← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN KKTP

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran - Geografi XII - 2026/2027

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN

Mata Pelajaran: Geografi

Kelas/Fase: XII / Fase F

Tahun Pelajaran: 2026/2027

Guru: Evi Yulinawati, S.Pd


Pengertian Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah standar minimal yang harus dicapai oleh peserta didik dalam menguasai tujuan pembelajaran. KKTP dirumuskan berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang telah ditetapkan. KKTP berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam menilai ketercapaian peserta didik, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.

Prinsip Penetapan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

  • Valid: Kriteria harus mengukur apa yang seharusnya diukur sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  • Terukur: Kriteria harus dirumuskan secara operasional sehingga dapat diukur melalui berbagai teknik asesmen.
  • Adil: Kriteria harus memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk mencapai ketuntasan, dengan mempertimbangkan keragaman latar belakang dan kemampuan.
  • Kontekstual: Kriteria harus relevan dengan konteks pembelajaran, karakteristik peserta didik, dan kondisi sekolah.
  • Transparan: Kriteria harus dikomunikasikan dengan jelas kepada peserta didik dan orang tua/wali agar mereka memahami ekspektasi yang harus dicapai.
  • Dapat Digunakan untuk Umpan Balik: Kriteria harus memfasilitasi guru dalam memberikan umpan balik yang spesifik dan actionable kepada peserta didik.
Kode TP Elemen CP Tujuan Pembelajaran Tingkat Pencapaian Tindak Lanjut
Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
TP.1 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu menganalisis konsep wilayah, perwilayahan, karakteristik wilayah, serta prinsip pengembangan wilayah dalam perencanaan pembangunan. Belum mampu menjelaskan konsep wilayah dan perwilayahan, serta prinsip pengembangan wilayah. Mampu menyebutkan beberapa konsep wilayah dan perwilayahan, namun belum dapat mengaitkannya dengan prinsip pengembangan wilayah secara utuh. Mampu menjelaskan konsep wilayah, perwilayahan, karakteristik wilayah, serta prinsip pengembangan wilayah dalam perencanaan pembangunan dengan contoh yang relevan. Mampu menganalisis konsep wilayah, perwilayahan, karakteristik wilayah, serta prinsip pengembangan wilayah dalam perencanaan pembangunan secara komprehensif dan kritis, serta memberikan solusi inovatif. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.2 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu mengevaluasi kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang di Indonesia berdasarkan kondisi geografis serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Belum mampu mengidentifikasi kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang. Mampu mengidentifikasi beberapa kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang, namun belum dapat mengevaluasinya berdasarkan kondisi geografis. Mampu mengevaluasi kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang di Indonesia berdasarkan kondisi geografis serta faktor-faktor yang memengaruhinya dengan argumen yang logis. Mampu mengevaluasi kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang di Indonesia secara mendalam, mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan, serta mengusulkan alternatif kebijakan yang lebih efektif. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.3 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu menganalisis potensi desa, strategi pengembangan perdesaan, serta dinamika perkembangan kota dan permasalahannya. Belum mampu mengidentifikasi potensi desa atau masalah perkotaan. Mampu menyebutkan beberapa potensi desa atau masalah perkotaan, namun belum dapat menganalisis strategi pengembangannya. Mampu menganalisis potensi desa, strategi pengembangan perdesaan, serta dinamika perkembangan kota dan permasalahannya dengan contoh yang tepat. Mampu menganalisis potensi desa, strategi pengembangan perdesaan, serta dinamika perkembangan kota dan permasalahannya secara mendalam, serta merancang solusi yang terintegrasi. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.4 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu menganalisis interaksi desa-kota serta merancang indikator kesejahteraan untuk mengevaluasi pembangunan wilayah. Belum mampu menjelaskan interaksi desa-kota atau merancang indikator kesejahteraan. Mampu menjelaskan konsep interaksi desa-kota secara sederhana atau menyebutkan beberapa indikator kesejahteraan, namun belum dapat menganalisis secara mendalam. Mampu menganalisis interaksi desa-kota serta merancang indikator kesejahteraan yang relevan untuk mengevaluasi pembangunan wilayah. Mampu menganalisis interaksi desa-kota secara komprehensif, merancang indikator kesejahteraan yang valid dan reliabel, serta mengevaluasi dampak pembangunan wilayah terhadap kesejahteraan masyarakat. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.5 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu menganalisis konsep wilayah, perwilayahan, karakteristik wilayah, serta prinsip pengembangan wilayah dalam perencanaan pembangunan. Belum mampu menjelaskan konsep wilayah dan perwilayahan, serta prinsip pengembangan wilayah. Mampu menyebutkan beberapa konsep wilayah dan perwilayahan, namun belum dapat mengaitkannya dengan prinsip pengembangan wilayah secara utuh. Mampu menjelaskan konsep wilayah, perwilayahan, karakteristik wilayah, serta prinsip pengembangan wilayah dalam perencanaan pembangunan dengan contoh yang relevan. Mampu menganalisis konsep wilayah, perwilayahan, karakteristik wilayah, serta prinsip pengembangan wilayah dalam perencanaan pembangunan secara komprehensif dan kritis, serta memberikan solusi inovatif. