ASESMEN PEMBELAJARAN PERTEMUAN 2
IDENTITAS ASESMEN
• Sekolah: SMA NEGERI 1 PARENGAN TUBAN
• Guru: Dra. Umi Hanik Hartatik
• Mata pelajaran: Pendidikan Pancasila
• Kelas/Rombel: XII
• Tingkat/Fase: XII / Fase F
• Semester: Genap
• Tahun pelajaran: 2026/2027
• Pertemuan: 2 dari 8
• Tanggal/rentang: 2027-04-26 s.d. 2027-05-02
• Topik: Menjadi pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia
• Fokus kegiatan: Pendalaman dan pengaplikasian konsep melalui aktivitas kontekstual.
• Asesmen pertemuan: Observasi, pertanyaan formatif, dan umpan balik.
• Alokasi waktu RPP: Pertemuan 2 dari 8 · 2 JP (90 menit)
• Model: Discovery Learning
• Metode: Simulasi Pemilu, Kampanye Edukatif, Debat Terbuka
• Dimensi Profil Lulusan: Kewargaan, Komunikasi, Penalaran Kritis
TUJUAN ASESMEN
1. Mengukur pemahaman awal peserta didik mengenai konsep demokrasi dan pemilu.
2. Mengobservasi keterlibatan dan partisipasi peserta didik dalam aktivitas pembelajaran.
3. Mengevaluasi kemampuan peserta didik dalam menyusun strategi kampanye edukatif sederhana.
4. Memberikan umpan balik konstruktif untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.
ASESMEN AWAL
Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jujur.
1. Apa yang Anda pahami tentang pentingnya partisipasi pemilih pemula dalam Pemilu di Indonesia?
2. Sebutkan satu tantangan utama yang dihadapi pemilih pemula saat ini.
3. Bagaimana cara agar informasi kampanye pemilu yang diterima pemilih pemula dapat dipercaya?
4. Menurut Anda, apa yang membedakan antara menjadi pemilih yang baik dan pemilih yang apatis?
5. Seberapa penting menurut Anda memiliki pengetahuan tentang KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam menganalisis isu-isu politik yang muncul di media sosial saat kampanye pemilu?
Kunci Jawaban dan Interpretasi:
1. Jawaban diharapkan mencakup kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, pentingnya regenerasi kepemimpinan, serta pengaruh suara pemilih muda terhadap masa depan bangsa.
2. Tantangan bisa meliputi: kurangnya informasi yang memadai, pengaruh hoaks, ketidakpercayaan pada sistem politik, atau kesulitan memilih calon yang tepat.
3. Jawaban dapat berupa: mencari informasi dari sumber terpercaya, membandingkan visi-misi calon, tidak mudah terpengaruh janji manis, atau melakukan cek fakta.
4. Pemilih yang baik aktif mencari informasi dan memilih berdasarkan pertimbangan matang, sedangkan pemilih apatis cenderung golput atau memilih tanpa dasar yang jelas.
5. Menekankan bahwa pemahaman dasar tentang KKA membantu dalam mengenali pola manipulasi informasi, *deepfake*, atau kampanye berbasis algoritma yang mungkin digunakan, sehingga pemilih pemula lebih kritis.
Interpretasi:
• Jawaban yang baik menunjukkan pemahaman konsep dasar demokrasi dan pemilu.
• Identifikasi tantangan menunjukkan kesadaran sosial peserta didik.
• Cara menjaga kepercayaan mencerminkan kemampuan analisis kritis.
• Perbandingan pemilih menunjukkan pemahaman tentang peran aktif warga negara.
• Jawaban nomor 5 mengukur keterkaitan awal dengan literasi digital dan teknologi.
ASESMEN PROSES
Lembar Observasi
Petunjuk: Amati perilaku peserta didik selama kegiatan pembelajaran dan berikan tanda centang (✓) pada kolom yang sesuai.
| No | Indikator Pengamatan | Belum Tampak | Mulai Tampak | Konsisten | Catatan/Umpan Balik |
| 1 | Menunjukkan partisipasi aktif dalam diskusi dan simulasi. | | | | |
| 2 | Mengajukan pertanyaan yang relevan dan kritis. | | | | |
| 3 | Bekerja sama dengan baik dalam kelompok. | | | | |
| 4 | Mampu mengkomunikasikan ide strategi kampanye edukatif. | | | | |
Exit Ticket
Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut sebelum mengakhiri pembelajaran.
1. Satu hal baru yang saya pelajari hari ini adalah...
2. Satu pertanyaan yang masih mengganjal di benak saya adalah...
3. Bagaimana pengetahuan tentang Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban, misalnya tentang optimalisasi sumber daya pangan lokal, dapat dikaitkan dengan pentingnya pemilih pemula yang bertanggung jawab?
ASESMEN AKHIR
Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat atau jawablah pertanyaan dengan singkat.
