← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 4 - Sejarah X - Pengantar Ilmu Sejarah

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

Sekolah : SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru : Irianto Pontjowardoyo, S.Pd
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas/Rombel : X
Tingkat/Fase : X / Fase E
Semester : Ganjil
Tahun Pelajaran : 2026/2027
Pertemuan : 4 dari 5
Tanggal/Rentang : 2026-08-10 s.d. 2026-08-16
Topik : Pengantar Ilmu Sejarah
Fokus Kegiatan : Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Asesmen Pertemuan : Observasi, Pertanyaan Formatif, Umpan Balik
Alokasi Waktu RPP : 3 JP (135 menit)
Model Pembelajaran : Contextual Teaching and Learning
Metode Pembelajaran : Diskusi, Presentasi, Penugasan
Dimensi Profil Lulusan : Penalaran Kritis, Komunikasi

TUJUAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

Dokumen ini berisi rencana tindak lanjut berdasarkan hasil asesmen pada pertemuan ke-4 mata pelajaran Sejarah kelas X dengan topik Pengantar Ilmu Sejarah. Tindak lanjut ini bertujuan untuk memastikan semua peserta didik mencapai tujuan pembelajaran, khususnya dalam memahami konsep sejarah diakronis dan penerapannya dalam menganalisis peristiwa sejarah serta mengomunikasikan hasil analisisnya. Integrasi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam kegiatan pengayaan akan fokus pada analisis data historis menggunakan pseudocode sederhana, sementara integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban pada kegiatan remedial akan berkaitan dengan pemetaan pola tanam historis untuk optimalisasi lahan.

PEMETAAN HASIL ASESMEN PERTEMUAN 4

Kategori Peserta Didik Ciri Hasil Asesmen (Observasi, Formatif, Umpan Balik) Kebutuhan Belajar Tindakan Guru
Baru Memulai (BM) Kesulitan memahami konsep diakronis, belum mampu mengaitkan peristiwa dengan dimensi waktu, komunikasi hasil analisis masih terbatas. Membutuhkan bimbingan intensif dalam memahami konsep dasar sejarah dan cara menganalisis secara kronologis. Remedial, Pendampingan Individual.
Berkembang (B) Mulai memahami konsep diakronis namun perlu penguatan dalam analisis sebab-akibat dan penyampaian gagasan secara runtut. Membutuhkan latihan lebih lanjut dalam mengaplikasikan konsep diakronis pada kasus yang lebih kompleks dan melatih struktur komunikasi. Remedial Terstruktur, Latihan Soal Kontekstual.
Cakap (C) Memahami konsep diakronis dengan baik, mampu menganalisis peristiwa sejarah sederhana dan menyampaikannya secara lisan/tulisan, namun perlu perluasan wawasan. Membutuhkan tantangan untuk memperluas pemahaman dan keterampilan analisis, serta mengaitkan dengan konteks yang lebih luas. Pengayaan, Tugas Analisis Lanjutan.
Mahir (M) Sangat menguasai konsep diakronis, mampu menganalisis peristiwa sejarah kompleks, dan mengomunikasikannya dengan sangat baik. Menunjukkan kemampuan penalaran kritis dan komunikasi yang unggul. Membutuhkan kesempatan untuk mengembangkan potensi lebih lanjut, misalnya melalui proyek atau eksplorasi mandiri. Pengayaan Mendalam, Proyek Mandiri, Mentoring.

REMEDIAL

Peserta Didik: Kategori Baru Memulai (BM) dan Berkembang (B)

Fokus Indikator Belum Tercapai: Memahami konsep sejarah diakronis, menganalisis keterkaitan peristiwa dengan dimensi waktu (masa lalu, kini, depan), dan mengomunikasikan hasil analisis secara runtut.

  • Kegiatan:
    1. Peserta didik BM akan diberikan kartu bergambar peristiwa sejarah sederhana (misal: penemuan api, pertanian awal). Guru memandu mereka menyusun urutan kronologis dan menjelaskan perubahan yang terjadi menggunakan kalimat sederhana.
    2. Peserta didik B akan diberikan studi kasus singkat tentang perkembangan alat transportasi dari masa lalu hingga kini. Mereka diminta mengidentifikasi perubahan, kesinambungan, dan penyebabnya, lalu menuliskan dalam bentuk narasi singkat dengan panduan struktur kalimat.
    3. Dalam kegiatan ini, integrasi Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban diterapkan melalui diskusi singkat tentang bagaimana pemahaman pola tanam historis (misalnya, dari sistem ladang berpindah ke pertanian menetap) menunjukkan konsep diakronis dan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat. Guru memberikan contoh sederhana pemetaan potensi pangan lokal berdasarkan catatan sejarah.
  • Dukungan:
    • Bahan: Lembar kerja berisi urutan peristiwa yang perlu disusun, studi kasus singkat, gambar-gambar pendukung.
    • Pendampingan: Guru memberikan bimbingan individual dan kelompok kecil, memfasilitasi diskusi, dan memberikan umpan balik langsung.
    • Latihan: Latihan soal dengan tingkat kesulitan yang disesuaikan.
  • Asesmen Ulang: Observasi saat kegiatan, pertanyaan lisan singkat, dan penilaian narasi singkat yang dihasilkan.

PENGAYAAN

Peserta Didik: Kategori Cakap (C) dan Mahir (M)

Fokus: Memperluas penerapan konsep diakronis, analisis mendalam, dan kreasi.

