ASESMEN PEMBELAJARAN
IDENTITAS PAKET PERTEMUAN
- Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
- Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik
- Mata pelajaran: Pendidikan Pancasila
- Kelas/Rombel: XII
- Tingkat/Fase: XII / Fase F
- Semester: Genap
- Tahun pelajaran: 2026/2027
- Pertemuan: 8 dari 8
- Tanggal/rentang: 2027-06-07 s.d. 2027-06-13
- Topik: Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia
- Fokus kegiatan: Mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian.
- Asesmen pertemuan: Asesmen kinerja/produk dan refleksi.
- Alokasi waktu RPP: Pertemuan 8 dari 8 · 2 JP (90 menit)
- Model: Discovery Learning
- Metode: Simulasi Pemilu, Kampanye Edukatif, Debat Terbuka
- Dimensi Profil Lulusan: Kewargaan, Komunikasi, Penalaran Kritis
ASESMEN PEMBELAJARAN
Tabel Identitas dan Tujuan Asesmen
| Asesmen | Tujuan Asesmen | Bentuk/Instrumen | Teknik | Bukti yang Dinilai | Kriteria Keberhasilan (Cakap) | Tindak Lanjut |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Awal Pembelajaran (Asesmen Diagnostik) | Mengukur pemahaman awal peserta didik tentang pentingnya pemilih pemula dan konsep demokrasi Pancasila. | Soal Pilihan Ganda Singkat | Tes Tertulis | Jawaban Peserta Didik | Mampu mengidentifikasi minimal 3 dari 5 konsep dasar terkait pemilih pemula. | Peserta didik yang belum mencapai kriteria akan mendapatkan penguatan materi melalui bahan bacaan tambahan. |
| Proses Pembelajaran (Asesmen Formatif) | Mengukur keaktifan, partisipasi, dan pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran simulasi dan debat. | Lembar Observasi Keaktifan, Catatan Guru, Exit Ticket | Observasi, Non-tes | Catatan Guru, Jawaban Exit Ticket | Keaktifan dalam diskusi (minimal 2 kali berkontribusi), Kemampuan menyampaikan pendapat (jelas dan relevan), Kemampuan merespon pertanyaan (tepat sasaran). | Umpan balik langsung dari guru selama pembelajaran, penguatan pada area yang lemah. |
| Akhir Pembelajaran (Asesmen Sumatif) | Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran mengenai kemampuan mengaplikasikan konsep, menyajikan hasil, dan merefleksikan capaian sebagai pelopor pemilih pemula. | Produk Kampanye Edukatif (Poster Digital/Video Pendek), Tes Tertulis (Pilihan Ganda, Uraian), Refleksi Diri | Unjuk Kerja, Tes Tertulis, Penilaian Produk | Produk Kampanye, Jawaban Tes Tertulis, Jawaban Refleksi | Produk kampanye memenuhi kriteria minimal (pesan jelas, desain menarik, relevansi topik), Jawaban tes tertulis benar minimal 70%, Refleksi menunjukkan pemahaman dan komitmen. | Remedial bagi yang belum mencapai kriteria, Pengayaan bagi yang sudah mencapai kriteria. |
ASESMEN AWAL (Asesmen Diagnostik)
Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat.
- Siapakah yang dimaksud dengan pemilih pemula?
a. Pemilih yang baru pertama kali memilih.
b. Pemilih yang berusia di atas 60 tahun.
c. Pemilih yang selalu memilih calon yang sama.
d. Pemilih yang tidak memiliki hak pilih. - Mengapa pemilih pemula penting dalam demokrasi Indonesia?
a. Karena jumlahnya sedikit.
b. Karena mereka adalah calon pemimpin masa depan dan dapat membawa perubahan.
c. Karena mereka cenderung mudah dipengaruhi.
d. Karena mereka hanya memilih berdasarkan tren. - Apa yang dimaksud dengan demokrasi Pancasila?
a. Sistem pemerintahan yang dipimpin oleh raja.
b. Sistem pemerintahan yang mengutamakan kepentingan individu di atas segalanya.
c. Sistem pemerintahan yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.
d. Sistem pemerintahan yang hanya mengandalkan suara mayoritas tanpa mempertimbangkan minoritas. - Manakah di bawah ini yang merupakan contoh praktik demokrasi di lingkungan sekolah?
a. Memilih ketua kelas secara musyawarah mufakat.
b. Melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin.
c. Menghapus tugas piket kelas.
d. Membocorkan soal ujian. - Apa peran utama seorang pelopor dalam sebuah gerakan?
a. Mengikuti arahan orang lain.
b. Menjadi yang pertama melakukan atau menginspirasi orang lain.
c. Menghindari risiko.
d. Menjadi penonton pasif.
