← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 6 - Pendidikan Pancasila X - Pancasila sebagai pemersatu bangsa

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN PERTEMUAN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel X
Tingkat/Fase X / Fase E
Semester Ganjil
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 6 dari 6
Tanggal/Rentang 2026-08-24 s.d. 2026-08-30
Topik Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Fokus Kegiatan Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian.
Model Discovery Learning
Metode Diskusi kelompok, Presentasi, Studi literatur, Jurnal refleksi.
Dimensi Profil Lulusan Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)

TUJUAN ASESMEN PERTEMUAN

Asesmen ini bertujuan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran pada pertemuan ke-6, yaitu kemampuan peserta didik dalam menyajikan hasil analisis penerapan nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam bentuk presentasi kreatif, serta merefleksikan pengalaman belajar dan dampaknya terhadap sikap dan perilaku mereka sebagai warga negara yang baik. Indikator ketercapaian adalah minimal 80% peserta didik mampu menyampaikan ide dengan jelas dan memberikan minimal dua poin refleksi yang bermakna.

ASESMEN AWAL

(Asesmen ini tidak menjadi nilai akhir, bertujuan mengukur kesiapan dan memetakan miskonsepsi awal peserta didik.)

  1. Apa yang Anda pahami tentang Pancasila sebagai pemersatu bangsa?
  2. Sebutkan satu contoh penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang menurut Anda paling efektif dalam menjaga persatuan!
  3. Menurut Anda, mengapa penting untuk terus menerus menginternalisasi nilai-nilai Pancasila?
  4. Bagaimana peran teknologi informasi dalam menyebarkan nilai-nilai persatuan bangsa?
  5. Apa tantangan terbesar dalam menjaga persatuan bangsa di era digital saat ini?
Kunci Jawaban dan Interpretasi
  1. Jawaban yang diharapkan mencakup pemahaman Pancasila sebagai dasar negara yang mengakomodasi keberagaman Indonesia.
  2. Jawaban bervariasi, contoh yang baik menunjukkan keterkaitan langsung dengan persatuan.
  3. Jawaban yang baik menekankan Pancasila sebagai identitas nasional dan perekat bangsa.
  4. Jawaban yang baik mengaitkan teknologi sebagai alat penyebar informasi positif atau negatif terkait persatuan.
  5. Jawaban yang baik mengarah pada isu-isu seperti hoaks, ujaran kebencian, atau polarisasi akibat media sosial.

ASESMEN PROSES

Lembar Observasi Keterampilan Presentasi dan Diskusi
No Indikator Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
1 Kejelasan Penyampaian Ide dalam Presentasi
2 Kemampuan Menjawab Pertanyaan dengan Kritis
3 Kerja Sama dalam Kelompok Selama Presentasi
4 Kreativitas dalam Penyajian Hasil Analisis
Exit Ticket
  1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang Pancasila sebagai pemersatu bangsa adalah...
  2. Bagian mana dari presentasi kelompok lain yang paling menginspirasi Anda? Mengapa?
  3. Bagaimana Anda akan menerapkan nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam kehidupan Anda setelah pembelajaran ini?

ASESMEN AKHIR (ASESMEN KINERJA/PRODUK)

