← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Tindak Lanjut

Tindak Lanjut Pertemuan 6 - Pendidikan Pancasila XII - Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

RENCANA TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN

IDENTITAS PAKET PERTEMUAN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel XII
Tingkat/Fase XII / Fase F
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 6 dari 8
Tanggal/Rentang 2027-05-24 s.d. 2027-05-30
Topik Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Asesmen Pertemuan Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
Alokasi Waktu RPP 2 JP (90 menit)
Model Discovery Learning
Metode Simulasi Pemilu, Kampanye Edukatif, Debat Terbuka
Dimensi Profil Lulusan Kewargaan, Komunikasi, Penalaran Kritis

TUJUAN TINDAK LANJUT

Tindak lanjut ini disusun berdasarkan hasil asesmen formatif (observasi, pertanyaan lisan) pada pertemuan ke-6 yang berfokus pada pendalaman peran dan tanggung jawab sebagai pelopor pemilih pemula. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan dukungan yang sesuai bagi setiap peserta didik agar mencapai pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan konsep secara optimal, serta untuk merefleksikan efektivitas pembelajaran guna perbaikan di masa mendatang.

PEMETAAN HASIL ASESMEN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK

Asesmen difokuskan pada kemampuan menjelaskan peran dan tanggung jawab sebagai pelopor pemilih pemula, memberikan contoh konkret tindakan kepeloporan, serta mengidentifikasi potensi pemanfaatan teknologi sederhana dalam proses kepemiluan. Ketercapaian peserta didik dikategorikan sebagai berikut:

Kategori Ciri Hasil Peserta Didik Kebutuhan Peserta Didik Tindakan Guru
Baru Memulai Kesulitan menjelaskan peran pelopor, contoh tindakan minim atau tidak relevan, belum mampu mengidentifikasi teknologi sederhana. Perlu penguatan konsep dasar kepemiluan, contoh konkret, dan bimbingan dalam mengaitkan teknologi. Pendampingan individual, pemberian contoh kasus sederhana, latihan identifikasi.
Berkembang Mampu menjelaskan peran dasar, memberikan beberapa contoh, namun kurang mendalam atau kurang spesifik untuk konteks Tuban. Identifikasi teknologi masih terbatas. Perlu pendalaman contoh tindakan kepeloporan yang lebih spesifik dan inovatif, serta eksplorasi teknologi yang relevan. Diskusi kelompok kecil, studi kasus lanjutan, simulasi peran yang lebih kompleks.
Cakap Mampu menjelaskan peran dan tanggung jawab dengan baik, memberikan contoh konkret yang relevan, dan mampu mengidentifikasi beberapa teknologi sederhana. Perlu tantangan untuk mengaitkan peran pelopor dengan isu-isu aktual dan potensi kontribusi yang lebih luas. Memberikan studi kasus lanjutan, tugas proyek sederhana, atau tantangan berpikir kritis.
Mahir Menjelaskan peran secara komprehensif, memberikan contoh inovatif dan berdampak, mampu menganalisis potensi pemanfaatan teknologi secara kritis dan kreatif. Perlu ruang untuk berbagi pengalaman, menjadi mentor bagi teman, atau mengeksplorasi topik lanjutan yang lebih kompleks. Memberikan kesempatan presentasi, menjadi fasilitator diskusi, menugaskan riset mandiri.

REMEDIAL

Peserta didik yang masuk kategori "Baru Memulai" dan "Berkembang" akan mendapatkan program remedial yang difokuskan pada indikator yang belum tercapai, yaitu penjelasan peran dan tanggung jawab sebagai pelopor pemilih pemula, serta identifikasi teknologi sederhana dalam kepemiluan.

