← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 4 dari 6 - Pendidikan Pancasila X - Pancasila sebagai pemersatu bangsa

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

Tentu, berikut adalah RPP yang Anda minta, disusun sesuai dengan format dan instruksi yang diberikan:

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

RPP PERTEMUAN 4 DARI 6

IDENTITAS RPP
Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
NIP Guru 196909172008012017
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Fase X / Fase E
Semester Ganjil
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 4 dari 6
Tanggal/Rentang 2026-08-10 s.d. 2026-08-16
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)
Topik Pancasila sebagai pemersatu bangsa
Fokus Kegiatan Pertemuan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Asesmen yang Direncanakan Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.

IDENTIFIKASI

Aspek Deskripsi
Peserta Didik Peserta didik diasumsikan telah memiliki pemahaman dasar mengenai Pancasila dari jenjang sebelumnya. Minat terhadap isu kebangsaan dan persatuan akan dipetakan melalui pertanyaan apersepsi di awal pembelajaran. Kebutuhan belajar akan diidentifikasi berdasarkan respons dan partisipasi aktif dalam diskusi.
Materi Pelajaran Materi mengenai Pancasila sebagai pemersatu bangsa mencakup konsep ideologi, nilai-nilai luhur, dan penerapannya dalam kehidupan berbangsa. Relevansi dengan kehidupan nyata sangat tinggi, mengingat pentingnya persatuan dalam keberagaman. Tingkat kesulitan moderat, namun potensi miskonsepsi muncul pada pemahaman implementasi nilai Pancasila di era modern. Integrasi nilai kewarganegaraan, nasionalisme, dan toleransi sangat ditekankan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas
Capaian Pembelajaran Elemen Pancasila: Menganalisis cara pandang para perumus Pancasila tentang dasar negara; menganalisis kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara.
Elemen Bhinneka Tunggal Ika: Menyajikan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika sebagai modal sosial; dan memahami prinsip gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan.
Elemen Negara Kesatuan Republik Indonesia: Memahami peran dan kedudukannya sebagai warga Negara Indonesia; memahami nilai-nilai Pancasila dalam konteks pembangunan nasional.

DESAIN PEMBELAJARAN

Aspek Deskripsi
Lintas Disiplin Ilmu Pemahaman Pancasila sebagai pemersatu bangsa dapat dikaitkan dengan analisis data sosial melalui penggunaan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk memetakan persebaran informasi SARA di media sosial, serta mengaitkannya dengan prinsip-prinsip dalam Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam menjaga harmoni sosial melalui ketahanan pangan lokal yang inklusif.
Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam studi kasus sederhana mengenai kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar, dengan indikator mampu mengidentifikasi minimal dua potensi konflik dan merumuskan dua solusi konkret berbasis gotong royong.
Topik Pembelajaran Penerapan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Praktik Pedagogis Model: Discovery Learning
Strategi: Pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis masalah.
Metode: Diskusi kelompok, studi kasus, presentasi.
Alasan Pemilihan: Model Discovery Learning mendorong peserta didik untuk menemukan konsep pemersatu bangsa melalui eksplorasi dan analisis, sesuai dengan fokus pertemuan yaitu pendalaman dan pengaplikasian konsep.
Penerapan Sintaks:
1. Pemberian Rangsangan: Guru menampilkan video pendek tentang kerukunan di Indonesia atau berita terkini mengenai potensi konflik sosial.
2. Identifikasi Masalah: Peserta didik diminta mengidentifikasi isu-isu yang dapat mengancam persatuan bangsa dari stimulus yang diberikan.
3. Pengumpulan Data: Peserta didik dalam kelompok mengumpulkan informasi dari studi kasus yang disediakan guru terkait kerukunan antarumat beragama.
4. Pengolahan Data: Peserta didik menganalisis studi kasus, mengidentifikasi potensi konflik, dan mencari solusi berbasis Pancasila.
5. Pembuktian: Kelompok mempresentasikan hasil analisis dan solusi yang mereka temukan.
6. Generalisasi: Peserta didik merumuskan kesimpulan tentang pentingnya Pancasila sebagai perekat persatuan bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Kemitraan Pembelajaran Kolaborasi dengan guru Sejarah untuk mendapatkan konteks historis keberagaman Indonesia, serta berkoordinasi dengan wali kelas untuk mendapatkan informasi mengenai dinamika sosial di lingkungan tempat tinggal peserta didik sebagai bahan studi kasus yang relevan.
Lingkungan Pembelajaran Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelas yang kondusif dengan penataan meja kelompok untuk mendukung diskusi. Pemanfaatan proyektor dan akses internet (jika tersedia) untuk menampilkan materi visual dan digital. Budaya belajar yang aman, terbuka, dan menghargai perbedaan pendapat ditekankan.
Pemanfaatan Digital Penggunaan video pendek sebagai stimulus awal, sumber informasi digital (artikel berita, infografis) untuk studi kasus, serta platform kolaborasi daring (jika memungkinkan) untuk berbagi hasil diskusi antar kelompok.

