← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN RPP Pembelajaran Mendalam

RPP Pertemuan 8 dari 8 - Pendidikan Pancasila XII - Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

IDENTITAS
Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Nama Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Semester XII / Genap
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)

IDENTIFIKASI

Aspek Deskripsi
Peserta Didik Peserta didik telah mengikuti pembelajaran sebelumnya tentang konsep pemilih pemula dan demokrasi Indonesia. Minat terhadap partisipasi politik dan kesadaran akan pentingnya pemilu perlu digali lebih lanjut. Pengetahuan awal tentang sistem pemilu dan peran pemuda akan dimanfaatkan. Kebutuhan belajar difokuskan pada penguatan konsep dan keterampilan presentasi serta refleksi. Pemetaan dilakukan melalui observasi partisipasi dan pertanyaan singkat di awal pembelajaran.
Materi Pelajaran Materi mengenai menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia melibatkan konsep partisipasi politik, hak dan kewajiban warga negara, serta prinsip demokrasi Pancasila. Relevansi kehidupan nyata sangat tinggi karena berkaitan langsung dengan hak pilih dan tanggung jawab sebagai warga negara. Tingkat kesulitan materi moderat, namun memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai aplikasi nilai Pancasila dalam konteks pemilu. Potensi miskonsepsi terkait pragmatisme politik dan apatisme perlu diatasi. Integrasi nilai Pancasila, kewarganegaraan, dan tanggung jawab sosial ditekankan.
Dimensi Profil Lulusan (DPL) Kewargaan, Komunikasi, Penalaran Kritis
Capaian Pembelajaran Elemen Negara Kesatuan Republik Indonesia: Peserta didik mampu mendemonstrasikan praktik demokrasi berlandaskan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

DESAIN PEMBELAJARAN

PENGALAMAN BELAJAR

Tahap Prinsip Pembelajaran Mendalam Aktivitas Guru Aktivitas Murid Alokasi Waktu Bukti Belajar
AWAL
(15 menit)
Berkesadaran: Membangun suasana kelas yang positif dan fokus.
Bermakna: Mengaitkan materi dengan pengalaman nyata.
Menggembirakan: Menciptakan antusiasme.
1. Membuka pelajaran dengan salam dan doa.
2. Melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman atau pandangan murid tentang pemilu dan peran pemuda.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian pertemuan ini.
4. Memberikan motivasi singkat tentang pentingnya menjadi pelopor pemilih pemula.
1. Menjawab salam, berdoa, dan merespon pertanyaan apersepsi.
2. Menyimak tujuan pembelajaran dan kriteria penilaian.
3. Menunjukkan antusiasme untuk mengikuti pembelajaran.
15 menit Kehadiran dan keaktifan murid dalam sesi apersepsi.
INTI - MEMAHAMI
(30 menit)
Bermakna: Memahami konsep melalui analisis kasus.
Berkesadaran: Mengamati dan mencatat poin penting.
1. Menampilkan contoh-contoh kampanye edukatif yang berhasil dari pemilu sebelumnya (misalnya, melalui infografis, video pendek, atau artikel).
2. Memfasilitasi diskusi kelompok untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci dari kampanye edukatif yang efektif.
3. Membimbing murid dalam mengaitkan strategi kampanye dengan prinsip demokrasi Pancasila.
1. Mengamati dan menganalisis contoh kampanye edukatif yang disajikan guru.
2. Berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi unsur-unsur penting dari kampanye yang efektif (pesan, target audiens, media).
3. Mencatat poin-poin penting hasil diskusi.
30 menit Catatan hasil diskusi kelompok, identifikasi elemen kampanye efektif.
INTI - MENGAPLIKASI
(30 menit)
Bermakna: Menerapkan konsep dalam pembuatan rancangan.
Menggembirakan: Berkreasi dan berkolaborasi.
1. Meminta setiap kelompok untuk merancang kerangka kampanye edukatif sederhana untuk pemilih pemula di lingkungan sekolah atau komunitas mereka, dengan menekankan pesan yang positif dan membangun kesadaran demokrasi.
2. Memberikan bimbingan dan umpan balik konstruktif selama proses perancangan.
3. Memfasilitasi presentasi singkat hasil rancangan kampanye oleh setiap kelompok.
1. Berdiskusi dan merancang kerangka kampanye edukatif (misalnya, slogan, target pesan, media yang digunakan).
2. Mempersiapkan dan menyampaikan presentasi singkat hasil rancangan kampanye.
3. Memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok lain.
30 menit Rancangan kerangka kampanye edukatif (produk kelompok), Presentasi kelompok (kinerja).
INTI - MEREFLEKSI
(10 menit)
Berkesadaran: Menilai proses dan hasil belajar.
Bermakna: Mengambil pembelajaran dari pengalaman.
1. Memandu sesi refleksi kelas dengan pertanyaan terarah mengenai tantangan dalam merancang kampanye, pembelajaran yang didapat, dan peran mereka sebagai pelopor.
2. Meminta murid mengisi lembar refleksi diri terkait pemahaman dan pengalaman belajar mereka.
1. Berpartisipasi aktif dalam diskusi refleksi kelas.
2. Mengisi lembar refleksi diri secara jujur dan mendalam.
10 menit Jawaban dalam diskusi kelas, Lembar refleksi diri (asesmen refleksi).
PENUTUP
(5 menit)
Menggembirakan: Memberikan apresiasi dan motivasi.
Bermakna: Merencanakan langkah selanjutnya.
1. Memberikan apresiasi atas partisipasi dan hasil kerja seluruh peserta didik.
2. Menyimpulkan poin-poin penting pembelajaran hari ini.
3. Memberikan informasi singkat mengenai tindak lanjut atau pembelajaran selanjutnya (jika ada).
4. Menutup pelajaran dengan doa.
1. Menyimak simpulan dan apresiasi dari guru.
2. Berdoa bersama.
5 menit Kehadiran dan partisipasi dalam penutup.