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
- 1. a. Pemilih yang baru pertama kali memilih.
- 2. b. Karena mereka adalah calon pemimpin masa depan dan dapat membawa perubahan.
- 3. c. Sistem pemerintahan yang didasarkan pada nilai-nilai luhur Pancasila.
- 4. a. Memilih ketua kelas secara musyawarah mufakat.
- 5. b. Menjadi yang pertama melakukan atau menginspirasi orang lain.
Interpretasi: Peserta didik yang menjawab benar minimal 3 soal menunjukkan pemahaman awal yang baik mengenai konsep pemilih pemula dan demokrasi Pancasila. Peserta didik yang belum mencapai target akan diberikan penguatan materi sebelum pembelajaran inti.
ASESMEN PROSES (Asesmen Formatif)
Lembar Observasi Keaktifan Peserta Didik| No | Nama Peserta Didik | Keaktifan dalam Diskusi Kelompok | Kontribusi Ide/Pendapat | Kemampuan Merespon Pertanyaan | Kemampuan Bekerja Sama | Catatan Umpan Balik | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | ||
| 1 | ... |
Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat.
- Satu hal penting yang saya pelajari hari ini adalah...
- Satu pertanyaan yang masih tersisa di benak saya adalah...
- Bagaimana saya bisa mengaplikasikan peran sebagai pelopor pemilih pemula dalam kehidupan sehari-hari?
ASESMEN AKHIR (Asesmen Sumatif)
Produk Kampanye EdukatifTugas: Buatlah sebuah poster digital atau video pendek yang mengampanyekan pentingnya menjadi pelopor pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab dalam Pemilu mendatang. Kampanye ini harus mencakup informasi tentang pentingnya partisipasi, cara memilih yang benar, dan menghindari informasi hoaks.
Tes TertulisPetunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat.
Pilihan Ganda (5 soal)- Manakah yang paling mencerminkan peran pelopor pemilih pemula dalam konteks Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA)?
a. Menggunakan aplikasi pemilu tanpa memahami algoritmanya.
b. Mengembangkan algoritma sederhana untuk memprediksi hasil pemilu berdasarkan data survei, serta mengedukasi teman sebaya tentang potensi bias dalam prediksi tersebut.
c. Hanya mengikuti tren kampanye di media sosial.
d. Menghindari penggunaan teknologi dalam proses pemilu. - Dalam konteks Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, bagaimana seorang pelopor pemilih pemula dapat berkontribusi?
a. Mengabaikan isu ketahanan pangan karena fokus pada pemilu.
b. Mengkampanyekan pentingnya pemilih cerdas yang juga peduli pada stabilitas pangan daerah, misalnya dengan mempromosikan produk pertanian lokal Tuban melalui platform digital yang mereka kuasai.
c. Hanya memilih calon yang berjanji akan memperbaiki lumbung desa.
d. Mengajak teman untuk tidak memilih calon yang tidak memiliki program pangan. - Mengapa penting bagi pemilih pemula untuk memiliki kemampuan penalaran kritis dalam menyaring informasi pemilu?
a. Agar mudah mengikuti arus informasi.
b. Agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks) dan dapat membuat keputusan yang rasional.
c. Agar dapat memprediksi hasil pemilu dengan akurat.
d. Agar dapat memenangkan debat politik. - Prinsip demokrasi Pancasila yang relevan dengan peran pelopor pemilih pemula adalah:
a. Otokratis dan sentralistik.
b. Musyawarah mufakat, kekeluargaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
c. Individualisme dan persaingan bebas.
d. Dominasi mayoritas tanpa aspirasi minoritas. - Apa yang dimaksud dengan "kampanye edukatif"?
a. Kampanye yang hanya berisi janji-janji manis.
b. Kampanye yang bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat, bukan sekadar mempromosikan kandidat.
c. Kampanye yang menggunakan musik dan tarian.
d. Kampanye yang hanya dilakukan di media sosial.