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL Bermakna: Menghubungkan materi dengan isu aktual.
Menggembirakan: Menciptakan suasana awal yang positif.
Menyapa, menanyakan kabar, melakukan presensi. Menayangkan video singkat tentang kerukunan di Indonesia atau isu persatuan bangsa. Memberikan pertanyaan apersepsi: "Mengapa persatuan itu penting bagi bangsa kita yang beragam?" Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian pertemuan ini. Menjawab salam, merespons pertanyaan apersepsi dengan antusias. Menyimak video dan mengamati stimulus yang diberikan. 15 menit Kehadiran, respons awal terhadap pertanyaan apersepsi.
INTI - MEMAHAMI Berkesadaran: Fokus pada analisis isu.
Bermakna: Mengaitkan konsep Pancasila dengan studi kasus nyata.
Membagi peserta didik ke dalam kelompok heterogen (4-5 orang). Membagikan lembar studi kasus tentang kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar atau isu persatuan bangsa. Memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi potensi konflik dan akar masalahnya. Berkumpul dalam kelompok. Membaca dan menganalisis lembar studi kasus. Berdiskusi aktif, saling bertukar pendapat, dan mengidentifikasi potensi konflik serta akar masalahnya. 25 menit Partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, identifikasi masalah dalam lembar kerja kelompok.
INTI - MENGAPLIKASI Bermakna: Menemukan solusi konkret.
Menggembirakan: Berkolaborasi mencari solusi.
Membimbing kelompok dalam merumuskan solusi konkret berbasis nilai-nilai Pancasila (khususnya gotong royong dan toleransi) untuk mengatasi potensi konflik yang teridentifikasi. Memberikan contoh penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) sederhana dalam menganalisis data sosial (misalnya, bagaimana algoritma dapat mendeteksi penyebaran ujaran kebencian) dan mengaitkannya dengan upaya menjaga harmoni, serta menghubungkannya dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam menjaga stabilitas sosial melalui ketahanan pangan lokal. Merumuskan solusi-solusi kreatif dan aplikatif berbasis nilai Pancasila untuk mengatasi masalah dalam studi kasus. Membahas bagaimana teknologi sederhana (seperti analisis data dasar) dapat membantu menjaga persatuan, dan bagaimana program ketahanan pangan lokal dapat berkontribusi pada kerukunan sosial. 30 menit Hasil rumusan solusi kelompok (tertulis), gagasan penerapan teknologi dan SIKAP.
INTI - MEREFLEKSI Berkesadaran: Menilai proses dan hasil.
Menggembirakan: Memberikan apresiasi.
Meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan secara singkat hasil analisis dan solusi yang mereka temukan. Memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi dan solusi yang ditawarkan. Memfasilitasi tanya jawab antar kelompok. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok. Menjawab pertanyaan dari guru dan kelompok lain. Mendengarkan umpan balik dan mencatat poin penting. 15 menit Presentasi kelompok, partisipasi dalam tanya jawab, catatan refleksi individual.
PENUTUP Bermakna: Merangkum pembelajaran.
Menggembirakan: Memberikan motivasi.
Bersama peserta didik merangkum poin-poin penting pembelajaran hari ini. Memberikan penguatan dan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta didik. Menyampaikan gambaran singkat materi untuk pertemuan berikutnya. Menyimak rangkuman guru. Memberikan tanggapan singkat jika ada yang perlu ditambahkan. Menerima informasi untuk pertemuan selanjutnya. 5 menit Partisipasi dalam rangkuman, kesiapan untuk pembelajaran berikutnya.
Total Alokasi Waktu 90 menit

