← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Pendidikan Pancasila X - Mengelola kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

  • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
  • Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik
  • Mata pelajaran: Pendidikan Pancasila
  • Kelas/Rombel: X
  • Tingkat/Fase: X / Fase E
  • Semester: Genap
  • Tahun pelajaran: 2026/2027
  • Pertemuan: 3 dari 6
  • Tanggal/rentang: 2027-01-18 s.d. 2027-01-24
  • Topik: Mengelola kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan
  • Fokus kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
  • Asesmen pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
  • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 3 dari 6 · 2 JP (90 menit)
  • Model: Cooperative Learning
  • Metode: Diskusi kelompok, Presentasi, Pembuatan poster/kolase, Simulasi dialog.
  • Dimensi Profil Lulusan: Kewargaan, Kolaborasi, Komunikasi

ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN

Tujuan:

Mengukur pemahaman awal siswa tentang kebinekaan dan pengalaman berinteraksi.

Bentuk/Instrumen:

Pertanyaan lisan.

Teknik:

Tanya jawab.

Bukti yang Dinilai:

Tingkat pemahaman awal siswa tentang konsep kebinekaan.

Kriteria Keberhasilan:

Siswa dapat memberikan respon yang relevan dan menunjukkan tingkat pemahaman awal yang bervariasi.

Tindak Lanjut:

Guru memetakan pemahaman awal siswa untuk penyesuaian strategi pembelajaran. (Assessment for Learning)

Soal Asesmen Awal:

  1. Menurutmu, apa saja keberagaman yang ada di sekolah kita?
  2. Pernahkah kamu mengalami kesulitan saat berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang? Ceritakan sedikit.
  3. Mengapa penting untuk saling menghargai perbedaan di sekolah?
  4. Apa yang kamu ketahui tentang "modal sosial"?
  5. Bagaimana kebinekaan bisa menjadi kekuatan bagi pembangunan?

Kunci dan Interpretasi:

  • Jawaban siswa akan bervariasi, namun idealnya mencakup keberagaman suku, agama, bahasa, latar belakang sosial, dan minat.
  • Respons terhadap pertanyaan kedua akan menunjukkan tingkat kesadaran siswa terhadap tantangan dalam interaksi lintas budaya.
  • Jawaban yang baik akan menunjukkan pemahaman bahwa menghargai perbedaan adalah kunci harmoni dan toleransi.
  • Siswa mungkin memberikan definisi sederhana tentang modal sosial sebagai sumber daya yang berasal dari hubungan antarmanusia.
  • Jawaban yang mengarah akan menghubungkan kebinekaan dengan kekayaan ide, inovasi, dan kekuatan persatuan dalam pembangunan.
Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, melainkan alat untuk memetakan kesiapan dan miskonsepsi siswa.

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

Tujuan:

Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, kolaborasi, dan keterampilan komunikasi siswa selama diskusi dan simulasi.

Bentuk/Instrumen:

Lembar Observasi dan Exit Ticket.

Teknik:

Observasi, Tanya Jawab Singkat.

Bukti yang Dinilai:

Keterlibatan aktif dalam diskusi, kualitas kontribusi ide, kemampuan bekerja sama, dan kejelasan komunikasi saat simulasi.

Kriteria Keberhasilan:

Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan kolaborasi serta komunikasi yang efektif.

Lembar Observasi:

Indikator Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
1. Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok (memberikan ide, bertanya).
2. Menunjukkan kemampuan kolaborasi (mendengarkan pendapat teman, bekerja sama).
3. Mengkomunikasikan gagasan dengan jelas saat simulasi dialog.
4. Menunjukkan pemahaman konsep kebinekaan sebagai modal sosial.

Exit Ticket (Pertanyaan Formatif):

  1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang mengelola kebinekaan adalah...
  2. Satu tantangan yang saya hadapi dalam simulasi dialog tadi adalah...
  3. Saran saya untuk kegiatan selanjutnya agar lebih baik adalah...
Umpan balik dari observasi dan exit ticket akan digunakan untuk memberikan bimbingan individual maupun kelompok, serta penyesuaian strategi pembelajaran selanjutnya. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat dilihat dalam analisis pola komunikasi antarbudaya yang mungkin divisualisasikan dengan algoritma sederhana, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dihubungkan dengan bagaimana keragaman sumber daya lokal (misalnya varietas pangan endemic Tuban) dapat dikelola secara kolaboratif untuk ketahanan pangan.