A. Pilihan Ganda (5 Soal)
1. Peran utama pelopor pemilih pemula dalam demokrasi Indonesia adalah...
a. Meyakinkan orang lain untuk memilih calon yang sama.
b. Menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi yang akurat dan etis.
c. Menciptakan tren baru dalam gaya berkampanye.
d. Mengorganisir acara hiburan untuk menarik perhatian pemilih.
2. Strategi kampanye edukatif yang efektif bagi pemilih pemula sebaiknya fokus pada...
a. Menjanjikan program-program populis yang menarik.
b. Menjelaskan visi-misi calon secara rasional dan relevan dengan isu terkini.
c. Menggunakan humor dan anekdot untuk menghibur.
d. Mempromosikan gaya hidup mewah calon.
3. Salah satu aspek penting dalam KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) yang perlu dipahami pemilih pemula adalah kemampuannya dalam...
a. Menghasilkan konten kreatif tanpa batas.
b. Menganalisis pola data untuk memprediksi hasil pemilu.
c. Mengotomatisasi proses pemungutan suara.
d. Menciptakan interaksi sosial yang murni.
4. Jika seorang calon menyatakan akan membangun lumbung desa di setiap kecamatan, sebagai pelopor pemilih pemula, sikap kritis yang perlu ditunjukkan adalah...
a. Langsung percaya karena program tersebut terdengar bagus.
b. Mempertanyakan detail implementasi, keberlanjutan, dan potensi dampaknya terhadap Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban.
c. Mengabaikan janji tersebut karena dianggap tidak realistis.
d. Menuntut calon tersebut untuk segera membangunnya.
5. Etika berdemokrasi yang paling mendasar bagi pemilih pemula adalah...
a. Memilih berdasarkan keuntungan pribadi.
b. Menghormati perbedaan pendapat dan tidak melakukan ujaran kebencian.
c. Hanya memilih calon dari partai yang disukai.
d. Mempengaruhi orang lain dengan cara apa pun.
B. Jawaban Singkat (3 Soal)
6. Sebutkan dua ciri kampanye yang bersifat edukatif dan bertanggung jawab!
7. Mengapa penting bagi pemilih pemula untuk memahami konsep dasar analisis data, yang merupakan bagian dari KKA, dalam menyaring informasi kampanye?
8. Bagaimana peran pemilih pemula dapat berkontribusi pada ketahanan pangan lokal, yang terkait dengan Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban?
C. Uraian/Tugas Kontekstual (2 Soal)
9. Buatlah satu contoh narasi singkat (maksimal 100 kata) untuk kampanye edukatif di media sosial yang mengajak pemilih pemula untuk berpartisipasi aktif dan kritis dalam Pemilu, dengan menekankan pentingnya literasi digital dalam menyaring informasi.
10. Bayangkan Anda adalah seorang pelopor pemilih pemula. Susunlah sebuah rencana sederhana (dalam bentuk poin-poin) untuk mengedukasi teman-teman Anda tentang pentingnya memilih pemimpin yang peduli terhadap isu lingkungan dan ketahanan pangan. Rencana ini harus mencakup minimal satu ide yang memanfaatkan teknologi sederhana atau data.
KISI-KISI ASESMEN AKHIR
| No | Tujuan/Indikator | Materi | Level Kognitif | Bentuk Soal | Nomor Soal |
| 1 | Mengidentifikasi peran pelopor pemilih pemula. | Peran pelopor pemilih pemula. | C2 | Pilihan Ganda | 1 |
| 2 | Menentukan ciri kampanye edukatif yang efektif. | Strategi kampanye edukatif. | C3 | Pilihan Ganda | 2 |
| 3 | Memahami relevansi KKA dalam konteks pemilu dan literasi digital. | KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) dalam literasi digital. | C2 | Pilihan Ganda | 3 |
| 4 | Menganalisis isu kebijakan publik terkait ketahanan pangan dengan kritis. | Kebijakan publik, Program SIKAP. | C4 | Pilihan Ganda | 4 |
| 5 | Menjelaskan prinsip dasar etika berdemokrasi. | Etika berdemokrasi. | C2 | Pilihan Ganda | 5 |
| 6 | Menyebutkan karakteristik kampanye yang edukatif dan bertanggung jawab. | Ciri kampanye edukatif. | C2 | Jawaban Singkat | 6 |
| 7 | Menjelaskan manfaat pemahaman KKA dalam menyaring informasi kampanye. | KKA dan penyaringan informasi. | C3 | Jawaban Singkat | 7 |
