← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 5 dari 5 - Pendidikan Pancasila X - Membangun budaya taat hukum

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 5 DARI 5

IDENTITAS RPP
Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
NIP Guru 196909172008012017
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester X / Ganjil
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Aspek Deskripsi
Peserta Didik Peserta didik telah mengikuti pembelajaran sebelumnya terkait konsep taat hukum. Kesiapan belajar akan dipetakan melalui tanya jawab singkat mengenai pemahaman awal materi dan kesediaan berpartisipasi aktif dalam diskusi dan presentasi. Minat dapat digali melalui pemilihan kasus yang relevan dengan kehidupan mereka.
Materi Pelajaran Materi tentang membangun budaya taat hukum mencakup konsep hukum, norma, sanksi, hak, dan kewajiban warga negara. Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi karena menyangkut perilaku sehari-hari. Tingkat kesulitan sedang, membutuhkan analisis kritis. Struktur materi membangun dari pemahaman konsep hingga aplikasi. Potensi miskonsepsi terkait penafsiran hukum dan perbedaan hak dan kewajiban. Integrasi nilai karakter: jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli, dan kerja sama.
Dimensi Profil Pelan (DPL) Berkebinekaan Global: Menghargai perbedaan pandangan dalam diskusi penyelesaian kasus.
Bernalar Kritis: Menganalisis kasus pelanggaran hukum dan dampaknya secara mendalam.
Komunikasi: Menyajikan hasil analisis kasus dan merefleksikan pembelajaran secara efektif.
Capaian Pembelajaran Undang-Undang: Menerapkan perilaku taat hukum berdasarkan peraturan yang berlaku untuk mewujudkan harmoni dengan sesama manusia dan lingkungan; menganalisis tata urutan peraturan perundang - undangan di Indonesia; menganalisis makna kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara.

DESAIN PEMBELAJARAN

Aspek Deskripsi
Lintas Disiplin Ilmu Pembelajaran ini mengintegrasikan pemahaman literasi hukum dengan kemampuan analisis kasus. Keterampilan berpikir kritis dalam mengolah informasi dari berbagai sumber menjadi kunci. Dalam konteks yang lebih luas, pemahaman tentang hukum dan ketertiban sosial juga bersinggungan dengan konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam simulasi penegakan aturan atau analisis data pelanggaran, serta dengan program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban terkait pentingnya regulasi dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Tujuan Pembelajaran Melalui analisis kasus pelanggaran hukum dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mengaplikasikan konsep taat hukum dengan menyajikan solusi konkret dan merefleksikan pembelajaran, sehingga menunjukkan pemahaman yang utuh tentang pentingnya budaya taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat dengan tingkat ketuntasan minimal 80%.
Topik Pembelajaran Membangun Budaya Taat Hukum: Mengaplikasikan Konsep, Menyajikan Hasil, dan Merefleksikan Capaian.
Praktik Pedagogis Model: Case Based Learning.
Strategi: Pembelajaran berbasis masalah/kasus nyata untuk mendorong analisis mendalam dan penyelesaian yang relevan.
Metode: Analisis kasus, Diskusi kelompok, Pembuatan infografis, Bermain peran, Refleksi.
Alasan Pemilihan: Model ini sangat sesuai untuk topik membangun budaya taat hukum karena memungkinkan peserta didik menganalisis situasi nyata, memahami konsekuensi dari pelanggaran, dan merumuskan solusi yang bertanggung jawab. Sintaks model akan diterapkan secara berurutan untuk memandu peserta didik dari pemahaman kasus hingga refleksi akhir.
Penerapan Sintaks Model:
1. Menyajikan Kasus: Guru menyajikan studi kasus pelanggaran hukum yang relevan.
2. Mengidentifikasi Fakta dan Persoalan Utama: Peserta didik mengidentifikasi unsur-uns penting dalam kasus.
3. Menganalisis Penyebab dan Dampak: Peserta didik menganalisis akar masalah dan konsekuensi pelanggaran.
4. Menyusun Alternatif Penyelesaian: Peserta didik merumuskan berbagai solusi.
5. Memilih dan Mempertanggungjawabkan Keputusan: Peserta didik memilih solusi terbaik dan mempresentasikannya.
6. Merefleksikan Nilai dan Pembelajaran: Peserta didik merefleksikan proses dan hasil pembelajaran.
Kemitraan Pembelajaran Untuk memperkaya pemahaman, guru dapat berkolaborasi dengan perpustakaan sekolah untuk penyediaan sumber bacaan kasus hukum terkini atau dengan guru BK untuk mendiskusikan dampak psikologis dari pelanggaran hukum. Dukungan orang tua dapat berupa penguatan nilai-nilai kejujuran dan kedisiplinan di rumah.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif dengan penataan bangku yang mendukung diskusi kelompok. Budaya belajar yang aman dan inklusif mendorong partisipasi aktif semua peserta didik. Pemanfaatan proyektor dan koneksi internet mendukung presentasi dan pencarian informasi.
