ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Guru | Dra. Umi Hanik Hartatik |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Fase | X / Fase E |
| Semester | Ganjil |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 5 dari 6 |
| Topik | Pancasila sebagai pemersatu bangsa |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning |
| Metode Pembelajaran | Diskusi kelompok, Presentasi, Studi literatur, Jurnal refleksi. |
| Dimensi Profil Lulusan | Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas |
Tujuan Asesmen
Asesmen pada pertemuan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam studi kasus nyata, serta menilai kemampuan mereka dalam memberikan umpan balik konstruktif.
1. Asesmen Awal Pembelajaran (Formatif)
Tujuan: Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan kesiapan mengikuti pembelajaran.
Teknik: Observasi, Tanya Jawab Lisan.
Instrumen: Pertanyaan lisan.
Pertanyaan:
- Menurut kalian, mengapa Pancasila penting sebagai pemersatu bangsa Indonesia yang beragam?
- Sebutkan satu contoh sikap yang mencerminkan persatuan dalam keragaman di lingkungan sekolah!
- Apa yang akan terjadi jika nilai-nilai persatuan dalam Pancasila tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
- Apakah kalian merasa siap untuk mendiskusikan cara mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan nyata hari ini?
- Adakah hal yang masih membuat kalian bingung terkait materi Pancasila sebagai pemersatu bangsa?
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban yang mengaitkan Pancasila dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia, serta fungsinya sebagai dasar negara dan pandangan hidup.
- Contoh konkret seperti menghargai teman yang berbeda suku, tidak membeda-bedakan dalam bermain, atau bergotong royong membersihkan kelas.
- Jawaban yang mengarah pada potensi konflik, perpecahan, disintegrasi bangsa, atau hilangnya rasa persatuan.
- Peserta didik yang menyatakan siap atau menunjukkan antusiasme.
- Peserta didik yang mengajukan pertanyaan klarifikasi atau menyatakan kesulitan.
Tindak Lanjut: Guru menyesuaikan kedalaman penjelasan materi dan tingkat kesulitan aktivitas berdasarkan pemahaman awal peserta didik.
2. Asesmen Proses Pembelajaran (Formatif)
Tujuan: Memantau pemahaman dan partisipasi peserta didik selama proses pembelajaran, serta mengukur kemampuan mengaplikasikan konsep.
Teknik: Observasi, Tanya Jawab Lisan (Exit Ticket).
Instrumen: Lembar Observasi, Pertanyaan Exit Ticket.
Lembar Observasi Proses Pembelajaran
| Indikator | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Catatan Umpan Balik |
|---|---|---|---|---|
| Keaktifan dalam diskusi kelompok | ||||
| Kemampuan mengemukakan pendapat yang relevan | ||||
| Kemampuan bekerja sama dalam kelompok | ||||
| Kemampuan mengaplikasikan nilai Pancasila dalam studi kasus |
Pertanyaan Exit Ticket:
- Satu hal baru yang saya pelajari hari ini tentang Pancasila sebagai pemersatu bangsa adalah...
- Satu cara konkret yang akan saya lakukan untuk menerapkan Pancasila di lingkungan saya adalah...
- Perasaan saya setelah mengikuti pembelajaran hari ini adalah...
3. Asesmen Akhir Pembelajaran (Sumatif/Formatif)
Tujuan: Mengukur kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam studi kasus nyata dan memberikan umpan balik konstruktif.
Teknik: Tes tertulis, Penugasan.
Instrumen: Soal Pilihan Ganda, Soal Jawaban Singkat, Soal Uraian/Tugas Kontekstual.