ASESMEN PEMBELAJARAN

Tahap Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan Tindak Lanjut
Awal Pembelajaran Mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang pentingnya persatuan bangsa dan Pancasila sebagai dasarnya. Pertanyaan apersepsi lisan. Observasi dan Tanya Jawab Lisan. Tingkat pemahaman konsep dasar persatuan dan Pancasila. Peserta didik mampu memberikan minimal satu alasan logis mengenai pentingnya persatuan bangsa. Bagi yang belum menjawab, diberikan pertanyaan lebih sederhana di akhir sesi.
Proses Pembelajaran Menilai pemahaman konsep, kemampuan analisis, kolaborasi, dan penerapan nilai Pancasila dalam studi kasus. Lembar kerja kelompok, observasi selama diskusi, hasil presentasi. Observasi, Penilaian Kinerja (diskusi kelompok & presentasi), Asesmen Diri (melalui jurnal refleksi singkat). Kualitas analisis studi kasus, relevansi solusi yang ditawarkan, kontribusi dalam diskusi, pemanfaatan KKA dan SIKAP dalam gagasan. Kelompok mampu mengidentifikasi minimal 2 potensi konflik dan merumuskan minimal 2 solusi konkret berbasis Pancasila. Adanya gagasan pemanfaatan KKA/SIKAP yang relevan. Umpan balik langsung saat diskusi dan presentasi. Bagi kelompok yang kurang, diberikan bimbingan tambahan pada pertemuan berikutnya.
Akhir Pembelajaran Menilai pencapaian tujuan pembelajaran pertemuan ini secara holistik. Catatan guru dari observasi, hasil diskusi kelompok, dan presentasi. Asesmen Formatif (melalui umpan balik guru). Kesesuaian solusi dengan nilai Pancasila, kemampuan mengaplikasikan konsep, dan partisipasi aktif. Peserta didik menunjukkan pemahaman yang baik tentang bagaimana mengaplikasikan nilai Pancasila untuk menjaga persatuan. Memberikan penguatan positif dan menginformasikan materi selanjutnya.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran: Peserta didik mampu mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa dalam studi kasus sederhana mengenai kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar, dengan indikator mampu mengidentifikasi minimal dua potensi konflik dan merumuskan dua solusi konkret berbasis gotong royong.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kemampuan Identifikasi Potensi Konflik Belum mampu mengidentifikasi potensi konflik atau hanya menyebutkan satu potensi secara umum. Mampu mengidentifikasi satu potensi konflik yang relevan, namun belum mendalam. Mampu mengidentifikasi minimal dua potensi konflik yang spesifik dan relevan dalam studi kasus. Mampu mengidentifikasi minimal dua potensi konflik yang spesifik, mendalam, dan mampu mengaitkannya dengan berbagai faktor penyebab.
Perumusan Solusi Berbasis Pancasila (Gotong Royong) Belum mampu merumuskan solusi atau solusi yang ditawarkan tidak relevan dengan Pancasila. Mampu merumuskan satu solusi yang sedikit relevan dengan gotong royong, namun kurang aplikatif. Mampu merumuskan minimal dua solusi konkret dan aplikatif yang jelas mencerminkan nilai gotong royong Pancasila. Mampu merumuskan minimal dua solusi yang sangat kreatif, inovatif, aplikatif, dan secara mendalam mencerminkan nilai gotong royong Pancasila dalam konteks persatuan.
Keterlibatan dalam Diskusi Kelompok Cenderung diam, tidak memberikan kontribusi ide, atau mendominasi diskusi tanpa memberi kesempatan orang lain. Memberikan kontribusi ide sesekali, namun kurang aktif dalam mendengarkan atau merespons pendapat anggota lain. Aktif berpartisipasi dalam diskusi, mendengarkan pendapat anggota lain, dan memberikan kontribusi ide yang membangun. Sangat aktif dalam memfasilitasi diskusi, mampu merangkum pendapat, memberikan ide-ide brilian, dan mendorong partisipasi semua anggota kelompok.
Integrasi Gagasan KKA/SIKAP (jika ada) Tidak menunjukkan pemahaman atau gagasan terkait KKA/SIKAP. Menyebutkan KKA/SIKAP namun kurang relevan atau tidak jelas kaitannya dengan topik. Menyebutkan KKA/SIKAP dengan relevansi yang cukup jelas terhadap upaya menjaga persatuan atau ketahanan sosial. Mampu mengintegrasikan konsep KKA/SIKAP secara cerdas dan kreatif dalam gagasan solusi, menunjukkan pemahaman yang baik tentang potensi teknologi dan pangan bagi harmoni sosial.

Keterangan:

  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan.
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.