← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 5 - Sejarah X - Pengantar Ilmu Sejarah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru : Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Rombel : X
Tingkat/Fase : X / Fase E
Semester : Ganjil
Tahun Pelajaran : 2026/2027
Pertemuan : 5 dari 5
Tanggal/Rentang : 2026-08-17 s.d. 2026-08-23
Topik : Pengantar Ilmu Sejarah
Fokus Kegiatan : Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian.
Asesmen Pertemuan : Asesmen kinerja/produk dan refleksi.
Alokasi Waktu RPP : 3 JP (135 menit)
Model : Contextual Teaching and Learning
Metode : Diskusi, Presentasi, Penugasan
Dimensi Profil Lulusan : Penalaran Kritis, Komunikasi

TUJUAN TINDAK LANJUT

Tindak lanjut ini disusun berdasarkan hasil asesmen kinerja/produk dan refleksi peserta didik pada pertemuan kelima topik Pengantar Ilmu Sejarah. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan yang dipersonalisasi, memperkuat pemahaman, dan mendorong pengembangan lebih lanjut bagi seluruh peserta didik, selaras dengan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Integrasi Koding Kecerdasan Artifisial (KKA) akan difokuskan pada analisis data historis sederhana, sementara Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban akan dikaitkan dengan pemanfaatan arsip sejarah lokal untuk optimasi pangan.

PEMETAAN HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK

Kategori Hasil Asesmen Ciri Hasil Peserta Didik Kebutuhan Belajar Tindakan Guru
Baru Memulai Kesulitan mengaitkan konsep sejarah dengan konteks masa kini; presentasi produk kurang terstruktur; refleksi dangkal. Penguatan konsep dasar, bantuan visualisasi ide, bimbingan terstruktur dalam penyusunan produk dan refleksi. Remedial, pendampingan intensif.
Berkembang Mulai dapat mengaitkan konsep sejarah, namun perlu pendalaman; produk dapat dipahami tetapi belum kompleks; refleksi mulai menunjukkan pemikiran kritis. Penajaman analisis, eksplorasi contoh kasus lebih luas, dorongan untuk menghubungkan gagasan. Pendampingan berkelanjutan, tugas pengayaan terarah.
Cakap Mampu mengaitkan konsep sejarah dengan baik; produk informatif dan cukup terstruktur; refleksi menunjukkan pemahaman yang baik. Pengembangan analisis lebih mendalam, tantangan penerapan konsep pada isu yang lebih kompleks, eksplorasi kreativitas. Pengayaan, tantangan produk alternatif.
Mahir Sangat baik dalam mengaitkan konsep sejarah dan isu kontemporer; produk sangat baik dan inovatif; refleksi menunjukkan pemahaman mendalam dan kemampuan metakognitif. Eksplorasi isu lintas disiplin, pengembangan proyek mandiri, kontribusi pada komunitas belajar. Pengayaan, proyek kolaboratif.

REMEDIAL

Peserta didik yang masuk kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan program remedial sebagai berikut:

  • Fokus Indikator Belum Tercapai: Kemampuan mengaplikasikan konsep sejarah (sejarah sebagai proses, hubungan masa lalu-kini-masa depan, berpikir diakronis) pada produk yang disajikan, serta kedalaman refleksi.
  • Kegiatan Remedial:
    1. Sesi Bimbingan Konsep (1 JP): Guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil untuk meninjau ulang konsep-konsep kunci dengan menggunakan studi kasus sejarah lokal yang relevan dengan Tuban. Contoh: bagaimana peristiwa masa lalu di Tuban membentuk kondisi agraris saat ini, yang dapat dianalisis menggunakan skrip Python sederhana untuk memvisualisasikan tren data historis (KKA).
    2. Pendampingan Produk (1 JP): Peserta didik dibimbing secara individu atau kelompok kecil untuk menyempurnakan produk (misalnya, infografis, mind map, atau esai singkat) dengan fokus pada keterkaitan konsep sejarah dan relevansi masa kini. Guru memberikan umpan balik langsung dan panduan langkah demi langkah.
    3. Latihan Refleksi Terpandu: Peserta didik diberikan pertanyaan pemandu yang lebih spesifik untuk membantu mereka merefleksikan proses belajar dan hasil karya mereka.
  • Asesmen Ulang: Penilaian terhadap produk yang disempurnakan dan tanggapan atas pertanyaan refleksi.

PENGAYAAN

Peserta didik yang masuk kategori "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan program pengayaan sebagai berikut:

  • Tantangan Penerapan Lanjutan:
    1. Proyek Riset Sederhana: Peserta didik didorong untuk meneliti lebih lanjut bagaimana sejarah lokal di Tuban dapat berkontribusi pada strategi ketahanan pangan masa depan. Misalnya, meneliti praktik pertanian leluhur yang berkelanjutan dan potensinya untuk diadaptasi dalam sistem hidroponik modern, yang dapat dikelola dengan sensor dan otomasi berbasis algoritma decision tree (KKA). Keterkaitan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban sangat ditekankan dalam konteks ini.
    2. Analisis Lintas Disiplin: Peserta didik diajak menganalisis bagaimana pemahaman sejarah dapat memengaruhi kebijakan publik terkait pelestarian cagar budaya atau pengembangan pariwisata berbasis sejarah di Tuban.
    3. Berbagi Pengetahuan: Peserta didik yang mahir dapat diminta untuk membantu memfasilitasi sesi diskusi kelompok kecil bagi peserta didik yang membutuhkan penguatan, atau membuat rangkuman singkat tentang topik yang dipelajari untuk dibagikan.
  • Produk Alternatif: Peserta didik dapat memilih untuk membuat produk yang lebih kompleks, seperti vlog pendek yang mengulas sejarah lokal Tuban dan kaitannya dengan isu pangan, atau membuat flowchart sederhana yang memetakan alur berpikir diakronis.