  • Fokus Indikator Belum Tercapai: Penjelasan peran pelopor pemilih pemula, contoh tindakan kepeloporan yang spesifik dan relevan, identifikasi pemanfaatan teknologi sederhana dalam kepemiluan.
  • Kegiatan Remedial:
    1. Pendalaman Konsep (30 menit): Guru memberikan penjelasan ulang yang lebih ringkas dan visual mengenai peran pelopor pemilih pemula, didukung dengan infografis. Peserta didik diajak mengidentifikasi contoh konkret dari lingkungan sekitar atau berita terkini. Untuk integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), akan diberikan contoh sederhana bagaimana algoritma dasar (misalnya, pseudocode untuk memilih kandidat berdasarkan kriteria tertentu) dapat menjadi dasar pemikiran kritis dalam memilih.
    2. Latihan Identifikasi (30 menit): Peserta didik diberikan studi kasus singkat tentang pemilihan umum di daerah lain atau skenario hipotetis, lalu diminta mengidentifikasi peran pelopor yang seharusnya ada dan teknologi sederhana (misalnya, aplikasi informasi pemilu, platform kampanye digital) yang bisa dimanfaatkan. Untuk Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, akan dibahas bagaimana kampanye digital bisa digunakan untuk mensosialisasikan pentingnya pangan lokal Tuban atau program ketahanan pangan desa.
    3. Asesmen Ulang (15 menit): Guru melakukan observasi partisipasi dalam diskusi kelompok kecil dan memberikan pertanyaan lisan singkat untuk menilai pemahaman setelah kegiatan remedial.
  • Dukungan: Materi bacaan ringkas, pendampingan intensif oleh guru, kelompok belajar sebaya (jika memungkinkan).

PENGAYAAN

Peserta didik yang masuk kategori "Cakap" dan "Mahir" akan mendapatkan program pengayaan untuk memperluas pemahaman dan kemampuan mereka.

  • Fokus Perluasan: Menganalisis isu-isu kepemiluan kontemporer, merancang kampanye edukatif yang inovatif, mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital yang lebih canggih, serta mengaitkan peran pelopor dengan isu ketahanan pangan lokal Tuban.
  • Kegiatan Pengayaan:
    1. Riset Mandiri (Fleksibel): Peserta didik didorong untuk melakukan riset tentang tantangan partisipasi pemilih pemula di Tuban dan merancang solusi kreatif. Mereka juga dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi seperti analisis data pemilih (menggunakan konsep dasar machine learning untuk klasifikasi pemilih) atau platform kolaboratif dapat mendukung kepeloporan mereka.
    2. Proyek Mini Kampanye (Fleksibel): Peserta didik diminta merancang konsep kampanye edukatif digital atau tatap muka yang inovatif untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula. Mereka dapat mengintegrasikan elemen Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya membuat konten kampanye tentang pentingnya memilih pemimpin yang peduli terhadap ketahanan pangan lokal Tuban.
    3. Debat Terbuka Terstruktur (15 menit): Mengadakan debat singkat antar peserta didik mahir mengenai topik "Peran Pelopor Pemilih Pemula di Era Digital: Peluang dan Tantangan", dengan fokus pada analisis kritis dan argumen berbasis data.
  • Kontribusi: Hasil riset dan proyek dapat dibagikan sebagai inspirasi bagi teman sekelas. Peserta didik mahir dapat berperan sebagai asisten guru atau tutor sebaya dalam sesi remedial.

DUKUNGAN DIFERENSIASI

Diferensiasi diterapkan untuk mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam.

  • Konten: Materi remedial disajikan lebih sederhana dan visual. Materi pengayaan menawarkan kedalaman analisis dan eksplorasi topik yang lebih kompleks.
  • Proses: Peserta didik yang membutuhkan pendampingan lebih intensif akan mendapatkan bimbingan individual atau kelompok kecil. Peserta didik yang mandiri akan diberikan keleluasaan dalam riset dan proyek.
  • Produk: Hasil akhir bagi peserta didik yang membutuhkan dapat berupa penjelasan lisan atau gambar sederhana, sementara bagi yang mahir dapat berupa rancangan kampanye tertulis, presentasi, atau produk digital sederhana.
  • Lingkungan: Menciptakan suasana kelas yang aman dan mendukung untuk bertanya, berdiskusi, dan bereksperimen. Kelompok belajar heterogen untuk remedial dan homogen untuk pengayaan dapat diatur.
  • Dukungan Khusus: Bagi peserta didik yang memiliki hambatan belajar spesifik, guru akan memberikan panduan yang lebih terstruktur dan waktu tambahan jika diperlukan.