Pemanfaatan Digital Peserta didik akan menggunakan gawai untuk mencari informasi tambahan terkait kasus, membuat infografis digital (jika memungkinkan), dan mengakses materi presentasi. Guru dapat menggunakan platform presentasi interaktif atau video pendek untuk memperkaya materi.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Bermakna: Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata.
Menggembirakan: Suasana belajar yang positif.
Memberi salam, mengecek kehadiran, melakukan apersepsi dengan pertanyaan pemantik tentang pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian pertemuan ini. Menjawab salam, merespon pertanyaan pemantik, menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian. 10 menit Keaktifan merespon pertanyaan.
INTI - MEMAHAMI Bermakna: Memahami akar masalah dari kasus.
Berkesadaran: Fokus pada analisis fakta.
Menyajikan studi kasus pelanggaran hukum (misalnya, kasus perundungan daring atau pelanggaran lalu lintas yang berakibat fatal) melalui slide presentasi atau video singkat. Memfasilitasi identifikasi fakta kunci dan persoalan utama dalam kasus. Menyimak dan mencermati studi kasus. Mengidentifikasi fakta-fakta penting dan persoalan utama dari kasus yang disajikan. 20 menit Hasil identifikasi fakta dan persoalan utama dalam catatan/diskusi kelompok.
INTI - MEMAHAMI Bermakna: Memahami sebab-akibat.
Berkesadaran: Menganalisis secara kritis.
Membimbing peserta didik menganalisis penyebab pelanggaran hukum dalam kasus tersebut (misalnya, kurangnya pemahaman hukum, pengaruh lingkungan, atau ketidakdisiplinan). Memandu analisis dampak pelanggaran bagi diri sendiri, korban, dan masyarakat. Menganalisis penyebab dan dampak dari pelanggaran hukum yang terjadi dalam kasus tersebut. Berdiskusi dalam kelompok untuk memperdalam pemahaman. 15 menit Daftar penyebab dan dampak pelanggaran hukum yang disusun kelompok.
INTI - MENGAPLIKASI Bermakna: Merumuskan solusi nyata.
Menggembirakan: Berkontribusi dalam solusi.
Memfasilitasi peserta didik menyusun minimal dua alternatif solusi konkret untuk mengatasi kasus tersebut, dengan mempertimbangkan aspek hukum dan moral. Meminta peserta didik memilih satu solusi terbaik dan mempresentasikannya dalam bentuk infografis sederhana (digital atau manual). Menyusun alternatif solusi untuk kasus yang dibahas. Memilih satu solusi terbaik dan membuatnya dalam bentuk infografis yang menarik dan informatif. 25 menit Infografis yang menyajikan solusi pelanggaran hukum.
INTI - MEREFLEKSI Bermakna: Mengaitkan solusi dengan nilai.
Berkesadaran: Menilai proses dan hasil.
Memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk mempresentasikan infografis mereka. Memfasilitasi sesi tanya jawab dan umpan balik konstruktif antar kelompok. Memandu peserta didik melakukan refleksi tertulis tentang pembelajaran hari ini, khususnya mengenai pentingnya taat hukum dan bagaimana mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mempresentasikan infografis solusi kasus. Memberikan dan menerima umpan balik dari kelompok lain. Menulis refleksi pribadi mengenai pembelajaran dan komitmen untuk taat hukum. 15 menit Hasil presentasi infografis, catatan umpan balik, dan lembar refleksi tertulis.
PENUTUP Menggembirakan: Apresiasi dan motivasi.
Bermakna: Penguatan komitmen.
