ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS ASESMEN
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Guru | Irianto Pontjowardoyo, S.Pd |
| Mata Pelajaran | Sejarah |
| Kelas/Fase | X / Fase E |
| Semester | Ganjil |
| Tahun Pelajaran | 2026/2027 |
| Pertemuan | 3 dari 5 |
| Tanggal | 2026-08-03 s.d. 2026-08-09 |
| Topik | Pengantar Ilmu Sejarah |
| Fokus Kegiatan | Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. |
| Model | Contextual Teaching and Learning |
| Metode | Diskusi, Presentasi, Penugasan |
| Dimensi Profil Lulusan | Penalaran Kritis, Komunikasi |
| Alokasi Waktu | 3 JP (135 menit) |
Tujuan Asesmen
Asesmen ini bertujuan untuk mengukur pemahaman peserta didik terhadap konsep dasar ilmu sejarah, kemampuan menganalisis peristiwa sejarah menggunakan konsep diakronis dan sinkronis, serta kemampuan mengaitkan peristiwa sejarah dengan konteks masa kini dan masa depan. Selain itu, asesmen ini juga mengevaluasi partisipasi aktif, penalaran kritis, dan kemampuan komunikasi peserta didik selama proses pembelajaran.
ASESMEN AWAL (Diagnostik)
Petunjuk: Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk mengukur kesiapan dan mengidentifikasi miskonsepsi awal Anda mengenai ilmu sejarah.
- Menurut Anda, mengapa kita perlu mempelajari sejarah?
- Apa perbedaan utama antara peristiwa yang terjadi kemarin dan peristiwa sejarah?
- Pernahkah Anda mendengar istilah "diakronis" dan "sinkronis" dalam konteks sejarah? Jika ya, jelaskan sedikit pemahaman Anda.
- Jika kita ingin memahami asal-usul pandemi COVID-19, pendekatan sejarah seperti apa yang paling relevan?
- Apakah menurut Anda teknologi, seperti algoritma klasifikasi gambar pada KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), dapat membantu sejarawan dalam menganalisis sumber sejarah? Jelaskan alasannya.
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- Jawaban 1: Jawaban bervariasi, namun idealnya mengarah pada pemahaman masa lalu untuk memahami masa kini, belajar dari kesalahan, atau membentuk identitas. Interpretasi: Menilai minat dan pemahaman awal tentang kegunaan sejarah.
- Jawaban 2: Jawaban diharapkan menyoroti aspek kajian mendalam, bukti, interpretasi, dan metodologi ilmiah untuk peristiwa sejarah, bukan sekadar urutan waktu. Interpretasi: Mendeteksi miskonsepsi tentang sejarah sebagai sekadar catatan kejadian.
- Jawaban 3: Jawaban bisa benar atau salah. Jika salah, ini menunjukkan miskonsepsi. Interpretasi: Mengukur kesiapan materi konsep waktu dalam sejarah.
- Jawaban 4: Jawaban yang baik akan mengaitkan dengan analisis sebab-akibat, perkembangan, dan dampak dalam kurun waktu tertentu (diakronis), atau keterkaitan berbagai aspek pada satu waktu (sinkronis). Interpretasi: Menilai kemampuan awal menerapkan konsep waktu sejarah.
- Jawaban 5: Jawaban yang ideal akan mengakui potensi KKA dalam mengolah data besar, mengidentifikasi pola, atau memverifikasi sumber, meskipun perlu kehati-hatian dalam interpretasi historis. Interpretasi: Mengukur keterbukaan terhadap penggunaan teknologi dalam studi sejarah dan pemahaman awal tentang aplikasi KKA.
Catatan: Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, melainkan sebagai dasar untuk memetakan kesiapan belajar dan kebutuhan diferensiasi.
ASESMEN PROSES
Lembar Observasi
Petunjuk: Amati partisipasi dan keterlibatan peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Berikan tanda centang (√) pada kolom yang sesuai.
| No | Nama Peserta Didik | Indikator Observasi | Belum Tampak (1) | Mulai Tampak (2) | Konsisten (3) | Catatan Umpan Balik |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ... | Keaktifan dalam diskusi kelompok | ||||
| 2 | ... | Kemampuan menyampaikan pendapat secara lisan (Komunikasi) | ||||
| 3 | ... | Kemampuan menganalisis informasi sejarah secara kritis (Penalaran Kritis) | ||||
| 4 | ... | Keterlibatan dalam penerapan konsep diakronis dan sinkronis | ||||
| 5 | ... | ... | ||||
| ... | ... | ... |
Exit Ticket
Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut sebelum mengakhiri sesi pembelajaran.
