← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 5 - Pendidikan Pancasila X - Membangun budaya taat hukum

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS SESI ASESMEN

  • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
  • Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
  • Kelas/Rombel: X
  • Tingkat/Fase: X / Fase E
  • Semester: Ganjil
  • Tahun Pelajaran: 2026/2027
  • Pertemuan: 5 dari 5
  • Tanggal/Rentang: 2026-11-02 s.d. 2026-11-08
  • Topik: Membangun budaya taat hukum
  • Fokus Kegiatan: Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian.
  • Asesmen Pertemuan: Asesmen kinerja/produk dan refleksi.
  • Alokasi Waktu RPP: Pertemuan 5 dari 5 · 2 JP (90 menit)
  • Model: Case Based Learning
  • Metode: Analisis kasus, Diskusi kelompok, Pembuatan infografis, Bermain peran.
  • Dimensi Profil Lulusan: Kewargaan, Penalaran Kritis, Komunikasi

ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN

Tujuan: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang konsep taat hukum dan mengidentifikasi kesiapan belajar.

Teknik: Tanya jawab singkat (Lisan)

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas.

  1. Apa yang kamu pahami tentang "taat hukum"?
  2. Sebutkan satu contoh peraturan di sekolah yang menurutmu penting untuk ditaati!
  3. Mengapa penting bagi kita untuk mematuhi peraturan lalu lintas?
  4. Bagaimana perasaanmu jika melihat orang lain melanggar aturan di sekitarmu?
  5. Menurutmu, apa manfaat dari membangun budaya taat hukum di masyarakat?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban yang mengarah pada pemahaman tentang kepatuhan terhadap norma, aturan, atau hukum yang berlaku. (Mengukur pemahaman konsep dasar).
  • Jawaban yang menyebutkan peraturan sekolah yang relevan (misalnya, peraturan seragam, jam masuk, larangan membawa barang terlarang). (Mengukur pemahaman konteks lokal).
  • Jawaban yang menyebutkan alasan keselamatan, ketertiban, atau menghindari sanksi. (Mengukur pemahaman konsekuensi).
  • Jawaban yang menunjukkan kepedulian terhadap ketertiban atau rasa tidak nyaman terhadap pelanggaran. (Mengukur kesadaran sosial).
  • Jawaban yang mengarah pada terciptanya ketertiban, kedamaian, keadilan, atau kenyamanan bersama. (Mengukur pemahaman manfaat).

Tindak Lanjut: Guru memberikan penguatan atau klarifikasi konsep dasar jika diperlukan berdasarkan respon peserta didik.


ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN

Tujuan: Menilai pemahaman peserta didik dalam menganalisis kasus, merumuskan solusi, dan berkolaborasi.

Teknik: Observasi selama diskusi kelompok dan bermain peran, serta pertanyaan reflektif (Exit Ticket).

Lembar Observasi Diskusi Kelompok dan Bermain Peran

No Indikator Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
1 Kemampuan menganalisis kasus pelanggaran hukum yang disajikan.
2 Kemampuan merumuskan solusi konkret dan realistis untuk kasus tersebut.
3 Partisipasi aktif dan kontribusi ide dalam diskusi kelompok.
4 Sikap menghargai pendapat teman dan bekerja sama dalam tim.

Exit Ticket

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut di akhir sesi pembelajaran.

  1. Satu hal terpenting yang saya pelajari hari ini tentang membangun budaya taat hukum adalah...
  2. Bagaimana saya dapat menerapkan konsep taat hukum ini dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan potensi pangan lokal yang terintegrasi dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban?
  3. Jika saya harus membuat algoritma sederhana (menggunakan pseudocode atau flowchart) untuk mengingatkan warga tentang pentingnya mematuhi peraturan, langkah-langkahnya akan seperti apa? (Ini terkait integrasi KKA - Koding dan Kecerdasan Artifisial).

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

Tujuan: Menilai pemahaman utuh peserta didik tentang pentingnya budaya taat hukum dan kemampuan mengaplikasikannya.

Teknik: Tes tertulis (pilihan ganda, jawaban singkat, uraian) dan Penilaian Produk (Infografis).