Pilihan Ganda
  1. Pancasila sebagai pemersatu bangsa paling relevan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap:
    1. Mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan golongan.
    2. Menghargai perbedaan suku, agama, dan ras.
    3. Menerima segala bentuk budaya asing tanpa seleksi.
    4. Memaksakan kehendak kepada orang lain demi kesamaan pandangan.
  2. Dalam konteks digital, salah satu cara efektif menggunakan teknologi untuk memperkuat persatuan bangsa adalah:
    1. Menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.
    2. Terlibat dalam debat kusir yang memecah belah di media sosial.
    3. Menggunakan platform digital untuk menyebarkan konten positif tentang keberagaman Indonesia.
    4. Mengabaikan diskusi publik karena dianggap membuang waktu.
  3. Penerapan nilai gotong royong dalam masyarakat modern, yang juga sejalan dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban dalam pengelolaan sumber daya pangan lokal, dapat diwujudkan melalui:
    1. Membangun lumbung desa secara mandiri oleh masing-masing keluarga.
    2. Mengadakan pertemuan rutin untuk membahas pembagian tugas dalam pemeliharaan kebun komunal.
    3. Menunggu bantuan dari pemerintah untuk setiap kegiatan pertanian.
    4. Menjual hasil panen secara individual tanpa mempertimbangkan kebutuhan bersama.
  4. Seorang siswa yang aktif dalam kegiatan OSIS dan selalu berusaha menjembatani perbedaan pendapat antar anggota, menunjukkan pengamalan nilai Pancasila, khususnya sila ke:
    1. Satu (Ketuhanan Yang Maha Esa)
    2. Dua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab)
    3. Tiga (Persatuan Indonesia)
    4. Empat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan)
  5. Kreativitas dalam menyajikan hasil analisis penerapan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dapat ditunjukkan melalui:
    1. Hanya membacakan teks dari sumber internet.
    2. Membuat infografis menarik yang memvisualisasikan data penerapan nilai Pancasila.
    3. Menggunakan slide presentasi yang penuh dengan tulisan tanpa gambar.
    4. Menyajikan materi secara monoton tanpa interaksi dengan audiens.
Jawaban Singkat
  1. Sebutkan dua contoh penerapan nilai Pancasila yang dapat memperkuat persatuan di lingkungan sekolah!
  2. Bagaimana Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dapat dimanfaatkan untuk memantau dan menganalisis sentimen publik terkait isu persatuan bangsa di media sosial?
  3. Jelaskan secara singkat mengapa Bhinneka Tunggal Ika menjadi modal sosial yang sangat penting bagi Indonesia!
Uraian/Tugas Kontekstual
  1. Bayangkan Anda adalah seorang pembuat konten edukasi. Buatlah rancangan singkat (outline) sebuah video pendek yang berdurasi maksimal 3 menit, yang bertujuan untuk mengedukasi teman sebaya Anda tentang pentingnya menjaga persatuan bangsa di era digital, dengan mengaitkan nilai-nilai Pancasila dan potensi pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) untuk melawan hoaks.
  2. Dalam konteks Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, rancanglah sebuah program sederhana yang dapat melibatkan siswa dalam kegiatan pertanian berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai wujud pengamalan nilai Pancasila, khususnya sila Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial. Jelaskan secara singkat bagaimana program tersebut dapat memperkuat rasa persatuan dan tanggung jawab sosial antar siswa.

KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Menyajikan hasil analisis penerapan nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menganalisis peran teknologi dalam menyebarkan nilai persatuan bangsa. Pancasila di Era Digital C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 2
3 Mengaitkan penerapan nilai Pancasila dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) dan gotong royong. Gotong Royong dan SIKAP C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 3
4 Mengidentifikasi penerapan sila Pancasila dalam konteks sosial-organisasi. Penerapan Sila Pancasila C2 (Memahami) Pilihan Ganda 4
5 Menunjukkan pemahaman tentang kreativitas dalam penyajian hasil belajar. Kreativitas dalam Pembelajaran C2 (Memahami) Pilihan Ganda 5
6 Memberikan contoh konkret penerapan nilai Pancasila di lingkungan sekolah yang memperkuat persatuan. Penerapan Nilai Pancasila di Sekolah C2 (Memahami) Jawaban Singkat 6
7 Menganalisis potensi pemanfaatan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam isu persatuan bangsa. Pancasila dan KKA C4 (Menganalisis) Jawaban Singkat 7
8 Menjelaskan makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial. Bhinneka Tunggal Ika C2 (Memahami) Jawaban Singkat 8
9 Merancang ide konten edukasi digital yang mengintegrasikan Pancasila, persatuan bangsa, dan KKA. Pancasila, Persatuan, KKA di Era Digital C5 (Mencipta) Uraian/Tugas Kontekstual 9
10 Merancang program sekolah yang mengintegrasikan nilai Pancasila (Persatuan, Keadilan) dengan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP). Pancasila, Persatuan, Keadilan, SIKAP C5 (Mencipta) Uraian/Tugas Kontekstual 10

