← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 6 - Pendidikan Pancasila XII - Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel XII
Tingkat/Fase XII / Fase F
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 6 dari 8
Tanggal/Rentang 2027-05-24 s.d. 2027-05-30
Topik Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia
Fokus Kegiatan Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
Asesmen Pertemuan Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
Alokasi Waktu RPP Pertemuan 6 dari 8 · 2 JP (90 menit)
Model Discovery Learning
Metode Simulasi Pemilu, Kampanye Edukatif, Debat Terbuka
Dimensi Profil Lulusan Kewargaan, Komunikasi, Penalaran Kritis
Tujuan Pembelajaran Melalui diskusi dan simulasi, peserta didik mampu menjelaskan peran dan tanggung jawab sebagai pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia, dengan memberikan contoh konkret tindakan kepeloporan dan dampaknya bagi masyarakat Tuban, serta mampu mengidentifikasi potensi pemanfaatan teknologi sederhana dalam proses kepemiluan.

ASESMEN AWAL

Tujuan: Menggali pengetahuan awal peserta didik mengenai demokrasi, kepemiluan, dan peran pemilih pemula, serta mengidentifikasi potensi miskonsepsi.

  1. Apa yang kamu ketahui tentang demokrasi?
  2. Menurutmu, mengapa suara pemilih pemula itu penting dalam pemilihan umum?
  3. Sebutkan satu contoh tindakan yang bisa dilakukan oleh pemilih pemula untuk mensukseskan pemilu di daerahmu (Tuban)!
  4. Pernahkah kamu mendengar tentang teknologi yang digunakan dalam proses pemilu? Jika ya, sebutkan contohnya!
  5. Apakah kamu merasa siap untuk menggunakan hak pilihmu di pemilihan umum mendatang? Jelaskan alasanmu!

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban bervariasi, menunjukkan pemahaman dasar tentang pemerintahan oleh rakyat. Interpretasi: Menilai tingkat pemahaman konsep dasar demokrasi.
  • Jawaban yang menekankan pada regenerasi kepemimpinan, suara generasi muda, atau pengaruh terhadap masa depan bangsa. Interpretasi: Menilai kesadaran akan pentingnya partisipasi pemilih muda.
  • Contoh seperti: menyosialisasikan pentingnya pemilu, tidak golput, memilih calon yang berintegritas, mengajak teman memilih. Interpretasi: Menilai pemahaman konkret tentang peran kepeloporan.
  • Contoh seperti: e-voting, sistem informasi pemilu, rekapitulasi digital. Interpretasi: Menilai kesadaran literasi digital terkait kepemiluan.
  • Jawaban ya/tidak dengan alasan yang logis dan relevan dengan kesiapan emosional, intelektual, atau pemahaman tentang proses pemilu. Interpretasi: Menilai tingkat kesiapan dan keyakinan diri sebagai pemilih.

Catatan: Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, namun digunakan sebagai dasar untuk penyesuaian pembelajaran dan identifikasi kebutuhan belajar peserta didik.


ASESMEN PROSES

Lembar Observasi

Tujuan: Mengamati partisipasi, pemahaman, dan keterampilan peserta didik selama kegiatan pembelajaran.

No Indikator Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Catatan Umpan Balik
1 Keaktifan dalam diskusi kelompok dan simulasi.
2 Kemampuan menjelaskan peran pelopor pemilih pemula dengan contoh konkret.
3 Keterlibatan dalam kampanye edukatif dan debat terbuka.
4 Kemampuan mengidentifikasi potensi pemanfaatan teknologi sederhana dalam kepemiluan.

Pertanyaan Exit Ticket

Tujuan: Refleksi singkat peserta didik terhadap pembelajaran hari ini.

  1. Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang menjadi pelopor pemilih pemula?
  2. Satu tindakan konkret apa yang akan kamu lakukan sebagai pemilih pemula setelah mempelajari materi ini?
  3. Bagaimana kamu bisa mengaitkan pembelajaran hari ini dengan konsep dasar Sistem Ketahanan Pangan (SIKAP) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya dalam hal pentingnya partisipasi aktif warga untuk kemajuan bersama?