- Sebutkan dua strategi yang dapat digunakan pemilih pemula untuk menjadi pelopor dalam menyebarkan informasi pemilu yang benar di lingkungan mereka!
- Jelaskan secara singkat bagaimana proses simulasi pemilu dapat membantu pemilih pemula memahami pentingnya partisipasi mereka!
- Apa yang Anda harapkan dari calon wakil rakyat yang akan Anda pilih di masa depan terkait isu ketahanan pangan di daerah Anda?
- Bayangkan Anda adalah seorang pelopor pemilih pemula yang bertugas memberikan edukasi di SMA Anda. Buatlah sebuah narasi singkat (minimal 5 kalimat) yang akan Anda sampaikan kepada teman-teman Anda tentang pentingnya tidak menyebarkan berita hoaks terkait Pemilu, kaitkan dengan dampak negatifnya terhadap jalannya demokrasi dan ketahanan sosial masyarakat.
- Anda diminta untuk membuat sebuah post di media sosial (misalnya Instagram) yang mengajak pemilih pemula untuk aktif dalam Pemilu. Deskripsikan secara rinci isi dari post tersebut, termasuk teks caption, ide visual (gambar/video), dan hashtag yang relevan. Pastikan pesan yang disampaikan adalah positif, edukatif, dan mencerminkan semangat demokrasi Pancasila.
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator | Materi Pokok | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Mengidentifikasi peran pelopor pemilih pemula dalam konteks teknologi (KKA). | Demokrasi Pancasila, Teknologi Informasi, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 6 |
| 2 | Menghubungkan peran pelopor pemilih pemula dengan isu ketahanan pangan (SIKAP). | Demokrasi Pancasila, Ketahanan Pangan, Program SIKAP | C3 (Menerapkan) | Pilihan Ganda | 7 |
| 3 | Menjelaskan pentingnya penalaran kritis bagi pemilih pemula. | Demokrasi Pancasila, Literasi Digital, Penalaran Kritis | C2 (Memahami) | Pilihan Ganda | 8 |
| 4 | Mengidentifikasi prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. | Demokrasi Pancasila | C1 (Mengingat) | Pilihan Ganda | 9 |
| 5 | Memahami definisi kampanye edukatif. | Kampanye Politik, Edukasi Publik | C1 (Mengingat) | Pilihan Ganda | 10 |
| 6 | Merumuskan strategi penyebaran informasi pemilu yang benar. | Literasi Digital, Kampanye Edukatif, Pemilih Pemula | C3 (Menerapkan) | Jawaban Singkat | 11 |
| 7 | Menjelaskan manfaat simulasi pemilu bagi pemilih pemula. | Simulasi Pemilu, Partisipasi Politik | C2 (Memahami) | Jawaban Singkat | 12 |
| 8 | Menyatakan harapan terkait isu ketahanan pangan dari wakil rakyat. | Ketahanan Pangan, Aspirasi Masyarakat | C3 (Menerapkan) | Jawaban Singkat | 13 |
| 9 | Menganalisis dampak negatif hoaks terhadap demokrasi dan masyarakat, serta merumuskan pesan edukatif. | Hoaks, Demokrasi Pancasila, Literasi Digital | C4 (Menganalisis) | Uraian/Tugas Kontekstual | 14 |
| 10 | Merancang konten media sosial yang mengajak pemilih pemula berpartisipasi dalam pemilu secara positif dan edukatif. | Media Sosial, Partisipasi Politik, Kampanye Edukatif | C4 (Menganalisis) / C5 (Mengevaluasi) | Uraian/Tugas Kontekstual | 15 |
KUNCI DAN PENSKORAN
Pilihan Ganda (Skor per soal: 5)
- 6. b
- 7. b
- 8. b
- 9. b
- 10. b
Jawaban Singkat (Skor per soal: 10)
- 11. Contoh: a) Menggunakan media sosial untuk menyebarkan infografis yang dibuat sendiri atau dibagikan dari sumber terpercaya tentang cara memilih yang benar, b) Mengadakan diskusi kelompok kecil dengan teman untuk membahas isu-isu pemilu dan mengklarifikasi keraguan.