  • Kegiatan:
    1. Peserta didik C akan diberikan tugas menganalisis sebuah fenomena sejarah kontemporer (misal: dampak globalisasi terhadap budaya lokal) menggunakan kerangka diakronis. Mereka diminta mengidentifikasi akar sejarah, perkembangan, dan proyeksi masa depan, serta menyajikannya dalam bentuk peta konsep visual.
    2. Peserta didik M akan ditantang untuk merancang sebuah pseudocode sederhana menggunakan bahasa pemrograman Python (atau algoritma logika dasar) untuk mengklasifikasikan data historis sederhana berdasarkan periode waktu atau jenis peristiwa. Ini adalah pengenalan konsep KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis sejarah. Mereka juga diminta menuliskan refleksi singkat tentang bagaimana analisis data historis dapat mendukung pengambilan keputusan di masa kini, misalnya dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.
  • Tujuan: Mendorong peserta didik untuk berpikir lebih kritis, kreatif, dan aplikatif dalam memahami sejarah serta mengaitkannya dengan perkembangan teknologi dan isu-isu masa kini.

DUKUNGAN DIFERENSIASI

  • Konten: Penyediaan materi bacaan tambahan dengan tingkat kerumitan yang bervariasi (narasi sederhana, teks akademik).
  • Proses:
    • Peserta didik BM/B: Bimbingan intensif, kerja kelompok kecil dengan teman sebaya yang lebih mampu, penggunaan alat bantu visual.
    • Peserta didik C/M: Tugas mandiri, kerja kelompok lintas minat, eksplorasi sumber belajar digital.
  • Produk: Fleksibilitas dalam bentuk penyampaian hasil (tulisan, peta konsep, presentasi lisan, rancangan pseudocode).
  • Lingkungan: Pengaturan tempat duduk yang kondusif untuk diskusi kelompok dan kerja individual.
  • Dukungan Khusus: Guru memberikan motivasi ekstra dan umpan balik yang personal kepada peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih.

UMPAN BALIK KONSTRUKTIF

  • Baru Memulai (BM): "Bagus sekali kamu sudah mencoba menyusun urutan peristiwa ini. Mari kita perhatikan lagi bagaimana perubahan dari satu peristiwa ke peristiwa lain terjadi. Kamu sudah di jalur yang benar untuk memahami bagaimana sejarah bergerak maju."
  • Berkembang (B): "Analisis kamu mengenai perkembangan alat transportasi sudah cukup baik. Untuk membuatnya lebih kuat, coba jelaskan lebih detail mengenai faktor-faktor yang menyebabkan perubahan tersebut. Penggunaan kata-kata penghubung seperti 'karena', 'akibatnya', 'sehingga' akan membuat narasi kamu lebih runtut."
  • Cakap (C): "Analisis kamu terhadap dampak globalisasi sangat menarik dan kritis. Kamu sudah mampu mengidentifikasi akar sejarahnya. Untuk tahap selanjutnya, coba eksplorasi lebih dalam bagaimana potensi kearifan lokal yang ada bisa dipertahankan atau bahkan dikembangkan di era digital ini."
  • Mahir (M): "Rancangan pseudocode kamu untuk klasifikasi data historis ini sangat inovatif! Ini menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana data dan algoritma dapat membantu kita memahami masa lalu. Bagaimana menurutmu, jika algoritma ini dikembangkan lebih lanjut untuk memprediksi tren sosial di masa depan berdasarkan data historis?"

KOMUNIKASI DENGAN WALI KELAS/ORANG TUA

Akan dilakukan komunikasi secara berkala melalui forum wali kelas atau personal jika ada peserta didik yang menunjukkan kemajuan signifikan atau memerlukan perhatian khusus terkait partisipasi dan pemahaman materi, dengan tetap menjaga kerahasiaan data pribadi peserta didik.

MONITORING

Nama Peserta Didik Indikator Belum Tercapai Tindakan Guru Waktu Hasil Tindak Lanjut Berikutnya
[Nama Siswa BM] Memahami konsep diakronis Pendampingan intensif saat remedial Selama remedial [Hasil observasi] [Tindakan lanjutan, misal: latihan tambahan]
[Nama Siswa B] Menyampaikan analisis secara runtut Memberikan contoh struktur kalimat yang jelas Selama remedial [Hasil observasi] [Tindakan lanjutan, misal: penilaian narasi]
[Nama Siswa C] Perluasan wawasan analisis Memberikan materi pengayaan lanjutan Sesuai jadwal pengayaan [Hasil diskusi/presentasi] [Tindakan lanjutan, misal: proyek mandiri]
[Nama Siswa M] Pengembangan potensi lebih lanjut Memberikan arahan proyek mandiri KKA/SIKAP Sesuai jadwal pengayaan [Hasil rancangan/laporan] [Tindakan lanjutan, misal: presentasi hasil proyek]

REFLEKSI GURU

  1. Bagaimana tingkat keterlibatan peserta didik dalam kegiatan remedial dan pengayaan?
  2. Apakah metode diferensiasi yang diterapkan sudah efektif untuk memenuhi kebutuhan belajar seluruh peserta didik?
  3. Seberapa baik peserta didik mampu mengaplikasikan konsep diakronis dalam analisis sejarah setelah kegiatan tindak lanjut?
  4. Bagaimana umpan balik yang diberikan guru dapat memotivasi peserta didik untuk terus belajar dan memperbaiki diri?
  5. Strategi apa yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pemahaman konsep sejarah diakronis dan kemampuan komunikasi peserta didik di pertemuan berikutnya?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.