ASESMEN AKHIR

Kisi-kisi Asesmen Akhir

No Tujuan/Indikator Pembelajaran Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Menjelaskan peran dan tanggung jawab sebagai pelopor pemilih pemula. Peran pelopor pemilih pemula Memahami (C2) Pilihan Ganda 1, 2
2 Memberikan contoh konkret tindakan kepeloporan pemilih pemula. Tindakan kepeloporan Mengaplikasi (C3) Pilihan Ganda 3, 4
3 Menjelaskan dampak tindakan kepeloporan bagi masyarakat Tuban. Dampak kepeloporan Memahami (C2) Jawaban Singkat 6, 7
4 Mengidentifikasi potensi pemanfaatan teknologi sederhana dalam proses kepemiluan. Teknologi dalam kepemiluan Mengaplikasi (C3) Pilihan Ganda 5
5 Menganalisis pentingnya partisipasi pemilih pemula dalam menjaga demokrasi. Partisipasi pemilih Menganalisis (C4) Uraian/Tugas Kontekstual 9
6 Merancang ide pemanfaatan teknologi sederhana untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula di Tuban. Teknologi dan partisipasi Mencipta (C5) Uraian/Tugas Kontekstual 10
7 Menghubungkan peran pelopor pemilih pemula dengan prinsip Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam analisis data partisipasi pemilih. Literasi data dan KKA Memahami (C2) Pilihan Ganda 3 (kontekstualisasi)
8 Menjelaskan relevansi menjadi pelopor pemilih pemula dengan ketahanan pangan lokal Tuban. Demokrasi dan ketahanan pangan Memahami (C2) Jawaban Singkat 8 (kontekstualisasi)

Soal Asesmen Akhir

A. Pilihan Ganda (Pilih satu jawaban yang paling tepat!)

  1. Peran utama pemilih pemula sebagai pelopor dalam demokrasi Indonesia adalah untuk:
    a. Menjadi penonton pasif dalam proses politik.
    b. Mendorong partisipasi aktif dan kesadaran politik generasi muda.
    c. Hanya memilih berdasarkan popularitas kandidat.
    d. Mengabaikan pentingnya pemilu karena dianggap rumit.
  2. Tindakan kepeloporan yang paling efektif bagi pemilih pemula di Tuban adalah:
    a. Menyebarkan informasi hoaks tentang kandidat lain.
    b. Mengajak teman dan keluarga untuk menggunakan hak pilih secara cerdas.
    c. Memilih calon yang paling banyak beriklan di media sosial.
    d. Golput karena merasa tidak ada calon yang sesuai.
  3. Seorang pelopor pemilih pemula dapat memanfaatkan prinsip Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam konteks kepemiluan dengan cara:
    a. Membuat aplikasi game politik yang tidak mendidik.
    b. Menganalisis data partisipasi pemilih dari berbagai daerah untuk mengidentifikasi tren.
    c. Menyebarkan konten viral tanpa verifikasi fakta.
    d. Menggunakan algoritma prediksi hasil pemilu yang belum teruji kebenarannya.
  4. Mana di antara pernyataan berikut yang paling menggambarkan tindakan kepeloporan pemilih pemula?
    a. Mengikuti tren politik tanpa kritis.
    b. Memilih calon yang merupakan sepupu sendiri.
    c. Mengedukasi teman sebaya tentang pentingnya visi misi calon.
    d. Menghindari diskusi politik karena dianggap membosankan.
  5. Teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula dalam proses kepemiluan adalah:
    a. Sistem informasi kampanye yang hanya menampilkan citra kandidat.
    b. Platform debat online interaktif yang memungkinkan audiens bertanya langsung.
    c. Mesin penghitung suara manual yang rawan kesalahan.
    d. Penggunaan media sosial untuk menyebarkan ujaran kebencian.

B. Jawaban Singkat

  1. Jelaskan satu dampak positif dari pemilih pemula yang aktif dan cerdas bagi masyarakat Tuban!
  2. Mengapa penting bagi pemilih pemula untuk memahami hak dan kewajiban mereka sebelum menggunakan hak pilih?
  3. Bagaimana kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dalam pemilu dapat dikaitkan dengan upaya menjaga ketahanan pangan lokal di Tuban, misalnya melalui dukungan terhadap kebijakan pertanian yang pro-rakyat?

C. Uraian/Tugas Kontekstual

  1. Dalam konteks demokrasi Indonesia, analisis mengapa partisipasi pemilih pemula sangat krusial. Jelaskan argumenmu dengan mengaitkan pada prinsip regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan pembangunan bangsa.
  2. Rancanglah sebuah ide sederhana (bisa berupa konsep, slogan, atau fitur aplikasi sederhana) yang memanfaatkan teknologi untuk mendorong pemilih pemula di Tuban agar lebih bersemangat dan cerdas dalam memilih. Jelaskan bagaimana ide tersebut dapat diimplementasikan.

