← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 4 - Pendidikan Pancasila XII - Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN PERTEMUAN 4

IDENTITAS ASESMEN

  • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
  • Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
  • Kelas/Rombel: XII
  • Tingkat/Fase: XII / Fase F
  • Semester: Genap
  • Tahun Pelajaran: 2026/2027
  • Pertemuan: 4 dari 8
  • Topik: Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia
  • Model Pembelajaran: Discovery Learning
  • Alokasi Waktu: 2 JP (90 menit)
  • Dimensi Profil Lulusan: Kewargaan, Komunikasi, Penalaran Kritis
  • Asesmen Pertemuan: Observasi, Pertanyaan Formatif, dan Umpan Balik

A. ASESMEN AWAL (Diagnostik Kesiapan dan Miskonsepsi)

Tujuan: Mengukur kesiapan peserta didik dan mengidentifikasi potensi miskonsepsi terkait demokrasi dan pemilih pemula.

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur.

  1. Menurut Anda, mengapa partisipasi pemilih pemula penting dalam pemilihan umum di Indonesia?
  2. Apa yang Anda ketahui tentang istilah "golput"? Apa alasannya orang memilih golput?
  3. Seberapa pentingkah informasi yang akurat saat memilih calon pemimpin? Mengapa?
  4. Pernahkah Anda mendengar tentang "politik uang"? Apa dampaknya bagi demokrasi?
  5. Apa saja tantangan yang mungkin dihadapi pemilih pemula saat pertama kali menggunakan hak pilihnya?

Kunci Jawaban dan Interpretasi:

  • Jawaban siswa akan bervariasi. Perhatikan kedalaman pemahaman konsep demokrasi, kesadaran akan pentingnya partisipasi, dan identifikasi isu-isu krusial (golput, politik uang, hoaks).
  • Siswa yang mampu menyebutkan alasan partisipasi pemilih pemula, menjelaskan golput dan dampaknya, serta mengaitkan pentingnya informasi akurat menunjukkan pemahaman awal yang baik.
  • Siswa yang kesulitan menjawab atau memberikan jawaban umum menunjukkan kebutuhan penguatan konsep.
  • Jawaban yang keliru atau bias dapat menjadi indikator miskonsepsi yang perlu diluruskan.

Catatan: Asesmen awal ini tidak menjadi nilai akhir, namun sebagai dasar penyesuaian pembelajaran.

B. ASESMEN PROSES (Observasi dan Umpan Balik)

Tujuan: Memantau keaktifan, pemahaman, dan keterampilan berkolaborasi peserta didik selama proses pembelajaran.

1. Lembar Observasi Keaktifan dan Keterampilan Kelompok

No Nama Peserta Didik Keaktifan dalam Diskusi Kemampuan Mengidentifikasi Isu Kemampuan Menganalisis Studi Kasus Kemampuan Mencari Informasi Catatan Umpan Balik
Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten Belum Tampak Mulai Tampak Konsisten
1 [Nama Siswa 1]
2 [Nama Siswa 2]

2. Pertanyaan Formatif (Exit Ticket)

Tujuan: Mengukur pemahaman singkat peserta didik mengenai materi yang telah dipelajari pada sesi ini.

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut sebelum mengakhiri pembelajaran.

  1. Sebutkan satu isu penting terkait pemilih pemula yang Anda diskusikan hari ini!
  2. Apa satu strategi kampanye edukatif yang menurut Anda paling efektif untuk pemilih pemula?
  3. Bagaimana penerapan KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dapat membantu analisis data pemilih atau kampanye pemilu?
  4. Bagaimana pemahaman Anda tentang Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan dengan partisipasi warga negara yang bertanggung jawab dalam demokrasi?

C. ASESMEN AKHIR (Sumatif)

Tujuan: Menilai pencapaian peserta didik terhadap tujuan pembelajaran pertemuan ini.