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

Tujuan:

Menilai pencapaian tujuan pembelajaran dalam mengaplikasikan prinsip pengelolaan kebinekaan melalui simulasi dialog.

Bentuk/Instrumen:

Soal Pilihan Ganda, Jawaban Singkat, dan Tugas Kontekstual.

Teknik:

Tes Tertulis dan Unjuk Kerja.

Bukti yang Dinilai:

Pemahaman konsep, kemampuan analisis, dan keterampilan aplikasi dalam konteks harmoni sosial.

Soal Pilihan Ganda:

  1. Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" mengajarkan kita bahwa...
    a. Keberagaman harus dihilangkan agar tercipta kesatuan.
    b. Perbedaan adalah sumber perpecahan yang harus dihindari.
    c. Keberagaman adalah kekayaan bangsa yang harus dirayakan.
    d. Kesamaan pandangan adalah syarat utama persatuan.
  2. Dalam konteks pembangunan, kebinekaan dapat berfungsi sebagai modal sosial karena...
    a. Memperbanyak jumlah penduduk.
    b. Meningkatkan potensi inovasi dan kreativitas melalui beragam perspektif.
    c. Menghilangkan persaingan antar kelompok.
    d. Mempermudah pelaksanaan kebijakan pemerintah.
  3. Simulasi dialog antarbudaya di sekolah bertujuan untuk...
    a. Membuktikan bahwa perbedaan tidak bisa dipertemukan.
    b. Melatih kemampuan berkomunikasi dan memahami perspektif orang lain.
    c. Mencari siapa yang paling benar dalam perbedaan.
    d. Menghindari konflik dengan cara diam.
  4. Salah satu prinsip pengelolaan kebinekaan yang efektif adalah...
    a. Memaksakan satu pandangan kepada semua orang.
    b. Mengabaikan perbedaan dan fokus pada kesamaan saja.
    c. Menghargai setiap perbedaan dan mencari titik temu.
    d. Menghindari interaksi dengan kelompok yang berbeda.
  5. Jika terjadi kesalahpahaman antar siswa dari suku yang berbeda, langkah pertama yang paling tepat adalah...
    a. Langsung melaporkan ke guru tanpa mencoba bicara.
    b. Menyebarkan isu negatif tentang suku teman.
    c. Mengajak bicara baik-baik dan mendengarkan penjelasan teman.
    d. Mengabaikan masalah tersebut dan berharap hilang sendiri.

Soal Jawaban Singkat:

  1. Sebutkan dua contoh modal sosial yang bisa muncul dari kebinekaan di sekolah!
  2. Mengapa gotong royong dianggap sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif?
  3. Dalam simulasi dialog, apa pentingnya menggunakan bahasa yang santun dan menghargai?

Soal Uraian/Tugas Kontekstual:

  1. Bayangkan Anda adalah ketua OSIS di sekolah yang memiliki banyak siswa dari berbagai daerah di Indonesia. Buatlah sebuah rencana singkat (minimal 3 poin) untuk kegiatan yang dapat mempererat persatuan dan kesatuan di antara siswa, dengan memanfaatkan kebinekaan sebagai kekuatan.
  2. Perhatikan studi kasus berikut: Di kantin sekolah, ada dua kelompok siswa yang berbeda latar belakang budaya dan agama. Mereka seringkali duduk terpisah dan jarang berinteraksi. Buatlah sebuah dialog singkat (minimal 4 pasang kalimat dialog) yang bisa Anda gunakan untuk memulai interaksi positif antara kedua kelompok tersebut, dengan tujuan membangun harmoni.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Memahami makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menjelaskan peran kebinekaan sebagai modal sosial pembangunan. Kebinekaan sebagai Modal Sosial C2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Mengidentifikasi tujuan simulasi dialog antarbudaya. Simulasi Dialog Antarbudaya C2 (Memahami) Pilihan Ganda 3
4 Menentukan prinsip pengelolaan kebinekaan yang efektif. Pengelolaan Kebinekaan C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 4
5 Menentukan langkah awal penyelesaian konflik antarbudaya. Pengelolaan Konflik Lintas Budaya C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 5
6 Memberikan contoh modal sosial dari kebinekaan. Modal Sosial C1 (Mengingat) Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan kaitan gotong royong dengan ekonomi Pancasila. Gotong Royong, Ekonomi Pancasila C2 (Memahami) Jawaban Singkat 7
8 Menjelaskan pentingnya komunikasi santun dalam interaksi. Komunikasi Antarbudaya C2 (Memahami) Jawaban Singkat 8
9 Merencanakan kegiatan untuk mempererat persatuan memanfaatkan kebinekaan. Pengelolaan Kebinekaan, Persatuan C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 9
10 Mensimulasikan dialog untuk membangun harmoni antarbudaya. Simulasi Dialog, Harmoni Sosial C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 10