Kunci Jawaban dan Penskoran

A. Pilihan Ganda

  1. b (Skor: 5)
  2. b (Skor: 5)
  3. b (Skor: 5)
  4. c (Skor: 5)
  5. b (Skor: 5)

B. Jawaban Singkat

  1. Contoh: Terpilihnya pemimpin yang lebih representatif terhadap aspirasi kaum muda, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi politik, terciptanya pemerintahan yang lebih akuntabel. (Skor: 10)
  2. Agar pemilih pemula dapat menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab, tidak mudah terpengaruh isu yang salah, dan memahami konsekuensi dari pilihannya terhadap masa depan bangsa. (Skor: 10)
  3. Partisipasi aktif dalam pemilu dapat menghasilkan pemimpin yang peduli terhadap sektor pertanian dan mendukung kebijakan ketahanan pangan. Pemilih pemula yang cerdas dapat memilih calon yang memiliki program konkret untuk petani lokal, sehingga berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan di Tuban. (Skor: 10)

C. Uraian/Tugas Kontekstual

  1. Skor 20. Jawaban harus mencakup:
    • Pentingnya regenerasi kepemimpinan (pemilih pemula membawa ide dan energi baru).
    • Keberlanjutan pembangunan (pemilih pemula akan menjadi pemimpin masa depan, jadi partisipasinya hari ini membentuk arah pembangunan).
    • Keterkaitan dengan prinsip demokrasi (partisipasi luas untuk legitimasi pemerintahan).
  2. Skor 20. Jawaban harus mencakup:
    • Ide yang inovatif dan relevan dengan teknologi (misalnya: aplikasi simulasi pemilu, platform edukasi pemilu interaktif, fitur perbandingan visi misi calon yang mudah dipahami).
    • Penjelasan singkat tentang cara kerja atau fungsi ide tersebut.
    • Potensi dampak ide terhadap peningkatan partisipasi pemilih pemula di Tuban.

Total Skor Maksimal: 100

Rumus Nilai Akhir: (Total Skor yang Diperoleh / 100) x 100


Rubrik Penilaian Tugas Kontekstual (Soal Uraian/Tugas Kontekstual)

Indikator Baru Memulai (Skor 1) Berkembang (Skor 2) Cakap (Skor 3) Mahir (Skor 4)
Kedalaman Analisis (Soal No. 9) Hanya menyebutkan pentingnya partisipasi tanpa penjelasan mendalam. Menyebutkan pentingnya regenerasi atau pembangunan, namun kurang terhubung. Menjelaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan pembangunan dengan argumen yang cukup jelas. Menjelaskan secara mendalam dan kritis pentingnya partisipasi pemilih pemula untuk regenerasi kepemimpinan dan keberlanjutan pembangunan, serta keterkaitannya dengan prinsip demokrasi.
Inovasi dan Relevansi Ide (Soal No. 10) Ide sangat umum dan tidak memanfaatkan teknologi. Ide memanfaatkan teknologi namun kurang spesifik atau relevan dengan pemilih pemula di Tuban. Menghasilkan ide yang inovatif, memanfaatkan teknologi, dan relevan dengan pemilih pemula di Tuban. Menghasilkan ide yang sangat kreatif, memanfaatkan teknologi secara optimal, sangat relevan, dan memiliki potensi dampak besar bagi pemilih pemula di Tuban.
Penjelasan Implementasi dan Dampak (Soal No. 10) Penjelasan implementasi dan dampak sangat minim atau tidak ada. Penjelasan implementasi atau dampak cukup jelas tetapi kurang rinci. Penjelasan implementasi ide dan potensi dampaknya cukup rinci dan logis. Penjelasan implementasi ide dan potensi dampaknya sangat rinci, realistis, dan meyakinkan.
Keterkaitan dengan Konteks Lokal (Soal No. 9 & 10) Tidak ada atau sangat minim keterkaitan dengan konteks Tuban. Ada sedikit keterkaitan dengan konteks Tuban, namun belum kuat. Menunjukkan keterkaitan yang jelas dengan konteks Tuban, baik dalam analisis maupun ide yang diajukan. Menunjukkan pemahaman mendalam dan integrasi yang kuat dengan konteks lokal Tuban dalam seluruh jawaban.

REKAP NILAI ASESMEN AKHIR

No Nama Peserta Didik Nilai Soal Pilihan Ganda (Max 25) Nilai Soal Jawaban Singkat (Max 30) Nilai Soal Uraian/Tugas Kontekstual (Max 45) Total Skor (Max 100) Nilai Akhir (Skala 0-100) Predikat Catatan Guru
1
2
3
... ... ... ... ... ... ... ... ...

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.