ASESMEN PEMBELAJARAN

Asesmen Tujuan Asesmen Bentuk/Instrumen Teknik Bukti yang Dinilai Kriteria Keberhasilan (Cakap) Tindak Lanjut
Awal Pembelajaran
(Asesmen Diagnostik)
Mengukur pengetahuan awal, minat, dan kesiapan murid terhadap topik pemilih pemula dan demokrasi. Pertanyaan Lisan/Tertulis Singkat Observasi, Tes Lisan/Tertulis Tingkat pemahaman konsep dasar, tingkat minat pada topik. Murid dapat memberikan respons yang relevan terhadap pertanyaan mengenai pemilu dan peran pemuda, menunjukkan minat awal pada topik. Bagi yang belum optimal, diberikan penguatan konsep dasar pada sesi awal pembelajaran.
Proses Pembelajaran
(Asesmen Formatif)
Memantau pemahaman konsep, kemajuan belajar, dan keaktifan murid selama proses pembelajaran (discovery learning). Menerapkan assessment for learning. Observasi Diskusi Kelompok, Penilaian Kinerja Presentasi Singkat, Tanya Jawab Observasi, Kinerja, Lisan Keaktifan dalam diskusi, kontribusi ide, kemampuan mengaplikasikan konsep dalam rancangan kampanye, kualitas presentasi. Murid aktif berdiskusi, mampu mengidentifikasi elemen kampanye efektif, merancang kerangka kampanye yang logis, dan mempresentasikannya dengan jelas. Umpan balik konstruktif untuk perbaikan rancangan dan presentasi, penguatan konsep yang belum dipahami melalui bimbingan individual atau kelompok kecil.
Akhir Pembelajaran
(Asesmen Sumatif & Reflektif)
Mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran (kinerja dan pemahaman mendalam) serta mendorong assessment as learning. Menerapkan assessment of learning. Produk: Rancangan Kerangka Kampanye Edukatif.
Kinerja: Presentasi Kelompok.
Refleksi: Lembar Refleksi Diri.
Produk, Kinerja, Self Assessment Kualitas rancangan kampanye (kelengkapan, relevansi, kreativitas), Kualitas presentasi (kejelasan, kelogisan, kepercayaan diri), Kedalaman refleksi (pemahaman diri, pembelajaran, dan kontribusi). Rancangan kampanye memenuhi kriteria yang ditetapkan, presentasi disampaikan dengan baik, dan refleksi menunjukkan pemahaman mendalam tentang peran pelopor pemilih pemula dan proses pembelajaran. Bagi yang belum mencapai kriteria "Cakap" diberikan tugas remedial terkait penguatan konsep atau perbaikan produk/presentasi. Bagi yang "Mahir" diberikan pengayaan berupa analisis lanjutan atau simulasi dampak kampanye.