KUNCI DAN PENSKORAN

Nomor Soal Kunci Jawaban Skor
1 c 5
2 b 5
3 b 5
4 c 5
5 c 5
6 Contoh: Kerjasama antar suku, pertukaran budaya, toleransi, saling membantu. (Sebutkan dua) 10 (5 per contoh)
7 Gotong royong mencerminkan kebersamaan, kekeluargaan, dan saling membantu dalam mencapai tujuan bersama, sesuai dengan prinsip ekonomi Pancasila yang mengutamakan kepentingan bersama dan keadilan sosial. 10
8 Untuk menghindari kesalahpahaman, menunjukkan rasa hormat, menciptakan suasana yang nyaman, dan memudahkan tercapainya kesepakatan atau pemahaman bersama. 10
9 Penilaian berdasarkan kelayakan rencana, relevansi dengan kebinekaan, dan potensi mempererat persatuan. (Minimal 3 poin). Contoh: Pentas seni budaya, lomba makanan tradisional, program pertukaran cerita daerah. 20
10 Penilaian berdasarkan kelayakan dialog, kesantunan bahasa, tujuan membangun harmoni, dan relevansi dengan konteks kantin. (Minimal 4 pasang kalimat). 20
TOTAL SKOR MAKSIMAL 100

Rumus Nilai Akhir:

Nilai Akhir = (Total Skor Perolehan / 100) * 100 Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat diimplementasikan dalam tugas uraian nomor 9, misalnya dengan meminta siswa mengusulkan penggunaan platform digital sederhana (seperti aplikasi berbasis flowchart atau pseudocode) untuk mengorganisir kegiatan, atau analisis sentimen dasar dari komentar siswa mengenai kegiatan tersebut menggunakan teknik dasar analisis teks. Untuk Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, tugas nomor 9 dapat dikembangkan dengan meminta siswa mengusulkan kegiatan yang berkaitan dengan pemanfaatan potensi pangan lokal Tuban secara kolaboratif antar kelompok budaya yang ada di sekolah.

RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal No. 9 & 10)

Indikator Penilaian Baru Memulai (1-25%) Berkembang (26-50%) Cakap (51-75%) Mahir (76-100%)
Kelayakan dan Relevansi Rencana/Dialog
(Sesuai konteks, logis, dan dapat diterapkan)
Rencana/dialog kurang sesuai konteks atau tidak logis. Rencana/dialog cukup sesuai konteks, namun perlu perbaikan. Rencana/dialog sesuai konteks dan logis, dapat diterapkan. Rencana/dialog sangat sesuai konteks, inovatif, dan sangat aplikatif.
Pemanfaatan Kebinekaan sebagai Kekuatan
(Menunjukkan pemahaman bahwa keberagaman adalah aset)
Kebinekaan tidak terlihat dimanfaatkan sebagai kekuatan. Ada upaya memanfaatkan kebinekaan, namun belum optimal. Kebinekaan dimanfaatkan dengan baik sebagai kekuatan. Kebinekaan dioptimalkan secara kreatif sebagai kekuatan utama.
Konsep Harmoni Sosial dan Persatuan
(Menunjukkan upaya membangun hubungan positif dan kesatuan)
Konsep harmoni/persatuan belum terlihat atau negatif. Ada upaya membangun harmoni/persatuan, namun terbatas. Harmoni sosial dan persatuan mulai terbangun melalui rencana/dialog. Harmoni sosial dan persatuan terwujud secara kuat melalui rencana/dialog.
Kualitas Komunikasi dan Bahasa
(Kejelasan, kesantunan, efektivitas bahasa)
Bahasa tidak jelas, tidak santun, atau tidak efektif. Bahasa cukup jelas, namun ada kekurangan dalam kesantunan/efektivitas. Bahasa jelas, santun, dan cukup efektif dalam menyampaikan pesan. Bahasa sangat jelas, santun, persuasif, dan sangat efektif.

REKAP NILAI ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

No. Absen Nama Siswa Nilai Pilihan Ganda (25) Nilai Jawaban Singkat (30) Nilai Uraian/Tugas Kontekstual (45) Total Skor (100) Nilai Akhir (0-100) Keterangan (Tuntas/Belum Tuntas)

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.