Soal Pilihan Ganda:
- Sikap yang paling mencerminkan nilai persatuan Indonesia dalam menghadapi perbedaan pendapat adalah:
a. Memaksakan kehendak sendiri
b. Menghargai pendapat orang lain dan mencari solusi bersama
c. Menghindari diskusi agar tidak terjadi perdebatan
d. Meremehkan pandangan yang berbeda - Dalam sebuah organisasi siswa, terdapat anggota dari berbagai daerah dengan adat istiadat yang berbeda. Untuk menjaga persatuan, tindakan yang paling tepat adalah:
a. Hanya mengakomodasi kebudayaan mayoritas
b. Mengadakan kegiatan yang dapat melibatkan semua anggota dari berbagai latar belakang
c. Mengabaikan perbedaan budaya demi keseragaman
d. Membatasi interaksi antar anggota dari daerah yang berbeda - Perilaku berikut yang TIDAK mencerminkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa adalah:
a. Saling menghormati antar umat beragama
b. Mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama
c. Bergotong royong dalam kegiatan sosial
d. Menjaga kerukunan antar suku bangsa - Pancasila sebagai ideologi terbuka berarti Pancasila mampu:
a. Berubah total mengikuti perkembangan zaman
b. Tetap relevan dan dapat diimplementasikan dalam berbagai kondisi
c. Diterapkan secara kaku tanpa penyesuaian
d. Mengabaikan nilai-nilai luhur bangsa - Salah satu upaya konkret menjaga keutuhan NKRI dengan semangat persatuan adalah:
a. Membanggakan budaya asing secara berlebihan
b. Mempelajari dan melestarikan seni budaya daerah
c. Menghasut antar kelompok masyarakat
d. Mengabaikan sejarah perjuangan bangsa
Soal Jawaban Singkat:
- Sebutkan dua nilai yang terkandung dalam sila Persatuan Indonesia yang penting untuk menjaga keharmonisan masyarakat!
- Mengapa sikap toleransi menjadi kunci penting dalam mengaplikasikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa?
- Dalam konteks digital saat ini, berikan satu contoh ancaman terhadap persatuan bangsa dan bagaimana Pancasila dapat menjadi solusinya!
Soal Uraian/Tugas Kontekstual:
- Amati lingkungan sekolahmu atau lingkungan tempat tinggalmu. Identifikasi satu potensi konflik atau perselisihan yang mungkin timbul akibat perbedaan (misalnya: perbedaan pendapat dalam organisasi, perbedaan latar belakang sosial, atau perbedaan kebiasaan). Jelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila, khususnya sila Persatuan Indonesia, dapat diterapkan untuk mencegah atau menyelesaikan konflik tersebut. Berikan minimal dua contoh perilaku konkret yang dapat kamu lakukan.
- Peserta didik lain dalam kelompokmu telah mengusulkan solusi untuk masalah yang kamu identifikasi pada soal nomor 9. Berikan umpan balik konstruktif terhadap usulan mereka. Jelaskan bagian mana yang menurutmu sudah baik dan bagian mana yang mungkin perlu diperbaiki atau ditambahkan, serta berikan alasan logis mengapa demikian.
4. Kisi-kisi Asesmen Akhir
| No | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi sikap yang mencerminkan persatuan dalam perbedaan pendapat. | Pancasila sebagai pemersatu bangsa (persatuan). | LOTS | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Menentukan tindakan yang tepat untuk menjaga persatuan dalam keragaman. | Pancasila sebagai pemersatu bangsa (keragaman). | LOTS | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Membedakan perilaku yang mencerminkan dan tidak mencerminkan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. | Pancasila sebagai pemersatu bangsa (nilai persatuan). | LOTS | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Memahami makna Pancasila sebagai ideologi terbuka. | Pancasila sebagai ideologi negara. | LOTS | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Mengidentifikasi upaya menjaga keutuhan bangsa dengan semangat persatuan. | Pancasila sebagai pemersatu bangsa (keutuhan NKRI). | LOTS | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menyebutkan nilai-nilai penting dari sila Persatuan Indonesia. | Nilai-nilai Pancasila (Sila Persatuan Indonesia). | LOTS | Jawaban Singkat | 6 |
| 7 | Menjelaskan pentingnya toleransi dalam mengaplikasikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. | Pancasila sebagai pemersatu bangsa (toleransi). | LOTS | Jawaban Singkat | 7 |
| 8 | Memberikan contoh ancaman persatuan di era digital dan solusi Pancasilais. | Pancasila sebagai pemersatu bangsa (tantangan era digital). | HOTS | Jawaban Singkat | 8 |