RUBRIK PENILAIAN

Tujuan Pembelajaran yang Dinilai: Peserta didik mampu mendemonstrasikan pemahaman tentang peran mereka sebagai pelopor pemilih pemula dengan menyajikan hasil analisis singkat mengenai strategi kampanye edukatif yang efektif dan merefleksikan pengalaman belajar serta kontribusi mereka dalam demokrasi Indonesia.
Indikator Baru Memulai Berkembang Cakap Mahir
Kualitas Rancangan Kampanye Edukatif
(Kelengkapan, Relevansi, Kreativitas Pesan)
Rancangan sangat dasar, tidak lengkap, pesan tidak relevan atau tidak jelas, minim kreativitas. Rancangan mulai terstruktur, beberapa elemen lengkap, pesan cukup relevan namun kurang mendalam, kreativitas terbatas. Rancangan lengkap dan logis, pesan relevan dengan target pemilih pemula, menggunakan elemen kreatif yang sesuai. Rancangan sangat inovatif, mendalam, pesan sangat relevan dan persuasif, menggunakan pendekatan kreatif yang efektif dan orisinal.
Kualitas Presentasi Kelompok
(Kejelasan Penyampaian, Kelogisan Argumen, Kerjasama Tim)
Penyampaian sangat tidak jelas, argumen lemah atau tidak ada, kerjasama tim minim. Penyampaian cukup jelas namun terkadang ragu, argumen mulai logis namun perlu dikembangkan, kerjasama tim ada namun belum optimal. Penyampaian jelas dan terstruktur, argumen logis dan meyakinkan, kerjasama tim baik dan terdistribusi merata. Penyampaian sangat meyakinkan dan percaya diri, argumen kuat dan analitis, kerjasama tim luar biasa, menunjukkan sinergi yang tinggi.
Kedalaman Refleksi Diri
(Pemahaman Konsep, Pembelajaran, Kontribusi)
Refleksi sangat dangkal, hanya menyebutkan kegiatan tanpa pemahaman konsep atau pembelajaran. Refleksi mulai menunjukkan pemahaman konsep dasar dan pembelajaran, namun belum mendalam atau terhubung secara kuat. Refleksi menunjukkan pemahaman yang baik tentang konsep pelopor pemilih pemula, pembelajaran yang diperoleh, dan potensi kontribusi. Refleksi sangat mendalam, menunjukkan pemahaman kritis, mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman pribadi dan implikasi yang lebih luas bagi demokrasi.
Penggunaan Istilah dan Konsep
(Akurasi Penggunaan Istilah Demokrasi dan Pancasila)
Penggunaan istilah dasar demokrasi dan Pancasila sangat minim atau keliru. Penggunaan istilah mulai tepat namun terbatas dan terkadang kurang akurat. Penggunaan istilah demokrasi dan Pancasila sudah akurat dan relevan dalam konteks diskusi dan presentasi. Penggunaan istilah demokrasi dan Pancasila sangat tepat, akurat, dan mampu digunakan untuk menjelaskan konsep-konsep kompleks.
Keterangan:
  • Baru Memulai: Pemahaman/keterampilan sangat dasar.
  • Berkembang: Mulai berkembang tetapi masih perlu perbaikan.
  • Cakap: Baik dan sesuai harapan (mencapai standar minimum kelulusan).
  • Mahir: Sangat baik dan melebihi harapan.

Mengetahui,

Kepala Sekolah

Tuban, Januari 2027

Guru Mata Pelajaran

Amirul Faisal Rizza, M.Pd.

NIP. ••••••••••••••••

Dra. Umi Hanik Hartatik

NIP. ••••••••••••••••

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.