Soal Pilihan Ganda

  1. Perilaku yang mencerminkan taat hukum dalam kehidupan sehari-hari adalah:
    a. Melakukan pungli untuk kelancaran urusan.
    b. Mematuhi rambu-rambu lalu lintas meskipun tidak ada polisi.
    c. Menyontek saat ujian agar mendapatkan nilai bagus.
    d. Menyebarkan berita bohong (hoax) di media sosial.
  2. Salah satu dampak negatif dari budaya tidak taat hukum di masyarakat adalah:
    a. Meningkatnya rasa aman dan tentram.
    b. Terciptanya keadilan bagi semua pihak.
    c. Maraknya tindakan kriminalitas dan ketidakpercayaan.
    d. Peningkatan kesadaran akan hak dan kewajiban.
  3. Dalam konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, membangun budaya taat hukum dapat diwujudkan melalui:
    a. Mengabaikan jadwal penyiraman tanaman karena malas.
    b. Mematuhi SOP (Standard Operating Procedure) dalam budidaya sayuran organik.
    c. Mengambil hasil panen sebelum waktunya untuk dijual sendiri.
    d. Menggunakan pupuk kimia secara berlebihan tanpa memperhatikan dampaknya.
  4. Konsep dasar dari Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) yang dapat diterapkan untuk memantau kepatuhan terhadap aturan tertentu (misalnya, jadwal pembuangan sampah) adalah:
    a. Algoritma klasifikasi gambar untuk mengenali jenis sampah.
    b. Decision tree untuk menentukan prioritas penanganan pelanggaran.
    c. Computer vision untuk mendeteksi objek yang tidak seharusnya berada di area tertentu.
    d. Regresi prediksi untuk memperkirakan jumlah sampah yang dihasilkan.
  5. Jika seorang siswa terlambat datang ke sekolah, tindakan yang paling sesuai dengan budaya taat hukum adalah:
    a. Berbohong kepada guru tentang alasan keterlambatan.
    b. Menerima konsekuensi dari peraturan sekolah dan berjanji tidak mengulanginya.
    c. Menyalahkan teman yang mengajaknya bermain semalam.
    d. Mengabaikan teguran dari guru piket.

Soal Jawaban Singkat

  1. Sebutkan dua contoh pelanggaran hukum yang sering terjadi di lingkungan sekolah!
  2. Jelaskan secara singkat mengapa penting untuk memiliki sistem yang jelas dalam pengelolaan sumber daya pangan di sekolah, kaitkan dengan konsep taat aturan!
  3. Bagaimana cara Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat membantu dalam mendeteksi dini potensi penyimpangan dalam sistem pertanian presisi (precision agriculture)?

Soal Uraian/Tugas Kontekstual

  1. Anda diminta untuk membuat sebuah infografis yang mengajak teman-teman sekelas untuk membangun budaya taat hukum di lingkungan sekolah. Jelaskan langkah-langkah yang akan Anda lakukan, mulai dari menentukan pesan utama, memilih visual, hingga menyajikan informasi secara menarik.
  2. Bayangkan Anda adalah anggota tim yang bertanggung jawab atas Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Buatlah sebuah simulasi sederhana (dalam bentuk narasi atau alur proses) tentang bagaimana Anda akan memastikan semua anggota tim mematuhi jadwal panen dan distribusi hasil panen agar efisien dan adil. Jelaskan potensi penerapan algoritma sederhana dari Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk mendukung proses ini.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi perilaku taat hukum dalam kehidupan sehari-hari. Konsep taat hukum, contoh perilaku. C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menganalisis dampak negatif dari budaya tidak taat hukum. Konsekuensi pelanggaran hukum. C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 2
3 Mengaplikasikan konsep taat hukum dalam konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP). Taat hukum dalam pengelolaan sumber daya, SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban. C3 (Mengaplikasi) Pilihan Ganda 3
4 Mengidentifikasi penerapan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) terkait deteksi pelanggaran aturan. Konsep KKA, aplikasi dalam pemantauan. C2 (Memahami) Pilihan Ganda 4
5 Menentukan tindakan yang sesuai dengan budaya taat hukum saat menghadapi situasi pelanggaran. Penerapan taat hukum dalam konteks sekolah. C3 (Mengaplikasi) Pilihan Ganda 5
6 Menyebutkan contoh pelanggaran hukum di lingkungan sekolah. Pelanggaran hukum di sekolah. C1 (Mengingat) Jawaban Singkat 6
7 Menjelaskan pentingnya ketaatan aturan dalam pengelolaan sumber daya pangan di sekolah. Taat aturan, SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban. C2 (Memahami) Jawaban Singkat 7
8 Menjelaskan peran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam sistem pertanian presisi. Konsep KKA, pertanian presisi. C2 (Memahami) Jawaban Singkat 8
9 Merancang strategi pembuatan infografis untuk membangun budaya taat hukum. Produk infografis, komunikasi visual. C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 9
10 Mensimulasikan penerapan taat aturan dalam pengelolaan SIKAP dan potensi KKA. Taat aturan, SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban, KKA. C5 (Mengevaluasi/Mencipta) Uraian/Tugas Kontekstual 10

KUNCI JAWABAN DAN PENSKORAN

Pilihan Ganda (Skor @ 5 poin)

  1. b
  2. c
  3. b
  4. c
  5. b

Jawaban Singkat (Skor @ 10 poin)

  1. Contoh: Mencontek, membolos, membuat kegaduhan di kelas, merusak fasilitas sekolah, terlambat masuk sekolah, dll. (Sebutkan minimal 2).
  2. Penting untuk memastikan distribusi hasil panen yang adil, menjaga kualitas produk, mencegah pemborosan, dan efisiensi penggunaan sumber daya. Kepatuhan terhadap jadwal dan SOP memastikan kelancaran seluruh proses.
  3. KKA dapat digunakan untuk menganalisis data sensor (misalnya, kelembaban tanah, suhu, kadar nutrisi) untuk mendeteksi anomali yang bisa mengindikasikan masalah (misalnya, serangan hama, penyakit, atau kekurangan air) sebelum menjadi parah, serta mengoptimalkan penggunaan input seperti pupuk dan air.