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.6 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu mengevaluasi kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang di Indonesia berdasarkan kondisi geografis serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Belum mampu mengidentifikasi kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang. Mampu mengidentifikasi beberapa kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang, namun belum dapat mengevaluasinya berdasarkan kondisi geografis. Mampu mengevaluasi kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang di Indonesia berdasarkan kondisi geografis serta faktor-faktor yang memengaruhinya dengan argumen yang logis. Mampu mengevaluasi kebijakan pengembangan wilayah dan tata ruang di Indonesia secara mendalam, mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan, serta mengusulkan alternatif kebijakan yang lebih efektif. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.7 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu menganalisis potensi desa, strategi pengembangan perdesaan, serta dinamika perkembangan kota dan permasalahannya. Belum mampu mengidentifikasi potensi desa atau masalah perkotaan. Mampu menyebutkan beberapa potensi desa atau masalah perkotaan, namun belum dapat menganalisis strategi pengembangannya. Mampu menganalisis potensi desa, strategi pengembangan perdesaan, serta dinamika perkembangan kota dan permasalahannya dengan contoh yang tepat. Mampu menganalisis potensi desa, strategi pengembangan perdesaan, serta dinamika perkembangan kota dan permasalahannya secara mendalam, serta merancang solusi yang terintegrasi. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.8 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu menganalisis interaksi desa-kota serta merancang indikator kesejahteraan untuk mengevaluasi pembangunan wilayah. Belum mampu menjelaskan interaksi desa-kota atau merancang indikator kesejahteraan. Mampu menjelaskan konsep interaksi desa-kota secara sederhana atau menyebutkan beberapa indikator kesejahteraan, namun belum dapat menganalisis secara mendalam. Mampu menganalisis interaksi desa-kota serta merancang indikator kesejahteraan yang relevan untuk mengevaluasi pembangunan wilayah. Mampu menganalisis interaksi desa-kota secara komprehensif, merancang indikator kesejahteraan yang valid dan reliabel, serta mengevaluasi dampak pembangunan wilayah terhadap kesejahteraan masyarakat. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.9 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah serta hubungannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat. Belum mampu menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah. Mampu menyebutkan beberapa tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah, namun belum dapat mengaitkannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat. Mampu menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah serta hubungannya dengan perubahan keruangan dan perilaku masyarakat dengan contoh yang akurat. Mampu menjelaskan tujuan dan pendekatan pembangunan wilayah secara mendalam, menganalisis dampaknya terhadap perubahan keruangan dan perilaku masyarakat, serta memberikan tinjauan kritis. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.10 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu mengevaluasi dampak pembangunan wilayah dan Revolusi Industri terhadap kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat. Belum mampu mengidentifikasi dampak pembangunan wilayah dan Revolusi Industri. Mampu menyebutkan beberapa dampak pembangunan wilayah dan Revolusi Industri, namun belum dapat mengevaluasinya secara komprehensif terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup. Mampu mengevaluasi dampak pembangunan wilayah dan Revolusi Industri terhadap kesejahteraan serta kualitas hidup masyarakat dengan argumen yang didukung data. Mampu mengevaluasi dampak pembangunan wilayah dan Revolusi Industri secara kritis, mengidentifikasi tantangan dan peluang, serta merumuskan strategi adaptasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.11 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu menganalisis konsep, manfaat, dan pengaruh kerja sama antarnegara serta potensi geopolitik Indonesia dalam hubungan internasional. Belum mampu menjelaskan konsep kerja sama antarnegara atau potensi geopolitik Indonesia. Mampu menyebutkan beberapa konsep kerja sama antarnegara atau manfaatnya, namun belum dapat menganalisis pengaruhnya atau potensi geopolitik Indonesia secara mendalam. Mampu menganalisis konsep, manfaat, dan pengaruh kerja sama antarnegara serta potensi geopolitik Indonesia dalam hubungan internasional dengan contoh yang relevan. Mampu menganalisis konsep, manfaat, dan pengaruh kerja sama antarnegara secara komprehensif, mengidentifikasi potensi geopolitik Indonesia secara mendalam, serta mengevaluasi implikasinya dalam dinamika global. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".
TP.12 Pemahaman Konsep & Keterampilan Proses Peserta didik mampu mengevaluasi peran Indonesia dalam kerja sama internasional dan merumuskan strategi untuk memperkuat ketahanan wilayah dan ketahanan nasional. Belum mampu mengidentifikasi peran Indonesia dalam kerja sama internasional. Mampu menyebutkan beberapa peran Indonesia dalam kerja sama internasional, namun belum dapat mengevaluasinya atau merumuskan strategi penguatan ketahanan wilayah dan nasional. Mampu mengevaluasi peran Indonesia dalam kerja sama internasional dan merumuskan strategi yang logis untuk memperkuat ketahanan wilayah dan ketahanan nasional. Mampu mengevaluasi peran Indonesia dalam kerja sama internasional secara kritis, merumuskan strategi yang inovatif dan terukur untuk memperkuat ketahanan wilayah dan ketahanan nasional, serta memprediksi dampaknya. Remedial bagi yang belum mencapai "Cakap", Pengayaan bagi yang sudah "Mahir".