1. Pilihan Ganda (5 Soal)

  1. Peran pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia sangat krusial karena mereka merupakan generasi penerus yang akan menentukan arah bangsa. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemilih pemula adalah...
    a. Kurangnya akses informasi kampanye b. Tingginya angka partisipasi pemilih senior c. Pengaruh hoaks dan disinformasi di media sosial d. Keterbatasan pilihan kandidat
  2. Fenomena "golput" dapat menurunkan legitimasi hasil pemilihan umum. Upaya untuk mengatasi golput di kalangan pemilih pemula yang paling efektif adalah...
    a. Memberikan sanksi tegas bagi yang tidak memilih b. Melakukan kampanye edukatif yang persuasif tentang pentingnya hak pilih c. Membatasi hak pilih hanya untuk kelompok usia tertentu d. Mengadakan pemilihan umum secara daring
  3. Kampanye edukatif yang berhasil menjangkau pemilih pemula haruslah...
    a. Menggunakan bahasa yang formal dan kaku b. Berfokus pada janji-janji manis kandidat c. Menjelaskan visi misi kandidat secara transparan dan mudah dipahami d. Menghindari diskusi isu-isu sensitif
  4. Dalam konteks KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial), bagaimana algoritma decision tree dapat membantu pemilih pemula dalam membuat keputusan?
    a. Dengan menyajikan semua informasi kandidat secara acak b. Dengan memetakan pilihan berdasarkan serangkaian pertanyaan ya/tidak c. Dengan menganalisis sentimen media sosial secara otomatis d. Dengan memprediksi hasil pemilu secara akurat
  5. Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, yang berfokus pada ketahanan pangan lokal, secara tidak langsung mengajarkan pentingnya...
    a. Ketergantungan pada impor pangan b. Pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan tanggung jawab kolektif c. Peningkatan konsumsi makanan olahan d. Pengabaian sektor pertanian tradisional

2. Jawaban Singkat (3 Soal)

  1. Sebutkan dua isu krusial terkait pemilih pemula selain golput dan politik uang!
  2. Mengapa penting bagi pemilih pemula untuk bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial menjelang pemilu?
  3. Bagaimana simulasi pemilu dapat membantu pemilih pemula memahami proses demokrasi secara langsung?

3. Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)

  1. Bayangkan Anda adalah seorang pemilih pemula yang bingung memilih kandidat. Buatlah sebuah rancangan singkat (dalam bentuk pseudocode atau flowchart sederhana) bagaimana Anda akan menggunakan informasi yang tersedia (misalnya dari website resmi, media sosial yang terverifikasi) untuk membuat keputusan memilih yang rasional. Sertakan pertimbangan Anda dalam menilai kredibilitas sumber informasi.
  2. Jelaskan bagaimana partisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah yang berkaitan dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, seperti pengelolaan kebun sekolah atau kampanye pangan lokal, dapat membentuk karakter pemilih pemula yang bertanggung jawab dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.

D. KISI-KISI ASESMEN AKHIR

No Tujuan/Indikator Pencapaian Materi Level Kognitif Bentuk Soal Nomor Soal
1 Mengidentifikasi tantangan pemilih pemula dalam partisipasi demokrasi. Menjadi pelopor pemilih pemula C2 (Memahami) Pilihan Ganda 1
2 Menjelaskan upaya mengatasi fenomena golput. Menjadi pelopor pemilih pemula C2 (Memahami) Pilihan Ganda 2
3 Menentukan karakteristik kampanye edukatif yang efektif untuk pemilih pemula. Kampanye Edukatif C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 3
4 Menganalisis penerapan KKA dalam proses pengambilan keputusan pemilih. KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda 4
5 Mengaitkan Program SIKAP dengan pembentukan karakter warga negara yang bertanggung jawab. Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) C3 (Menerapkan) Pilihan Ganda 5
6 Menyebutkan isu-isu krusial terkait pemilih pemula. Menjadi pelopor pemilih pemula C1 (Mengingat) Jawaban Singkat 1
7 Menjelaskan pentingnya bersikap kritis terhadap informasi di media sosial. Hoaks dan Disinformasi C2 (Memahami) Jawaban Singkat 2
8 Menjelaskan manfaat simulasi pemilu bagi pemilih pemula. Simulasi Pemilu C2 (Memahami) Jawaban Singkat 3
9 Merancang strategi pengambilan keputusan memilih menggunakan KKA. KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) C4 (Menganalisis) / C5 (Mengevaluasi) Uraian/Tugas Kontekstual 1
10 Menjelaskan kontribusi Program SIKAP dalam membentuk karakter pemilih pemula yang bertanggung jawab. Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) C3 (Menerapkan) / C4 (Menganalisis) Uraian/Tugas Kontekstual 2

E. KUNCI JAWABAN, PENSKORAN, DAN RUMUS NILAI

1. Kunci Jawaban Pilihan Ganda:

  1. c
  2. b
  3. c
  4. b
  5. b

2. Kunci Jawaban Jawaban Singkat:

  1. Contoh: Politik uang, hoaks pemilu, kampanye hitam, politik identitas. (Sebutkan dua dari isu yang relevan)
  2. Agar tidak terpengaruh oleh berita bohong (hoaks), disinformasi, atau propaganda yang dapat menyesatkan dalam menentukan pilihan.
  3. Memberikan pengalaman langsung tentang tata cara pemungutan suara, membantu memahami pentingnya setiap tahapan pemilu, dan mengurangi kecemasan saat hari pemilihan.

