai Modal Sosial Pembangunan. |
| Praktik Pedagogis | Model: Cooperative Learning. Strategi: Pembelajaran berbasis kelompok dengan penekanan pada kolaborasi dan tanggung jawab bersama. Metode: Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi. Alasan Pemilihan: Model ini mendorong interaksi aktif peserta didik, membangun keterampilan sosial, dan memungkinkan pendalaman materi melalui diskusi antar anggota kelompok. Sintaks model akan diterapkan untuk memfasilitasi pemahaman dan pengaplikasian konsep kebinekaan. |
| Kemitraan Pembelajaran | Kolaborasi dengan guru Sejarah untuk mendapatkan materi pendukung mengenai asal-usul Bhinneka Tunggal Ika, serta dengan pengelola perpustakaan sekolah untuk akses sumber belajar digital yang relevan. |
| Lingkungan Pembelajaran | Ruang kelas yang kondusif untuk diskusi kelompok, dengan penataan meja yang memudahkan interaksi. Pemanfaatan proyektor dan koneksi internet untuk mengakses studi kasus digital dan materi pendukung. Budaya belajar yang menghargai perbedaan pendapat dan mendorong partisipasi aktif. |
| Pemanfaatan Digital | Penggunaan aplikasi presentasi digital, akses internet untuk mencari informasi studi kasus, serta platform kolaborasi online jika diperlukan untuk diskusi kelompok daring. |
PENGALAMAN BELAJAR
| Tahap | Prinsip Pembelajaran Mendalam | Aktivitas Guru | Aktivitas Murid | Alokasi Waktu | Bukti Belajar |
|---|---|---|---|---|---|
| AWAL (15 menit) |
Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan | Menyapa peserta didik, meninjau kembali materi sebelumnya melalui tanya jawab singkat. Menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 4 dan kriteria ketercapaiannya. Memberikan motivasi dengan mengaitkan pentingnya kebinekaan dalam kehidupan sehari-hari. | Menjawab pertanyaan guru, mendengarkan penjelasan tujuan dan kriteria. Menunjukkan antusiasme dalam memulai pembelajaran. | 15 menit | Keaktifan dalam tanya jawab, partisipasi dalam apersepsi. |
| INTI - MEMAHAMI (30 menit) |
Memahami | Memfasilitasi pembentukan kelompok heterogen. Memberikan lembar studi kasus tentang berbagai contoh implementasi Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan masyarakat. Membimbing diskusi kelompok untuk menganalisis asal-usul dan makna semboyan tersebut. | Membentuk kelompok diskusi. Membaca dan menganalisis studi kasus. Berdiskusi aktif dalam kelompok untuk mengidentifikasi asal-usul dan makna Bhinneka Tunggal Ika. Mencatat poin-poin penting. | 30 menit | Catatan hasil diskusi kelompok, keaktifan peserta didik dalam diskusi. |
| INTI - MENGAPLIKASI (30 menit) |
Mengaplikasi | Memberikan arahan untuk membuat rangkuman poin-poin penting dari diskusi mengenai makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial. Memfasilitasi presentasi singkat perwakilan kelompok mengenai hasil analisis mereka. Memberikan umpan balik konstruktif. | Merangkum hasil diskusi kelompok. Menyusun poin-poin utama untuk presentasi. Mempresentasikan hasil analisis kelompok. Memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok lain. | 30 menit | Rangkuman hasil diskusi, kualitas presentasi, kemampuan menjawab pertanyaan. |
| INTI - MEREFLEKSI (10 menit) |
Merefleksi | Memberikan pertanyaan pemantik untuk refleksi, seperti: "Apa pelajaran paling berharga yang kalian dapatkan hari ini tentang kebinekaan?", "Bagaimana kita bisa menerapkan makna Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari di sekolah?". Mengaitkan refleksi dengan pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman. | Menjawab pertanyaan reflektif secara individu atau perwakilan kelompok. Menyampaikan pemahaman baru dan keterkaitan materi dengan kehidupan nyata. | 10 menit | Jawaban reflektif, pemahaman personal terhadap materi. |
| PENUTUP (5 menit) |
Menggembirakan | Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik. Memberikan penguatan materi secara singkat. Menyampaikan topik dan agenda untuk pertemuan selanjutnya. | Mendengarkan apresiasi dan penguatan. Mencatat agenda pertemuan berikutnya. | 5 menit | Partisipasi dalam penutup, pemahaman agenda berikutnya. |