Bukti atau Teknik Asesmen

Bukti pencapaian peserta didik akan dikumpulkan melalui berbagai teknik asesmen, antara lain:

  • Penilaian Harian (Tes Tertulis: Pilihan Ganda, Uraian)
  • Penugasan (Laporan, Makalah, Presentasi)
  • Proyek Kolaboratif (Membuat peta tematik, analisis kasus, simulasi)
  • Observasi (Keterampilan presentasi, partisipasi diskusi)
  • Asesmen Formatif (Kuis, Tanya Jawab, Refleksi Singkat)
  • Asesmen Sumatif (Ujian Akhir Semester)

Prosedur Pengolahan Bukti dan Tindak Lanjut

  1. Pengumpulan Bukti: Guru mengumpulkan seluruh bukti hasil belajar peserta didik yang relevan dengan setiap tujuan pembelajaran.
  2. Analisis Bukti: Guru menganalisis bukti-bukti tersebut berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam KKTP.
  3. Penentuan Tingkat Pencapaian: Guru menentukan tingkat pencapaian setiap peserta didik (Baru Memulai, Berkembang, Cakap, Mahir) untuk setiap TP.
  4. Umpan Balik: Guru memberikan umpan balik yang spesifik dan konstruktif kepada peserta didik mengenai kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
  5. Tindak Lanjut:
    • Remedial: Peserta didik yang belum mencapai tingkat "Cakap" akan mendapatkan pembelajaran ulang, tugas tambahan, atau bimbingan khusus untuk mencapai ketuntasan.
    • Pengayaan: Peserta didik yang telah mencapai tingkat "Mahir" akan mendapatkan tugas atau proyek tambahan yang lebih menantang untuk memperdalam pemahaman dan mengembangkan potensi mereka.
  6. Pelaporan: Hasil pencapaian peserta didik dilaporkan kepada orang tua/wali secara berkala melalui laporan hasil belajar atau rapor.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Juli 2026

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Evi Yulinawati, S.Pd

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.