| 9 | Mengaplikasikan nilai Pancasila untuk mencegah/menyelesaikan konflik di lingkungan nyata, serta memberikan contoh konkret. | Pancasila sebagai pemersatu bangsa (aplikasi studi kasus). | HOTS | Uraian/Tugas Kontekstual | 9 |
| 10 | Memberikan umpan balik konstruktif terhadap solusi yang ditawarkan teman terkait penerapan Pancasila. | Keterampilan komunikasi, penalaran kritis. | HOTS | Uraian/Tugas Kontekstual | 10 |
5. Kunci dan Penskoran
| No Soal | Kunci Jawaban | Skor Maksimal |
|---|---|---|
| 1 | b | 5 |
| 2 | b | 5 |
| 3 | b | 5 |
| 4 | b | 5 |
| 5 | b | 5 |
| 6 | Contoh: Cinta tanah air, rela berkorban, bangga pada bangsa dan negara, persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban. (Sebutkan dua) | 10 |
| 7 | Karena toleransi memungkinkan perbedaan dihargai tanpa menimbulkan permusuhan, menciptakan kerukunan, dan memperkuat persatuan dalam keberagaman. | 10 |
| 8 | Contoh Ancaman: Hoax, ujaran kebencian, polarisasi politik di media sosial. Solusi Pancasila: Menerapkan nilai kebenaran (Sila 1), musyawarah mufakat (Sila 4), menjaga persatuan (Sila 3), dan keadilan sosial (Sila 5) dalam bermedia sosial. | 15 |
| 9 | Jawaban bervariasi, namun harus mencakup identifikasi konflik yang logis, penerapan nilai Pancasila yang tepat (misal: musyawarah, saling menghargai, gotong royong), dan minimal dua contoh perilaku konkret yang relevan. | 20 |
| 10 | Umpan balik harus menunjukkan kemampuan menganalisis solusi teman, memberikan apresiasi pada bagian yang baik, dan saran perbaikan yang logis serta beralasan, terkait penerapan nilai Pancasila. | 15 |
| Total Skor | 100 |
Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
6. Rubrik Penilaian Tugas Kontekstual (Soal No. 9 dan 10)
| Indikator | Baru Memulai (0-10) | Berkembang (11-20) | Cakap (21-30) | Mahir (31-40) |
|---|---|---|---|---|
| Identifikasi Potensi Konflik dan Relevansinya | Potensi konflik tidak jelas atau tidak relevan dengan konteks. | Potensi konflik kurang jelas atau kurang relevan. | Potensi konflik diidentifikasi dengan cukup jelas dan relevan. | Potensi konflik diidentifikasi dengan sangat jelas, spesifik, dan sangat relevan. |
| Penerapan Nilai Pancasila | Penerapan nilai Pancasila tidak tepat atau tidak disebutkan. | Penerapan nilai Pancasila kurang tepat atau kurang mendalam. | Penerapan nilai Pancasila cukup tepat dan relevan dengan konflik yang diidentifikasi. | Penerapan nilai Pancasila sangat tepat, mendalam, dan relevan dengan konflik yang diidentifikasi. |
| Contoh Perilaku Konkret | Contoh perilaku tidak ada atau sangat umum. | Contoh perilaku kurang spesifik atau kurang konkret. | Contoh perilaku cukup konkret dan dapat diimplementasikan. | Contoh perilaku sangat konkret, spesifik, dan dapat diimplementasikan secara efektif. |
| Umpan Balik Konstruktif (Soal No. 10) | Umpan balik tidak ada atau tidak relevan. | Umpan balik bersifat umum, kurang spesifik, atau kurang membangun. | Umpan balik menunjukkan pemahaman terhadap solusi teman, memberikan saran perbaikan yang cukup jelas. | Umpan balik sangat jelas, spesifik, menunjukkan apresiasi terhadap kelebihan dan memberikan saran perbaikan yang logis serta beralasan. |
Catatan Integrasi KKA dan SIKAP:
- Dalam soal uraian nomor 9, peserta didik diminta mengidentifikasi potensi konflik dan mengaplikasikan nilai Pancasila. Ini dapat dikaitkan dengan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) melalui simulasi sederhana menggunakan algoritma logika atau flowchart untuk memetakan alur penyelesaian masalah sosial.
- Soal nomor 10, yang meminta umpan balik konstruktif, dapat dihubungkan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Peserta didik dapat diminta memberikan umpan balik terhadap proposal solusi pengelolaan sumber daya pangan lokal yang mungkin diajukan teman, misalnya mengenai efisiensi penggunaan air atau potensi agribisnis yang berkelanjutan, yang mencerminkan semangat gotong royong dan keadilan sosial dalam sistem ketahanan pangan.
7. Rekap Nilai Peserta Didik
| No | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Awal | Nilai Asesmen Proses (Observasi) | Nilai Asesmen Akhir (Tes & Tugas) | Nilai Akhir | Catatan Guru |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||
| 2 | ||||||
| 3 | ||||||
| ... |