LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
| Sekolah | SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN | ||
|---|---|---|---|
| Mata Pelajaran | Pendidikan Pancasila | ||
| Kelas/Fase | XII / Fase F | ||
| Topik | Menjadi Pelopor Pemilih Pemula dalam Demokrasi Indonesia | ||
| Pertemuan | 5 dari 8 | ||
| Alokasi Waktu | 2 JP (90 menit) | ||
| Nama Peserta Didik | _ | ||
Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi tantangan dan peluang partisipasi pemilih pemula dalam pemilu Indonesia.
- Merumuskan strategi sebagai pelopor pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab.
- Menganalisis pentingnya literasi digital dalam menghadapi hoaks pemilu.
Petunjuk Kerja
- Bacalah studi kasus atau amati infografis yang disajikan dengan cermat.
- Diskusikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan teman sekelompok.
- Cari informasi tambahan dari sumber yang terpercaya untuk memperdalam pemahaman.
- Tuliskan hasil diskusi dan analisis pada kolom yang tersedia.
- Isi bagian penilaian diri dan perhatikan rubrik penilaian.
Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
- Perangkat TIK (Laptop/HP) dengan akses internet
- Buku Paket Pendidikan Pancasila Kelas XII
- Studi Kasus/Infografis (disiapkan guru)
- Situs resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum)
- Platform edukasi daring
Stimulus
Amati infografis berikut yang menampilkan data partisipasi pemilih muda dalam pemilu terakhir dan tantangan yang dihadapi. Perhatikan juga bagaimana peran pemilih pemula dapat menjadi agen perubahan dalam demokrasi.
(Guru dapat menampilkan infografis atau video singkat yang relevan dengan topik pemilih pemula dan tantangannya, misalnya terkait apatisme, hoaks, atau pentingnya literasi digital.)
Kegiatan 1: Memahami Tantangan dan Peluang
Berdasarkan stimulus yang disajikan dan informasi yang Anda cari, diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut dalam kelompok:
- Apa saja tantangan utama yang dihadapi pemilih pemula agar dapat berpartisipasi secara aktif dan cerdas dalam pemilu?
- Bagaimana pemilih pemula dapat menjadi pelopor yang positif dalam proses demokrasi di Indonesia?
- Mengapa literasi digital sangat penting bagi pemilih pemula untuk menghindari penyebaran hoaks terkait pemilu?
| No. | Pertanyaan Diskusi | Hasil Diskusi Kelompok | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1. | Tantangan partisipasi pemilih pemula |
|
||||||
| 2. | Peran pelopor pemilih pemula |
|
||||||
| 3. | Pentingnya literasi digital |
|
Kegiatan 2: Mengaplikasikan Konsep Menjadi Pelopor
Sebagai calon pelopor pemilih pemula, rancanglah sebuah gagasan kampanye edukatif singkat yang dapat Anda lakukan di lingkungan sekolah atau media sosial. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemilih pemula. Pertimbangkan:
- Target audiens kampanye Anda.
- Pesan utama yang ingin disampaikan.
- Bentuk kampanye (misalnya poster digital, video pendek, infografis, diskusi daring).
- Teknologi yang dapat digunakan, termasuk potensi pemanfaatan algoritma sederhana dari KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) untuk analisis preferensi audiens atau personalisasi konten kampanye.
- Keterkaitan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya bagaimana semangat partisipasi dalam pemilu dapat dianalogikan dengan partisipasi aktif dalam menjaga ketahanan pangan lokal melalui inovasi pertanian perkotaan berbasis data.
Gagasan Kampanye Edukatif:
Judul Kampanye: _
Target Audiens: _
Pesan Utama: _
Bentuk Kampanye: _
Rencana Pelaksanaan (termasuk pemanfaatan KKA dan kaitannya dengan SIKAP):
_
_
_
Kegiatan 3: Merefleksi Pembelajaran
Jawablah pertanyaan-pertanyaan refleksi berikut secara individu:
- Bagian mana dari materi ini yang paling menarik perhatian Anda dan mengapa?
- Bagaimana Anda akan menerapkan pengetahuan tentang menjadi pelopor pemilih pemula dalam kehidupan sehari-hari, terutama menjelang pemilu?
- Kesulitan apa yang Anda hadapi selama proses pembelajaran ini, dan bagaimana Anda mengatasinya?
- Bagaimana Anda melihat keterkaitan antara partisipasi dalam demokrasi dan upaya menjaga ketahanan pangan lokal seperti yang digagas dalam Program SIKAP SMAN 1 Parengan Tuban?
Penilaian Diri
Berikan tanda centang (✓) pada kolom yang paling sesuai dengan tingkat pemahaman dan keterlibatan Anda:
| Aspek Penilaian | Belum | Mulai | Sudah | Sangat Baik |
|---|---|---|---|---|
| Memahami tantangan partisipasi pemilih pemula | ||||
| Mampu merumuskan peran sebagai pelopor pemilih pemula | ||||
| Menghargai pentingnya literasi digital dalam pemilu | ||||
| Berkontribusi aktif dalam diskusi kelompok |
Rubrik Penilaian Kegiatan Mengaplikasikan
| Aspek yang Dinilai | Sangat Baik (4) | Baik (3) | Cukup (2) | Kurang (1) |
|---|---|---|---|---|
| Kejelasan dan Relevansi Pesan Kampanye | Pesan sangat jelas, relevan, dan menarik bagi audiens target. | Pesan jelas dan relevan untuk audiens target. | Pesan cukup jelas, namun kurang relevan atau menarik. | Pesan tidak jelas atau tidak relevan. |
| Kreativitas dan Inovasi Gagasan Kampanye | Gagasan kampanye sangat kreatif, inovatif, dan memanfaatkan teknologi secara optimal. | Gagasan kampanye kreatif dan cukup inovatif. | Gagasan kampanye standar, kurang inovatif. | Gagasan kampanye tidak kreatif dan tidak inovatif. |
| Integrasi KKA dan Program SIKAP | Integrasi KKA dan Program SIKAP sangat relevan, jelas, dan terperinci. | Integrasi KKA dan Program SIKAP relevan dan cukup jelas. | Integrasi KKA dan Program SIKAP kurang relevan atau kurang jelas. | Tidak ada integrasi KKA dan Program SIKAP, atau sangat tidak relevan. |
| Rencana Pelaksanaan Kampanye | Rencana pelaksanaan terperinci, realistis, dan mencakup semua aspek penting. | Rencana pelaksanaan cukup terperinci dan realistis. | Rencana pelaksanaan kurang terperinci atau kurang realistis. | Rencana pelaksanaan tidak ada atau sangat tidak realistis. |