ASESMEN PEMBELAJARAN
| Asesmen pada Awal Pembelajaran | Tujuan: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang kebinekaan dan motivasi belajar. Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat. Teknik: Tanya jawab. Bukti yang Dinilai: Respon peserta didik terhadap pertanyaan pemantik. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan respon yang relevan dan menunjukkan minat belajar. Tindak Lanjut: Penyesuaian strategi pembelajaran berdasarkan tingkat pemahaman awal. |
| Asesmen pada Proses Pembelajaran | Tujuan: Memantau pemahaman konsep dan keterampilan kolaborasi selama diskusi dan presentasi. Bentuk/Instrumen: Lembar observasi diskusi, penilaian presentasi. Teknik: Observasi, penilaian kinerja. Bukti yang Dinilai: Keaktifan dalam diskusi, kualitas argumen, kerjasama tim, kejelasan presentasi, kemampuan menjawab pertanyaan. Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan partisipasi aktif, menyampaikan ide dengan jelas, dan bekerja sama dalam kelompok. Tindak Lanjut: Pemberian umpan balik langsung saat proses pembelajaran untuk perbaikan. |
| Asesmen pada Akhir Pembelajaran | Tujuan: Menilai ketercapaian tujuan pembelajaran mengenai makna Bhinneka Tunggal Ika. Bentuk/Instrumen: Hasil rangkuman kelompok, jawaban reflektif. Teknik: Penilaian produk (rangkuman), penilaian sikap (refleksi). Bukti yang Dinilai: Ketepatan isi rangkuman, kedalaman refleksi. Kriteria Keberhasilan: Rangkuman memuat unsur-uns asal-usul dan minimal dua makna penting Bhinneka Tunggal Ika; refleksi menunjukkan pemahaman dan keterkaitan materi. Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik personal dan merencanakan pengayaan atau remedial jika diperlukan. |
RUBRIK PENILAIAN
Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik dapat menjelaskan asal-usul semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan menguraikan minimal dua makna pentingnya dalam membangun harmoni sosial di Indonesia.| Indikator | Baru Memulai | Berkembang | Cakap | Mahir |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Asal-Usul Semboyan | Belum mampu menjelaskan asal-usul semboyan Bhinneka Tunggal Ika. | Mampu menyebutkan satu aspek asal-usul semboyan, namun belum lengkap atau jelas. | Mampu menjelaskan asal-usul semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara umum. | Mampu menjelaskan asal-usul semboyan Bhinneka Tunggal Ika secara historis dan kontekstual. |
| Pemahaman Makna Bhinneka Tunggal Ika (Makna 1) | Belum dapat mengidentifikasi makna pertama. | Mengidentifikasi satu makna, namun belum spesifik atau relevan. | Mampu menjelaskan satu makna penting Bhinneka Tunggal Ika dalam harmoni sosial. | Mampu menjelaskan satu makna penting Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh konkret dan relevan. |
| Pemahaman Makna Bhinneka Tunggal Ika (Makna 2) | Belum dapat mengidentifikasi makna kedua. | Mengidentifikasi satu makna, namun belum spesifik atau relevan. | Mampu menjelaskan makna kedua penting Bhinneka Tunggal Ika dalam harmoni sosial. | Mampu menjelaskan makna kedua penting Bhinneka Tunggal Ika dengan contoh konkret dan relevan. |
| Keterampilan Kolaborasi & Presentasi | Kurang aktif dalam diskusi kelompok, presentasi tidak jelas atau tidak terstruktur. | Berpartisipasi dalam diskusi, namun ide terbatas; presentasi kurang terstruktur atau kurang meyakinkan. | Aktif dalam diskusi, mampu menyampaikan ide dengan jelas dalam presentasi kelompok. | Berkontribusi aktif dalam diskusi, memfasilitasi anggota lain, dan menyajikan hasil analisis dengan sangat baik dan meyakinkan. |
- Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
- Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
- Cakap: Baik dan sesuai harapan.
- Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.
|
Mengetahui, Kepala Sekolah |
Tuban, Januari 2027 Guru Mata Pelajaran |
|
Amirul Faisal Rizza, M.Pd. NIP. •••••••••••••••• |
Dra. Umi Hanik Hartatik NIP. •••••••••••••••• |