← Daftar Dokumen
SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN Asesmen

Asesmen Pembelajaran Pertemuan 3 - Pendidikan Pancasila XII - Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia

BACA SAJA

NIP, NIK, dan NUPTK dalam bentuk teks disamarkan pada tampilan publik.

ASESMEN PEMBELAJARAN

IDENTITAS ASESMEN • Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN • Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik • Mata pelajaran: Pendidikan Pancasila • Kelas/Rombel: XII • Tingkat/Fase: XII / Fase F • Semester: Genap • Tahun pelajaran: 2026/2027 • Pertemuan: 3 dari 8 • Tanggal/rentang: 2027-05-03 s.d. 2027-05-09 • Topik: Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia • Fokus kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual. • Asesmen pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik. • Alokasi waktu RPP: Pertemuan 3 dari 8 · 2 JP (90 menit) • Model: Discovery Learning • Metode: Simulasi Pemilu, Kampanye Edukatif, Debat Terbuka • Dimensi Profil Lulusan: Kewargaan, Komunikasi, Penalaran Kritis

A. Asesmen Awal Pembelajaran

Tujuan: Menggali pengetahuan awal dan minat peserta didik terkait topik pemilih pemula.

Bentuk/Instrumen: Pertanyaan lisan singkat.

Teknik: Tanya jawab interaktif.

Bukti yang Dinilai: Respon verbal peserta didik.

Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu memberikan respon yang relevan dengan topik.

Tindak Lanjut: Guru memetakan tingkat pemahaman awal untuk menyesuaikan kedalaman materi.

No. Pertanyaan Kunci Jawaban Interpretasi Jawaban
1. Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata "pemilih pemula"? Siswa baru pertama kali memilih, anak muda, usia 17 tahun, belum berpengalaman. Mengukur pemahaman dasar tentang definisi pemilih pemula.
2. Mengapa suara pemilih pemula dianggap penting dalam demokrasi? Mewakili suara generasi muda, penentu masa depan bangsa, membawa ide baru. Mengukur kesadaran akan signifikansi pemilih muda.
3. Pernahkah kamu mendengar tentang isu politik atau pemilu dari media sosial atau teman? Jika ya, topik apa? Jawaban bervariasi sesuai pengalaman siswa. Mengukur paparan awal terhadap isu politik dan sumber informasinya.
4. Menurutmu, apa tantangan terbesar bagi pemilih pemula saat ini? Informasi hoaks, apatisme, kurangnya pemahaman, pengaruh teman. Mengidentifikasi potensi miskonsepsi atau hambatan.
5. Bagaimana cara agar kamu bisa menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab? Mencari informasi dari sumber terpercaya, tidak mudah terprovokasi, memahami visi misi calon. Mengukur orientasi terhadap praktik pemilih yang baik.

B. Asesmen Proses Pembelajaran

Tujuan: Menilai pemahaman konsep dan kemampuan aplikasi selama pembelajaran.

Bentuk/Instrumen: Lembar observasi diskusi kelompok, hasil poster/slogan, partisipasi debat.

Teknik: Observasi, penilaian kinerja (poster/slogan), penilaian partisipasi (debat).

Bukti yang Dinilai: Kualitas diskusi, konten poster/slogan, argumen debat.

Kriteria Keberhasilan: Peserta didik menunjukkan pemahaman peran pelopor pemilih, mampu mengkomunikasikan pesan dengan baik, dan berargumen kritis.

Tindak Lanjut: Memberikan umpan balik konstruktif untuk perbaikan dan penguatan konsep.

1. Lembar Observasi Diskusi Kelompok

No Nama Peserta Didik Indikator Observasi Catatan Umpan Balik
Kontribusi Ide Kerja Sama Tim Pemahaman Konsep Komunikasi Efektif
1 ...
2 ...

Keterangan:

  • Belum Tampak: Peserta didik belum menunjukkan indikator.
  • Mulai Tampak: Peserta didik mulai menunjukkan indikator.
  • Konsisten: Peserta didik secara aktif dan konsisten menunjukkan indikator.

2. Penilaian Kinerja (Poster/Slogan Kampanye Edukatif)

Rubrik penilaian poster/slogan akan dijelaskan pada bagian Rubrik Penilaian Produk/Kinerja.