Uraian/Tugas Kontekstual (Skor @ 10 poin per soal)

Penilaian uraian akan menggunakan rubrik di bawah ini.

Total Skor Maksimal:

Pilihan Ganda: 5 soal x 5 poin = 25 poin

Jawaban Singkat: 3 soal x 10 poin = 30 poin

Uraian/Tugas Kontekstual: 2 soal x 20 poin = 40 poin

Total Skor = 25 + 30 + 40 = 95 poin.

Catatan: Skor tambahan dapat diberikan untuk kreativitas dan kedalaman analisis pada soal uraian.

Rumus Nilai Akhir:

Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / Skor Maksimal) x 100


RUBRIK PENILAIAN PRODUK (INFOGRAFIS & SIMULASI)

Indikator Kinerja Baru Memulai (Skor 1) Berkembang (Skor 2) Cakap (Skor 3) Mahir (Skor 4)
Relevansi dan Kedalaman Pesan (Soal 9 & 10) Pesan kurang jelas, tidak relevan dengan topik taat hukum atau konteks SIKAP/KKA. Pesan cukup jelas dan sebagian relevan dengan topik, namun kurang mendalam. Pesan jelas, relevan, dan menunjukkan pemahaman konsep taat hukum, SIKAP, atau KKA. Pesan sangat jelas, sangat relevan, mendalam, dan inovatif dalam mengaitkan konsep.
Kreativitas dan Daya Tarik Visual (Soal 9) Desain sangat sederhana, tidak menarik, dan minim penggunaan elemen visual. Desain cukup menarik, penggunaan visual standar, namun kurang orisinal. Desain menarik, penggunaan visual yang tepat dan kreatif, informasi tersaji baik. Desain sangat menarik, orisinal, penggunaan visual yang inovatif dan efektif dalam menyampaikan pesan.
Kelengkapan dan Kejelasan Penjelasan (Soal 9 & 10) Penjelasan sangat minim, banyak bagian yang tidak jelas atau tidak lengkap. Penjelasan cukup lengkap, namun ada beberapa bagian yang kurang jelas atau butuh perbaikan. Penjelasan lengkap, jelas, dan mudah dipahami, mencakup semua aspek yang diminta. Penjelasan sangat lengkap, sangat jelas, terstruktur, dan menunjukkan pemahaman yang komprehensif.
Integrasi Konsep SIKAP dan KKA (Soal 10) Integrasi SIKAP dan KKA sangat minim atau tidak ada. Integrasi SIKAP dan KKA ada namun kurang kuat atau kurang relevan. Integrasi SIKAP dan KKA cukup baik dan relevan dengan konteks yang diberikan. Integrasi SIKAP dan KKA sangat kuat, relevan, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang aplikasinya.

Penilaian Uraian/Tugas Kontekstual: Skor per soal = (Jumlah Skor Indikator / Total Skor Maksimal per Soal) x 20.


REKAP NILAI PESERTA DIDIK

No Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Awal Nilai Asesmen Proses (Observasi) Nilai Asesmen Akhir (Tertulis & Produk) Nilai Akhir (Rata-rata) Keterangan (Tuntas/Belum Tuntas)
1
2
3

TINDAK LANJUT GURU

Analisis Hasil Asesmen:

  • Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (80%) pada asesmen akhir akan mendapatkan program remedial.
  • Peserta didik yang telah mencapai atau melampaui kriteria ketuntasan akan mendapatkan program pengayaan.
  • Guru akan meninjau kembali efektivitas metode pembelajaran yang digunakan, terutama dalam hal integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, untuk perbaikan pada siklus pembelajaran berikutnya.

Program Remedial:

  • Peserta didik akan diberikan pendampingan khusus untuk mengulang materi yang belum dikuasai, fokus pada analisis kasus pelanggaran hukum dan pentingnya taat aturan.
  • Diberikan tugas tambahan yang lebih sederhana atau contoh kasus yang lebih mudah dipahami terkait penerapan taat hukum dalam konteks SIKAP dan KKA.

Program Pengayaan:

  • Peserta didik dapat ditugaskan untuk meneliti lebih lanjut tentang implementasi hukum di negara lain atau merancang prototipe sederhana aplikasi berbasis Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk mendukung budaya taat hukum.
  • Mereka juga dapat diminta untuk membuat proposal program inovatif terkait peningkatan kesadaran hukum di lingkungan sekolah atau masyarakat, yang mengintegrasikan prinsip-prinsip SIKAP.

Tindak Lanjut Guru:

  • Melaporkan hasil asesmen kepada kepala sekolah dan orang tua/wali peserta didik yang memerlukan perhatian khusus.
  • Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi untuk pertemuan selanjutnya berdasarkan data hasil asesmen.
  • Melakukan refleksi diri terhadap pelaksanaan pembelajaran, termasuk keefektifan model Case Based Learning dan metode yang digunakan, serta kesuksesan integrasi KKA dan SIKAP.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.