← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 5 - Pendidikan Pancasila XII - Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN PERTEMUAN 5

IDENTITAS ASESMEN

Sekolah SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
Guru Dra. Umi Hanik Hartatik
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Kelas/Rombel XII
Fase F
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2026/2027
Pertemuan 5 dari 8
Tanggal 2027-05-17 s.d. 2027-05-23
Topik Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia
Model Discovery Learning
Metode Simulasi Pemilu, Kampanye Edukatif, Debat Terbuka
Dimensi Profil Lulusan Kewargaan, Komunikasi, Penalaran Kritis
Alokasi Waktu 2 JP (90 menit)

ASESMEN AWAL

Tujuan: Mengukur kesiapan dan mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik mengenai pemilu dan peran pemilih pemula. 1. Menurutmu, apa yang paling penting dilakukan oleh anak muda saat Pemilu nanti? • A. Memilih calon yang paling terkenal. • B. Memilih calon yang sesuai dengan janji kampanye. • C. Memilih calon yang punya banyak uang. • D. Ikut memilih agar dianggap keren. 2. Apa yang dimaksud dengan "golput"? Mengapa ada orang yang memilih golput? 3. Sebutkan satu cara agar kamu bisa menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab! 4. Pernahkah kamu melihat atau mendengar kampanye politik? Apa pesan utama yang kamu tangkap? 5. Bagaimana cara kamu mendapatkan informasi yang benar tentang calon-calon saat Pemilu?

Kunci dan Interpretasi Asesmen Awal

• Soal 1: • Kunci: B • Interpretasi: Jawaban B menunjukkan pemahaman awal tentang pentingnya mempertimbangkan program calon. Jawaban A, C, dan D mengindikasikan pemahaman yang kurang tepat (pemilih pragmatis, terpengaruh popularitas/uang, atau ikut-ikutan). • Soal 2: • Kunci: Golput adalah tidak menggunakan hak pilih (tidak memilih). Alasan bisa beragam, misalnya ketidakpercayaan pada semua calon, protes terhadap sistem, atau ketidakpedulian. • Interpretasi: Jawaban yang tepat menunjukkan pemahaman definisi dan potensi alasan di baliknya. Jawaban yang tidak lengkap atau salah mengindikasikan miskonsepsi. • Soal 3: • Kunci: Contoh: mencari informasi yang akurat, tidak mudah percaya isu SARA, datang ke TPS, dll. • Interpretasi: Jawaban yang konkret dan relevan menunjukkan kesadaran akan tanggung jawab. Jawaban umum atau tidak relevan menunjukkan pemahaman yang masih samar. • Soal 4: • Kunci: Tergantung pada video/infografis yang ditayangkan. • Interpretasi: Kemampuan menangkap pesan utama menunjukkan kemampuan analisis dasar. • Soal 5: • Kunci: Contoh: membaca berita dari sumber terpercaya (KPU, media kredibel), bertanya pada orang tua/guru, mengikuti debat resmi. • Interpretasi: Jawaban yang menunjukkan sumber informasi yang valid mengindikasikan kesiapan untuk belajar lebih lanjut. Jawaban yang mengandalkan gosip atau media sosial tanpa filter menandakan perlunya bimbingan. *Catatan: Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, melainkan untuk memetakan pemahaman awal peserta didik dan menyesuaikan strategi pembelajaran.*

ASESMEN PROSES

Lembar Observasi

Aspek yang Diobservasi Belum Tampak (1) Mulai Tampak (2) Konsisten (3) Catatan Umpan Balik
Keaktifan dalam diskusi dan tanya jawab.
Kemampuan mengidentifikasi masalah dari studi kasus.
Kemampuan menyampaikan pendapat secara lisan maupun tulisan.
Keterampilan berkolaborasi dalam kelompok (jika ada tugas kelompok).