3. Penilaian Partisipasi (Debat Terbuka)

Penilaian partisipasi debat akan menggunakan rubrik yang sama dengan penilaian kinerja, berfokus pada kualitas argumen dan komunikasi.

4. Exit Ticket

Tujuan: Mengukur pemahaman akhir dan refleksi singkat peserta didik.

Bentuk/Instrumen: Tiga pertanyaan singkat.

No. Pertanyaan
1. Sebutkan satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang peran pemilih pemula!
2. Bagaimana kamu akan mengaplikasikan pengetahuanmu sebagai pelopor pemilih pemula di lingkunganmu?
3. Apa yang paling menarik dari kegiatan pembelajaran hari ini?

C. Asesmen Akhir Pembelajaran

Tujuan: Menilai pemahaman komprehensif dan kemampuan aplikasi konsep peran pelopor pemilih pemula.

Bentuk/Instrumen: Soal pilihan ganda, jawaban singkat, dan uraian/tugas kontekstual.

Teknik: Tes tertulis dan tugas kontekstual.

Bukti yang Dinilai: Jawaban soal, hasil tugas kontekstual.

Kriteria Keberhasilan: Peserta didik mampu menjelaskan peran dan tanggung jawab sebagai pelopor pemilih pemula dengan memberikan minimal tiga contoh konkret tindakan, serta mengaitkannya dengan pentingnya partisipasi dalam pemilihan umum yang akan datang.

1. Soal Pilihan Ganda (5 Butir)

  1. Peran utama pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia adalah... a. Menyerahkan keputusan pemilihan kepada orang tua. b. Mewakili aspirasi generasi muda dan memberikan kontribusi suara yang berarti. c. Hanya mengikuti tren politik tanpa pemikiran kritis. d. Menjadi penonton pasif dalam proses demokrasi.
  2. Salah satu bentuk kampanye edukatif yang efektif untuk pemilih pemula adalah... a. Menyebarkan meme politik tanpa sumber yang jelas. b. Mengadakan diskusi interaktif tentang pentingnya pemilu dan cara memilih yang cerdas. c. Melakukan demonstrasi tanpa tujuan yang jelas. d. Membagikan janji-janji politik yang tidak realistis.
  3. Seorang pelopor pemilih pemula yang baik seharusnya... a. Memilih berdasarkan popularitas calon saja. b. Terlibat aktif dalam mencari informasi kredibel tentang calon dan programnya. c. Mengajak teman untuk memilih sesuai keinginannya tanpa alasan. d. Menghindari diskusi politik karena dianggap rumit.
  4. Manakah pernyataan berikut yang paling mencerminkan pentingnya partisipasi pemilih pemula dalam pemilihan umum? a. Suara pemilih pemula tidak akan banyak mengubah hasil akhir. b. Pemilih pemula memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan pemilih lain untuk menentukan arah bangsa. c. Pemilih pemula sebaiknya hanya memberikan suara pada pemilu lokal saja. d. Partisipasi pemilih pemula hanya penting jika mereka mengenal calon secara pribadi.
  5. Dalam konteks Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), bagaimana pemahaman tentang data pemilih pemula dapat dimanfaatkan? a. Untuk memanipulasi opini publik melalui iklan yang tidak relevan. b. Untuk menganalisis tren preferensi pemilih muda guna merancang kampanye yang lebih efektif dan edukatif. c. Untuk membuat algoritma yang memprediksi hasil pemilu secara akurat tanpa mempertimbangkan etika. d. Untuk membuat permainan simulasi pemilu yang hanya menghibur tanpa pesan edukasi.

2. Soal Jawaban Singkat (3 Butir)

  1. Sebutkan minimal tiga contoh konkret tindakan yang dapat dilakukan oleh seorang pelopor pemilih pemula!
  2. Mengapa literasi digital menjadi keterampilan penting bagi pemilih pemula saat ini?
  3. Bagaimana Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban dapat dikaitkan dengan kesadaran berdemokrasi bagi pemilih pemula?