3. Kriteria Penilaian Uraian/Tugas Kontekstual:

  • Soal 1 (Pseudocode/Flowchart Pemilihan Rasional dengan KKA):
    • Kesesuaian dengan konsep pseudocode/flowchart (15 poin)
    • Logika algoritma yang jelas dan runtut (20 poin)
    • Integrasi pertimbangan KKA (misalnya, analisis data pemilih, pemodelan prediksi sederhana) (15 poin)
    • Penilaian kredibilitas sumber informasi (10 poin)
    • Total Maksimal: 60 poin
  • Soal 2 (Kontribusi Program SIKAP):
    • Penjelasan yang jelas mengenai keterkaitan Program SIKAP dengan partisipasi demokrasi (20 poin)
    • Identifikasi pembentukan karakter pemilih pemula yang bertanggung jawab (15 poin)
    • Konteks lokal (Tuban/SMAN 1 Parengan) yang relevan (5 poin)
    • Total Maksimal: 40 poin

4. Penskoran dan Rumus Nilai:

Skor Maksimal = (5 soal PG x 2) + (3 soal JS x 5) + (60 poin Uraian 1) + (40 poin Uraian 2) = 10 + 15 + 60 + 40 = 125

Nilai Akhir = (Total Skor yang Diperoleh / 125) x 100

F. RUBRIK PENILAIAN KINERJA (Untuk Produk/Tugas Uraian)

Indikator Penilaian Baru Memulai (Skor 1) Berkembang (Skor 2) Cakap (Skor 3) Mahir (Skor 4)
Kelengkapan dan Kejelasan Pseudocode/Flowchart (Soal 1) Struktur dasar pseudocode/flowchart tidak jelas atau sangat tidak lengkap. Beberapa elemen pseudocode/flowchart ada, namun kurang terstruktur atau sulit dipahami. Pseudocode/flowchart cukup lengkap dan logis, alur proses jelas. Pseudocode/flowchart sangat lengkap, jelas, runtut, dan mudah diikuti.
Integrasi Konsep KKA (Soal 1) Konsep KKA tidak diintegrasikan atau hanya disebutkan tanpa penjelasan. Integrasi KKA hanya disinggung secara umum tanpa detail penerapan. Penerapan KKA dijelaskan dengan cukup baik dan relevan dengan proses pemilihan. Penerapan KKA dijelaskan secara mendalam, inovatif, dan sangat relevan dengan analisis keputusan pemilih.
Penilaian Kredibilitas Sumber Informasi (Soal 1) Kriteria kredibilitas sumber informasi tidak disebutkan. Disebutkan satu atau dua kriteria kredibilitas sumber informasi secara umum. Disebutkan beberapa kriteria kredibilitas sumber informasi yang relevan dan dijelaskan secara singkat. Kriteria kredibilitas sumber informasi dijelaskan secara komprehensif, logis, dan aplikatif.
Keterkaitan Program SIKAP dengan Demokrasi (Soal 2) Keterkaitan antara Program SIKAP dan demokrasi tidak jelas atau tidak ada. Terdapat upaya menghubungkan Program SIKAP dengan demokrasi, namun masih umum. Dijelaskan dengan baik bagaimana Program SIKAP berkontribusi pada partisipasi warga negara yang bertanggung jawab. Penjelasan sangat kuat, mendalam, dan memberikan contoh konkret keterkaitan Program SIKAP dengan pembentukan karakter pemilih pemula yang ideal.
Pembentukan Karakter Pemilih Pemula (Soal 2) Karakter pemilih pemula tidak disebutkan atau tidak relevan. Disebutkan beberapa karakter pemilih pemula secara umum. Dijelaskan beberapa karakter pemilih pemula yang terbentuk melalui Program SIKAP. Dijelaskan secara rinci dan meyakinkan karakter-karakter kunci pemilih pemula yang dibentuk oleh Program SIKAP.

G. REKAP NILAI PESERTA DIDIK

No Nama Peserta Didik Nilai Asesmen Awal Nilai Asesmen Proses (Observasi/Formati) Nilai Asesmen Akhir (Sumatif) Nilai Akhir Pertemuan 4 Keterangan
1 [Nama Siswa 1]
2 [Nama Siswa 2]

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.