- Sebutkan satu konsep penting dari Pengantar Ilmu Sejarah yang Anda pelajari hari ini!
- Bagaimana pemahaman tentang sejarah masa lalu dapat membantu kita dalam mengelola sumber daya pangan lokal di Tuban, yang merupakan bagian dari Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?
- Apa satu pertanyaan yang masih Anda miliki terkait materi hari ini?
ASESMEN AKHIR (Sumatif)
Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat, jawablah pertanyaan singkat, dan berikan uraian sesuai instruksi.
Soal Pilihan Ganda (5 Soal)
- Konsep dasar ilmu sejarah yang menekankan pada urutan waktu, perkembangan, dan perubahan suatu peristiwa dari masa ke masa disebut...
a. Sinkronis
b. Diakronis
c. Antropologi
d. Arkeologi - Analisis peristiwa sejarah yang melihat berbagai aspek sosial, ekonomi, politik, dan budaya dalam satu periode waktu tertentu disebut...
a. Diakronis
b. Kronologis
c. Sinkronis
d. Evolusi - Manakah di bawah ini yang merupakan contoh penerapan konsep diakronis dalam mempelajari sejarah?
a. Membandingkan sistem pemerintahan desa pada masa kolonial dan masa kini di Tuban.
b. Menganalisis dampak pandemi COVID-19 terhadap sektor pariwisata global pada tahun 2020.
c. Mengamati bagaimana perkembangan teknologi pertanian mempengaruhi pola makan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu.
d. Menjelaskan hubungan antara revolusi industri di Inggris dan munculnya imperialisme di Asia. - Seorang sejarawan menggunakan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk menganalisis ribuan dokumen arsip digital. Pendekatan ini paling relevan untuk...
a. Membangun narasi sejarah yang personal.
b. Mengidentifikasi pola dan tren dalam data historis dalam skala besar.
c. Menciptakan kembali peristiwa sejarah secara visual.
d. Menentukan kebenaran mutlak suatu peristiwa sejarah. - Dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, pemahaman sejarah tentang kegagalan panen di masa lalu dapat digunakan untuk...
a. Mengabaikan pentingnya inovasi teknologi pertanian.
b. Mengembangkan strategi mitigasi bencana kekeringan atau banjir di masa depan.
c. Mengurangi minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
d. Mendorong ketergantungan pada impor pangan.
Soal Jawaban Singkat (3 Soal)
- Jelaskan secara singkat mengapa pemahaman sejarah penting untuk perencanaan masa depan, khususnya dalam kaitannya dengan ketahanan pangan.
- Berikan satu contoh bagaimana pendekatan sinkronis dapat digunakan untuk menganalisis sebuah peristiwa sejarah yang kompleks.
- Mengapa sejarawan perlu berhati-hati dalam menginterpretasikan hasil analisis data yang didukung oleh KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial)?
Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)
- Pilih salah satu peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia (misalnya, perjuangan kemerdekaan, reformasi, atau peristiwa penting lainnya). Analisislah peristiwa tersebut menggunakan konsep diakronis (perkembangan dari waktu ke waktu) dan sinkronis (keterkaitan berbagai aspek pada satu waktu). Jelaskan temuan Anda!
- Bayangkan Anda adalah seorang peneliti muda yang ditugaskan untuk merancang sistem pemetaan potensi pangan lokal di Kabupaten Tuban sebagai bagian dari Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Bagaimana Anda akan menggunakan prinsip-prinsip dasar ilmu sejarah (misalnya, studi kasus masa lalu, analisis data historis) untuk menginformasikan rancangan sistem pemetaan Anda? Jelaskan langkah-langkah dan pertimbangan Anda.