3. Soal Uraian/Tugas Kontekstual (2 Butir)

  1. Bayangkan Anda adalah seorang pelopor pemilih pemula yang akan melakukan kampanye edukatif di sekolah Anda menjelang Pemilu. Buatlah rancangan singkat (poin-poin utama) mengenai materi kampanye Anda yang mencakup:
    1. Pesan utama yang ingin disampaikan.
    2. Metode kampanye yang akan digunakan (pilih salah satu dari simulasi pemilu, kampanye edukatif, atau debat terbuka).
    3. Cara mengajak teman-teman Anda untuk berpartisipasi aktif dan cerdas dalam pemilu.
  2. Dalam konteks pemilihan umum yang akan datang, jelaskan peran dan tanggung jawab Anda sebagai pemilih pemula. Kaitkan penjelasan Anda dengan pentingnya partisipasi dalam pemilihan umum tersebut, serta bagaimana Anda dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat melalui suara Anda.

D. Kisi-Kisi Asesmen Akhir

No. Soal Tujuan/Indikator Materi Level Kognitif Bentuk Soal
1 Menjelaskan peran utama pemilih pemula. Peran Pemilih Pemula C2 (Memahami) Pilihan Ganda
2 Mengidentifikasi bentuk kampanye edukatif yang efektif. Metode Kampanye Edukatif C2 (Memahami) Pilihan Ganda
3 Menjelaskan karakteristik pelopor pemilih pemula yang baik. Karakteristik Pelopor Pemilih C2 (Memahami) Pilihan Ganda
4 Menjelaskan pentingnya partisipasi pemilih pemula dalam pemilu. Pentingnya Partisipasi Pemilih C2 (Memahami) Pilihan Ganda
5 Menganalisis pemanfaatan data pemilih pemula dalam konteks KKA. KKA dan Pemilu C4 (Menganalisis) Pilihan Ganda
6 Memberikan contoh konkret tindakan pelopor pemilih pemula. Tindakan Pelopor Pemilih C3 (Mengaplikasikan) Jawaban Singkat
7 Menjelaskan pentingnya literasi digital bagi pemilih pemula. Literasi Digital dan Pemilih C2 (Memahami) Jawaban Singkat
8 Mengaitkan Program SIKAP dengan kesadaran berdemokrasi. SIKAP dan Demokrasi C3 (Mengaplikasikan) Jawaban Singkat
9 Merancang kampanye edukatif sebagai pelopor pemilih pemula. Peran Pelopor Pemilih, Metode Kampanye C4 (Menganalisis) & C5 (Mengevaluasi) Uraian/Tugas Kontekstual
10 Menjelaskan peran dan tanggung jawab pemilih pemula serta pentingnya partisipasi. Peran, Tanggung Jawab, dan Partisipasi Pemilih Pemula C4 (Menganalisis) & C5 (Mengevaluasi) Uraian/Tugas Kontekstual

E. Kunci dan Penskoran

1. Kunci Jawaban Pilihan Ganda

  1. b
  2. b
  3. b
  4. b
  5. b

2. Kunci Jawaban Jawaban Singkat

  1. Contoh:
    • Mempelajari visi misi calon presiden/wakil presiden.
    • Menyebarkan informasi yang benar tentang pemilu di media sosial.
    • Mengajak teman untuk datang ke TPS pada hari pemilihan.
    • Menjadi contoh berperilaku tertib dan damai saat pemilu.
    • Mengikuti diskusi atau seminar tentang pemilu.
    (Jawaban siswa dapat bervariasi, namun harus relevan)
  2. Literasi digital penting karena:
    • Sumber informasi pemilu banyak tersedia secara online.
    • Memungkinkan akses cepat terhadap berita dan data terkait pemilu.
    • Membantu membedakan informasi yang benar (fakta) dari yang salah (hoaks).
    • Memfasilitasi partisipasi dalam diskusi online tentang politik.
    (Jawaban siswa dapat bervariasi, namun harus relevan)
  3. Program SIKAP dapat dikaitkan dengan kesadaran berdemokrasi melalui:
    • Pemahaman bahwa pengelolaan sumber daya pangan yang baik (seperti di Program SIKAP) mencerminkan tanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat, sama seperti memilih pemimpin yang bertanggung jawab dalam pemilu.
    • Keterlibatan dalam Program SIKAP dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap komunitas dan lingkungan, yang merupakan nilai-nilai penting dalam partisipasi demokrasi.
    • Pengelolaan program yang transparan dan partisipatif dalam SIKAP bisa menjadi contoh praktik demokrasi di tingkat sekolah.
    (Jawaban siswa dapat bervariasi, namun harus relevan)

3. Penskoran Soal Uraian/Tugas Kontekstual

Soal No. 9 (Rancangan Kampanye Edukatif):