Pertanyaan Exit Ticket (5 Menit Terakhir)

1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini adalah... 2. Satu pertanyaan yang masih ada di benak saya adalah... 3. Bagaimana saya dapat mengaplikasikan konsep pemilih pemula yang cerdas dalam kehidupan sehari-hari saya?

ASESMEN AKHIR

Tujuan: Mengukur pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan konsep menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia.

Kisi-kisi Asesmen Akhir

No Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi pentingnya partisipasi pemilih pemula yang cerdas. Peran pemilih pemula dalam demokrasi. LOTS Pilihan Ganda 1
2 Menganalisis dampak apatisme pemilih muda. Masalah partisipasi pemilih muda. LOTS Pilihan Ganda 2
3 Menjelaskan kriteria pemilih yang bertanggung jawab. Kriteria pemilih cerdas. LOTS Pilihan Ganda 3
4 Menentukan sumber informasi yang kredibel mengenai pemilu. Informasi pemilu yang akurat. LOTS Pilihan Ganda 4
5 Membandingkan peran pelopor pemilih pemula dengan pemilih biasa. Konsep pelopor pemilih pemula. LOTS Pilihan Ganda 5
6 Menjelaskan strategi kampanye edukatif untuk pemilih pemula. Kampanye edukatif. LOTS Jawaban Singkat 6
7 Menguraikan pentingnya literasi digital dalam memilih. Literasi digital dan pemilu. LOTS Jawaban Singkat 7
8 Menyebutkan contoh konkret penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam analisis data pemilu atau kampanye digital. Aplikasi KKA dalam demokrasi. LOTS Jawaban Singkat 8
9 Merancang sebuah slogan kampanye yang mengajak pemilih pemula untuk berpartisipasi aktif dan cerdas dalam Pemilu, serta menjelaskan alasannya. Kampanye pemilih pemula. HOTS Uraian/Tugas Kontekstual 9
10 Menjelaskan bagaimana Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, seperti optimalisasi irigasi untuk pertanian lokal, dapat menjadi inspirasi bagi pemilih muda dalam memahami pentingnya perencanaan dan pengelolaan sumber daya demi kemajuan daerah, yang juga relevan dalam memilih pemimpin yang visioner. Ketahanan Pangan dan Kepemimpinan Visioner. HOTS Uraian/Tugas Kontekstual 10

Soal Asesmen Akhir

A. Pilihan Ganda (Pilih satu jawaban yang paling tepat!) 1. Partisipasi pemilih pemula yang cerdas sangat penting dalam demokrasi Indonesia karena... A. Mereka adalah kelompok demografis terbesar yang dapat menentukan hasil pemilu. B. Mereka membawa perspektif baru dan energi untuk perubahan positif. C. Mereka dapat menjadi agen perubahan untuk mendorong partisipasi politik yang lebih luas. D. Semua jawaban benar. 2. Dampak negatif dari apatisme pemilih muda dalam pemilu adalah... A. Pemimpin terpilih lebih mewakili aspirasi seluruh masyarakat. B. Proses demokrasi menjadi lebih dinamis dan partisipatif. C. Keputusan politik yang diambil mungkin tidak mencerminkan kehendak mayoritas pemilih muda. D. Munculnya calon-calon baru yang inovatif. 3. Salah satu kriteria pemilih yang bertanggung jawab saat Pemilu adalah... A. Memilih berdasarkan siapa yang memberikan uang paling banyak. B. Mencari informasi yang akurat dan objektif tentang calon serta programnya. C. Hanya memilih teman atau kenalan. D. Mengikuti saran dari influencer media sosial tanpa verifikasi. 4. Dalam era digital, sumber informasi yang paling kredibel mengenai jadwal, calon, dan aturan Pemilu adalah... A. Postingan viral di TikTok yang belum diverifikasi. B. Situs web resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan media massa terkemuka. C. Brosur kampanye yang dibagikan di jalan. D. Informasi dari grup WhatsApp keluarga yang belum tentu akurat. 5. Perbedaan utama antara pelopor pemilih pemula dengan pemilih biasa adalah... A. Pelopor pemilih pemula tidak berhak memilih. B. Pelopor pemilih pemula hanya memilih calon independen. C. Pelopor pemilih pemula aktif mengedukasi dan mengajak orang lain untuk berpartisipasi secara cerdas. D. Pelopor pemilih pemula hanya berpartisipasi di media sosial. B. Jawaban Singkat 6. Sebutkan dua strategi yang dapat digunakan dalam kampanye edukatif untuk menarik perhatian pemilih pemula agar berpartisipasi dalam Pemilu! 7. Jelaskan mengapa literasi digital sangat penting bagi pemilih pemula dalam menghadapi banjir informasi menjelang Pemilu! 8. Berikan satu contoh konkret bagaimana penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat membantu dalam analisis data pemilu atau kampanye digital agar lebih efektif! C. Uraian/Tugas Kontekstual 9. Buatlah sebuah slogan kampanye singkat yang menarik dan efektif untuk mengajak pemilih pemula agar berpartisipasi aktif dan cerdas dalam Pemilu. Jelaskan secara singkat mengapa slogan tersebut kamu pilih dan bagaimana slogan itu dapat memengaruhi pemilih pemula! 10. Dalam konteks ketahanan pangan daerah, Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya melalui optimalisasi irigasi untuk pertanian lokal, mengajarkan tentang pentingnya perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan keberlanjutan. Jelaskan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat menjadi inspirasi bagi pemilih muda dalam memilih pemimpin yang visioner dan mampu membawa kemajuan bagi daerah mereka!

