LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| IDENTITAS PAKET PERTEMUAN | |
|---|---|
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Fase | X / Fase E |
| Topik | Pancasila sebagai pemersatu bangsa |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
| Nama Peserta Didik | _ |
Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Peserta didik mampu mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam studi kasus sederhana mengenai kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar, dengan indikator mampu mengidentifikasi minimal dua potensi konflik dan merumuskan dua solusi konkret berbasis gotong royong.
Petunjuk Kerja
- Bacalah studi kasus yang disajikan dengan cermat.
- Diskusikan dengan kelompokmu untuk mengidentifikasi potensi konflik dan merumuskan solusi.
- Catat hasil diskusi pada tabel yang disediakan.
- Siapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
- Jawablah pertanyaan refleksi dengan jujur.
Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
- Buku Paket Pendidikan Pancasila Kelas X
- Artikel daring tentang kerukunan umat beragama
- Video pendek tentang keberagaman Indonesia
- Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini
Stimulus
Studi Kasus: Harmoni di Kampung Pelangi
Di Kampung Pelangi, hidup berdampingan masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam. Pak Budi, seorang penganut agama A, seringkali mengadakan acara keagamaan yang melibatkan musik keras hingga larut malam. Tetangganya, Ibu Siti, yang memeluk agama B, merasa terganggu tidurnya karena memiliki bayi yang masih kecil. Di sisi lain, menjelang perayaan hari besar agama C, warga Kampung Pelangi bergotong royong menghias kampung, namun muncul perdebatan mengenai penempatan ornamen yang dianggap sebagian warga terlalu menonjolkan satu agama tertentu.
Kegiatan Memahami
Diskusikan pertanyaan berikut dalam kelompok:
- Nilai Pancasila apa yang terancam terabaikan dalam situasi yang dihadapi Pak Budi dan Ibu Siti?
- Bagaimana potensi konflik dalam kasus perayaan hari besar agama C dapat dihindari agar tetap menjaga kerukunan?
Kegiatan Mengaplikasi
Berdasarkan studi kasus di atas, rumuskan dalam kelompok Anda:
| Aspek yang Diidentifikasi | Potensi Konflik yang Muncul | Solusi Konkret Berbasis Gotong Royong |
|---|---|---|
| Gangguan Akibat Aktivitas Keagamaan (Pak Budi & Ibu Siti) |
Potensi Konflik: |
Solusi: |
| Perayaan Hari Besar Keagamaan (Kampung Pelangi) |
Potensi Konflik: |
Solusi: |
Integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA): Bayangkan Anda merancang sebuah algoritma sederhana menggunakan decision tree untuk memetakan potensi konflik dalam interaksi sosial berbasis agama di lingkungan Anda. Apa saja node (titik keputusan) utama yang akan Anda masukkan dalam pohon keputusan tersebut untuk menghasilkan solusi yang berlandaskan Pancasila?
Integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban: Bagaimana prinsip gotong royong dalam Pancasila dapat diwujudkan dalam pengelolaan sistem hidroponik komunal di sekolah untuk memastikan ketahanan pangan bagi seluruh warga sekolah, terutama dalam menghadapi potensi kelangkaan sumber daya?
Kegiatan Merefleksi
Jawablah pertanyaan berikut secara individu:
- Bagaimana pengalaman Anda dalam mendiskusikan dan mencari solusi untuk studi kasus ini? Bagian mana yang paling berkesan?
- Apakah Anda merasa mampu mengidentifikasi potensi konflik dan merumuskan solusi berbasis gotong royong? Jelaskan.
- Apa yang akan Anda lakukan di lingkungan sekitar Anda untuk mempraktikkan nilai-nilai persatuan yang telah dibahas hari ini?
Penilaian Diri
Berilah tanda centang (✓) pada kolom yang sesuai dengan kemampuan Anda.
| Aspek Penilaian | Belum | Mulai | Sudah | Sangat Baik |
|---|---|---|---|---|
| Saya memahami pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. | ||||
| Saya mampu mengidentifikasi potensi konflik dalam kerukunan beragama. | ||||
| Saya mampu merumuskan solusi konkret berbasis gotong royong. | ||||
| Saya berani menyampaikan pendapat dalam diskusi kelompok. |
Rubrik Penilaian Kegiatan Mengaplikasi
| Kriteria | Deskripsi | Skor |
|---|---|---|
| Identifikasi Potensi Konflik | Mampu mengidentifikasi minimal dua potensi konflik yang relevan dengan studi kasus. |
1: Kurang tepat 2: Cukup tepat 3: Tepat 4: Sangat tepat |
| Perumusan Solusi Konkret | Mampu merumuskan minimal dua solusi konkret yang berbasis gotong royong dan relevan. |
1: Kurang tepat 2: Cukup tepat 3: Tepat 4: Sangat tepat |
| Keterlibatan dalam Diskusi Kelompok | Aktif memberikan gagasan, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi dalam penyelesaian tugas. |
1: Kurang aktif 2: Cukup aktif 3: Aktif 4: Sangat aktif |