LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN |
|---|---|
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila |
| Kelas/Fase | XII / Fase F |
| Topik | Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia |
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) |
| Nama Peserta Didik | ......................................... |
Tujuan Kegiatan
Melalui diskusi dan simulasi, peserta didik mampu menjelaskan peran dan tanggung jawab sebagai pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia, dengan memberikan contoh konkret tindakan kepeloporan dan dampaknya bagi masyarakat Tuban, serta mampu mengidentifikasi potensi pemanfaatan teknologi sederhana dalam proses kepemiluan.
Petunjuk Kerja
- Bacalah stimulus dengan cermat.
- Diskusikan pertanyaan-pertanyaan pada bagian "Memahami" dengan kelompok Anda.
- Lakukan simulasi dan aktivitas pada bagian "Mengaplikasi" sesuai instruksi.
- Jawablah pertanyaan pada bagian "Merefleksi" secara jujur.
- Isilah lembar penilaian diri di akhir kegiatan.
Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
- Buku teks Pendidikan Pancasila Kelas XII
- Artikel daring tentang pemilu dan partisipasi pemilih
- Lembar kerja peserta didik
- Perangkat simulasi pemilu sederhana (kartu suara, kotak suara, dll.)
- Akses internet (jika diperlukan)
Stimulus
Bayangkan Anda adalah seorang pelajar SMA di Tuban yang sebentar lagi akan berusia 17 tahun dan berhak memilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) pertama Anda. Anda melihat banyak teman sebaya yang apatis atau belum memahami pentingnya menggunakan hak suara. Di sisi lain, Anda juga sering mendengar informasi tentang pentingnya ketahanan pangan lokal Tuban dalam mendukung kemandirian daerah. Bagaimana Anda sebagai pelopor pemilih pemula dapat berkontribusi positif tidak hanya dalam proses demokrasi, tetapi juga dalam isu-isu yang relevan dengan daerah Anda, seperti ketahanan pangan?
Kegiatan 1: Memahami Konsep Dasar
Diskusikan dengan kelompok Anda:
- Apa yang dimaksud dengan "pemilih pemula" dan mengapa peran mereka penting dalam demokrasi Indonesia?
- Sebutkan minimal tiga contoh konkret tindakan kepeloporan yang dapat dilakukan oleh pemilih pemula di lingkungan sekolah atau masyarakat Tuban.
- Bagaimana pemahaman tentang demokrasi berkontribusi pada kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sebagai bagian dari kedaulatan bangsa?
- Jelaskan potensi pemanfaatan teknologi sederhana (misalnya, aplikasi informasi pemilu, media sosial edukatif) dalam proses kepemiluan bagi pemilih pemula.
Kegiatan 2: Mengaplikasikan Peran Pelopor
- Simulasi Kampanye Edukatif: Bentuk kelompok kecil. Setiap kelompok merancang dan mempresentasikan secara singkat (maksimal 3 menit) sebuah materi kampanye edukatif yang menarik bagi pemilih pemula tentang pentingnya berpartisipasi dalam pemilu. Gunakan media visual sederhana atau narasi yang persuasif.
- Simulasi Debat Terbuka (Mini): Pilih dua perwakilan dari kelompok Anda untuk berdebat singkat mengenai topik "Apakah pemilih pemula lebih efektif dalam menyuarakan aspirasi melalui partisipasi langsung dalam pemilu atau melalui gerakan advokasi isu-isu sosial seperti ketahanan pangan?".
- Analisis Keterkaitan: Setelah simulasi, diskusikan dalam kelompok bagaimana peran pelopor pemilih pemula dapat diintegrasikan dengan upaya mendukung Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban. Contoh: Mengkampanyekan pentingnya memilih pemimpin yang peduli pada isu pertanian lokal Tuban.
- Pengembangan Algoritma Sederhana (KKA): Coba buat alur logika (flowchart) sederhana atau pseudocode yang menggambarkan langkah-langkah seorang pemilih pemula dalam memutuskan pilihannya secara rasional, mempertimbangkan rekam jejak kandidat dan relevansinya dengan isu daerah seperti ketahanan pangan. Ini adalah bentuk dasar dari KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Kegiatan 3: Refleksi Pembelajaran
Jawablah pertanyaan berikut secara individu:
| No | Pertanyaan Refleksi | Jawaban Singkat |
|---|---|---|
| 1 | Apa hal baru yang Anda pelajari tentang peran pelopor pemilih pemula hari ini? | ......................................... |
| 2 | Bagaimana proses simulasi dan diskusi membantu Anda memahami materi? Apa kesulitannya? | ......................................... |
| 3 | Bagaimana Anda akan mengaplikasikan peran Anda sebagai pelopor pemilih pemula di kehidupan nyata, terutama terkait isu lokal seperti ketahanan pangan? | ......................................... |
Penilaian Diri
Berikan tanda centang (√) pada kolom yang paling sesuai dengan kemampuan Anda.
| Aspek Penilaian | Belum | Mulai | Sudah | Sangat Baik |
|---|---|---|---|---|
| Saya memahami peran dan tanggung jawab sebagai pelopor pemilih pemula. | ||||
| Saya mampu memberikan contoh tindakan kepeloporan yang relevan. | ||||
| Saya dapat mengidentifikasi potensi pemanfaatan teknologi dalam kepemiluan. | ||||
| Saya aktif berpartisipasi dalam diskusi dan simulasi kelompok. |
Rubrik Penilaian Kegiatan 2 (Simulasi Kampanye Edukatif)
| Aspek Penilaian | Sangat Baik (4) | Baik (3) | Cukup (2) | Kurang (1) |
|---|---|---|---|---|
| Konten Kampanye (Relevansi & Kejelasan Pesan) | Pesan sangat jelas, relevan, dan persuasif mengenai pentingnya pemilih pemula. | Pesan jelas dan relevan, cukup persuasif. | Pesan kurang jelas atau kurang relevan. | Pesan tidak jelas dan tidak relevan. |
| Kreativitas & Media Visual | Menggunakan media visual yang sangat menarik dan inovatif. | Menggunakan media visual yang menarik. | Media visual sederhana dan kurang menarik. | Tidak menggunakan media visual atau sangat tidak menarik. |
| Penyampaian (Kepercayaan Diri & Intonasi) | Sangat percaya diri, intonasi jelas, dan artikulasi baik. | Cukup percaya diri, intonasi cukup jelas. | Kurang percaya diri, intonasi kurang jelas. | Sangat gugup, tidak jelas dalam penyampaian. |
| Waktu (Tepat Waktu) | Presentasi selesai sesuai alokasi waktu (maksimal 3 menit). | Sedikit melewati atau kurang dari alokasi waktu. | Cukup jauh dari alokasi waktu. | Sama sekali tidak memperhatikan alokasi waktu. |