Kunci dan Penskoran

A. Pilihan Ganda (Skor @ 5 poin) 1. D 2. C 3. B 4. B 5. C B. Jawaban Singkat (Skor @ 10 poin) 6. Contoh strategi: Kampanye kreatif melalui media sosial (video pendek, infografis menarik), mengadakan diskusi interaktif atau *talkshow* dengan tokoh muda inspiratif, simulasi pemilu di sekolah, penggunaan *influencer* lokal yang kredibel. (Sebutkan minimal dua strategi yang relevan). 7. Literasi digital penting karena pemilih pemula perlu mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks, menganalisis sumber berita, serta memahami implikasi dari informasi yang mereka konsumsi dan sebarkan di dunia maya, sehingga tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh manipulasi. 8. Contoh penerapan KKA: • Analisis sentimen di media sosial untuk memetakan persepsi publik terhadap calon. • Segmentasi audiens kampanye berdasarkan data demografis dan preferensi untuk pesan yang lebih tertarget. • Deteksi otomatis penyebaran hoaks atau ujaran kebencian terkait pemilu. • Prediksi pola partisipasi pemilih berdasarkan data historis. (Sebutkan satu contoh yang relevan). C. Uraian/Tugas Kontekstual (Skor @ 20 poin) 9. Slogan: (Contoh) "Suaramu, Masa Depan Bangsa. Pilih Cerdas, Bukan Sekadar Ikut-ikutan!" Penjelasan: Slogan ini dipilih karena singkat, kuat, dan langsung menyasar pemilih pemula. Kata "Suaramu, Masa Depan Bangsa" memberikan penekanan pada pentingnya kontribusi mereka. Frasa "Pilih Cerdas, Bukan Sekadar Ikut-ikutan" secara eksplisit mendorong pemikiran kritis dan partisipasi yang bermakna, bukan sekadar tren. Slogan ini dapat memengaruhi pemilih pemula dengan mengingatkan mereka akan tanggung jawab dan dampak suara mereka, serta mendorong mereka untuk melakukan riset sebelum memilih. 10. Prinsip perencanaan, pengelolaan sumber daya, dan keberlanjutan dalam Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban mengajarkan bahwa kemajuan daerah membutuhkan visi jangka panjang dan eksekusi yang matang. Pemilih muda dapat menginspirasi diri untuk memilih pemimpin yang tidak hanya menjanjikan solusi instan, tetapi juga memiliki rencana strategis yang jelas, mampu mengelola potensi daerah secara efisien (seperti pengelolaan air untuk pertanian), serta berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang masyarakat. Pemimpin visioner, layaknya pengelola program yang baik, akan mampu membawa daerah menuju kemajuan yang berkelanjutan. Total Skor Maksimal: (5 x 5) + (3 x 10) + (2 x 20) = 25 + 30 + 40 = 95 poin. *Koreksi: Total skor seharusnya 100 poin. Soal 9 dan 10 masing-masing 20 poin, sehingga total 40 poin. Soal 6, 7, 8 masing-masing 10 poin, total 30 poin. Soal 1-5 masing-masing 5 poin, total 25 poin. Total 25 + 30 + 40 = 95. Ada kekurangan 5 poin. Perlu penyesuaian skor agar total 100.* Revisi Skor: • Pilihan Ganda (Soal 1-5): @ 5 poin = 25 poin • Jawaban Singkat (Soal 6-8): @ 10 poin = 30 poin • Uraian/Tugas Kontekstual (Soal 9-10): @ 22.5 poin = 45 poin • Total Skor Maksimal: 25 + 30 + 45 = 100 poin Rumus Nilai Akhir: (Total Skor Perolehan / 100) x 100