DUKUNGAN DIFERENSIASI

Diferensiasi dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam:

  • Konten: Menyediakan contoh kasus sejarah lokal yang lebih bervariasi, materi bacaan tambahan dengan tingkat kedalaman berbeda, serta studi kasus yang mengintegrasikan KKA dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
  • Proses: Memberikan pilihan metode belajar (misalnya, visualisasi data historis menggunakan blok-coding sederhana, atau diskusi berbasis teks/audio), memberikan skema penyelesaian tugas yang bertahap bagi yang membutuhkan, dan memberikan keleluasaan waktu yang sedikit lebih fleksibel untuk menyelesaikan tugas produk.
  • Produk: Menawarkan berbagai pilihan format produk akhir (infografis, presentasi digital, mind map, esai singkat, video pendek, atau bahkan prototipe sederhana yang relevan dengan KKA/SIKAP).
  • Lingkungan Belajar: Memfasilitasi kerja kelompok yang heterogen (peserta didik mahir membantu yang lain) dan juga kerja individu bagi yang membutuhkan fokus lebih.
  • Dukungan Khusus: Memberikan pendampingan personal bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar spesifik, termasuk fasilitasi komunikasi dengan guru BK jika diperlukan.

UMPAN BALIK KONSTRUKTIF

  • Untuk Peserta Didik (Baru Memulai): "Saya melihat kamu sudah mulai mencoba menghubungkan peristiwa sejarah dengan masa kini. Untuk produkmu selanjutnya, coba fokus pada satu contoh spesifik saja agar lebih jelas, ya. Bagian refleksi, ceritakan apa yang paling membuatmu penasaran setelah belajar ini."
  • Untuk Peserta Didik (Berkembang): "Analisis kamu tentang sejarah lokal Tuban sudah bagus, terutama kaitannya dengan masa depan. Untuk memperdalam, coba tambahkan data pendukung atau contoh konkret yang lebih kuat di produkmu. Di refleksi, coba pikirkan satu hambatan yang kamu hadapi saat membuat produk ini dan bagaimana kamu mengatasinya."
  • Untuk Peserta Didik (Cakap): "Penyajian produkmu sangat informatif dan menunjukkan pemahaman yang baik tentang konsep sejarah. Untuk pengayaan, coba eksplorasi lebih jauh bagaimana sejarah pertanian di Tuban bisa diintegrasikan dengan teknologi modern, misalnya analisis data menggunakan algoritma klasifikasi sederhana (KKA) untuk memprediksi hasil panen. Refleksimu menunjukkan kematangan berpikir."
  • Untuk Peserta Didik (Mahir): "Karya kamu luar biasa! Kamu berhasil mengaitkan sejarah, isu kontemporer, dan bahkan mengintegrasikan ide-ide KKA dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dengan sangat baik. Saya sangat mengapresiasi kedalaman analisis dan kreativitasmu. Tantangan selanjutnya, coba bagikan pengetahuanmu ini dalam bentuk presentasi singkat kepada teman-temanmu yang masih dalam tahap berkembang."

KOMUNIKASI

Jika ada peserta didik yang membutuhkan dukungan signifikan atau menunjukkan perkembangan yang memerlukan perhatian khusus (misalnya, kesulitan belajar yang persisten atau isu perilaku), guru akan berkomunikasi dengan wali kelas untuk mendapatkan informasi tambahan dan menyusun strategi dukungan bersama. Komunikasi dengan orang tua/wali akan dilakukan secara berkala melalui forum diskusi kelas atau pertemuan individu jika diperlukan, dengan tetap menjaga kerahasiaan dan privasi peserta didik.

MONITORING

Nama Peserta Didik Indikator Belum Tercapai (dari RPP) Tindakan Guru Waktu Pelaksanaan Hasil Tindak Lanjut Berikutnya
[Nama Siswa A] Mengaitkan sejarah lokal dengan isu pangan (Program SIKAP). Pendampingan intensif, bimbingan riset sederhana. Minggu ke-1 setelah pertemuan 5. [Hasil monitoring] [Tindak lanjut berikutnya]
[Nama Siswa B] Struktur produk presentasi. Memberikan contoh struktur produk yang jelas, bimbingan penyusunan. Minggu ke-1 setelah pertemuan 5. [Hasil monitoring] [Tindak lanjut berikutnya]
[Nama Siswa C] Kedalaman refleksi. Memberikan pertanyaan pemantik refleksi yang lebih mendalam. Minggu ke-1 setelah pertemuan 5. [Hasil monitoring] [Tindak lanjut berikutnya]
[Nama Siswa D] Penerapan konsep KKA dalam analisis data historis. Memberikan tutorial singkat atau contoh pemodelan data historis sederhana menggunakan Python. Minggu ke-2 setelah pertemuan 5. [Hasil monitoring] [Tindak lanjut berikutnya]

REFLEKSI GURU

  1. Bagaimana tingkat keterlibatan peserta didik dalam kegiatan mengaplikasikan konsep dan menyajikan produk akhir?
  2. Apakah variasi produk yang ditawarkan telah efektif mengakomodasi kebutuhan belajar semua peserta didik?
  3. Sejauh mana peserta didik mampu mengaitkan materi Pengantar Ilmu Sejarah dengan konteks kehidupan nyata, termasuk integrasi KKA dan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?
  4. Apakah metode umpan balik yang diberikan sudah cukup konstruktif dan memotivasi peserta didik untuk perbaikan?
  5. Bagian mana dari pembelajaran dan tindak lanjut ini yang perlu disesuaikan untuk pertemuan atau topik selanjutnya agar lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.