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Memahami konsep dasar ilmu sejarah mengenai dimensi waktu (diakronis). | Pengantar Ilmu Sejarah (Konsep Diakronis) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Memahami konsep dasar ilmu sejarah mengenai dimensi waktu (sinkronis). | Pengantar Ilmu Sejarah (Konsep Sinkronis) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Menganalisis penerapan konsep diakronis dalam studi sejarah. | Pengantar Ilmu Sejarah (Aplikasi Konsep Diakronis) | C4 (Menganalisis) | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Menganalisis relevansi KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis data historis. | Pengantar Ilmu Sejarah (Metode Penelitian Sejarah, KKA) | C4 (Menganalisis) | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Menganalisis relevansi pemahaman sejarah untuk ketahanan pangan (SIKAP). | Pengantar Ilmu Sejarah (Relevansi Sejarah, SIKAP) | C4 (Menganalisis) | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menjelaskan pentingnya sejarah untuk perencanaan masa depan terkait ketahanan pangan. | Pengantar Ilmu Sejarah (Relevansi Sejarah, SIKAP) | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 6 |
| 7 | Memberikan contoh penerapan konsep sinkronis dalam analisis sejarah. | Pengantar Ilmu Sejarah (Aplikasi Konsep Sinkronis) | C3 (Mengaplikasi) | Jawaban Singkat | 7 |
| 8 | Menjelaskan potensi dan keterbatasan KKA dalam interpretasi sejarah. | Pengantar Ilmu Sejarah (Metode Penelitian Sejarah, KKA) | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 8 |
| 9 | Menganalisis dan mengevaluasi peristiwa sejarah menggunakan konsep diakronis dan sinkronis. | Pengantar Ilmu Sejarah (Konsep Diakronis dan Sinkronis) | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 9 |
| 10 | Mengaplikasikan prinsip sejarah dalam perancangan sistem ketahanan pangan lokal (SIKAP). | Pengantar Ilmu Sejarah (Relevansi Sejarah, SIKAP) | C5 (Mengevaluasi) | Uraian/Tugas Kontekstual | 10 |
KUNCI DAN PENSKORAN
Kunci Jawaban Pilihan Ganda
- b
- c
- c
- b
- b
Kunci Jawaban Jawaban Singkat
- Jawaban diharapkan menjelaskan bahwa sejarah memberikan pelajaran dari keberhasilan dan kegagalan masa lalu dalam pengelolaan pangan, sehingga dapat menjadi panduan untuk strategi yang lebih baik di masa depan, seperti adaptasi terhadap perubahan iklim atau diversifikasi tanaman.
- Contoh: Menganalisis peristiwa Revolusi Prancis dengan melihat kondisi sosial (kesenjangan kelas), ekonomi (krisis keuangan), politik (ketidakpuasan terhadap monarki), dan budaya (ide pencerahan) yang terjadi bersamaan pada periode tersebut.
- KKA bersifat alat bantu analisis data. Sejarawan perlu kritis karena KKA tidak memiliki pemahaman kontekstual, emosional, atau makna historis yang mendalam. Hasil KKA bisa bias jika data latihnya bias, dan interpretasi akhir tetap menjadi domain manusia sejarawan.
Penskoran
| Jenis Soal | Jumlah Soal | Bobot per Soal | Skor Maksimal |
|---|---|---|---|
| Pilihan Ganda | 5 | 5 | 25 |
| Jawaban Singkat | 3 | 10 | 30 |
| Uraian/Tugas Kontekstual | 2 | 22.5 | 45 |
| Total | 10 | 100 |
Rumus Nilai Akhir
Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100
RUBRIK PENILAIAN ASESMEN AKHIR (Soal Uraian/Tugas Kontekstual)
Soal Nomor 9: Analisis Peristiwa Sejarah
| Indikator Penilaian | Baru Memulai (Skor 1-7) | Berkembang (Skor 8-14) | Cakap (Skor 15-21) | Mahir (Skor 22-30) |
|---|---|---|---|---|
| Pemilihan Peristiwa Sejarah Kesesuaian dan relevansi peristiwa yang dipilih. |
Memilih peristiwa yang kurang relevan atau tidak jelas. | Memilih peristiwa yang cukup relevan, namun perlu klarifikasi. | Memilih peristiwa sejarah yang relevan dan spesifik. | Memilih peristiwa sejarah yang sangat relevan, unik, dan menarik. |