Rubrik Penilaian Tugas Kontekstual (Soal 9 & 10)

Indikator Penilaian Baru Memulai (0-8 poin) Berkembang (9-14 poin) Cakap (15-19 poin) Mahir (20-22.5 poin)
Kreativitas dan Keefektifan Slogan (Soal 9)
Kemampuan merancang slogan yang menarik, relevan, dan persuasif untuk pemilih pemula.
Slogan tidak jelas, tidak relevan, atau tidak menarik. Slogan cukup menarik namun kurang persuasif atau relevansinya terbatas. Slogan menarik, relevan, dan memiliki daya persuasif yang baik. Slogan sangat kreatif, relevan, persuasif, dan menyentuh target audiens secara optimal.
Kedalaman Penjelasan Alasan Pemilihan Slogan (Soal 9)
Kemampuan mengartikulasikan alasan di balik pemilihan slogan dan potensi dampaknya.
Penjelasan singkat, dangkal, atau tidak logis. Penjelasan cukup logis namun kurang mendalam atau kurang kuat dalam mengaitkan slogan dengan dampaknya. Penjelasan logis, cukup mendalam, dan mampu mengaitkan slogan dengan audiens target dan dampaknya. Penjelasan sangat logis, mendalam, komprehensif, dan meyakinkan dalam mengaitkan slogan dengan audiens target dan dampaknya.
Relevansi Konsep SIKAP dengan Pemilu (Soal 10)
Kemampuan menghubungkan prinsip-prinsip pengelolaan sumber daya dalam Program SIKAP dengan kriteria memilih pemimpin yang visioner.
Hubungan antara SIKAP dan pemilu sangat lemah atau tidak jelas. Hubungan cukup terlihat namun kurang kuat atau kurang mendalam dalam analisisnya. Hubungan cukup kuat dan analisisnya logis serta relevan. Hubungan sangat kuat, analisis mendalam, komprehensif, dan memberikan wawasan baru.
Kedalaman Analisis Kepemimpinan Visioner (Soal 10)
Kemampuan menguraikan kriteria pemimpin visioner berdasarkan analogi pengelolaan sumber daya daerah.
Penjelasan mengenai pemimpin visioner sangat umum atau kurang relevan. Penjelasan cukup baik namun belum sepenuhnya menggali esensi kepemimpinan visioner. Penjelasan tentang pemimpin visioner cukup baik dan terhubung dengan analogi yang diberikan. Penjelasan tentang pemimpin visioner sangat baik, mendalam, dan terintegrasi kuat dengan analogi yang diberikan.

Rekap Nilai

No Absen Nama Peserta Didik Skor Asesmen Akhir Nilai Akhir (0-100) Kategori Nilai Tindak Lanjut

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.