| 8 | Mengaitkan peran pemilih pemula dengan ketahanan pangan lokal. | Pemilih pemula dan Program SIKAP. | C3 | Jawaban Singkat | 8 |
| 9 | Merancang narasi kampanye edukatif yang relevan dan kritis di media sosial. | Kampanye edukatif, literasi digital. | C4 | Uraian | 9 |
| 10 | Menyusun rencana aksi edukasi pemilih pemula yang terintegrasi teknologi/data. | Kepemimpinan pemilih pemula, isu lingkungan, pangan, teknologi. | C5 | Uraian | 10 |
KUNCI DAN PENSKORAN ASESMEN AKHIR
A. Pilihan Ganda
1. b. (Skor: 5)
2. b. (Skor: 5)
3. b. (Skor: 5)
4. b. (Skor: 5)
5. b. (Skor: 5)
B. Jawaban Singkat
6. Dua ciri: Memberikan informasi yang objektif dan terverifikasi; Menjelaskan isu secara mendalam tanpa provokasi. (Skor: 10)
7. Karena KKA dapat digunakan untuk membuat *bot* yang menyebarkan hoaks, menganalisis sentimen publik secara manipulatif, atau membuat konten *deepfake*. Memahaminya membantu pemilih pemula mengidentifikasi pola-pola tersebut. (Skor: 10)
8. Dengan memilih calon yang memiliki program pertanian berkelanjutan, mendukung produk lokal, serta berpartisipasi dalam inisiatif Program SIKAP (Sistem Ketahanan Pangan) SMAN 1 Parengan Tuban seperti pengelolaan sampah organik untuk pupuk atau kampanye konsumsi pangan lokal. (Skor: 10)
C. Uraian/Tugas Kontekstual
9. (Skor: 25)
• Konten Relevan & Edukatif: 5 poin (Menjelaskan isu/pentingnya pemilu)
• Ajakan Partisipasi Kritis: 5 poin (Mengajak memilih dengan cerdas)
• Penekanan Literasi Digital: 5 poin (Menyinggung penyaringan informasi)
• Bahasa & Gaya: 5 poin (Menarik, sesuai media sosial)
• Batasan Kata: 5 poin (Tidak melebihi 100 kata)
10. (Skor: 25)
• Identifikasi Masalah: 5 poin (Menentukan isu spesifik)
• Tujuan Edukasi: 5 poin (Jelas apa yang ingin dicapai)
• Metode/Aktivitas: 5 poin (Cara menyampaikan edukasi)
• Integrasi Teknologi/Data: 5 poin (Memasukkan unsur teknologi/data sederhana)
• Keterkaitan Pangan/Lingkungan: 5 poin (Menghubungkan dengan isu yang relevan)
Total Skor Maksimal: 100
Rumus Nilai Akhir: (Total Skor yang Diperoleh / 100) * 100
RUBRIK PENILAIAN TUGAS KONTEKSTUAL (Soal No. 9 & 10)
| Indikator | Baru Memulai (1-25%) | Berkembang (26-50%) | Cakap (51-75%) | Mahir (76-100%) |
| Kesesuaian Konteks & Materi | Kurang relevan dengan topik, gagasan dasar belum terlihat jelas. | Cukup relevan, namun beberapa bagian kurang fokus pada inti materi. | Sangat relevan dengan topik, ide-ide utama tersampaikan dengan baik. | Sangat relevan, mendalam, dan menunjukkan pemahaman utuh terhadap materi pembelajaran. |
| Kreativitas & Inovasi (terutama no 10) | Ide konvensional, minim sentuhan kreatif atau inovatif. | Ada sedikit sentuhan kreatif, namun belum sepenuhnya menggali potensi. | Cukup kreatif dan inovatif, mampu menyajikan ide yang menarik dan segar. | Sangat kreatif dan inovatif, mampu menyajikan gagasan orisinal dan berpotensi memberikan dampak. |
| Keterampilan Komunikasi & Bahasa | Bahasa kaku, sulit dipahami, banyak kesalahan tata bahasa. | Bahasa cukup baik, namun masih ada beberapa ketidakjelasan atau kesalahan. | Bahasa jelas, efektif, dan menarik, minim kesalahan. | Bahasa sangat baik, persuasif, menginspirasi, dan tanpa cacat tata bahasa. |
| Integrasi KKA/SIKAP & Literasi Digital | Integrasi KKA atau Program SIKAP tidak ada atau sangat dangkal/salah. | Integrasi KKA atau Program SIKAP ada, namun kurang mendalam atau kurang relevan. | Integrasi KKA atau Program SIKAP cukup baik dan relevan, menunjukkan pemahaman. | Integrasi KKA atau Program SIKAP sangat baik, mendalam, dan relevan, menunjukkan penguasaan. |
REKAP NILAI ASESMEN AKHIR
| No. Absen | Nama Peserta Didik | Skor Soal 1-5 (25) | Skor Soal 6-8 (30) | Skor Soal 9 (25) | Skor Soal 10 (25) | Total Skor (100) | Nilai Akhir (100) |
| 1 | | | | | | | |
| 2 | | | | | | | |
| ... | | | | | | | |