UMPAN BALIK KONSTRUKTIF

  • Baru Memulai: "Saya melihat kamu sudah mulai mencoba menjelaskan peranmu. Bagus sekali! Mari kita fokus lagi pada contoh tindakan nyata yang bisa kamu lakukan sebagai pelopor. Ingat, sekecil apapun langkahmu, itu berarti."
  • Berkembang: "Penjelasanmu sudah mulai jelas, terutama mengenai pentingnya partisipasi. Untuk lebih menguatkan, coba berikan satu contoh spesifik bagaimana kamu bisa mengajak temanmu untuk peduli pada pemilihan nanti, mungkin dengan memanfaatkan media sosial yang kamu kuasai."
  • Cakap: "Kamu sudah sangat baik dalam menjelaskan peran pelopor dan memberikan contoh yang relevan dengan Tuban. Untuk tahap selanjutnya, bagaimana jika kamu pikirkan lebih dalam lagi, teknologi apa saja yang paling efektif untuk menjangkau pemilih pemula di era sekarang?"
  • Mahir: "Analisis Anda tentang tantangan kepemiluan dan peran teknologi sangat tajam. Saya kagum dengan ide-ide kreatif Anda. Bagaimana jika Anda coba merancang sebuah 'mini-campaign' sederhana yang bisa diimplementasikan di sekolah kita untuk meningkatkan kesadaran pemilih pemula?"

KOMUNIKASI DENGAN PIHAK LAIN

Jika ada peserta didik yang menunjukkan kesulitan belajar yang signifikan atau membutuhkan dukungan eksternal, guru akan berkomunikasi dengan wali kelas untuk berkoordinasi dan, jika diperlukan, menghubungi orang tua/wali peserta didik dengan tetap menjaga kerahasiaan dan fokus pada solusi pembelajaran.

MONITORING

Nama Peserta Didik Indikator Belum Tercapai Tindakan Guru Waktu Hasil Tindak Lanjut Berikutnya
(Nama Siswa) Penjelasan peran pelopor Pendampingan individual saat diskusi kelompok. Selama jam pelajaran dan setelahnya. (Terisi setelah monitoring) (Terisi setelah monitoring)
(Nama Siswa) Identifikasi teknologi sederhana Memberikan contoh aplikasi atau website pemilu. Selama jam pelajaran. (Terisi setelah monitoring) (Terisi setelah monitoring)
(Nama Siswa) Contoh tindakan kepeloporan Memberikan studi kasus spesifik terkait Tuban. Selama jam pelajaran. (Terisi setelah monitoring) (Terisi setelah monitoring)

Tabel ini akan diisi secara berkala sesuai dengan kebutuhan monitoring terhadap peserta didik yang memerlukan perhatian khusus.

REFLEKSI GURU

  1. Sejauh mana kegiatan remedial dan pengayaan yang saya berikan efektif dalam membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran?
  2. Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup memfasilitasi kebutuhan belajar semua peserta didik?
  3. Bagaimana saya bisa lebih baik lagi dalam mengintegrasikan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dalam pembelajaran selanjutnya?
  4. Apa saja tantangan yang muncul selama pembelajaran dan tindak lanjut, serta bagaimana solusinya?
  5. Apa yang perlu saya ubah atau tingkatkan dalam strategi pembelajaran dan asesmen pada topik ini untuk pertemuan berikutnya?

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.