KUNCI DAN PENSKORAN

Pilihan Ganda
  1. Jawaban: b. Menghargai perbedaan suku, agama, dan ras.
  2. Jawaban: c. Menggunakan platform digital untuk menyebarkan konten positif tentang keberagaman Indonesia.
  3. Jawaban: b. Mengadakan pertemuan rutin untuk membahas pembagian tugas dalam pemeliharaan kebun komunal.
  4. Jawaban: c. Tiga (Persatuan Indonesia)
  5. Jawaban: b. Membuat infografis menarik yang memvisualisasikan data penerapan nilai Pancasila.
Skor per soal: 5 poin. Total skor pilihan ganda: 25 poin. Jawaban Singkat
  1. Contoh jawaban: Menghormati teman yang berbeda agama saat beribadah, bekerja sama dalam piket kelas tanpa memandang suku. (Jawaban lain yang relevan diterima).
  2. Contoh jawaban: KKA dapat digunakan untuk menganalisis data dari media sosial guna mendeteksi penyebaran ujaran kebencian atau disinformasi yang mengancam persatuan, sehingga dapat segera diambil tindakan pencegahan.
  3. Jawaban: Bhinneka Tunggal Ika adalah pengingat bahwa meskipun berbeda-beda, bangsa Indonesia tetap satu kesatuan, yang menjadi fondasi penting untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan dalam keragaman.
Skor per soal: 5 poin. Total skor jawaban singkat: 15 poin. Uraian/Tugas Kontekstual
  1. Penilaian berdasarkan kelengkapan outline, relevansi ide dengan topik, kreativitas konsep video, keterkaitan dengan Pancasila, persatuan, dan KKA.
  2. Penilaian berdasarkan deskripsi program yang jelas, keterkaitan dengan nilai Pancasila (Persatuan, Keadilan) dan Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP), serta potensi memperkuat rasa persatuan dan tanggung jawab sosial.
Skor per soal: 30 poin. Total skor uraian/tugas kontekstual: 60 poin. Total Skor Maksimal: 100 poin. Rumus Nilai Akhir: Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 100) * 100

RUBRIK PENILAIAN PRODUK/KINERJA (PRESENTASI KREATIF DAN REFLEKSI)

Indikator Baru Memulai (0-49) Berkembang (50-69) Cakap (70-84) Mahir (85-100)
Kejelasan dan Keterstrukturuan Penyajian Analisis Penyajian sangat tidak terstruktur, ide sulit dipahami. Penyajian cukup terstruktur, beberapa ide jelas namun ada yang kurang terorganisir. Penyajian terstruktur dengan baik, ide-ide utama tersampaikan dengan jelas. Penyajian sangat terstruktur, runtut, dan setiap ide tersampaikan secara mendalam dan mudah dipahami.
Kedalaman Analisis dan Relevansi dengan Konsep Pancasila Analisis dangkal, kurang relevan dengan konsep Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Analisis cukup mendalam, ada keterkaitan dengan Pancasila namun belum kuat. Analisis cukup mendalam dan relevan, menunjukkan pemahaman yang baik tentang Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Analisis sangat mendalam, kritis, dan relevan, menunjukkan penguasaan konsep Pancasila sebagai pemersatu bangsa yang komprehensif.
Kreativitas dan Inovasi dalam Penyajian Penyajian sangat konvensional, minim kreativitas. Ada beberapa elemen kreatif namun belum optimal dalam menarik perhatian. Penyajian cukup kreatif dan inovatif, mampu menarik perhatian audiens. Penyajian sangat kreatif, inovatif, dan efektif dalam menyampaikan pesan, menggunakan media/teknik yang menarik.
Makna dan Kedalaman Refleksi Diri Refleksi sangat dangkal, hanya menyebutkan hal umum tanpa makna mendalam. Refleksi cukup bermakna, menunjukkan pemahaman awal tentang dampak pembelajaran. Refleksi bermakna, mampu mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi dan dampaknya. Refleksi sangat mendalam, kritis, personal, dan menunjukkan perubahan pola pikir/sikap yang signifikan akibat pembelajaran.

REKAP NILAI

No Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Akhir (Skor 100) Predikat (A/B/C/D) Catatan Guru
1
2
3
...

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.