| Penerapan Konsep Diakronis Kemampuan menjelaskan urutan waktu, perkembangan, dan perubahan. |
Hanya menyebutkan urutan waktu tanpa penjelasan perkembangan. | Menjelaskan beberapa tahapan perkembangan, namun kurang detail atau runtut. | Menjelaskan urutan waktu dan perkembangan peristiwa secara jelas dan cukup runtut. | Menjelaskan urutan waktu, perkembangan, dan perubahan peristiwa secara rinci, runtut, dan mendalam. |
| Penerapan Konsep Sinkronis Kemampuan mengaitkan berbagai aspek (sosial, ekonomi, politik, budaya) dalam satu waktu. |
Hanya menyebutkan satu atau dua aspek tanpa kaitan yang jelas. | Menyebutkan beberapa aspek, namun kaitan antar aspek kurang kuat. | Menjelaskan keterkaitan antara beberapa aspek (sosial, ekonomi, politik, budaya) dalam satu periode waktu. | Menganalisis keterkaitan yang kompleks dan mendalam antar berbagai aspek (sosial, ekonomi, politik, budaya) dalam satu periode waktu. |
| Analisis dan Kesimpulan Kedalaman analisis dan ketepatan kesimpulan. |
Analisis dangkal, kesimpulan umum atau tidak relevan. | Analisis cukup baik, kesimpulan mulai mengarah pada poin utama. | Analisis mendalam, kesimpulan relevan dan didukung bukti dari uraian. | Analisis sangat mendalam, kritis, dan inovatif, kesimpulan tajam dan berbobot. |
Soal Nomor 10: Sistem Pemetaan Potensi Pangan Lokal (SIKAP)
| Indikator Penilaian | Baru Memulai (Skor 1-6) | Berkembang (Skor 7-13) | Cakap (Skor 14-20) | Mahir (Skor 21-30) |
|---|---|---|---|---|
| Pemanfaatan Prinsip Sejarah Kemampuan mengaitkan prinsip sejarah (studi kasus, data historis) dengan perancangan. |
Hanya menyebutkan pentingnya sejarah tanpa contoh konkret. | Menyebutkan beberapa prinsip sejarah, namun kaitan dengan perancangan kurang jelas. | Menjelaskan bagaimana studi kasus atau data historis masa lalu dapat digunakan untuk menginformasikan perancangan sistem pemetaan pangan. | Mengintegrasikan prinsip-prinsip sejarah secara inovatif dan mendalam untuk memecahkan masalah dalam perancangan sistem pemetaan pangan. |
| Identifikasi Data Historis Kemampuan mengidentifikasi jenis data historis yang relevan. |
Tidak mampu mengidentifikasi data historis yang relevan. | Mampu mengidentifikasi beberapa jenis data historis, namun kurang spesifik. | Mampu mengidentifikasi jenis data historis yang relevan (misalnya, catatan panen masa lalu, pola tanam tradisional, data bencana alam terkait pangan). | Mampu mengidentifikasi berbagai jenis data historis yang kaya dan spesifik, termasuk sumber-sumber yang mungkin terabaikan. |
| Perancangan Langkah Sistem Kelogisan dan kelengkapan langkah-langkah perancangan. |
Langkah-langkah tidak jelas atau tidak logis. | Langkah-langkah cukup logis, namun ada yang terlewat atau kurang detail. | Menyusun langkah-langkah perancangan sistem yang logis dan cukup lengkap. | Menyusun langkah-langkah perancangan sistem yang sangat logis, rinci, inovatif, dan mempertimbangkan berbagai kendala. |
| Konteks Lokal Tuban (SIKAP) Relevansi rancangan dengan konteks Tuban dan tujuan SIKAP. |
Rancangan tidak relevan dengan Tuban atau SIKAP. | Rancangan cukup relevan, namun perlu penyesuaian lebih lanjut. | Rancangan relevan dengan konteks Tuban dan tujuan Program SIKAP. | Rancangan sangat relevan, adaptif, dan memberikan solusi konkret untuk ketahanan pangan di Tuban. |
REKAP NILAI
| No | Nama Peserta Didik | Nilai Asesmen Awal | Nilai Asesmen Proses (Observasi) | Nilai Asesmen Akhir | Nilai Akhir (Rata-rata/Pembobotan) | Catatan Guru |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ... | |||||
| 2 | ... | |||||
| ... | ... |