- 12. Simulasi pemilu memberikan pengalaman langsung tentang proses pemungutan suara, penghitungan, dan pengawasan. Ini membantu pemilih pemula memahami alur demokrasi, pentingnya setiap suara, serta tanggung jawab yang diemban sebagai pemilih.
- 13. Jawaban bervariasi, namun idealnya mencakup harapan agar calon wakil rakyat membuat kebijakan yang pro-petani lokal, mendukung program ketahanan pangan berkelanjutan, memastikan ketersediaan pangan pokok dengan harga terjangkau, serta mendorong inovasi di sektor pertanian Tuban.
Uraian/Tugas Kontekstual (Skor per soal: 20)
- 14. Narasi akan dinilai berdasarkan kelengkapan pesan, kedalaman pemahaman dampak hoaks, dan relevansi dengan demokrasi Pancasila.
- 15. Deskripsi post akan dinilai berdasarkan kreativitas ide visual, kejelasan teks caption, relevansi hashtag, dan keseluruhan pesan edukatif serta positif.
Total Skor Maksimal: 100
Rumus Nilai Akhir: Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / Total Skor Maksimal) x 100
RUBRIK PENILAIAN PRODUK KAMPANYE EDUKATIF
| Indikator Penilaian | Baru Memulai (0-50) | Berkembang (51-75) | Cakap (76-90) | Mahir (91-100) |
|---|---|---|---|---|
| Kejelasan Pesan (Informasi tentang pentingnya pemilih pemula, cara memilih, menghindari hoaks) |
Pesan tidak jelas, membingungkan, atau tidak relevan dengan topik. | Pesan sebagian jelas, namun ada bagian yang kurang dipahami atau kurang lengkap. | Pesan jelas, relevan, dan mencakup sebagian besar informasi yang dibutuhkan. | Pesan sangat jelas, komprehensif, mudah dipahami, dan sangat relevan. |
| Kreativitas dan Desain Visual (Poster digital/video pendek yang menarik) |
Desain sangat sederhana, tidak menarik, atau banyak kesalahan teknis. | Desain cukup menarik, namun ada beberapa elemen yang kurang harmonis atau ada kesalahan minor. | Desain menarik, harmonis, dan informatif. Penggunaan warna dan tata letak baik. | Desain sangat inovatif, menarik perhatian, profesional, dan sangat efektif dalam menyampaikan pesan. |
| Relevansi dengan Demokrasi Pancasila (Menunjukkan semangat demokrasi, persatuan, dan kearifan lokal) |
Tidak ada kaitan atau bahkan bertentangan dengan nilai demokrasi Pancasila. | Kaitan dengan demokrasi Pancasila lemah atau hanya bersifat formalitas. | Menunjukkan pemahaman dan penerapan nilai demokrasi Pancasila secara cukup baik. | Menerapkan nilai demokrasi Pancasila secara mendalam dan inspiratif dalam kampanye. |
| Bahasa dan Ketepatan Istilah (Penggunaan bahasa yang baik, benar, dan sesuai konteks) |
Bahasa banyak mengandung kesalahan tata bahasa, ejaan, dan pilihan kata yang tidak tepat. | Bahasa cukup baik, namun masih ada beberapa kesalahan minor yang tidak mengganggu pemahaman. | Bahasa baik, benar, dan tepat. Istilah yang digunakan sesuai konteks. | Bahasa sangat baik, lugas, efektif, dan menggunakan istilah yang sangat tepat serta persuasif. |
REKAP NILAI
| No | Nama Peserta Didik | Asesmen Awal | Asesmen Proses (Rata-rata) | Produk Kampanye | Tes Tertulis | Refleksi | Nilai Akhir | Keterangan (Remedial/Pengayaan) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ... |