Memberikan apresiasi atas partisipasi aktif dan hasil kerja peserta didik. Menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran. Memberikan motivasi untuk terus menerapkan budaya taat hukum. Menyampaikan materi untuk pertemuan selanjutnya (jika ada). Menyimak kesimpulan dan motivasi dari guru. 5 menit Kehadiran dan partisipasi dalam kegiatan penutup.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Jenis Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan Tindak Lanjut
Pada Awal Pembelajaran Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang konsep taat hukum dan mengidentifikasi kesiapan belajar. (Assessment for learning) Tanya jawab singkat Lisan Respon peserta didik terhadap pertanyaan pemantik. Peserta didik mampu memberikan minimal satu contoh relevan terkait hukum atau peraturan. Memberikan penguatan atau klarifikasi konsep dasar jika diperlukan.
Pada Proses Pembelajaran Menilai pemahaman peserta didik dalam menganalisis kasus, merumuskan solusi, dan berkolaborasi. (Assessment as learning, Assessment for learning) Observasi selama diskusi, hasil identifikasi fakta, analisis penyebab-dampak, dan infografis. Observasi, Penilaian Produk (Infografis). Keaktifan dalam diskusi, ketepatan identifikasi fakta, kedalaman analisis, relevansi solusi, kualitas infografis. Kelompok mampu menyajikan minimal 2 alternatif solusi yang relevan dan infografis yang informatif. Memberikan umpan balik konstruktif secara lisan dan tertulis untuk perbaikan.
Pada Akhir Pembelajaran Menilai pemahaman konsep, kemampuan mengaplikasikan, dan refleksi diri peserta didik. (Assessment of learning) Lembar refleksi tertulis, Hasil presentasi infografis. Tertulis, Kinerja (Presentasi). Kualitas refleksi (kedalaman, kejujuran, komitmen), kejelasan penyampaian solusi, kemampuan menjawab pertanyaan. Peserta didik mampu merefleksikan pembelajaran dengan baik dan presentasi infografis memenuhi kriteria ketuntasan. Memberikan pengayaan bagi yang mahir, remedial bagi yang belum tuntas, dan apresiasi bagi semua.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Melalui analisis kasus pelanggaran hukum dan diskusi kelompok, peserta didik mampu mengaplikasikan konsep taat hukum dengan menyajikan solusi konkret dan merefleksikan pembelajaran, sehingga menunjukkan pemahaman yang utuh tentang pentingnya budaya taat hukum dalam kehidupan bermasyarakat.
Indikator Baru Memulai (BM) Berkembang (B) Cakap (C) Mahir (M)
Analisis Kasus (Identifikasi Fakta, Penyebab, Dampak) Kesulitan mengidentifikasi fakta, penyebab, dan dampak pelanggaran hukum dalam kasus. Mampu mengidentifikasi sebagian fakta, penyebab, atau dampak, namun belum lengkap atau kurang mendalam. Mampu mengidentifikasi fakta, penyebab, dan dampak pelanggaran hukum secara cukup jelas dan relevan. Mampu menganalisis secara kritis dan komprehensif fakta, penyebab, dan dampak pelanggaran hukum, mengaitkannya dengan konsep yang lebih luas.
Perumusan Solusi Belum mampu merumuskan solusi atau solusi yang diajukan tidak relevan. Mampu merumuskan satu solusi yang cukup relevan, namun kurang variatif atau aplikatif. Mampu merumuskan minimal dua alternatif solusi yang konkret, relevan, dan memiliki potensi untuk diterapkan. Mampu merumuskan solusi yang inovatif, aplikatif, dan mempertimbangkan berbagai aspek (hukum, sosial, moral, ekonomi).
Penyajian Infografis Infografis sangat sederhana, sulit dipahami, dan minim informasi. Infografis cukup informatif, namun tata letak atau visual kurang menarik dan sulit dibaca. Infografis jelas, informatif, menarik secara visual, dan mudah dipahami, menyajikan solusi dengan baik. Infografis sangat menarik, informatif, kreatif, dan efektif dalam menyampaikan pesan solusi secara persuasif.
Refleksi Pembelajaran Refleksi sangat singkat, umum, dan tidak menunjukkan pemahaman mendalam atau komitmen. Refleksi menyebutkan beberapa hal yang dipelajari, namun belum mendalam atau belum ada komitmen konkret. Refleksi menunjukkan pemahaman tentang pentingnya taat hukum dan memuat komitmen pribadi untuk menerapkannya dalam kehidupan. Refleksi sangat mendalam, jujur, menunjukkan pemahaman kritis tentang implikasi taat hukum, dan memuat komitmen yang kuat serta rencana aksi yang jelas.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.