  • Pesan Utama (Skor 0-20): Relevansi, kejelasan, dan kekuatan pesan.
  • Metode Kampanye (Skor 0-20): Keterangan metode, alasan pemilihan, dan relevansinya.
  • Cara Mengajak Teman (Skor 0-20): Kreativitas, persuasivitas, dan relevansi ajakan.
  • Struktur dan Kejelasan Rancangan (Skor 0-10): Organisasi poin-poin, kemudahan dipahami.
  • Total Maksimal: 70

Soal No. 10 (Peran dan Tanggung Jawab Pemilih Pemula):

  • Penjelasan Peran dan Tanggung Jawab (Skor 0-25): Kedalaman, kelengkapan, dan akurasi penjelasan.
  • Kaitan dengan Pentingnya Partisipasi (Skor 0-25): Keterkaitan logis dan argumen yang kuat.
  • Agen Perubahan Positif (Skor 0-20): Konkretisasi peran sebagai agen perubahan.
  • Struktur dan Kejelasan Jawaban (Skor 0-10): Organisasi jawaban, kemudahan dipahami.
  • Total Maksimal: 80

Total Skor Maksimal = 5 (PG x 2) + 3 (JS x 10) + 70 (Uraian 1) + 80 (Uraian 2) = 10 + 30 + 70 + 80 = 190

Rumus Nilai Akhir: Nilai = (Total Skor yang Diperoleh / 190) x 100

F. Rubrik Penilaian Produk/Kinerja (Poster/Slogan Kampanye Edukatif dan Partisipasi Debat)

Indikator Penilaian Baru Memulai (1-2) Berkembang (3-4) Cakap (5-6) Mahir (7-8)
Konten/Pesan
(Relevansi dengan topik, kejelasan pesan, akurasi informasi)
Pesan tidak jelas atau tidak relevan dengan topik pelopor pemilih pemula. Pesan cukup jelas namun kurang mendalam atau hanya sebagian relevan. Pesan jelas, relevan, dan akurat, namun bisa lebih persuasif. Pesan sangat jelas, relevan, akurat, dan sangat persuasif dalam menggerakkan pemilih pemula.
Kreativitas & Desain
(Originalitas ide, daya tarik visual/verbal, penggunaan media)
Desain/ungkapan sangat sederhana, tidak menarik, dan kurang orisinal. Desain/ungkapan cukup menarik namun kurang orisinal atau standar. Desain/ungkapan menarik, orisinal, dan efektif dalam menyampaikan pesan. Desain/ungkapan sangat kreatif, orisinal, inovatif, dan sangat efektif dalam menarik perhatian.
Kemampuan Komunikasi & Argumentasi
(Kejelasan penyampaian, kelancaran, ketepatan argumen, responsif terhadap pertanyaan - untuk debat)
Penyampaian sulit dipahami, gagap, argumen lemah atau tidak relevan. Penyampaian cukup jelas, cukup lancar, argumen mulai terlihat namun perlu diperkuat. Penyampaian jelas, lancar, argumen logis dan relevan, mampu merespons pertanyaan dengan baik. Penyampaian sangat jelas, sangat lancar, argumen kuat, logis, dan persuasif, sangat responsif dan cerdas dalam menjawab.
Aspek Kewargaan & Penalaran Kritis
(Menunjukkan kesadaran hak & kewajiban, analisis isu, kedalaman berpikir)
Kurang menunjukkan pemahaman tentang hak/kewajiban atau analisis dangkal. Menunjukkan sebagian pemahaman tentang hak/kewajiban atau analisis yang cukup. Menunjukkan pemahaman yang baik tentang hak/kewajiban dan mampu menganalisis isu secara kritis. Menunjukkan pemahaman mendalam tentang hak/kewajiban, analisis isu sangat kritis, dan mampu mengaitkan dengan konteks yang lebih luas.

Skor Akhir Kinerja: Jumlah skor dari setiap indikator.

G. Rekap Nilai Peserta Didik

No. Nama Peserta Didik Asesmen Awal (Skor/Predikat) Asesmen Proses (Observasi/Kinerja) Asesmen Akhir (Nilai Akhir) Predikat Akhir Catatan Guru
1 ...
2 ...

Predikat Akhir: Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang.

Halaman publik hanya untuk membaca. Fitur ekspor, unduh, edit, dan hapus tidak tersedia.